Layar Riang 4: Kolaborasi HMPS KPI IPMAFA dengan SMK Cordova Margoyoso


Mahasiswa KPI Ipmafa membangun sinergi dan kemitraan dengan beberapa lembaga eksternal salah satunya dengan SMK Cordova Pati. Dengan kemitraan yang baik ini kedua lembaga dapat meningkatkan kompetensi sesuai jurusannya. Kebetulan di SMK Cordova terdapat jurusan multimedia yang fokus pada produk konten audio visual, maka Prodi KPI cukup relevan untuk menyelanggarakan kegiatan bersama.

Maka dari itu, Prodi KPI Ipmafa yang diwakili oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi menginisiasi kegiatan nonton bareng dalam acara Layar Riang yang diikuti bersama oleh siswa Cordova dan mahasiswa Ipmafa, Jumat (16/12/2022). Dalam kegiatan itu, ada tiga film yang diputar yaitu Wangsulan dan Selawe, kedua film tersebut merupakan karya mahasiswa KPI Ipmafa. Kemudian ada film Akhri Lara yang diproduksi oleh siswa SMK Cordova. 

Kegiatan layar ringan tentu tidak hanya diisi menonton bersama, tetapi dilakukan forum sharing ide dan pengalaman terkait kegiatan produksi film dan konten kreatif. Setelah pemutaran ketiga film, ada sesi diskusi yang dipandu oleh Muhammad Anang Rifa’i, mahasiswa KPI Ipmafa. Di sesi diskusi ini menghadirkan sutradara dari masing-masing film untuk berbagi segala hal yang berhubungan dengan filmnya mulai dari pra-produksi, produksi, pascaproduksi, hingga makna dari film tersebut.  

Acara berjalan lancar dan diwarnai dengan antusiasme peserta dari mahasiswa KPI Ipmafa dan siswa siswi SMK Cordova. Sebanyak 12 mahasiswa KPI Ipmafa dan 32 siswa SMK Cordova yang menghadiri acara layar riang keempat ini. Ini merupakan layar riang ke empat dan diharapkan dapat menambah minat mahasiswa KPI Ipmafa dan siswa SMK Cordova dalam dunia perfilman. Sehingga bisa lebih kreatif dan produktif dalam berkarya, khususnya dalam bidang perfilman.



KKK di Agency Periklanan, Dapet Apa Sih ?


Kegiatan Kuliah Kerja Komunikasi ( KKK ) adalah ajang bagi mahasiswa KPI IPMAFA untuk mengembangkan dan mempraktekkan segala keilmuan di pelajarinya selama perkuliahan 6 semester. Dengan diberikannya kebebasan memilih tempat KKK, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya sesuai dengan basic skill yang dimiliki serta dapat membawa pengalaman yang bermanfaat buat ke depannya.

Saya ( M. Agus Zainal Mahasin ) merupakan salah satu mahasiswa yang sedang melakukan kegiayan KKK di salah satu Agency Periklanan yang berada di wilayah Yogjakarta, yaitu Sacoret.Id. Perusahaan yang bertempat di Jl. Babarsari No.105, Kledokan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman ini menjadi pilihan yang sangat cocok bagi saya untuk mengembagkan basic skill yang saya miliki di bidang Desain Grafis dan juga Digital Marketing.

Ada banyak hal yang telah saya pelajari dan dapatkan selama 1 bulan magang di sini. Dengan ditempatkan di divisi Social Media Managemant ( SMM ), saya jadi mengetahui cara membuat konten desain yang bukan hanya sekedar bagus ( UI ) saja, namun juga bagaimana desain visual itu mampu berkomunikasi dan memberikan Experience ( UX ), yang melekat bagi para audience di media social. Ada pesan terkandung dalam desain visual yang harus dapat tersampaikan dengan baik.

Selain menambah pengalaman dan wawasan dari sisi ilmu, di Sacoret.Id juga memberikan rasa yang nyaman untuk para mahasiswa yang sedang magang di sini. Rasa kekeluargaan yang sangat kental menjadikan senioritas dan junioritas tidak ada di sini. Yang ada hanyalah kakak dan adik karena dengan begitu, setiap adik ada kesulitan pasti kakak yang akan datang membantunya. Dalam melakukan tugas dan jobdesk, setiap diharuskan menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik.

Kontributor: M. Agus Zainal Mahasin

Secuil Pengalaman KKK di Perusahaan Televisi Lokal Terbesar di Jawa Timur


KKK atau K3 merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus di lakukan oleh mahasiswa komunikasi dan penyiaran islam. K3 bertujuan memberikan pengalaman kerja bagi kita untuk merasakan bagaimana rasanya dunia kerja yang sesungguhnya. Tak hanya teori, namun juga skill sangat dibutuhkan pada saat ini. Jadi dibutuhkan beberapa kali perenungan untuk memilih dimana tempat menempuh K3. Setelah beberapa kali memikirkan dan merenungkan, salah satu stasiun TV lokal lah yang menjadi Pelabuhan saya yaitu JTV, salah satu televisi local terbesar di Jawa Timur. Selain sebagau salah satu channel TV unggulan Jawa Timur, JTV merupakan salah satu perusahaan yang sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar.

Tak hanya itu, alur masuk untuk K3 di JTV pun tidak terlalu sulit, pertama kita harus menghubungi kontak yang tertera di Instagram JTV, kemudian kita akan mendapatkan panggilan interview jika kualifikasi di CV kita sesuai dengan kebutuhan JTV. Setelah interview, kita akan diarahkan ke divisi yang relevan dengan CV seperti produksi, news, marketing, sosial media dll.

Kebetulan saya sendiri memilih di bagian social media dengan jobdesk editor video. Hal ini saya pilih karena saya ingin mengetahui bagaimana proses manajemen media sosial di perusahaan JTV? Dengan banyaknya folowers dan akun sosial media? Nah disinilah saya banyak belajar, bagaimana memanajemen seluruh konten, bagaimana membuat kontan setiap hari. Kebetulan saya mendapat tugas untuk membuat konten berupa video pendek yang diupload di akun Instagram @JTVNewscom, salah satu akun yang fokus pada produksi video pendek tentang berita terkini, dengan target harian yang tidak begitu sulit yakni hanya dua video per hari. Mudah bukan kelihatannya?

Namun tidak semudah itu, pertama kita harus mencari berita yang menarik. Beberapa berita sudah disiapkan di server, namun kita harus memilih berita apa yang cocok dan menarik. Kemudian kita harus membuat naskah berita, naskah inilah yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan video pendek. Setelah naskah di ACC maka kita harus memotong beberapa klip video. Tak cukup hanya memotong, tetapi juga harus mengatur agar gambar menarik, karena format video yang kita terima berbentuk lanscap yang harus dirubah menjadi portrait. Kemudian barulah kita masukan potongan klip tersebut berdasarkan naskah yang sudah kita miliki. Setelah selesai, projek akan dipindah di server, dengan tujuan untuk koreksi lebih lanjut oleh staff sosmed. Setelah semua dirasa benar, maka hasilnya akan dipindah lagi ke bagian admin untuk pengunggahan (upload). 

Seperti itulah yang terjadi setiap hari, teman-teman. Meski terkesan ribet, tetapi jika semua jobdesk sudah selesai, kita bisa kok jalan-jalan untuk melihat bagaimana divisi produksi maupun divisi yang lain bekerja.

Kontributor: Syahid Nur Rohman

Serunya KKK di PT Daun Karya Asri Pati


Bagi Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA semester 7 pelaksanaan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKK) menjadi hal yang sangat penting. Bagi mahasiswa KPI diharuskan menguasai beberapa bidang sesuai kompetensi Prodi KPI IPMAFA seperti bidang penyiaran (broadcast), jurnalistik, video, audio dan design. Di KKK mahasiswa harus memilih untuk fokus pada bidang-bidang tersebut sesuai project yang dimiliki suatu perusahaan atau tempat KKK. Di KKK mahasiswa akan belajar mengembangkan potensi yang dimiliki di lapangan dan bagaimana rasanya masuk di dunia kerja, berurusan dengan berbagai klien. 

Ada sedikit cerita dari Ahmad Sholahuddin dan Aniq Baedowi yang sedang melakukan praktek KKK di bidang editing video dan design yang bertempat di PT. Daun Karya Asri Trangkil Kabupaten Pati. Terhitung mereka telah melakukan KKK selama 30 hari atau setengah perjalanan dari jadwal melakukan KKK yaitu minimal satu bulan setengah.

Selama satu bulan di Daun Karya Asri, mereka ditempatkan di bagian editing video dan design untuk membuat sebuah konten IG. Banyak pelajaran yang dapat diambil selama pelaksanaan KKK seperti bagaiaman memenuhi permintaan klien dan sikap kedisiplinan dalam bekerja,

Sholahuddin beberapa kali telah membuat dan mengedit video. Ia mendapat banyak hal baru yang dapat dijadikan referensi dan evaluasi. Menurutnya dalam editing video, hal hal yang sebelumnya dirasa sudah bagus dan sesuai, ternyata beda ketika kita berhadapan dengan kemauan klien karena belum tentu apa yang mereka maksud sesuai dengan pemahaman kita. Terkadang dalam satu video terdapat sampai 5 kali revisi dalam editing video, entah itu dalam segi pewarnaan, font dan tata letak video. 

Tidak jarang video yang dianggap tidak pas untuk dijadikan bahan editing video tapi menurut klien dan perusahaan menjadi hal yang harus dimasukkan dalam editing. "Tentunya kita tidak bisa memaksakan pemikiran idealis kita ketika berhadapan dengan klien dan perusahaan, mereka berhak karna mereka membayar hasil dari editing tersebut, dan itu adalah salah satu problem saya ketika berhadapan dengan klien dan perusahaan." tuturnya. 

Itu hanya beberapa cerita dan pengalaman pribadi Sholah selama melaksanakan kegiatan KKK di PT. Daun Karya Asri. Tentunya banyak lagi cerita cerita menarik selama pelaksanaan praktek KKK tersebut. Ia berharap semoga di tempat baru ini bisa terus belajar dan menambah pengalaman yang nantinya bisa berguna baginya dan juga orang-orang di sekitarnya.

Keuntungan KKK Bidang Jurnalistik di Suara Nahdliyin Kudus


Di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA terdapat mata kuliah K3 yaitu Kuliah Kerja Komunikasi yang harus diambil mahasiswa mulai semester 6 ke atas. Mata kuliah K3 sangat penting karena mendorong mahasiswa berpartisipasi secara langsung dengan dunia kerja di perusahaan tempat K3. Ketika dihadapkan pada dunia kerja dan perusahaan tentu mengharuskan siapapun bersikap secara profesional. Tempat K3 bisa di Stasiun Televisi, Radio, Media Online dan sebagainya yang harus ditempuh dalam waktu 45 Hari.

Ada 13 mahasiswa KPI yang mengikuti mata kuliah K3 di tahun 2022, salah satunya adalah mahasiswa bernama Vega Faisal Amri yang melaksanakan K3 di media online SuaraNahdliyin Kudus. Media online yang dapat diakses melalu situs www.suaranahdliyin.com ini adalah wadah informasi dan berita yang mengambil peran dalam penyebaran konten-konten yang informatif, inspiratif, ramah dan rahmatan li al ‘alamin. 

Ketika praktek KKK, Vega mendapatkan tugas mencari berita tentang NU dan pondok pesantren di Pati dan sekitarnya untuk dijadikan konten berita di media SuaraNahdliyin. Kebetulan di wilayah Kabupaten Pati masih membutuhkan kontributor yang dapat meliputi perkembangan pondok pesantren, masyarakat NU, dan perkembangan informasi lain yang sesuai dengan redaksi suaranahdliyin.com.

Hal menarik dari kegiatan meliput berita ini adalah merasa beruntung karena dapat bertemu dengan orang-orang hebat seperti Gus Taj Yasin Maimoen di acara Sambiroto Tayu Bersholawat, Gus Acun atau H. Mohammad Syamsun dalam acara DEMA Fakultas Syari’ah IPMAFA, Gus Ahmad Kafabihi, Ning Sheila dan Ning Firda dalam acara Kopdarnas 6 AISNU. 

Vega sangat tidak menyangka bahwa melaksanakan K3 di bidang Jurnalistik bisa bertemu dengan orang-orang hebat dan berpengaruh besar di masyarakat. Hal tersebut tentu menjadi pengalaman berharga yang tidak pernah dilupakan.

Sharing Praktek Design dan Editing Video di KKK 2022



Pelaksanaan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKK) Merupakan salah satu sarat pemenuhan kelulusan S1 di Intitut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA). Bagi mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA semester 7 menjadi hal yang sangat penting karena mahasiswa akan belajar mengembangkan potensi diri di dunia praktis sesuai bekal kuliah yang sudah diperoleh selama 6 semester terakhir. Di praktek KKK kita akan belajar dan mengembangkan potensi tersebut di dunia kerja, merasakan bagaimana rasanya masuk di dunia kerja sesuai dengan potensi yang ada dalam diri kita.

Adalah M. Aniq Baidhowi yang akrab disapa Ndowi, salah satu mahasiswa yang sedang melakukan praktek KKK di Agency PT Daun Karya Asri Cabang Pati tepatnya di Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil. Untuk kantor utamanya berada di Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1. No.44 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Selama berada di tempat KKK, Ndowi ditempatkan di bagian design dan editing video. Banyak pelajaran yang diambilnya selama KKK seperti bagaimana cara menghadapi klien yang baik, berupaya mengikuti permintaan klien yang datang dari berbagai kalangan. Ndowi cukup menikmati KKK ini karena beberapa hal. Pertama, keberadaan lokasinya tak jauh dari rumah. Kedua, lokasi magang berada di rumah salah pemilik PT Daun Karya Asri dimana saat adanya covid -19 beliau migrasi di desa sendiri dan menjadikan rumahnya sebagai tempat kerja kedua. 

Memang tidak seperti tempat magang layaknya teman-teman mahasiswa KKK yang lain yang berada di kantor maupun studio utama. Di tempat Ndowi, suasananya bisa dibilang cukup santai dan bebas dalam berpenampilan, yang terpenting tugas dan project yang diberikan itu selesai sesuai deadline yang sudah ditetapkan.

Pengalaman lain yang diperoleh Ndowi selama beberapa minggu melakukan KKK adalah ketika mengedit sebuah project video take record dimana permintaan klien yang sangat banyak serta menuntut kejelian dalam video hasil editing, mulai dari gambar mentah dan tune-tune audio yang harus sesuai dengan kemauan klien. Kemauan klien kadang juga mengharuskan tuntutan kerja ekstra seperti ketika sudah tahap revisi akhir dimana video harus ready di paginya tetapi tepat malam sebelumnya ada permintaan revisi secara tiba-tiba dan harus selesai esok paginya. Demikan sekelumit cerita tentang perusahaan besar berupaya melayani klien secara optimal sehingga memuaskan pihak-pihak yang menggunakan jasanya. 

Tentunya banyak lagi cerita lain yang menarik yang dapat dibagi selama pelaksanaan praktek KKK Di Agency PT Daun Design. Ndowi berharap semoga di tempat ini dapat terus belajar dan menambah pengalaman yang bisa berguna kelak di kemudian hari.

KKK KPI IPMAFA di Industri Kreatif Sound Design, Kegiatannya Ngapain Aja Sih?


MAU JADI APA AJA BISA KOK!!!

Kegiatan Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) adalah satu tahapan bagi Mahasiswa KPI IPMAFA untuk mengembangkan potensi creative Mahasiswa dengan terjun langsung ke bidang yang dituju. Pada Semester awal hingga semester 6 kita banyak belajar di dalam kelas tentang bagaimana mengolah suatu ide untuk di Visualkan menjadi sebuah karya. Jadi pada semester 7 ini Mahasiswa KPI di berikan keleluasaan dalam mengembangan skiil creative yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa KPI, agar bisa menghasilkan sebuah karya yang baik dan inovatif serta bermanfaat bagi Konsumen Media.

Saya, Ahmad Nor Kholis, merupakan Salah satu dari mahasiswa prodi Komunikasi Penyiaran Islam ( KPI ) yang melakukan kegiatan KKK di Industri creative Sound Design yang berada di Kota Yogyakarta, yaitu Studio Pelangi. Production House (PH) yang bertempat di Pinggir Keraton Yogyakarta tepatnya di Jl. KH Wakhid Hasyim No.99 Notoprajan,Ngampilan,Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi pilihan yang paling saya minati untuk mengambangkan potensi skill creative yang saya miliki di bidang Sound design, Composser music, dan Audio Post Production.


Ada banyak tantangan yang saya lalui dalam mengolah suara baik dalam Film maupun Platform Media lainnya. Dengan ditempatkannya saya di sini sebagai Asisten Music Director dari Pimpinan Studio Pelangi yaitu Mas Krisna Purna Ratmara yang pernah mendapatkan 2 Piala Citra sebagai Penata Musik terbaik pada tahun 2015 dan 2019, saya bisa belajar banyak hal mengenai sound design, mulai dari pembuatan sound effect, penataan Ambience Film, Foley, serta pembuatan music Scooring pada film. Tak hanya itu saja, saya juga belajar bagaimana cara memvisualkan ide-ide yang saya miliki melalui suara agar film menjadi lebih hidup.

Selain itu, di Studio Pelangi juga menjadi tempat yang asik untuk berkarya, rasa persaudaraan sebagai makhluk sosial juga terjaga sangat baik disini karena kita merupakah satu tim yang solid dalam menghandle sebuah project besar maupun kecil, agar output dihasilkan dari Studio Pelangu bisa maksimal. Karena dengan begitu kita harus selalu berkomunikasi, sering melakukan braindstorming agar kedepannya bisa lebih baik lagi dalam membuat karya.

Kontributor: Ahmad Nor Kholis 

Pentingnya Social Media Management Bagi Sebuah Perusahaan






Kita sadar betul bagaimana efek social media pada saat ini. Di era yang serba digital ini, kita bisa mengetahui berbagai macam konten maupun berita dari seluruh dunia hanya dengan rebahan di atas Kasur atau tempat ternyaman kita. Kabar dapat menyebar dengan cepat, ilmu pengetahuan semakin mudah diakses siapapun dan dimanapun. Ini merupakan salah satu kehebatan dari sosial media, namun tak banyak pula sisi negatif dari sosial media ini, mulai dari banyaknya Scamming, Hoax hingga banyaknya akun bodong yang menebar kebencian. Tentu hal ini akan berdampak buruk bagi kita semua, terutama mereka-mereka yang belum mampu memfilter segala sesuatu dari social media dengan baik. Mereka dapat menjadi target empuk bagi para pelaku-pelaku ini.

Media sosial mampu mengangkat derajat seseorang dengan seketika, namun juga sebaliknya, mampu menjatuhkan derajat seseorang maupun perusahaan dengan satu postingan yang mampu menuai kontroversi, sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan norma yang ada.

Maka dari itu, penting sekali manajemen pada social media, terutama bagi sebuh perusahaan maupun sebuah brand. Manfaat dari manajemen media sosial ini adalah mampu meningkatakan Brand Awareness. Hal ini jika diiringi dengan konten berkualitas secara teratur. Tentunya akan mampu meningkatkan Brand Awareness dan akan membuat bisnis lebih mudah untuk tumbuh dan berkembang secara pesat. Ini pun menjadi hal umum bagi sebuah perusahaan untuk membuat tim khusus yang menangani semua social media perusahaan yang bertujuan mengikuti perkembangan zaman dan meminimalisir segala kesalahan yang dilakukan di media massa. Tentu saja dengan adanya tim khusus ini diharapkan mampu mengangkat derajat perusahaan dimata pengguna sosial media yang lain.

Hal pertama yang dilakukan tim khusus ini adalah sebagai Content Planner, yaitu sebuah perencanaan pembuatan konten, mulai dari bagaimana trend terkini, melakukan riset apa yang mampu menarik perhatian masyarakat, dan bagaimana mengemas sebuah perusahaan di media sosial agar mampu menarik mata masyarakat. Kedua yaitu eksekusi, baik itu berupa grafis maupun video, ini merupakan sebuah perwujudan dari apa yang sudah direncanakan oleh tim content planner. Kemudian adalah Gatekeeper, merupakan sebuah tim yang menyeleksi setiap apa yang akan diposting. Biasanya seorang gatekeeper memiliki beberapa kriteria tersendiri. Hal ini bertujuan untuk menjaga konsistensi kualitas postingan di sosial media. Merekalah yang menyeleksi apakah postingan ini layak untuk disebarluaskan apa tidak. Setelah postingan dirasa layak, maka admin sosmed ini akan melakukan posting keseluruh sosial media, admin lah yang menjadi garda terdepan di sebuah sosial media. Maka dibutuhkan seseorang yang Friendly dan mudah berinteraksi dengan follower agar menjadi nilai plus.

Kontributor: Syahid Nur Rohman

Saran, Pesan, dan Kesan Wisudawan Terbaik Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat

 


Ipmafa menggelar sidang senat terbuka wisuda XI program sarjana TA. 2022/2023 pada hari Sabtu, 10 Desember 2022. Acara ini merupakan momentum yang didamba dan dinantikan para mahasiswa Institut Pesantren Mathali'ul Falah.

Dalam acara wisuda tersebut tercatat ada 45 mahasiswa peraih IPK  Cumlaude dari 218 wisudawan. Dengan rincian 4 dari 29 wisudawan prodi PBA, 19 dari 58 wisudawan prodi PIAUD, 15 dari 62 wisudawan PGMI, 2 dari 50 wisudawan PS, 2 dari 6 wisudawan PMI, dan 3 dari 11 wisudawan KPI.

Taufik Sholeh As Syukroni, S. Sos., salah satu mahasiswa dari Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) yang memperoleh Indeks Prestasi Komulatif (IPK)  Cumlaude, yakni 3.66. Mahasiswa ini mendapat penghargaan sebagai wisudan terbaik Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat.

"Alhamdulillah, jujur Saya senang. Saya tidak menyangka bisa di titik ini. Jadi, Saya berterima kasih kepada dosen-dosen terutama dosen KPI yang membuat Saya seperti ini, tanpa mereka Saya tidak akan seperti ini," kata Taufik, Sabtu (10/12/2022) dalam wawancara selepas acara wisuda.

Lanjutnya, Ia menyampaikan tips menjadi wisudawan terbaik itu gampang, ketika waktu kuliah fokus kuliah, ketika organisasi fokus pada organisasi, ketika berkarya fokus berkarya. Jadi, sebisa mungkin mumpung jadi mahasiswa dimanfaatkan waktu 24 jam dalam sehari seefektif mungkin.

Akhir wawancara Ia memberi saran dan pesan kepada adik tingkatnya terkhusus Maba (Mahasiswa Baru), "Untuk Maba satu jangan mengeluh tentang mata kuliah yang mungkin tidak kalian sukai, karena suatu saat mata kuliah itu akan berguna di semester kedepannya. Yang kedua, ketika ada kesempatan untuk jadi panitia, diamanahi untuk membuat karya semisal berita, vidio, maupun design, tantangin saja diri sendiri, callenge your self!," ujarnya.

Kontributor: Nela Rikza Oktaviani

Pesan Rektor Ipmafa Pada Wisuda Ipmafa ke 11 Tahun 2022


Hari ini Ipmafa mewisuda 216 mahasiswa, Sabtu (10/12/2022). Rektor Ipmafa H. Abdul Ghafarrozin yang lebih akrab disapa Gus Rozin menyampaikan beberapa poin pesan kepada mahasiswa yang hadir. 

Mahasiswa Ipmafa yang lulus dalam wasuda ini akan memiliki tanggung atau khidmah jawab yang lebih besar. Harapannya meski sudah keluar tetap terjaga komunikasi dan silatirahim dengan pihak kampus dan para dosen. Komunikasi bisa juga dilakukan dengan menjalin komunikasi antar alumni sehingga menjadi jejaring yang kuat dan luas.

Kemudian alumni Ipmafa juga diharapkan untuk memiliki sikap yang istiqamah dalam pekerjaannya dan tidak mudah tergiring dengan pengaruh dari luar. Mahasiswa juga mesti memiliki daya juang yang kuat atau diistilahkan dengan kifah mudawamah. Sebagai mahasiswa Ipmafa harus mengalir karakter dan jiwa berjuang. Istiqamah dan daya juang harus selalu beriringan terus menerus. Pada akhirnya, semua akan mencapai titik terakhir dari upaya yang dilakukan yaitu memperoleh barokah atau bertambahnya kebaikan. Ketika sesuatu dilakukan dengan sepenuh hati dan penuh khidmah, sebagai mahasiswa santri tidak perlu khawatir tentang barakah dan bisyarah (pendapatan finansial), keduanya akan datang dengan sendirinya. 

Potensi, Relasi dan Kerja Keras Tentukan Kesuksesan Kita


Orasi Ilmiah dalam wisuda ke 11 Ipmafa Pati disampikan oleh Guru Besar Ilmu Politik Fisip UIN Syarif Hidauatullah Jakarta, Sabtu (10/12/2022). 

Dalam orasinya, Munhanif memberikan pesan kepada mahasiswa bahwa kesuksesan bisa ditentukan oleh tiga hal yaitu potensi, relasi dan kerja keras. Masing-masing orang memiliki potensi untuk meraih kesuksesan dan salah satu buktinya adalah para mahasiswa yang sudah menyelesaikan kuliah di Ipmafa. Itu menjadi bukti bahwa potensi sudah dimiliki oleh setiap mahasiswa.

Selanjutnya adalah relasi dan networking sebagai wadah untuk menyalurkan potensi yang ada. Relasi adalah sumber informasi dan sumber manfaat untuk mendapatkan dukungan dan jalan menuju sebuah kesuksesan. Poin ketiga yaitu karakter kerja keras untuk merealisasikan mimpi-mimpi kita. Potensi dan informasi penting tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak mampu memanfaatkan seoptimal mungkin. Kerja keras di sini adalah melakukan sesuatu dengan baik, tekun, dan sampe lelah untuk menyelesaikan.

Itulah tiga hal penting yang mesti dipegang dalam kesuksesan. Tetapi Munhanif juga berpesan bahwa di luar tiga hal itu, ada dua hal penting yang harus diingat bahwa kita semua ditentukan oleh nasib atau garis tangan, dan kedua adalah ridho guru dan orang tua. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa santri tentu harus berdoa sebaik mungkin agar diberikan kemudahan dan kesuksesan. Doa dan restu orang tua juga bisa mengantarkan pada nasib baik kita semua.

Ragam Cerita Mahasiswa KKK Tahun 2022


Banyak pelajaran yang dapat diambil oleh mahasiswa selama Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) khususnya mahasiswa yang sedang KKK di tahun 2022. Di semester ini mahasiswa yang melaksanakan KKK tersebar di delapan lokasi yang berbeda meliputi In Motion Creative Studio Pati, Krisna Purna Studio Pelangi Yogyakarta, Jawa Pos Radar Kudus, Suara Nahdliyin kudus, PT Daun Karya Asri Pati, Sacoret ID Yogyakarta, JTV Surabaya, dan Masak Musik Pati.

Dalam kunjungan Prodi ke beberapa lokasi KKK, banyak cerita yang disampaikan mahasiswa terkait pengalamannya selama mereka melaksanakan KKK. Mahasiswa benar-benar belajar praktek lapangan di industri komunikasi dan penyiaran seperti agency periklanan, audio-visual, media massa dan stasiun TV. Pemilihan lokasi disesuaikan dengan minat-bakat dan skill yang dikuasasi mahasiswa.

Salah satu cerita menarik adalah di Purna Studio Pelangi Yogyakarta yang fokus menggarap project berbasis audio. Studio yang dikelola oleh Krisna Purna Ratmara, pemenang Piala Citra untuk Penata Suara Terbaik ini memiliki keahlian dalam audio production. Di tempat ini tersedia empat macam studio audio meliputi studio mixing, composing, editing dan foley yang digunakan untuk membuat suara-suara dalam suatu film menjadi lebih detail. Di sini mahasiswa KPI yang diterima adalah Ahmad Nor Kholis yang memang memiliki hobi mengolah audio.

Ada juga KKK menarik lain dari Agus Zaenal Mahasin, mahasiswa KPI yang di terima di Sacoret ID Yogyakarta, sebuah agency yang bergerak dalam bidang desain dan periklanan di bawah PT Satu Coretan Sahaja. Sacoret ID dipimpin oleh Yohannes Tisyri Hahijary yang memiliki pengalaman profesional sebagai Advertising Agency. Agus diberi kesempatan magang (KKK) selama kurang lebih satu setengah bulan. Sacoret ID memiliki beberapa garapan project meliputi desain visual, branding, tag line, fotografi dan periklanan.

Sementara sebagian mahasiswa yang lain ada yang melaksanakan KKK di perusahaan media massa seperti di suaranahdliyin.com dan Jawapos Radar Kudus. Di sini mahasiswa tentu akan mengasah skill jurnalistiknya dalam bentuk tulisan yang dipublish di media online. Berikutnya, Prodi KPI akan melakukan kunjungan kembali untuk melihat pelaksanaan KKK di beberapa lokasi yang lain seperti Masak Musik Studio, PT Daun Karya Asri Pati dan Jawapos Radar Kudus.





Galeri Kunjungan Prodi di KKK KPI Tahun 2022











Galeri Training Digital Marketing for Business Bersama HMPS PMI

 














Yuk Intip Suka Duka KKK di Jawa Pos Radar Kudus


Pelaksanaan praktek Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) bagi mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA semester 7 menjadi hal yang sangat penting. Di praktek ini kita sebagai mahasiswa dituntut untuk menggali potensi diri dari apa yang telah dipelajari selama 6 semester terakhir. Di  praktek KKK kita akan belajar dan mengembangkan potensi tersebut di dunia kerja, merasakan bagaimana rasanya masuk di dunia kerja sesuai dengan potensi yang ada dalam diri kita.

Kali ini saya Dzikrina Abdillah dan teman saya Erna Mulyani sedang melakukan praktek KKK di bidang jurnalistik bertempat di Jawa Pos Radar Kudus. Lokasinya di Jalan Lingkar Utara, Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Terhitung kami telah melakukan KKK selama 30 hari atau setengah perjalanan dari jadwal kami melakukan KKK.

Selama satu bulan di Jawa Pos Radar Kudus kami ditempatkan di bagian publikasi dan pembuatan berita nasional untuk website radarkudus.com. Banyak pelajaran yang kami dapat selama pelaksanaan KKK di Jawa Pos Radar Kudus tentang bagaimana cara membuat berita dengan baik dan benar seperti, membuat judul berita, penentuan foto, topik berita menarik, dan bagaimana agar berita yang kita tulis mampu mendapatkan banyak views.

Saya pribadi yang pernah beberapa kali membuat berita mendapat banyak hal hal baru yang bisa saya jadikan referensi dan evaluasi kedepannya dalam dunia kepenulisan berita. Hal-hal yang awalnya saya pikir harus dilakukan seperti pembuatan judul berita yang kaku dan monoton, di Jawa Pos Radar Kudus saya mulai belajar membuat judul berita yang sensasional dan menarik untuk dibaca dengan menyesuaikan selera pembacanya. Hal itu membuat saya merasakan sensasi berbeda ketika saya membuat berita yang sensasional dan mendapat banyak views. 

Diproses ini saya menyadari bahwa teori dan praktek di lapangan dalam penulisan berita sedikit berbeda, dan satu hal yang saya mulai tekankan praktek saya adalah “tujuan menulis berita hanya menyampaikan informasi saja itu tidaklah cukup, karena untuk apa berita dibuat kalau itu tidak menarik pembaca”

Pengalaman menarik yang saya dapatkan saya dapatkan selama satu bulan KKK di Radar Kudus salah satunya adalah ketika menulis tentang berita terbaru atau peristiwa baru yang membuat jiwa saya seperti terpacu untuk segera menulis dan menyampaikan berita tersebut kemudian mencari lagi dan lagi informasi dari sudut pandang yang lain. Salah satunya saat terjadi gempa di Cianjur, Jawa Barat, saat itu informasi hanya sebatas postingan singkat BMKG dan keterangan dari beberapa warga Twitter. Kejadian itu membuat saya berupaya dan terpacu untuk mencari referensi dan keterangan resmi dari banyak sumber, itu menjadi hal yang sangat menarik bagi saya yang menyukai dunia jurnalistik.

Tentunya banyak lagi cerita cerita menarik yang saya dapat selama pelaksanaan praktek KKK di Jawa Pos Radar Kudus, dan hal baik lainnya kami akan segera dipindahkan di bagian cetak berita, semoga di tempat baru ini kami bisa terus belajar dan menambah pengalaman yang nantinya bisa berguna bagi kami dan juga orang orang di sekitar kami.

- Laporan kegiatan dari Dzikrina Abdillah dan Erna Mulyani yang sedang melakukuan KKK 2022

KKK KPI Ipmafa Produksi Konten Inspiratif Wirausaha


Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) merupakan mata kuliah yang mewajibkan mahasiswa berpartisipasi nyata dan langsung dalam kegiatan kerja profesional pada satu perusahaan tertentu yang berkaitan dengan skill mahasiswa KPI. Tempatnya bisa di lembaga-lembaga atau institusi komunikasi seperti stasiun TV, stasiun radio atau untuk saat ini dapat dilakukan di Rumah Produksi (Production House) dengan durasi waktu kurang lebih satu setengah bulan. KKK dikelola sepenuhnya oleh Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam sebagai proses perkuliahan reguler.

Tiga dari tiga belas mahasiswa KPI berkesempatan melaksanakan KKK di In Motion Creative Studio Pati. In Motion Creative Studio merupakan salah satu Studio fotografi yang berlokasi di Pati, namun bukan hanya berfokus pada foto konsep seperti wedding, prewedding, yearbook, ulang tahun, dll. Di In Motion juga memproduksi video inspiratif melalui kanal YouTube nya 'Metamorfosis' yang berisi konten tentang bermacam-macam wirausahawan muda.

Kali ini mahasiswa KKK KPI memdapat bagian dalam produksi konten inspiratif tentang wirausaha dan berkesempatan melaksanakan wawancara dengan bapak Wawan Haryono, salah seorang petani kelapa kopyor di desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti (30/11/2022). Ia adalah salah seorang yang menginisiasi masyarakat sekitar untuk menanam kelapa kopyor untuk dijadikan produk unggulan dari desa Ngagel. Wawan sudah menjual ke luar daerah seperti Jakarta, Bandung, Semarang bahkan ke luar negerike Australia.

Belakangan ini, Wawan bukan hanya fokus pada produksi kelapa kopyor namun juga bermitra dengan masyarakat sekitar untuk menanam beras organik juga gula dari sari ketela untuk dijadikan produk unggulan dari desa ngagel.Saran dari beliau untuk para anak muda yang ingin mulai berwirausaha, jangan pernah takut gagal karena di umur yang masih muda tak ada salahnya untuk gagal dan mencoba lagi.

DON'T MISS

Berita, Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with by templateszoo