Mahasiswi KPI IPMAFA Raih Juara I dalam Speech Contest Cyber Awareness Pare

 

Pare, (Minggu, 26 Januari 2025) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA). Mahasiswi bernama Nanda Luthfiya Putri berhasil meraih Juara I dalam ajang Speech Contest Cyber Awareness 2025 yang diselenggarakan yang digelar di Kresna Camp, Kampung Inggris Pare.

Kompetisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan " Speech Contest Cyber Awareness " dengan isu penting di era digital kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda dalam etika bermedia digital serta keamanan siber.

Ketua Prodi KPI IPMAFA, Siti Asiyah, M.Sos., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian prestasi luar biasa. keberhasilan Nanda merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa KPI memiliki kompetensi dalam berkomunikasi (public speaking) sehingga mampu berprestasi di ranah publik. Harapannya prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif dalam berbagai ajang kompetisi, baik local, nasional maupun internasional.

Kiprah Mahasiswa KPI IPMAFA Pati Sebagai Konten Kreator di Radar Jogja

 

Yogyakarta, (Senin, 6 Januari 2025) – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Matholi'ul Falah (IPMAFA) Pati menunjukkan kiprahnya dalam dunia kreatif melalui program kuliah kerja komunikasi (KKK) bersama Radar Jogja. 

Dalam program ini, mereka mendapatkan kesempatan menjadi konten kreator profesional dengan tugas membuat video pendek berdurasi 1-2 menit yang membahas berbagai sisi menarik Jogja. Konten yang dihasilkan meliputi destinasi wisata, budaya, kuliner, dan kehidupan sosial di Jogja. Tugas ini memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa untuk mengasah kreativitas, kemampuan komunikasi, dan keterampilan teknis dalam produksi media. Tidak hanya itu, mahasiswa KPI IPMAFA juga belajar memahami pola kerja media modern yang dinamis.

Proses pembuatan konten lebih sering dilakukan di lapangan dibandingkan di kantor, sehingga mahasiswa tidak perlu datang ke kantor setiap hari. Mahasiswa  KPI IPMAFA harus terjun langsung ke berbagai lokasi di Yogyakarta untuk mendapatkan cerita menarik yang otentik. Misalnya, mereka mewawancarai wisatawan yang berkunjung di Jogja, merekam aktivitas pedagang kaki lima di Malioboro, hingga menjelajah sudut-sudut tersembunyi kota untuk menggali keunikan Jogja yang belum banyak diketahui.

“Tugas ini sangat menantang. Selain harus berpikir kreatif, kami juga dituntut untuk bekerja cepat, efisien, dan memiliki mental yang kuat, karena bekerja di lapangan jelas berbeda ketika bekerja di dalam kantor,” ujar salah satu mahasiswa peserta program KKK. Kerja lapangan ini tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga melatih mahasiswa untuk mandiri, adaptif, dan mampu berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat. Dengan memanfaatkan platform media sosial Radar Jogja, hasil karya mereka dapat menjangkau audiens lebih luas dan menjadi promosi bagi keindahan dan keunikan Jogja.

Program ini diharapkan mampu membekali mahasiswa KPI IPMAFA dengan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sekaligus memperkenalkan potensi Jogja melalui konten kreatif yang mereka hasilkan. (Amrina Rosyada)

 

Mengabadikan Momen di Balik Layar: Pengalaman Membuat Video Behind the Scene di TVRI Jawa Tengah

            

Magang di TVRI Jawa Tengah memberikan pengalaman yang sangat berharga, terutama bagimahasiswa yang tertarik dengan dunia penyiaran dan produksi konten kreatif. Salah satukegiatan yang menjadi bagian dari program magang adalah pembuatan video behind the scene (BTS) dari berbagai program televisi yang diproduksi oleh TVRI Jawa Tengah. Proyek ini bertujuan untuk mempromosikan program atau episode tertentu yang akan segera tayang, dengan menyajikan sisi lain dari proses produksi yang jarang dilihat oleh audiens. 

Tugas ini menuntut mahasiswa untuk terlibat langsung di lokasi produksi program. Sebelum proses pengambilan gambar dimulai, mahasiswa harus terlebih dahulu memahami konsep dan alur acara yang sedang diproduksi. Hal ini bertujuan agar mereka dapat menentukan momen-momen menarik sebagai materi video BTS. Selama proses produksi acara berlangsung, mahasiswa bertugas untuk mendokumentasikan adegan-adegan menarik yang terjadi selama syuting.

Pengambilan gambar dilakukan secara langsung saat acara sedang berlangsung, menangkap momen-momen spontan yang terjadi di lokasi. Misalnya, interaksi antara MC dengan penonton, bintang tamu yang saling berbincang, atau bahkan percakapan antara kru di balik layar yang tidak tampak oleh penonton. Selain itu,video BTS biasanya juga dilengkapi dengan wawancara singkat bersama bintang tamu, MC, atau bahkan penonton yang hadir di lokasi syuting. Wawancara ini memberikan sentuhan personal yang membuat audiens merasa lebih dekat dengan program yang sedang dipromosikan. Setelah seluruh materi berhasil direkam, proses berikutnya adalah editing. Dalam tahap ini, mahasiswa menyusun video dengan menggabungkan berbagai potongan gambar yang diambil di lapangan. Editing dilakukan untuk memastikan bahwa video BTS tidak hanya menarik secara visual tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara efektif. Selain itu, elemen tambahan seperti musik latar, teks deskriptif, dan transisi visual sering kali ditambahkan untuk meningkatkan daya tarik video.

Pembuatan video BTS tidak hanya melatih kemampuan teknis mahasiswa, seperti pengoperasian kamera dan penggunaan perangkat lunak editing, tetapi juga melibatkan kreativitas dalam menyusun narasi visual. Mahasiswa ditantang untuk membuat video yang tidakhanya informatif tetapi juga menarik perhatian penonton media sosial. 

Video BTS yang dihasilkan kemudian diunggah ke platform media sosial resmi TVRI Jawa Tengah, seperti Instagram, Facebook, YouTube, atau Tiktok. Keberadaan video ini terbuktiefektif dalam membantu mempromosikan tayangan atau episode baru kepada audiens digital. Dengan memberikan gambaran tentang apa yang terjadi di balik layar, video BTS mampu menarik rasa penasaran penonton dan meningkatkan minat mereka untuk menyaksikan program yang dipromosikan.Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya strategi promosi dalam dunia penyiaran. Pembuatan video BTS menunjukkan bagaimana kreativitas, ketelitian, dan kemampuan berkomunikasi dapat dikombinasikan untuk menciptakan konten yang menarik dan bermanfaat. Magang di TVRI Jawa Tengah benar-benar memberikan wawasan praktis yang tak ternilai, mempersiapkan mahasiswa untuk terjun ke industri media yang dinamis dan penuh tantangan (M.A.F).

Laksanakan KKK di Suara Merdeka, Mahasiswa KPI Dapatkan Pengalaman Luar Biasa dalam Konten Berita

Semarang_ ( Rabu, 18 Desember 2024) Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melaksanakan Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) di kantor Suara Merdeka, salah satu media cetak dan online terkemuka di Jawa Tengah. Kegiatan  Kuliah Kerja Komunikasi ini dilaksanakan mulai 25 Oktober 2024 hingga 25 Januari 2025 dengan tujuan untuk memperdalam wawasan dan pengalaman mahasiswa baik di bidang jurnalistik, konten kreator  maupun media massa.

Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Komunikasi diterima baik oleh tim Redaksi Suara Merdeka, dengan diberikan kesempatan untuk membuat konten berita terpopuler di media sosial SuaraMerdeka.com, menggunakan ruang redaksi, mengetahui proses penulisan dan penyuntingan berita, serta memahami strategi distribusi berita di berbagai platform media khususnya di media sosial.

Redaktur Pelaksana, Andika Primasiwi menyampaikan apresiasinya atas kegiatan Kuliah kerja Komunikasi dan Kunjungan dari kampus khususnya prodi KPI IPMAFA. “Kami senang bisa berbagi pengalaman dengan generasi muda yang memiliki semangat untuk belajar. Harapannya, mereka dapat memahami kompleksitas industri media sekaligus mempersiapkan diri untuk berkontribusi di bidangnya,” ujarnya. 

Sedangkan Akbari Yusuf Choirudin bagian Desainer Grafis dan Media Sosial Suara Merdeka mengatakan bahwa kami yang bertugas mendampingi sekaligus membimbing mahasiswa khususnya dari KPI IPMAFA untuk mengembangkan konten berita di media sosial suara Merdeka, konten yang dibuat bermacam-macam ada yang berita terpopuler, berita seputar Jawa Tengah, berita wisata, berita kuliner maupun berita lainnya.

Ucapan terimakasih disampaikan Siti Asiyah selaku Ketua Program Studi KPI IPMAFA bahwa selain diterimanya kunjungan dan mahasiswa melakukan kuliah kerja komunikasi (magang) selama tiga bulan, mahasiswa banyak dibekali ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Harapanya kerjasama ini tidak hanya berhenti pada kegiatan KKK melainkan pada kegiatan-kegiatan lanjutan lainnya yang bermanfaat. Terimakasih melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi praktis yang relevan, serta menjadi agen perubahan yang mampu membawa nilai-nilai positif dalam dunia Komunikasi dan Penyiaran Islam.



DON'T MISS

Berita, Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with by templateszoo