Film "Wangsulan" Karya Mahasiswa KPI Peroleh Penghargaan Kategori Sutradara dan Penyaji Terbaik
Simposium Nasional ASKOPIS Bahas Strategi Penguatan Mutu 9 Kriteria Menuju Akreditasi Unggul
Mahasiswa KPI Kantongi 3 Penghargaan Di Event COMMOFEST X PFF 2022
Dalam hal ini, film pendek karya HMPS KPI IPMAFA yang berjudul "Wangsulan" memenangkan nominasi sebagai film dengan Sutradara Terbaik sekaligus Penyaji Terbaik. Kemudian di kejuaraan yang lain, mahasiswa KPI Akmal Mutohar memperoleh juara 2 dalam kategori lomba Fotografi.
Secara keseluruhan meski belum bisa memperoleh posisi juara umum, mahasiswa KPI IPMAFA cukup menunjukkan capaian yang baik dengan semangat kreatif dan produktifnya. Mahasiswa KPI IPMAFA selalu termotifasi untuk mengembangkan skillnya dengan mengikuti ajang kejuaraan lomba sesuai kompetensi komunikasi dan penyiaran.
Tinggalkan TV Analog, Beralih ke TV Digital
Untuk diketahui, TV yang ada di pasaran saat ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu TV Digital dan TV analog. TV analog adalah TV yang datanya diambil dari gelombang radio dalam format audio dan video melalui perangkat antenna, kemudian disalurkan ke tuner TV. Tuner tersebut yang akan menterjemahkan gelombang tersebut dalam bentuk suara dan gambar. Karena menggunakan gelombang radio, maka kualitas sinyalnya dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan letak geografisnya seperti hujan, petir, angin, dst. Selain itu komposisi yang ditampilkan dalam siaran TV analog juga tidak beragam.
Sebaliknya, siaran TV digital bentuk datanya bukanlah gelombang yang naik-turun melainkan rangkaian angka 0 dan 1. Dalam istilah lain, data TV divital ditransmisikan sebagai bit data informasi, seperti data komputer.
Permasalahan sebenarnya bukan dalam perangkat antenna yang dipakai karena antenna apapun bisa. Tetapi permasalahan terjadi pada tuner yang dipakai oleh TV untuk menerjemahkan sinyal tersebut. Tuner analog hanya bisa menangkap sinyal analog, sedangkan tuner digital dapat menangkap keduanya baik sinyal analog maupun digital. Perbedaan sinyal ini mempengaruhi kualitas gambar yang diperoleh. TV digital cenderung memberikan kualitas gambar yang kebih jernih, tajam dan stabil.
Penerapan TV digital ini sebetulnya sudah ketinggalan dibanding dengan negara-negara luar Indonesia yang jauh sebelum ini sudah menggunakan TV digital. Jadi hadirnya TV digital menjadikan masyarakat Indonesia mengalami masa transisi dari TV analog ke TV digital. Dampak positif dari TV digital selain kualitas gambar, infrastruktur jaringan internet juga akan membaik karena frekuensi yang biasa dipakai TV analog bisa digunakan untuk menunjang penetrasi jaringan internet 5G.
Bagi anda yang sudah menggunakan TV analog maka untuk mengatasi kendala siaran TV digital, maka diperlukan membeli Set Top Box yang sudah memiliki tuner untuk menangkap sinyal digital. Oleh sebab itu, jika kita belum punya TV, sebaiknya dapat lebih jeli untuk memberli TV yang sudah ada tuner untuk menangkap sinyal digital.
Program Layar Riang #1: Secreening dan Diskusi Dua Film Karya Mahasiswa KPI
Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI IPMAFA 2022) menyelenggarakan Layar Riang #1 dalam rangka screening dan diskusi film, Sabtu (21/5/2022) bertempat di Bustan Kopi Kajen. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja rutinan dari HMPS KPI IPMAFA sekaligus sebagai persiapan dalam kompetisi Communication Movies Festival X Pekan Festival Forkomnas (COMMOFEST X PFF 2022) yang akan digelar pada akhir bulan Mei 2022 di UIN Raden Mas Said Surakarta.
Layar Riang tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari dua film yang didiskusikan yaitu Ali Mahmudi (Mahasiswa KPI) sebagai sutradara film Wangsulan, Ahmad Alfian (Mahasiswa KPI) sebagai sutradara film Toleransi dan Azka Ma’la (Mahasiswa KPI) sebagai pemantik kedua dari film tersebut.
Screening dan diskusi film ini disambut sangat antusias oleh mahasiswa KPI IPMAFA serta masyarakat, oleh karena itu kegiatan layar riang ini merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi karya filmmaker-filmaker Indonesia agar terus semangat berkarya. Selain itu dapat juga meningkatkan pengetahuan dan juga wawasan Mahasiswa dalam menilai suatu film.
Dalam kesempatan itu, para narasumber sepakat bahwa dengan kegiatan seperti Screening & Diskusi Film merasa sangat penting untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa dan menjadi budaya baru dalam lingkup Mahasiswa IPMAFA khususnya KPI dalam menikmati sebuah film.
"Dengan ini kami mengapresiasi semangat teman-teman mahasiswa KPI IPMAFA dalam mensukseskan kegiatan seperti ini, kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak yang sudah mengabdikan waktu, tenaga dan fikirannya disamping itu kami juga memohon doa dan dukungannya semoga kami yang sedang mengikuti event Pekan Festival Forkomnas diberikan kemudahan serta hasil maksud dan dapat membawa prestasi." tutur Anang Rivai, ketua HMPS KPI IPMAFA.
Jadi Narasumber Dalam Seminar Digital Talent, Mahasiswa KPI IPMAFA Dorong Selalu Kreatif Di Era Digital
Tantangan di era digital yang semakin dinamis menuntut kreativitas mahasiswa untuk mampu bersaing. Terlebih lagi bagi mahasiswa Prodi managemen. Selain menambah skill, mempelajari desain grafis sebagai bagian dari produk digital marketing dapat mendukung aspek-aspek pembelajaran yang diajarkan di bangku perkuliahan. Demikian yang disampaikan Taufiq Sholeh As Syukroni, pemateri dalam Seminar dan Kepelatihan Digital Talent, Sabtu (21/05/2022).
Seminar ini diselengagrakan oleh HIMA Prodi Manajemen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dengan tema " Meningkatkan Kreativitas Melalui Desain Grafis di Era Digital". Kegiatan ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang perlu dibekali dengan berbagai kesiapan dalam menghadapi dan beradaptasi dengan teknologi digital. Adanya pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan digital talent dalam organisasi.
Pemateri, Taufiq Sholeh, merupakan owner brand T Design yang berprofesi sebagai desainer grafis, sekaligus aktif sebagai mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Ipmafa Pati.
Ika Indriasari MSi selaku Ketua Prodi Manajemen UPGRIS menyampaikan mahasiswa perlu meningkatkan kreativitas di bidang desain grafis agar mahasiswa tidak hanya menguasai materi namun juga mampu menguasai skil teknis desain grafis untuk menunjang diri pribadi maupun untuk kebutuhan organisasi.
Adapun materi utama yang disampaikan oleh taufiq sholeh meliputi dasar-dasar desain grafis, pengenalan tool-tool desain dan praktik desain grafis. Di tengah-tengah praktik Taufiq memberikan wawasan terkait penggunaan aset grafis dan font karena tidak semua berlisensi free for comercial use bisa digunakan untuk kebutuhan promosi. Selain itu juga mengenalkan website penyedia aset grafis dan font free for comercial use agar mahasiswa tidak salah dalam melengkapi desainnya.
Taufiq juga menyampaikan bagaimana cara mengelola konten di media sosial dan cara kerjanya. Perlunya membangun sebuah tim konten social media management meliputi Copywriter, Content Planner, dan Graphic Designer. Dengan adanya tim ide konten yang sudah direncanakan akan mudah di eksekusi.
Di akhir sesi Taufiq menuturkankan bahwa PR utama kita setelah menguasai teknik-teknik dasar design grafis adalah konsisten untuk terus mengembangkan dan upgrade skill desain grafis. Karena pada dasarnya ide dan kreatifitas dapat berkembang atas kemauan diri sendiri.
Mahasiswa KPI Siap Ikuti COMMOFEST X PFF 2022
Mahasiswa KPI IPMAFA dalam waktu dekat ini akan menghadiri event Communication Movies Festival X Pekan Festival Forkomnas (COMMOFEST X PFF 2022) yang dilaksanakan selama 3 hari yaitu 28-30 Mei 2022. Tahun ini, kegiatan ini diselenggarakan oleh HMPS KPI UIN RM Said Surakarta berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional (FORKOMNAS) Wilayah III.
Dalam kegiatan itu mahasiswa KPI akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti sarasehan bersama mahasiswa KPI dari berbagai perguruan tinggi, talkshow, screening film dan berbagai lomba. Himpunan mahasiswa Prodi KPI IPMAFA mengirimkan 5 delegasi sekaligus akan mengikuti beberapa lomba yaitu pembuatan film pendek, fotografi, News Anchor, desain maskot, dan penulisan artikel opini.
Prodi KPI mendukung penuh kegiatan mahasiswa ini untuk menguatkan jejaring komunikasi antar mahasiswa KPI di perguruan tinggi sekaligus unjuk skill yang sudah dipelajari selama kuliah. Pengalaman mahasiswa tidak hanya diasah di bangku kuliah tetapi juga harus diwujudkan dalam ajang-ajang yang lebih luas.













Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.