Film "Wangsulan" Karya Mahasiswa KPI Peroleh Penghargaan Kategori Sutradara dan Penyaji Terbaik



Mahasiswa KPI IPMAFA menorehkan karya yang cukup baik dalam event  Communication Movies Festival X Pekan Festival Forkomnas (COMMOFEST X PFF 2022)  yang diselenggarakan pada 28-30 Mei 2022. Salah satu filmnya berjudul Wangsulan mendapat nominasi Film dengan kategori Sutradara dan Penyaji Terbaik. Film yang mengangkat pesan sosial tersebut dapat secara apik dan kompak diproduksi oleh mahasiswa KPI.

Dalam kompetisi itu, capaian Penyaji Terbaik merupakan nominasi dengan bobot penilaian yang tertinggi di dari nominasi lainnya. Kemudian disusul dengan nominasi kedua yaitu kategori film dengan Sutradara Terbaik juga jatuh di tangan film Wangsulan karya mahasiswa KPI. Selanjutnya, secara berurutan diikuti nominasi berikutnya yaitu kategori Pemeran Terbaik, Penyunting Terbaik, Ide Cerita Terbaik, dan Penata Suara Terbaik.

Hasil tersebut tentu tidak lepas dari kreativitas dan semangat mahasiswa dalam memproduksi film yang berkualitas. Beberapa aspek yang menjadi perhatian mahasiswa dalam membuat film meliputi banyak hal seperti plot dan alur cerita, memilih pemeran, memilih kru-kru utama, menentukan bloking pemeran, pengembangan karakter, memilih lokasi yang dibutuhkan cerita, referensi musik, pergerakan kamera, pilihan shot, dan hal-hal kreatif lainnya.



Simposium Nasional ASKOPIS Bahas Strategi Penguatan Mutu 9 Kriteria Menuju Akreditasi Unggul

 


Mutu sebuah lembaga dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional berdasarkan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku dimana semua perguruan tinggi wajib memperoleh akreditasi untuk menjaga kualitas pendidikannya menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, menjadi penting untuk menyiapkan segala keperluan agar proses akreditasi memperoleh hasil yang maksimal. Merespon hal ini DPD ASKOPIS Jambi, Riau dan Kepri menyelenggarakan Simposium Nasional tentang Penguatan Mutu 9 Kriteria Menuju Akreditasi Unggul. (31/05/22). 

Dengan sistem penjaminan mutu ini bertujuan untuk menjaga kualitas pendidikan dari perguruan tinggi. Narasumber pertama, Prof Surachman Surdjatmaja menyinggung tentang Standa Penmajinan Mutu Internal (SPMI) dan menekankan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM Dikti) merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

Perencanaan dapat diwujudkan dengan berbagai implementasi strategi, SOP, atau minimal SNPT (Standar Nasional Perguruan Tinggi). Standar ini dapat dilihat dengan beberapa indikator dan strategi dengan mengikuti petunjuk manual mutu SPMI berdasarkan 24 poin SNPT. 

Kesulitan yang pasti terjadi dalam kegiatan akreditasI adalah ketika sebuah perguruan tinggi tidak memiliki atau tidak menjalankan PPEPP. PPEPP merupakan penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan dari Standar Nasional. 

Sesi berikutnya disampaikan oleh Recky SE MM yang menyatakan bahwa Prodi KPI pelaksanaan akreditasinya tidak melalui Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) karena termasuk kategori Ilmu Sosial. Dengan begitu, Prodi KPI menggunakan standar yang ditentukan BAN PT dan mengacu pada 9 kriteria. Pertanggal 24 Maret 2022, Program studi harus diakreditasi melalui salah satu dari Tujuh LAM sesuai lampiran peraturan BAN PT. Untuk kegiatan akreditasi yang melalui LAM, besaran biaya yang harus ditanggung adalah sebesar 53 juta.

Recky juga menyampikan 9 kriteria BAN PT yang terdiri dari 3 poin utama. Kemudian PT yang terakreditasi melalui BAN PT akan berlaku akreditasi otomatis sesuai hasil pemantauan dan evaluasi secara maschine to machine antara PD DIKTI dan SAPTO. Jumlah dosen juga menjadi pertimbangan yaitu minimal 12 orang dengan komposisi dosen tidak tetap tidak melebihi 40% atau 4 orang dari 12 orang. Untuk jumlah mahasiswa rasionya 1 banding 40 mahasiswa. 

Recky selanjutnya menyampaikan banyak hal terkait dokumen-dokumen yang harus disiapkan dalam mempersiapkan diri dalam proses penjaminan mutu perguruan tinggi. 

Kedua narasumber juga menyinggung terkait linieritas dosen yang terbagi menjadi 2 yaitu linieritas keilmuan dan pendukung kompetensi program studi. Linieritias juga tidak harsus dipahami secara kaku, ibarat secangkir kopi yang terdiri dari kopi, air dan gula, maka tidak hanya kopi yang dibutuhkan.

 


Mahasiswa KPI Kantongi 3 Penghargaan Di Event COMMOFEST X PFF 2022


Mahasiswa Prodi KPI IPMAFA dalam ajang Communication Movies Festival X Pekan Festival Forkomnas (COMMOFEST X PFF 2022) pada tanggal 28-30 Mei 2022 di Surakarta membawa 3 kejuaraan dari lima kategori kejuaraan yang dilombakan. Lima kategori tersebut meliputi lomba film pendek, fotografi, News Anchor, desain maskot, dan penulisan artikel opini.

Dalam hal ini, film pendek karya HMPS KPI IPMAFA yang berjudul "Wangsulan" memenangkan nominasi sebagai film dengan Sutradara Terbaik sekaligus Penyaji Terbaik. Kemudian di kejuaraan yang lain, mahasiswa KPI Akmal Mutohar memperoleh juara 2 dalam kategori lomba Fotografi.

Secara keseluruhan meski belum bisa memperoleh posisi juara umum, mahasiswa KPI IPMAFA cukup menunjukkan capaian yang baik dengan semangat kreatif dan produktifnya. Mahasiswa KPI IPMAFA selalu termotifasi untuk mengembangkan skillnya dengan mengikuti ajang kejuaraan lomba sesuai kompetensi komunikasi dan penyiaran.




Film Pendek - WANGSULAN | Trailer (2022)


 

Tinggalkan TV Analog, Beralih ke TV Digital

 


TV Digital semakin santer disosialisasikan oleh pemerintah agar masyarakat bersiap-siap untuk tidak lagi memakai dan mengandalkan TV analog. Secara bertahap dari 30 April 2022 sampai 2 Novemer 2022, siaran TV yang masih menggunakan perangkat analog segera tidak akan berfungsi karena TV digital yang akan dipakai. Sebelum membahas lebih jauh, sebetulnya apa sih yang dimaksud TV digital? Ini penjelasannya.

Untuk diketahui, TV yang ada di pasaran saat ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu TV Digital dan TV analog. TV analog adalah TV yang datanya diambil dari gelombang radio dalam format audio dan video melalui perangkat antenna, kemudian disalurkan ke tuner TV. Tuner tersebut yang akan menterjemahkan gelombang tersebut dalam bentuk suara dan gambar. Karena menggunakan gelombang radio, maka kualitas sinyalnya dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan letak geografisnya seperti hujan, petir, angin, dst. Selain itu komposisi yang ditampilkan dalam siaran TV analog juga tidak beragam.

Sebaliknya, siaran TV digital bentuk datanya bukanlah gelombang yang naik-turun melainkan rangkaian angka 0 dan 1. Dalam istilah lain, data TV divital ditransmisikan sebagai bit data informasi, seperti data komputer. 

Permasalahan sebenarnya bukan dalam perangkat antenna yang dipakai karena antenna apapun bisa. Tetapi permasalahan terjadi pada tuner yang dipakai oleh TV untuk menerjemahkan sinyal tersebut. Tuner analog hanya bisa menangkap sinyal analog, sedangkan tuner digital dapat menangkap keduanya baik sinyal analog maupun digital. Perbedaan sinyal ini mempengaruhi kualitas gambar yang diperoleh. TV digital cenderung memberikan kualitas gambar yang kebih jernih, tajam dan stabil. 

Penerapan TV digital ini sebetulnya sudah ketinggalan dibanding dengan negara-negara luar Indonesia yang jauh sebelum ini sudah menggunakan TV digital. Jadi hadirnya TV digital menjadikan masyarakat Indonesia mengalami masa transisi dari TV analog ke TV digital. Dampak positif dari TV digital selain kualitas gambar, infrastruktur jaringan internet juga akan membaik karena frekuensi yang biasa dipakai TV analog bisa digunakan untuk menunjang penetrasi jaringan internet 5G. 

Bagi anda yang sudah menggunakan TV analog maka untuk mengatasi kendala siaran TV digital, maka diperlukan membeli Set Top Box yang sudah memiliki tuner untuk menangkap sinyal digital. Oleh sebab itu, jika kita belum punya TV, sebaiknya dapat lebih jeli untuk memberli TV yang sudah ada tuner untuk menangkap sinyal digital.

TOLERANSI - Film Pendek | Trailer (2022)


 

Program Layar Riang #1: Secreening dan Diskusi Dua Film Karya Mahasiswa KPI

Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI IPMAFA 2022) menyelenggarakan Layar Riang #1 dalam rangka screening dan diskusi film, Sabtu (21/5/2022) bertempat di Bustan Kopi Kajen. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja rutinan dari HMPS KPI IPMAFA sekaligus sebagai persiapan dalam kompetisi Communication Movies Festival X Pekan Festival Forkomnas (COMMOFEST X PFF 2022) yang akan digelar pada akhir bulan Mei 2022 di UIN Raden Mas Said Surakarta.

Layar Riang tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari dua film yang didiskusikan yaitu Ali Mahmudi (Mahasiswa KPI) sebagai sutradara film Wangsulan, Ahmad Alfian (Mahasiswa KPI) sebagai sutradara film Toleransi dan Azka Ma’la (Mahasiswa KPI) sebagai pemantik kedua dari film tersebut. 

Screening dan diskusi film ini disambut sangat antusias oleh mahasiswa KPI IPMAFA serta masyarakat, oleh karena itu kegiatan layar riang ini merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi karya filmmaker-filmaker Indonesia agar terus semangat berkarya. Selain itu dapat juga meningkatkan pengetahuan dan juga wawasan Mahasiswa dalam menilai suatu film. 

Dalam kesempatan itu, para narasumber sepakat bahwa dengan kegiatan seperti Screening & Diskusi Film merasa sangat penting untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa dan menjadi budaya baru dalam lingkup Mahasiswa IPMAFA khususnya KPI dalam menikmati sebuah film. 

"Dengan ini kami mengapresiasi semangat teman-teman mahasiswa KPI IPMAFA dalam mensukseskan kegiatan seperti ini, kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak yang sudah mengabdikan waktu, tenaga dan fikirannya disamping itu kami juga memohon doa dan dukungannya semoga kami yang sedang mengikuti event Pekan Festival Forkomnas diberikan kemudahan serta hasil maksud dan dapat membawa prestasi." tutur Anang Rivai, ketua HMPS KPI IPMAFA.





Jadi Narasumber Dalam Seminar Digital Talent, Mahasiswa KPI IPMAFA Dorong Selalu Kreatif Di Era Digital

Tantangan di era digital yang semakin dinamis menuntut kreativitas mahasiswa untuk mampu bersaing. Terlebih lagi bagi mahasiswa Prodi managemen. Selain menambah skill, mempelajari desain grafis sebagai bagian dari produk digital marketing dapat mendukung aspek-aspek pembelajaran yang diajarkan di bangku perkuliahan. Demikian yang disampaikan Taufiq Sholeh As Syukroni, pemateri dalam Seminar dan Kepelatihan Digital Talent, Sabtu (21/05/2022).

Seminar ini diselengagrakan oleh HIMA Prodi Manajemen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dengan tema " Meningkatkan Kreativitas Melalui Desain Grafis di Era Digital". Kegiatan ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang perlu dibekali dengan berbagai kesiapan dalam menghadapi dan beradaptasi dengan teknologi digital. Adanya pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan digital talent dalam organisasi.

Pemateri, Taufiq Sholeh, merupakan owner brand T Design yang berprofesi sebagai desainer grafis, sekaligus aktif sebagai mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Ipmafa Pati. 

Ika Indriasari MSi selaku Ketua Prodi Manajemen UPGRIS menyampaikan mahasiswa perlu meningkatkan kreativitas di bidang desain grafis agar mahasiswa tidak hanya menguasai materi namun juga mampu menguasai skil teknis desain grafis untuk menunjang diri pribadi maupun untuk kebutuhan organisasi.

Adapun materi utama yang disampaikan oleh taufiq sholeh meliputi dasar-dasar desain grafis, pengenalan tool-tool desain dan praktik desain grafis. Di tengah-tengah praktik Taufiq memberikan wawasan terkait penggunaan aset grafis dan font karena tidak semua berlisensi free for comercial use bisa digunakan untuk kebutuhan promosi. Selain itu juga mengenalkan website  penyedia aset grafis dan font free for comercial use agar mahasiswa tidak salah dalam melengkapi desainnya.

Taufiq juga menyampaikan bagaimana cara mengelola konten di media sosial dan cara kerjanya. Perlunya membangun sebuah tim konten social media management meliputi Copywriter, Content Planner, dan Graphic Designer. Dengan adanya tim ide konten yang sudah direncanakan akan mudah di eksekusi.

Di akhir sesi Taufiq menuturkankan bahwa PR utama kita setelah menguasai teknik-teknik dasar design grafis adalah konsisten untuk terus mengembangkan dan upgrade skill desain grafis. Karena pada dasarnya ide dan kreatifitas dapat berkembang atas kemauan diri sendiri.




Mahasiswa KPI Siap Ikuti COMMOFEST X PFF 2022


Mahasiswa KPI IPMAFA dalam waktu dekat ini akan menghadiri event Communication Movies Festival X Pekan Festival Forkomnas (COMMOFEST X PFF 2022) yang dilaksanakan selama 3 hari yaitu 28-30 Mei 2022. Tahun ini, kegiatan ini diselenggarakan oleh HMPS KPI UIN RM Said Surakarta berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional (FORKOMNAS) Wilayah III.

Dalam kegiatan itu mahasiswa KPI akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti sarasehan bersama mahasiswa KPI dari berbagai perguruan tinggi, talkshow, screening film dan berbagai lomba. Himpunan mahasiswa Prodi KPI IPMAFA mengirimkan 5 delegasi sekaligus akan mengikuti beberapa lomba yaitu pembuatan film pendek, fotografi, News Anchor, desain maskot, dan penulisan artikel opini.

Prodi KPI mendukung penuh kegiatan mahasiswa ini untuk menguatkan jejaring komunikasi antar mahasiswa KPI di perguruan tinggi sekaligus unjuk skill yang sudah dipelajari selama kuliah. Pengalaman mahasiswa tidak hanya diasah di bangku kuliah tetapi juga harus diwujudkan dalam ajang-ajang yang lebih luas.

Biaya Kuliah IPMAFA Tahun 2022/2023

DON'T MISS

Berita, Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with by templateszoo