Keuntungan KKK Bidang Jurnalistik di Suara Nahdliyin Kudus


Di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA terdapat mata kuliah K3 yaitu Kuliah Kerja Komunikasi yang harus diambil mahasiswa mulai semester 6 ke atas. Mata kuliah K3 sangat penting karena mendorong mahasiswa berpartisipasi secara langsung dengan dunia kerja di perusahaan tempat K3. Ketika dihadapkan pada dunia kerja dan perusahaan tentu mengharuskan siapapun bersikap secara profesional. Tempat K3 bisa di Stasiun Televisi, Radio, Media Online dan sebagainya yang harus ditempuh dalam waktu 45 Hari.

Ada 13 mahasiswa KPI yang mengikuti mata kuliah K3 di tahun 2022, salah satunya adalah mahasiswa bernama Vega Faisal Amri yang melaksanakan K3 di media online SuaraNahdliyin Kudus. Media online yang dapat diakses melalu situs www.suaranahdliyin.com ini adalah wadah informasi dan berita yang mengambil peran dalam penyebaran konten-konten yang informatif, inspiratif, ramah dan rahmatan li al ‘alamin. 

Ketika praktek KKK, Vega mendapatkan tugas mencari berita tentang NU dan pondok pesantren di Pati dan sekitarnya untuk dijadikan konten berita di media SuaraNahdliyin. Kebetulan di wilayah Kabupaten Pati masih membutuhkan kontributor yang dapat meliputi perkembangan pondok pesantren, masyarakat NU, dan perkembangan informasi lain yang sesuai dengan redaksi suaranahdliyin.com.

Hal menarik dari kegiatan meliput berita ini adalah merasa beruntung karena dapat bertemu dengan orang-orang hebat seperti Gus Taj Yasin Maimoen di acara Sambiroto Tayu Bersholawat, Gus Acun atau H. Mohammad Syamsun dalam acara DEMA Fakultas Syari’ah IPMAFA, Gus Ahmad Kafabihi, Ning Sheila dan Ning Firda dalam acara Kopdarnas 6 AISNU. 

Vega sangat tidak menyangka bahwa melaksanakan K3 di bidang Jurnalistik bisa bertemu dengan orang-orang hebat dan berpengaruh besar di masyarakat. Hal tersebut tentu menjadi pengalaman berharga yang tidak pernah dilupakan.

0 Comments