KPI Updates

PMB, Profil, Berita, Gus Rozin, Video, Akademik, KKK

RANDOM NEWS

Artikel, Video, Podcast, Kegiatan

HOT INFO

Berita, Gus Rozin, Hot Info, Talk Show

VIDEO

Video

Asah Keterampilan Penyiaran, Mahasiswa KPI IPMAFA Praktik Langsung Divisi Swicer di Master Control Room Jogja TV

 

(Foto suasana master control room pada saat program Langenswara Karokowe Kunjungan)

Yogyakarta – Ulil, Mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) dengan terjun langsung ke dunia penyiaran profesional di stasiun televisi lokal, Jogja TV. Dalam kegiatan tersebut, Ulil dipercaya untuk mengoperasikan di divisi Master Control Control (MCR) sebagai operator switcher.

Kegiatan praktikum lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata serta memperdalam pemahaman teknis mahasiswa di dunia industri penyiaran televisi profesional. Ulil tidak hanya mempelajari teori produksi siaran, melainkan langsung mengoperasikan panel perpindahan tampilan visual. Posisi ini menuntut konsentrasi tinggi karena bertanggung jawab penuh atas pemilihan visual ditayangkan secara live maupun tapping di ruang MCR Jogja TV.

(Foto saat live program Langenswara Karokowe)

    Melalui bimbingan langsung dari praktisi media profesional di Jogja TV, Ulil belajar menyelaraskan ritme kerja antara alur skrip, dinamika di studio, agar tampilan di layar kaca tetap halus dan presisi.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya terlibat langsung menjadi seorang switcher di sebuah stasiun televisi, biasanya saya hanya live di acara acara yang ada di kampus, tetapi saat ini saya bisa live mengoperasikan switcher secara langsung di program siaran yang ada di JOGJA TV. Menjadi seorang switcher harus melatih kedisiplinan dan respon cepat. Setiap detik sangat berharga di ruang kontrol, karena kesalahan kecil dalam memilih tombol transisi bisa berdampak langsung pada kualitas siaran. Awalnya itu saya kaget waktu live langen suoro karokowe, soalnya kita itu harus bisa menyesuaikan ritme lagu untuk perpindahan nya agar gambar itu tidak nabrak dan transisinya bisa mulus," ujar ulil.

    Melalui kegiatan KKK yang masih berlangsung ini, Ulil tidak hanya memperoleh pengalaman bekerja di lingkungan industri penyiaran, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi teknis, kemampuan jurnalistik, kreativitas, serta sikap profesional yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja di bidang media industri penyiaran.

Mahasiswa KPI IPMAFA Praktik Kehumasan di Konferensi Pers Ramayana Ballet


 (Foto bersama pihak Ramayana Ballet Purawisata bersama media se Yogyakarta pada 10 Agustus 2026)

    Yogyakarta – Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), Ivan, mendapat kesempatan terlibat langsung dalam kegiatan kehumasan Jogja TV melalui konferensi pers perayaan 50 tahun Ramayana Ballet Purawisata. Kegiatan tersebut berlangsung di Gazebo Garden, Tasneem Hotel Malioboro, Yogyakarta, pada Minggu (9/8/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Ivan hadir sebagai perwakilan Jogja TV dan mengikuti rangkaian konferensi pers serta berinteraksi dengan pihak penyelenggara dan tamu undangan. Keterlibatan ini menjadi bagian dari pengalaman Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) yang tengah dijalaninya di Jogja TV.

(Foto Konferensi Pers Ramayana Ballet Purawisata dan pernyataan Ibu Dr. dr. Ulla Nuchrawaty Usman M.M pada 10 Agustus 2026)

    Kesempatan tersebut memberikan ruang bagi Ivan untuk menerapkan kemampuan komunikasi dan membangun relasi yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi kerja yang lebih profesional. Selain menghadiri kegiatan, ia juga dapat mengamati secara langsung bagaimana media berinteraksi dengan penyelenggara kegiatan dan berbagai pihak dalam sebuah agenda publik.

    Konferensi pers tersebut mengangkat perjalanan 50 tahun Ramayana Ballet Purawisata dengan tema “50 Tahun Mengabdi, Menjaga Warisan Budaya”. Dalam konferensi pers itu, penyelenggara memaparkan perjalanan Ramayana Ballet Purawisata selama lima dekade serta berbagai agenda yang telah dilaksanakan sejak awal 2026 hingga puncak perayaan ulang tahun ke-50 yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (10/8/2026).

    Bagi Ivan, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru. Ia mengaku baru pertama kali mendapat kesempatan menjalankan tugas yang berkaitan dengan kehumasan, khususnya dalam sebuah agenda resmi yang dihadiri berbagai pihak.

    “Ini menjadi pengalaman pertama saya terlibat dalam kegiatan kehumasan, terlebih mewakili stasiun televisi dalam acara resmi. Dari kegiatan ini saya bisa belajar bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak eksternal dalam lingkungan kerja profesional,” ujar Ivan.

    Melalui kegiatan tersebut, Ivan tidak hanya memperoleh pengalaman menghadiri agenda resmi, tetapi juga memahami secara lebih konkret peran humas dan media dalam membangun komunikasi dengan publik. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses pembelajaran selama KKK sekaligus memperluas pemahamannya mengenai dunia kerja di industri penyiaran.


Belajar di Balik Layar Jogja TV, Mahasiswa Perluas Pengalaman di Dunia Penyiaran

(Foto closing segment program  Langenswara Karokowe yang merupakan program reguler Jogja TV pada 20/07/26)

    Yogyakarta – Menjalani Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) di stasiun televisi menjadi kesempatan bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus mengenal secara langsung proses kerja industri penyiaran. Kesempatan tersebut tengah dimanfaatkan Riska Setya Ningrum, mahasiswa KPI Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), melalui kegiatan KKK di Jogja TV dengan penempatan pada divisi program siaran.

    Dalam kegiatan yang masih berlangsung tersebut, Riska memilih divisi program setelah sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk bergabung di divisi pemberitaan (news). Pilihan tersebut didasarkan pada keinginannya untuk memahami secara lebih mendalam proses produksi program televisi, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan produksi, hingga program siap disajikan kepada khalayak.

    Di divisi program, Riska bertugas sebagai asisten produser dan mendampingi tiga produser Jogja TV, yakni Irawan yang akrab disapa Simbah, Bagus, dan Kris. Berbagai tugas dijalankan Riska dalam mendukung proses produksi program, antara lain membantu mempersiapkan kebutuhan produksi, mengondisikan peserta atau audiens, menyiapkan dan membagikan rundown kepada kru, serta bertugas sebagai floor director (FD).

(Foto mempersiapkan rundown siap print untuk program Langenswara Karokowe pada 10/08/2026)

    Selain itu, Riska juga turut mengamati jalannya proses produksi dan siaran untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan. Keterlibatan tersebut membuat Riska tidak hanya belajar mengenai teknis produksi, tetapi juga memahami koordinasi antar kru yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan program televisi.

    Tidak hanya berkutat di divisi program, Riska juga memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan kehumasan Jogja TV. Salah satunya dengan mewakili Jogja TV dalam konferensi pers HUT ke-50 Ramayana Ballet Purawisata Yogyakarta yang digelar di Yogyakarta pada Minggu (9/8/2026).

(Foto dokumentasi setelah konferensi pers di Ramayana Ballet Purawisata pada 09/08/26)

    Menurut Riska, keterlibatan dalam kegiatan kehumasan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan aktivitasnya sehari-hari di divisi program. Ia berkesempatan mengenal secara langsung bagaimana sebuah lembaga media membangun komunikasi dan menjalin hubungan dengan pihak eksternal serta berinteraksi dengan berbagai media.

    Pengalaman tersebut memperluas pemahaman Riska mengenai dunia kerja di industri penyiaran. Baginya, kegiatan KKK tidak hanya menjadi sarana untuk menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, membangun pengalaman profesional, dan memahami dinamika kerja di lingkungan industri televisi.

    Dengan kegiatan KKK yang masih berlangsung, Riska terus memperoleh pengalaman melalui berbagai aktivitas di Jogja TV. Selain fokus pada bidang program siaran, keterlibatannya dalam kegiatan kehumasan menjadi kesempatan untuk mengenal lebih luas berbagai bidang kerja yang saling mendukung dalam industri penyiaran.


Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan, Prodi KPI Selenggarakan Evaluasi dan Review Kurikulum

 

Pati, (Kamis,30/07/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA menggelar kegiatan Evaluasi dan Review Kurikulum sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan serta penyesuaian kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan kebijakan pendidikan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Laboratorium Bahasa Lantai 3 Kampus IPMAFA yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, dosen Prodi KPI, praktisi, alumni, pengguna lulusan (stakeholder), serta mitra akademik. Forum ini menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan dalam rangka menyempurnakan kurikulum agar semakin relevan dengan tantangan dan kebutuhan zaman.

Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, Isyrokh Fuaidi, LL.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa evaluasi kurikulum dilaksanakan secara berkala atau setiap lima tahun sekali untuk mencapai lulusan yang standar dan sesuai kebutuhan industry penyiaran. “IPMAFA memiliki tiga tantangan yakni transformasi nilai pesantren sebagai budaya dan amanah, transformasi pengetahuan dan transformasi skill, dalam di era yang kompleks adanya Artifical Intelligence, generasi Z dan Gen Alpha menjadi daya juang sekaligus tantangan bersama sehingga kita tidak menyandingkan teknologi dan kebutuhan dengan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.”Ujarnya.

Selanjutnya materi kurikulum disampaiakan oleh Ketua Program Studi KPI IPMAFA, Siti Asiyah, dengan memaparkan tentang Profil lulusan Capaian pembelajaran lulusan, peta kurikulum dan struktur mata kuliah. Selain itu, tujuan diadakannya evaluasi dan review kurikulum tidak hanya memenuhi standar nasional Dikti melainkan bagaiamana memberikan dampak positif untuk perkembangan dan kemajuan KPI kedepannya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendiskusikan berbagai aspek kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah, metode pembelajaran, hingga penguatan kompetensi di bidang komunikasi digital, penyiaran, jurnalistik, public speaking, produksi konten kreatif, dan dakwah berbasis media digital bahkan penggunan AI di era digital.

Selain sesi diskusi, kegiatan juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan kurikulum terbaru. Rekomendasi disampaikan Ahmad Kholidi sebagai Direksi Pas FM Pati, Nailin RA sebagai Pimpinan Redaksi Lingkar TV, akademisi, mitra dan alumni. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan evaluasi dan review kurikulum ini, Prodi KPI menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, serta siap menghadapi dinamika perkembangan dunia komunikasi, penyiaran, dan dakwah di era digital.



Perkuat Jejaring Akademik, KPI IPMAFA Jalin MoU Strategis dengan ASKOPIS

Yogyakarta— Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) sebagai langkah strategis untuk memperkuat jejaring akademik, pengembangan keilmuan, penelitian, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen di bidang komunikasi dan penyiaran Islam.

Kerja sama tersebut dilaksanakan pada Kamis, 09 Juli 2026 di Yogyakarta dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, pengelola Program Studi KPI, serta pengurus ASKOPIS. Penandatanganan MoU menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi di bidang komunikasi dan penyiaran Islam.

Melalui kerja sama ini, KPI IPMAFA dan ASKOPIS berkomitmen untuk mengembangkan berbagai kegiatan akademik dan profesional, di antaranya penelitian dan publikasi ilmiah, seminar dan workshop, pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen, serta kegiatan akademik lainnya yang relevan dengan kebutuhan dunia komunikasi dan penyiaran Islam.

Ketua Program Studi KPI IPMAFA, Siti Asiyah, M.Sos menyampaikan bahwa kerja sama dengan ASKOPIS diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan kapasitas akademik sekaligus membangun jejaring profesional. Kolaborasi dengan organisasi yang memiliki fokus pada bidang komunikasi dan penyiaran Islam juga dinilai penting untuk menjembatani kebutuhan akademik dengan perkembangan dunia profesi. “Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan pengembangan kelembagaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP. ASKOPIS Dr. Mohammad Zamroni, M.Si menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan, penelitian, dan pengembangan profesi komunikasi dan penyiaran Islam. Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik, profesional, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan media digital.

Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen KPI IPMAFA untuk terus memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi. Dengan adanya MoU bersama ASKOPIS, diharapkan berbagai program kolaboratif dapat segera direalisasikan sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang komunikasi dan penyiaran Islam.




Dosen KPI IPMAFA Perkuat Kompetensi Riset Digital melalui Workshop Big Data Studi Islam

Yogyakarta, (Kamis, 09/07/2026)_Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengikuti Workshop Penelitian Big Data dalam Studi Islam yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam mengembangkan penelitian keislaman berbasis teknologi dan data digital.

Workshop tersebut dilaksanakan di ruang Amphi E7.A Lantai 5 KH. Ibrahim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan menghadirkan narasumber Ismail Fahmi, Ph.D Founder Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia. Kegiatan diikuti oleh akademisi, dosen, peneliti, dan peserta yang memiliki perhatian terhadap perkembangan metodologi penelitian Islam di era digital.

Dekan Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Nurwanto, Ph.D menyampaikan adanya kegiatan wokhshop ini sebgaai upaya menghadirkan riset, inovasi yang berdaya guna dan sesuai dengan teknologi saat ini. “Perkembangan Artificial Intelligence (AI) untuk menyebarkan ilmu sebagai bentuk ibadah dengan mengaplikasikan teknologi digital dan studi Islam” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dan penerapan big data dalam penelitian, mulai dari proses memperoleh dan mengelola data hingga pemanfaatannya sebagai sumber analisis dalam kajian sosial-keagamaan. Materi juga memberikan pemahaman mengenai peluang penggunaan data digital untuk membaca berbagai fenomena keislaman yang berkembang di masyarakat.

Keikutsertaan dosen KPI IPMAFA dalam workshop ini memiliki relevansi yang kuat dengan bidang komunikasi dan penyiaran Islam. Perkembangan media sosial dan platform digital telah menghasilkan data dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengkaji pola komunikasi, penyebaran pesan keagamaan, perilaku audiens, serta perkembangan wacana Islam di ruang digital.

Melalui kegiatan tersebut, dosen KPI IPMAFA memperoleh wawasan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan penelitian, pembelajaran, dan pengembangan keilmuan. Penguasaan metode penelitian berbasis big data juga diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian yang lebih aktual, objektif, dan sesuai dengan perkembangan masyarakat digital.

Keikutsertaan dalam workshop ini sekaligus menjadi bentuk komitmen KPI IPMAFA untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dosen. Dengan mengintegrasikan pendekatan keilmuan Islam, komunikasi, dan teknologi digital, penelitian yang dikembangkan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pemahaman berbagai fenomena keislaman di tengah perubahan teknologi yang semakin pesat.



KPI IPMAFA Sukses Gelar KineFest 2026, Panggung Karya Anak Bangsa Menuju Industri Film Indonesia

 

Pati, (Selasa, 30/06/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) sukses menyelenggarakan KineFest 2026, sebuah festival sinema yang menjadi ruang apresiasi sekaligus pengembangan kreativitas anak bangsa di bidang perfilman. Kegiatan ini menghadirkan pemutaran film karya pemenang festival baik kategori mahasiswa/umum maupun kategori pelajar.

Kegiatan KineFest 2026 dilaksanakan di Aula 2 Lantai 2 Kampus IPMAFA dengan mengusung tema “Sinema Anak Bangsa” kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Prodi dan HMPS KPI IPMAFA dalam mengembangkan kompetensi serta memberikan ruang pada sineas Indonesia. Festival ini juga menjadi wadah bagi penggiat film untuk menampilkan karya terbaik yang lahir dari proses kreatif, riset, hingga produksi yang dilakukan secara kolaboratif.

Ketua Program Studi KPI IPMAFA, Siti Asiyah menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya KineFest 2026. “Adanya kegiatan festival film menjadi ajang sekaligus kesempatan untuk penggiat film dalam menunjukkan kreativitas dan karya-karya terbaiknya, selebihnya harapan kedepan dapat menyelenggrakan festival-festival lain dan dengan skala International” Ujarnya.  

Acara KineFest 2026 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Program Studi dan HMPS Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) beserta seluruh panitia dan mahasiswa yang telah berhasil menyelenggarakan festival film tersebut. Menurutnya, KineFest menjadi ruang yang penting bagi masyarakat untuk menikmati karya-karya film yang memiliki kualitas cerita, visual, dan pesan yang kuat.

Pemutaran karya film terbaik, screening dan diskusi film menjadi lanjutan rangkaian kegiatan menarik dalam awarding dan puncak KineFest, kegiatan ini dipandu oleh Fihma Haninda Shouma mahasiswi prodi KPI beserta dua narasumber  Dhanang Heri Wibisono dan Fajar Adhi Kurniawan. Antusias peserta dan penonton terlihat sepanjang kegiatan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan, kritik, dan saran yang membangun bagi para pembuat film.

Rangkaian KineFest 2026 ditutup dengan prosesi penyerahan cendera mata kepada narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan inspirasi yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi kepada para pemenang dari berbagai kategori perlombaan sebagai bentuk penghormatan atas kreativitas, dedikasi, dan kualitas karya yang telah ditampilkan. Momen tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat, sekaligus menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh rangkaian KineFest 2026. Diharapkan, festival ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendorong lahirnya karya-karya film anak bangsa yang inovatif, inspiratif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang mampu bersaing di berbagai festival film tingkat nasional maupun International. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Prodi KPI IPMAFA dalam mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan kompeten di bidang Komunikasi, Penyiaran, serta industri media digital.

 


DON'T MISS

Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with KPI IPMAFA
CS Icon
Contact Close