KPI Updates

PMB, Profil, Berita, Gus Rozin, Video, Akademik, KKK

RANDOM NEWS

Artikel, Video, Podcast, Kegiatan

HOT INFO

Berita, Gus Rozin, Hot Info, Talk Show

VIDEO

Video

Tingkatkan Skil Jurnalistik, Mahasiswa KPI IPMAFA Ikuti NU Online Forum di Jombang

Foto bersama seluruh peserta setelah acara NU Online Forum

        JOMBANG – Dalam upaya memperdalam pemahaman mengenai jurnalistik dan pengelolaan media digital nasional, Shohib, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati berkesempatan mengikuti NU Online Forum. Kegiatan yang digelar di MTs Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (29/8/2026) ini berlangsung semarak. Sebanyak 86 peserta antusias mengikuti forum yang menjadi bagian dari rangkaian agenda menyemarakkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tersebut.

        Forum bertajuk “Belajar Jurnalistik, Mengenal Alur Kerja Redaksi, dan Membuka Peluang Menjadi Bagian dari Kontributor NU Online” ini memberikan wawasan berharga bagi Shohib. Melalui ajang ini, ia diajak untuk menyelami sejarah NU Online, yang berawal dari keresahan atas kurangnya komunikasi antara pengurus dan warga NU, hingga kini sukses tumbuh menjadi media nasional yang bisa   diakses puluhan juta orang.

        Keikutsertaan dalam forum ini memberikan kesan dan pemahaman mendalam bagi Shohib secara pribadi. Ia mengaku mendapat banyak pengetahuan terkait manajemen media digital yang langsung berkaitan dengan latar belakang studinya di kampus.

            "Sebagai mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), kegiatan ini sangat relevan dan membuka wawasan kami tentang bagaimana dapur redaksi media sekelas NU Online bekerja secara profesional. Tidak hanya soal pemberitaan, tetapi juga bagaimana pesan dakwah dapat dikemas secara efektif di era digital," ujar Shohib di sela-sela acara.

            Shohib juga menambahkan bahwa peluang menjadi kontributor merupakan motivasi terbesarnya mengikuti acara ini. "Adanya ruang untuk menjadi kontributor adalah kesempatan emas bagi saya untuk mulai mempraktikkan ilmu jurnalistik secara nyata di media nasional," tambahnya.

Foto Jajaran redaksi NU Online yang menjadi narasumber

        Sejumlah jajaran pimpinan dan pengelola redaksi NU Online hadir langsung memberikan pembekalan mendalam kepada para peserta. Di antaranya adalah Direktur Utama NU Online Hamzah Sahal, Direktur NU Online Institute Ahmad Mundzir, Pemimpin Redaksi Ivan Aulia Ahsan, Redaktur Eksekutif Mahbib Khoiron, Redaktur Pelaksana Warta Fathoni, Redaktur Warta Muhammad Syakir Niamilah Fiza, serta Redaktur Pelaksana Keislaman Alhafiz Kurniawan dan Redaktur Keislaman Amien Nurhakim.

       Melalui keikutsertaan dalam NU Online Forum ini, diharapkan keterampilan teknis dan kesiapan akademiknya semakin terasah, sehingga siap mengambil peran aktif sebagai jurnalis muda yang mendakwahkan Islam rahmatan lil 'alamin di ruang digital.

Pantau Perkembangan Mahasiswa, Prodi KPI IPMAFA Gelar Monev KKK di Prokompim Pati

Pati, (Kamis, 27/08/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) mahasiswa di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemantauan terhadap perkembangan mahasiswa sekaligus memastikan pelaksanaan KKK berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kunjungan Monev ini menjadi kesempatan bagi Prodi KPI IPMAFA untuk melihat secara langsung aktivitas mahasiswa selama menjalani KKK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Selain melakukan evaluasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan mempererat kerja sama antara pihak kampus dengan instansi tempat mahasiswa melaksanakan praktik. Selama menjalani KKK di Prokompim Pati, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai praktik komunikasi di lingkungan pemerintahan. Mahasiswa berkesempatan mempelajari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan komunikasi publik, keprotokolan, dokumentasi kegiatan pimpinan, penyusunan informasi, serta publikasi kegiatan pemerintahan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Pengalaman terjun langsung ke lingkungan kerja juga membantu mahasiswa memahami bagaimana komunikasi dilakukan secara profesional, terstruktur, dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala bagian Prokompim Kabupaten Pati Uun Alfiyana menyambut baik kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Prodi KPI IPMAFA. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKK menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung dunia kerja sekaligus belajar mengenai praktik komunikasi di lingkungan pemerintahan.

“Kami menyambut baik mahasiswa IPMAFA yang melaksanakan KKK atau magang di Prokompim. Selama berada di sini, mahasiswa dapat belajar secara langsung bagaimana komunikasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat dilakukan dalam lingkungan pemerintahan, mahasiswa juga ikut andil ke lapangan dalam membuat berita, mengambil video, editing sampai kepada publish berita. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Ia juga berharap mahasiswa dapat mengikuti seluruh proses KKK dengan aktif dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan, terutama dalam bidang komunikasi, dokumentasi, publikasi, dan pelayanan informasi kepada masyarakat.


Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) KPI IPMAFA Siti Asiyah menyampaiakn terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Pati khususnya bagian Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokompim) atas diterimanya dan diberikan kesempatan untuk belajar langsung di dunia kerja. Selain itu, juga meluangkan waktu kepada KPI IPMAFA untuk melakukan monev karena kegiatan ini merupakan bagian penting dalam pelaksanaan KKK. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memantau aktivitas mahasiswa, tetapi juga memastikan pengalaman yang diperoleh mahasiswa relevan dengan kompetensi yang dipelajari di Program Studi KPI.

“KKK merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang selama ini diperoleh di kampus. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga mampu mendapatkan pengalaman, keterampilan, dan pemahaman baru mengenai dunia kerja,” ungkapnya.

Kaprodi KPI IPMAFA juga mengapresiasi Prokompim Kabupaten Pati yang telah memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar dan terlibat dalam berbagai kegiatan komunikasi di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat penting bagi mahasiswa KPI karena memiliki keterkaitan erat dengan bidang komunikasi publik, media, dan penyiaran. Melalui kegiatan Monev ini, Prodi KPI IPMAFA berharap pelaksanaan KKK di Prokompim Kabupaten Pati dapat terus berjalan dengan baik. Mahasiswa juga diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, meningkatkan profesionalitas, serta membangun kesiapan menghadapi dunia kerja.

Kegiatan KKK di Prokompim Pati menjadi salah satu bentuk nyata upaya Prodi KPI IPMAFA dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam berbagai situasi dan lingkungan kerja.

 

Kembangkan Kompetensi Penyiaran, Prodi KPI IPMAFA Kunjungi Mahasiswa KKK di PAS FM Pati

 

Pati, (Kamis, 27/08/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) melakukan kunjungan ke Radio PAS FM Pati sebagai bagian dari kegiatan monitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) mahasiswa. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pelaksanaan KKK sekaligus mengetahui perkembangan mahasiswa selama menjalani praktik di dunia kerja, khususnya di bidang penyiaran dan jurnalistik.

Dalam kunjungan tersebut, Prodi KPI IPMAFA berdialog dengan pihak PAS FM Pati serta mahasiswa yang sedang melaksanakan KKK. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi dan komunikasi antara pihak kampus, lembaga mitra, dan mahasiswa agar pelaksanaan KKK dapat berjalan dengan baik serta memberikan pengalaman yang maksimal bagi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan PAS FM Pati Erna Yasmin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Prodi KPI IPMAFA. Ia mengatakan bahwa keberadaan mahasiswa KKK di PAS FM menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengenal dunia penyiaran dan jurnalistik.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Selama berada di PAS FM, kami berupaya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar, berproses, dan terlibat dalam kegiatan penyiaran maupun jurnalistik, mahasiswa tidak harus ngantor tapi bisa ke lapangan dan menyelesaikan tugas setiap harinya” ujarnya.

Sementara itu, praktisi pendamping KKK PAS FM Pati Agus Pambudi menjelaskan bahwa mahasiswa selama menjalani KKK diarahkan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kerja jurnalistik dan penyiaran. Mulai dari mencari informasi, melakukan wawancara, peliputan, dokumentasi, hingga mengolah bahan berita.Menurutnya, proses tersebut penting untuk membangun keberanian dan keterampilan mahasiswa ketika berhadapan langsung dengan narasumber maupun masyarakat.

“Selama KKK, mahasiswa kami dorong untuk aktif di lapangan. Mereka belajar bagaimana mencari informasi, melakukan wawancara, menyusun berita, dan memahami proses kerja media secara langsung,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Program Studi (Kaprodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA Siti Asiyah menyampaikan ucapan terimakasih kepada PAS FM atas kesediannya mendampingi dan membimbing mahasiswa dalam kegiatan KKK karena kegiatan KKK merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengenal dinamika dunia kerja secara nyata. 

“Kami berharap KKK ini tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar bagi mahasiswa. Pengalaman di lapangan akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi komunikasi, jurnalistik, dan penyiaran,” ungkapnya.

Kaprodi KPI IPMAFA juga mengapresiasi PAS FM Pati yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan terlibat secara langsung dalam aktivitas media. Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga media sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kunjungan tersebut, Prodi KPI IPMAFA berharap pelaksanaan KKK di PAS FM Pati dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pengalaman, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional di bidang komunikasi dan penyiaran.

Kunjungan Prodi KPI IPMAFA ke PAS FM Pati juga menjadi bentuk komitmen program studi dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi yang dipelajari selama menempuh pendidikan. Melalui kegiatan KKK, mahasiswa diharapkan mampu mengenal lebih dekat dunia industri komunikasi dan penyiaran sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Selain sebagai kegiatan monitoring, kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan dan kerja sama antara Prodi KPI IPMAFA dengan PAS FM Pati. Sinergi antara institusi pendidikan dan media menjadi bagian penting dalam memberikan ruang pembelajaran yang lebih nyata bagi mahasiswa.

Dengan adanya KKK di PAS FM Pati, mahasiswa KPI IPMAFA diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi dan penyiaran di dalam kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung di dunia kerja. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri menjadi insan komunikasi dan penyiaran yang profesional.

Jalani KKK di Studio NU Online Semarang, Mahasiswa IPMAFA Ikut Muktamar NU ke-35

Foto saat kegiatan promosi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026

Jombang -  Menjalani Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) di Studio NU Online Semarang, Dayat, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), mendapat kesempatan ikut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. 

Dayat terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengalaman KKK di Studio NU Online sekaligus  untuk membantu tim NU Online Institute memperkenalkan layanan Psikotes gratis kepada  warga Nahdliyin. Salah satunya saat promosi di kegiatan  GERNAS PESANTRENKU AMAN: "Halaqoh Pengasuh Muda untuk Pencegahan Kekerasan di Pesantren" pada hari  Kamis, 27 Agustus 2026 di PP Darul Ulum Rejoso, Jombang. Yang dimana salah satu pengisi acaranya adalah Ketua PBNU bidang Kesejahteraan Rakyat, Alissa Wahid.

Foto : (Fiqry/TVNU).

Kesempatan tersebut memberikan ruang bagi Dayat untuk menerapkan kemampuan komunikasi yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi kerja yang lebih profesional. Bagi Dayat, keterlibatan di NU Online Institute dalam promosi tersebut menjadi pengalaman baru.

“ ini menjadi pengalaman pertama saya bisa ikut jadi bagian dari NU Online Institute dan juga berkesempatan bertemu tokoh besar NU Alissa Wahid Ketua PBNU bidang Kesejahteraan Rakyat dan ini menjadi momentum yang tidak terlupakan,” ujar Dayat

Selain itu, Dayat juga ikut tergabung dalam tim NU Online institute. NU Online Institute adalah platform pembelajaran digital yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama untuk memberikan akses pendidikan Islam yang berkualitas kepada seluruh umat Muslim, khususnya  warga Nahdliyin. Salah satu rangkaian kegiatan NU Online institute di muktamar adalah Promosi Layanan Psikotes  gratis sepesial muktamar nu ke 32. yaitu memperkenalkan layanan psikotes gratis NU Online Institute kepada para  warga Nahdliyin  yang ada di muktamar.

 

Foto saat kegiatan promosi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026

    Dari kegiatan tersebut, Dayat mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, khususnya dalam berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat luas. Keterlibatannya dalam kegiatan Muktamar NU ke-35 juga menjadi kesempatan bagi Dayat untuk mengasah kemampuan komunikasi, membangun relasi dengan berbagai kalangan, serta memahami bagaimana sebuah kegiatan publik dikelola secara profesional. Selain itu, pengalaman selama menjalani KKK di Studio NU Online Semarang memberikan gambaran secara langsung mengenai dunia kerja, khususnya di industri media dan penyiaran. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Dayat untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan studinya.

 

 


Asah Keterampilan Penyiaran, Mahasiswa KPI IPMAFA Praktik Langsung Divisi Swicer di Master Control Room Jogja TV

 

(Foto suasana master control room pada saat program Langenswara Karokowe Kunjungan)

Yogyakarta – Ulil, Mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) dengan terjun langsung ke dunia penyiaran profesional di stasiun televisi lokal, Jogja TV. Dalam kegiatan tersebut, Ulil dipercaya untuk mengoperasikan di divisi Master Control Control (MCR) sebagai operator switcher.

Kegiatan praktikum lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata serta memperdalam pemahaman teknis mahasiswa di dunia industri penyiaran televisi profesional. Ulil tidak hanya mempelajari teori produksi siaran, melainkan langsung mengoperasikan panel perpindahan tampilan visual. Posisi ini menuntut konsentrasi tinggi karena bertanggung jawab penuh atas pemilihan visual ditayangkan secara live maupun tapping di ruang MCR Jogja TV.

(Foto saat live program Langenswara Karokowe)

    Melalui bimbingan langsung dari praktisi media profesional di Jogja TV, Ulil belajar menyelaraskan ritme kerja antara alur skrip, dinamika di studio, agar tampilan di layar kaca tetap halus dan presisi.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya terlibat langsung menjadi seorang switcher di sebuah stasiun televisi, biasanya saya hanya live di acara acara yang ada di kampus, tetapi saat ini saya bisa live mengoperasikan switcher secara langsung di program siaran yang ada di JOGJA TV. Menjadi seorang switcher harus melatih kedisiplinan dan respon cepat. Setiap detik sangat berharga di ruang kontrol, karena kesalahan kecil dalam memilih tombol transisi bisa berdampak langsung pada kualitas siaran. Awalnya itu saya kaget waktu live langen suoro karokowe, soalnya kita itu harus bisa menyesuaikan ritme lagu untuk perpindahan nya agar gambar itu tidak nabrak dan transisinya bisa mulus," ujar ulil.

    Melalui kegiatan KKK yang masih berlangsung ini, Ulil tidak hanya memperoleh pengalaman bekerja di lingkungan industri penyiaran, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi teknis, kemampuan jurnalistik, kreativitas, serta sikap profesional yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja di bidang media industri penyiaran.

Mahasiswa KPI IPMAFA Praktik Kehumasan di Konferensi Pers Ramayana Ballet


 (Foto bersama pihak Ramayana Ballet Purawisata bersama media se Yogyakarta pada 10 Agustus 2026)

    Yogyakarta – Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), Ivan, mendapat kesempatan terlibat langsung dalam kegiatan kehumasan Jogja TV melalui konferensi pers perayaan 50 tahun Ramayana Ballet Purawisata. Kegiatan tersebut berlangsung di Gazebo Garden, Tasneem Hotel Malioboro, Yogyakarta, pada Minggu (9/8/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Ivan hadir sebagai perwakilan Jogja TV dan mengikuti rangkaian konferensi pers serta berinteraksi dengan pihak penyelenggara dan tamu undangan. Keterlibatan ini menjadi bagian dari pengalaman Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) yang tengah dijalaninya di Jogja TV.

(Foto Konferensi Pers Ramayana Ballet Purawisata dan pernyataan Ibu Dr. dr. Ulla Nuchrawaty Usman M.M pada 10 Agustus 2026)

    Kesempatan tersebut memberikan ruang bagi Ivan untuk menerapkan kemampuan komunikasi dan membangun relasi yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi kerja yang lebih profesional. Selain menghadiri kegiatan, ia juga dapat mengamati secara langsung bagaimana media berinteraksi dengan penyelenggara kegiatan dan berbagai pihak dalam sebuah agenda publik.

    Konferensi pers tersebut mengangkat perjalanan 50 tahun Ramayana Ballet Purawisata dengan tema “50 Tahun Mengabdi, Menjaga Warisan Budaya”. Dalam konferensi pers itu, penyelenggara memaparkan perjalanan Ramayana Ballet Purawisata selama lima dekade serta berbagai agenda yang telah dilaksanakan sejak awal 2026 hingga puncak perayaan ulang tahun ke-50 yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (10/8/2026).

    Bagi Ivan, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru. Ia mengaku baru pertama kali mendapat kesempatan menjalankan tugas yang berkaitan dengan kehumasan, khususnya dalam sebuah agenda resmi yang dihadiri berbagai pihak.

    “Ini menjadi pengalaman pertama saya terlibat dalam kegiatan kehumasan, terlebih mewakili stasiun televisi dalam acara resmi. Dari kegiatan ini saya bisa belajar bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak eksternal dalam lingkungan kerja profesional,” ujar Ivan.

    Melalui kegiatan tersebut, Ivan tidak hanya memperoleh pengalaman menghadiri agenda resmi, tetapi juga memahami secara lebih konkret peran humas dan media dalam membangun komunikasi dengan publik. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses pembelajaran selama KKK sekaligus memperluas pemahamannya mengenai dunia kerja di industri penyiaran.


Belajar di Balik Layar Jogja TV, Mahasiswa Perluas Pengalaman di Dunia Penyiaran

(Foto closing segment program  Langenswara Karokowe yang merupakan program reguler Jogja TV pada 20/07/26)

    Yogyakarta – Menjalani Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) di stasiun televisi menjadi kesempatan bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus mengenal secara langsung proses kerja industri penyiaran. Kesempatan tersebut tengah dimanfaatkan Riska Setya Ningrum, mahasiswa KPI Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), melalui kegiatan KKK di Jogja TV dengan penempatan pada divisi program siaran.

    Dalam kegiatan yang masih berlangsung tersebut, Riska memilih divisi program setelah sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk bergabung di divisi pemberitaan (news). Pilihan tersebut didasarkan pada keinginannya untuk memahami secara lebih mendalam proses produksi program televisi, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan produksi, hingga program siap disajikan kepada khalayak.

    Di divisi program, Riska bertugas sebagai asisten produser dan mendampingi tiga produser Jogja TV, yakni Irawan yang akrab disapa Simbah, Bagus, dan Kris. Berbagai tugas dijalankan Riska dalam mendukung proses produksi program, antara lain membantu mempersiapkan kebutuhan produksi, mengondisikan peserta atau audiens, menyiapkan dan membagikan rundown kepada kru, serta bertugas sebagai floor director (FD).

(Foto mempersiapkan rundown siap print untuk program Langenswara Karokowe pada 10/08/2026)

    Selain itu, Riska juga turut mengamati jalannya proses produksi dan siaran untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan. Keterlibatan tersebut membuat Riska tidak hanya belajar mengenai teknis produksi, tetapi juga memahami koordinasi antar kru yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan program televisi.

    Tidak hanya berkutat di divisi program, Riska juga memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan kehumasan Jogja TV. Salah satunya dengan mewakili Jogja TV dalam konferensi pers HUT ke-50 Ramayana Ballet Purawisata Yogyakarta yang digelar di Yogyakarta pada Minggu (9/8/2026).

(Foto dokumentasi setelah konferensi pers di Ramayana Ballet Purawisata pada 09/08/26)

    Menurut Riska, keterlibatan dalam kegiatan kehumasan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan aktivitasnya sehari-hari di divisi program. Ia berkesempatan mengenal secara langsung bagaimana sebuah lembaga media membangun komunikasi dan menjalin hubungan dengan pihak eksternal serta berinteraksi dengan berbagai media.

    Pengalaman tersebut memperluas pemahaman Riska mengenai dunia kerja di industri penyiaran. Baginya, kegiatan KKK tidak hanya menjadi sarana untuk menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, membangun pengalaman profesional, dan memahami dinamika kerja di lingkungan industri televisi.

    Dengan kegiatan KKK yang masih berlangsung, Riska terus memperoleh pengalaman melalui berbagai aktivitas di Jogja TV. Selain fokus pada bidang program siaran, keterlibatannya dalam kegiatan kehumasan menjadi kesempatan untuk mengenal lebih luas berbagai bidang kerja yang saling mendukung dalam industri penyiaran.


DON'T MISS

Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with KPI IPMAFA
CS Icon
Contact Close