Kudus_Sebanyak
61 delegasi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dari
14 Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
mengikuti kegiatan Silaturahmi Akbar (SABARKU) 2026 yang diselenggarakan oleh
Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional (Forkomnas) KPI Wilayah III Jateng-DIY di
UIN Sunan Kudus pada 30–31 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi
mahasiswa KPI untuk mempererat silaturahmi, memperluas jejaring, sekaligus
meningkatkan kapasitas akademik melalui berbagai agenda yang telah disiapkan
panitia. Salah satu kegiatan utama yang diselenggarakan adalah Seminar Nasional
Broadcasting yang mengangkat isu perkembangan media dan dunia penyiaran di era
digital.
Penanggung Jawab dari acara ini yakni
Reifina Kurnia Ariyani, menyebutkan bahwa tema dari seminar dipilih karena
memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan mahasiswa KPI. Selain menjadi
ruang belajar, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk
lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan konten media yang edukatif,
informatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Delegasi dari berbagai kampus aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari seminar, sesi diskusi, silaturahmi akbar, hingga pameran foto yang menjadi salah satu agenda kolaboratif antar kampus. Di balik suksesnya kegiatan yang diselenggarakan, panitia sempat menghadapi sejumlah kendala, di antaranya perubahan lokasi secara mendadak serta proses perizinan tempat yang cukup panjang. Namun,dengan koordinasi dan kerja sama seluruh panitia, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan lancar.
Salah satu peserta, Bunga Maharani dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan SABARKU 2026. Seminar Nasional Broadcasting menjadi agenda yang paling berkesan karena materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan mahasiswa KPI saat ini. “Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan tentang broadcasting dan dunia media, tetapi juga memperluas relasi dengan mahasiswa KPI dari berbagai kampus di Jawa Tengah dan DIY,” ujarnya.
Selain menjadi ajang berbagi wawasan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antar mahasiswa KPI melalui berbagai kegiatan interaktif yang memungkinkan peserta bertukar pengalaman dan membangun jaringan pertemanan lintas kampus. Melalui Forkomnas KPI Wilayah III Jateng-DIY diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaborasi, pengembangan diri, dan penguatan solidaritas mahasiswa KPI, sehingga mampu melahirkan program-program yang bermanfaat dan relevan dengan perkembangan dunia komunikasi dan penyiaran di masa mendatang.
Media Visit Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Mahasiswa Prodi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam melaksanakan kegiatan Media Visit sebagai bentuk pembelajaran langsung di dunia industri media dan komunikasi. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk melihat secara nyata bagaimana proses produksi, penyiaran, jurnalistik, hingga manajemen media dijalankan secara profesional.
Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke TVRI Yogyakarta. Di sana, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai proses produksi program televisi, teknik penyiaran, pengelolaan studio, serta peran media televisi dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya itu, mahasiswa juga berkesempatan melihat langsung ruang produksi dan berbagai peralatan broadcasting yang digunakan dalam dunia pertelevisian.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Radar Yogyakarta untuk mempelajari dunia jurnalistik dan media cetak/digital. Mahasiswa memperoleh pemahaman tentang proses peliputan berita, penulisan artikel, editing, hingga strategi media dalam menghadapi perkembangan era digital dan arus informasi yang semakin cepat.
Kegiatan ini tidak hanya menambah ilmu dan pengalaman, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi, jurnalistik, broadcasting, dan public speaking agar siap menghadapi dunia kerja profesional di masa depan.
Sebagai penutup yang penuh keseruan, perjalanan ditutup dengan kegiatan Lava Tour Merapi menggunakan jeep adventure. Menyusuri jalur bekas erupsi Merapi menjadi pengalaman yang tak terlupakan, memadukan edukasi, kebersamaan, dan petualangan dalam satu perjalanan yang penuh cerita.
#MediaVisit #KPI #KomunikasiDanPenyiaranIslam #TVRIYogyakarta #RadarYogyakarta #LavaTourMerapi #JeepAdventure #MahasiswaKPI #StudyTour #Broadcasting #Jurnalistik #MediaEducation
https://youtube.com/shorts/hxqFAaZRMEM
Yogyakarta, (Selasa, 19 Mei 2026)_ Mahasiswa Program
Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) melakukan kunjungan industri (media
visit) ke kantor redaksi Jawa Pos Radar. Kunjungan ini bertujuan untuk
menjembatani antara teori akademik yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan
praktik langsung di industri media massa.
Sebagai bagian dari jaringan koran nasional Jawa Pos, Radar Jogja menjadi destinasi strategis bagi mahasiswa untuk memahami ekosistem media cetak dan transformasi digital. Meski berbasis di Yogyakarta, Radar Jogja merupakan bagian dari jejaring besar yang memiliki penetrasi kuat di berbagai daerah, termasuk wilayah eks-Karesidenan Pati (Pati, Kudus, Jepara, Blora) yang berada di bawah naungan biro Radar Kudus.
Transformasi
Digital dan Multiplatform
Dalam sesi pemaparan, Bapak Anan selaku
Manager Bisnis Digital menjelaskan bahwa Radar Jogja terus berkembang
menyesuaikan zaman. Saat ini, Radar Jogja tidak hanya berfokus pada media cetak
(koran), tetapi telah merambah ke dunia digital secara masif. "Kami
mengelola dua divisi utama, yakni divisi cetak dan divisi online yang mencakup
website, media sosial, hingga produksi konten kreatif seperti musik dan
podcast," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Meutika selaku
Redaktur Editor Online menambahkan bahwa sejak tahun 2023, terjadi penyeragaman
di seluruh Jawa Pos Group. Kini, setiap portal daerah memiliki domain turunan
.jawapos.com. Tercatat ada sekitar 80 website yang bergabung dalam jaringan ini
dan terus berkembang, di mana setiap radar bisa memiliki lebih dari satu
website.
Strategi
Redaksi: Mutilasi Berita dan Konten "Evergreen"
Mahasiswa juga mendapatkan wawasan teknis
mengenai dapur redaksi. Radar Jogja memiliki indeks berita yang konsisten pada
kanal lifestyle, otomotif, hingga review film. Meskipun berstatus koran lokal,
awak redaksi dituntut untuk tetap peka dan "melek" terhadap isu-isu
nasional yang sedang berkembang. Salah satu teknik menarik yang dipaparkan
adalah metode "memutilasi berita". Teknik ini dilakukan oleh wartawan
dengan meliput berdasarkan data primer, yang kemudian dipecah menjadi beberapa
fragmen berita agar lebih fokus, mendalam, dan sesuai dengan algoritma pembaca
digital.
Selain itu, terdapat perbedaan peran
antara Redaktur News dan Redaktur Evergreen. Redaktur Evergreen fokus pada
konten-konten yang selalu relevan (tidak lekang oleh waktu) dengan menyadur
informasi dari website resmi instansi atau pihak terkait untuk dikemas ulang
secara menarik.
Peluang
Kolaborasi dan Magang
Kunjungan ini juga membuka peluang
kolaborasi yang luas. Radar Jogja menegaskan bahwa program pemagangan di kantor
mereka kini tidak hanya terbatas pada posisi wartawan, tetapi juga sangat
difokuskan pada peran content writer dan content creator. "Kami membuka
pintu kerja sama seluas-luasnya, tidak hanya bagi mahasiswa dari program studi
komunikasi, tetapi juga dari lintas disiplin ilmu lainnya," ungkap Pak
Isyroh dalam sesi diskusi.
Melalui
kegiatan Media Visit ini, diharapkan mahasiswa KPI dapat memahami proses
produksi konten di media profesional mulai dari peliputan, proses meja redaksi
oleh redaktur, hingga tata letak oleh lay outer serta siap terjun menjadi
praktisi media yang kompeten di masa depan (K6).
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.