Showing posts with label Reportase. Show all posts
Showing posts with label Reportase. Show all posts

Pelatihan Jurnalistik Radio, Mahasiswa KKK/Magang KPI IPMAFA Diperkaya Wawasan News Director PAS FM Pati

Pati — Pelatihan teknis jurnalistik radio intensif menjadi agenda penting bagi mahasiswa Kuliah Kerja Komunikasi (KKK)/magang Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menjelang masa penarikan, tepatnya satu minggu sebelum program magang berakhir. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh News Director PAS FM Pati, Agus Pambudi, yang memberikan pembekalan praktis terkait proses produksi berita radio.

Dalam pelatihan tersebut, Agus Pambudi menyampaikan materi seputar prosedur perekaman wawancara dan teknik pengeditan audio yang sesuai dengan standar siaran radio. Materi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu menghasilkan berita audio yang layak tayang dan profesional. Seluruh peserta magang tampak antusias mengikuti sesi pelatihan sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja penyiaran.

Sesi pelatihan secara khusus menitikberatkan pada teknik merekam hasil wawancara di lapangan sebagai sumber utama pencarian berita radio. Agus Pambudi menjelaskan pentingnya memperhatikan posisi mikrofon, intonasi narasumber, serta kondisi lingkungan sekitar agar kualitas suara tetap jernih dan informatif.

“Rekaman wawancara adalah nyawa berita radio. Kalau audionya tidak jelas, pesan berita tidak akan sampai ke pendengar,” jelas Agus Pambudi saat memberikan materi.

Selain teknik perekaman, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai proses editing audio, mulai dari pemotongan suara, penggabungan bagian penting, hingga pembersihan noise atau gangguan suara. Mahasiswa diwajibkan menguasai perangkat lunak pengolah audio agar mampu bekerja cepat dan efisien sesuai ritme kerja redaksi radio.

Salah satu peserta magang, Ahmad Muhlisurridho, mengaku pelatihan ini sangat membantunya memahami standar kerja jurnalistik radio secara nyata.

“Kami jadi tahu bahwa produksi berita radio tidak sesederhana merekam suara. Banyak detail teknis yang harus diperhatikan agar hasilnya nyaman didengar dan siap siar,” ungkapnya.

Wawasan yang diberikan oleh News Director PAS FM Pati ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan industri radio saat ini, khususnya dalam bidang jurnalistik audio. Pihak PAS FM berharap pembekalan ini dapat meningkatkan kualitas lulusan magang IPMAFA agar lebih siap bersaing di dunia penyiaran.

Pengalaman memproduksi berita radio dari tahap awal hingga siap siar memberikan pengalaman kerja nyata yang berharga bagi mahasiswa IPMAFA. Penarikan mahasiswa KKK/magang dijadwalkan akan dilakukan setelah mereka menyelesaikan tugas akhir berupa produksi berita audio secara mandiri sebagai bentuk evaluasi akhir pembelajaran.





Mahasiswa Magang Perdalam Teknik Editing Foto Bersama Editor Profesional Nika Studio

Pati, 13 Oktober 2025 — Azkiya Luthfan Hakim, peserta magang di Nika Studio, mengikuti kegiatan pembelajaran dasar editing foto menggunakan perangkat lunak Adobe Lightroom bersama Dwi Ramdanu, editor profesional studio tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Studio Nika dan menjadi salah satu agenda penting dalam peningkatan keterampilan teknis peserta magang di bidang visual.

Dalam sesi pembelajaran ini, Azkiya memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai alur kerja dasar seorang editor foto. Materi yang diberikan meliputi proses menyeleksi foto terbaik, pengaturan warna (color grading), pencahayaan, hingga penggunaan teknik masking untuk memperhalus detail tertentu dan memperkuat karakter visual pada foto.

Dwi Ramdanu menjelaskan bahwa penguasaan teknik dasar Lightroom merupakan fondasi penting bagi siapa pun yang ingin berkecimpung di dunia fotografi dan editing profesional. Menurutnya, proses editing harus dilakukan secara terukur agar hasil foto tetap natural namun memiliki nilai estetika yang kuat.

“Editing bukan hanya soal mempercantik foto, tetapi bagaimana menyampaikan cerita visual melalui warna, cahaya, dan detail yang tepat,” jelas Dwi Ramdanu.

Melalui pelatihan ini, Azkiya tidak hanya belajar aspek teknis, tetapi juga memahami bagaimana standar kerja profesional diterapkan dalam proses editing foto di studio. Ia mengaku kegiatan tersebut sangat membantu dalam menambah wawasan dan keterampilannya selama magang.

“Saya jadi lebih memahami tahapan editing yang benar dan rapi. Bimbingan langsung dari editor membuat saya lebih percaya diri untuk mengolah foto dokumentasi maupun karya visual lainnya,” ungkap Azkiya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta magang agar siap mengaplikasikan kemampuan editing foto dalam berbagai proyek dokumentasi selama masa magang. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen Nika Studio dalam memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan aplikatif bagi mahasiswa magang.





Nika Studio Bimbing Mahasiswa KPI IPMAFA Kuasai Dasar Fotografi

                                

Pati, 2 November 2025 — Azkiya Luthfan Hakim, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), mengikuti kegiatan pembelajaran teknik dasar fotografi studio selama program magang di Nika Studio, Minggu (2/11). Kegiatan ini bertujuan membekali peserta magang dengan pemahaman awal mengenai fotografi studio, khususnya terkait pencahayaan dan pengaturan kamera secara profesional.

Dalam sesi pembelajaran tersebut, Azkiya mendapatkan arahan langsung dari Dimas Maulana, fotografer profesional Nika Studio. Dimas menjelaskan konsep dasar fotografi yang dikenal sebagai segitiga exposure, yang meliputi pengaturan ISO, shutter speed, dan aperture. Ketiga unsur tersebut dijelaskan sebagai komponen utama yang saling berkaitan dalam menentukan tingkat pencahayaan dan kualitas visual sebuah foto.

Selain pemaparan teori, peserta magang juga diperkenalkan pada penggunaan peralatan studio seperti lampu lighting, reflektor, serta pengaturan posisi objek dan kamera. Pendekatan ini dilakukan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya langsung dalam praktik pemotretan di studio.

“Dasar fotografi itu penting, terutama memahami exposure. Kalau sudah paham ISO, shutter speed, dan aperture, proses pengambilan gambar akan jauh lebih terkontrol,” ujar Dimas Maulana saat memberikan arahan kepada peserta magang.

Azkiya juga mendapatkan pembelajaran mengenai teknik dasar pose dalam fotografi studio. Melalui demonstrasi dan pendampingan langsung, ia dilatih untuk memahami sudut pengambilan gambar, ekspresi objek, serta komposisi foto agar hasil visual terlihat lebih menarik dan profesional.

Azkiya mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat baginya. “Saya jadi lebih paham bagaimana mengatur kamera dan lighting di studio. Materi yang diberikan sangat membantu, terutama untuk kebutuhan dokumentasi dan karya visual ke depannya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Nika Studio berharap mahasiswa magang mampu menguasai keterampilan dasar fotografi yang dapat menunjang kebutuhan dokumentasi, baik di lingkungan kerja profesional maupun dalam pengembangan proyek kreatif pribadi di masa mendatang.





Dari Rekaman hingga Siap Tayang: Pengalaman Irfan Mengolah Berita di Ruang Produksi PAS FM

Pati - Kegiatan magang di Radio PAS FM Pati memberikan pengalaman langsung kepada Irfan Jalalil Ikrom dalam proses produksi berita radio. Salah satu kegiatan utama yang dijalaninya berlangsung di ruang produksi, tempat Irfan melakukan perekaman suara berita sekaligus proses editing audio sebelum ditayangkan. Ruangan tersebut dipenuhi berbagai perangkat teknis seperti mixer, komputer editing, serta arsip produksi yang menjadi bagian penting dalam proses siaran harian.

Sebagai peserta magang, Irfan tidak hanya mempraktikkan cara membaca naskah berita dengan intonasi yang tepat, tetapi juga mempelajari bagaimana sebuah materi audio diproses hingga siap mengudara. Dalam kegiatan ini, ia mendapatkan arahan langsung dari pembimbing magang dan tim produksi yang membimbingnya memahami alur kerja redaksi radio secara menyeluruh.

Proses editing yang dilakukan meliputi pemotongan suara, penyesuaian volume, hingga memastikan tidak terdapat noise yang dapat mengganggu kualitas siaran. Pengalaman teknis tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa magang, mengingat kemampuan mengolah audio merupakan keterampilan dasar dalam dunia penyiaran radio.

“Setiap audio yang masuk harus diperiksa dengan teliti. Berita yang diputar di radio harus jelas, rapi, dan nyaman didengar pendengar,” demikian arahan pembimbing produksi saat Irfan mengikuti sesi pelatihan teknis di ruang produksi.

Irfan mengungkapkan bahwa keterlibatannya secara langsung dalam proses produksi memberikan pemahaman baru tentang dunia penyiaran radio. “Saya jadi tahu bahwa pekerjaan di radio tidak hanya soal membaca berita, tetapi juga bagaimana mengolah suara agar layak siar. Proses editing menuntut ketelitian dan kesabaran,” ujarnya.

Melalui kegiatan di ruang produksi ini, Irfan memahami bagaimana proses kerja di balik layar sebuah radio berlangsung, mulai dari perekaman, penyuntingan, hingga memastikan berita benar-benar siap tayang. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam memahami standar kerja jurnalistik radio, khususnya pada aspek teknis yang tidak terlihat oleh publik namun sangat menentukan kualitas siaran.

Kegiatan magang ini juga menambah wawasan Irfan mengenai profesionalisme dalam penyiaran, sekaligus memperkuat keterampilannya dalam produksi konten audio yang baik, informatif, dan layak siar.





Mahasiswa IPMAFA Dapat Pengalaman Berharga KKK di Kantor Bupati Rembang, Fokus pada Dokumentasi Prokopimda

REMBANG — Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), M. Syafiq Noor Riza, memperoleh pengalaman lapangan berharga selama menjalani program Kuliah Kerja Kompetensi (K3) di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokopimda) Kabupaten Rembang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Bupati Rembang, Jalan P. Diponegoro No. 90, Rembangan, Tasikagung, Kecamatan Rembang, Jawa Tengah.

Selama masa penugasan, Syafiq terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pemerintahan daerah, khususnya pada bidang dokumentasi kegiatan pimpinan daerah yang memiliki peran strategis dalam mendukung publikasi informasi dan pelaporan resmi pemerintah.

Di bawah arahan staf Prokopimda, Syafiq membantu tim dalam mengelola dokumentasi berupa foto dan video untuk kebutuhan internal maupun publikasi resmi. Ia mengikuti sejumlah agenda Bupati dan Wakil Bupati Rembang, seperti kunjungan kerja, rapat koordinasi, pertemuan dengan masyarakat dan organisasi, serta kegiatan seremonial dan formal pemerintahan.

Dalam setiap kegiatan, Syafiq bertugas mengambil foto dan video yang merekam momen penting, suasana acara, serta interaksi pimpinan daerah dengan peserta kegiatan. Hasil dokumentasi tersebut kemudian diproses sebagai bahan arsip dan publikasi.

Selain pengambilan gambar, Syafiq juga terlibat dalam penyusunan arsip dokumentasi, mulai dari penyortiran foto dan video, pemilihan materi terbaik, pengelompokan berdasarkan tanggal dan nama kegiatan, hingga pengarsipan ke dalam database dokumentasi Prokopimda. Arsip tersebut menjadi dasar laporan internal dan bahan rilis berita resmi pemerintah daerah.

Syafiq juga mendapat kesempatan mengasah kemampuan editing foto dan video, meliputi penyesuaian warna, komposisi visual, serta peningkatan kualitas gambar agar siap dipublikasikan sesuai standar visual kehumasan pemerintah daerah. Selain itu, ia dilibatkan dalam penyusunan caption dan narasi singkat untuk foto-foto resmi, sehingga terlatih menyampaikan informasi publik secara jelas, ringkas, dan sesuai etika komunikasi pemerintahan.

Dalam pelaksanaan tugas, koordinasi dengan tim protokol, staf humas, dan tim teknis lapangan menjadi bagian penting dari proses kerja. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pola kerja pemerintahan yang profesional dan terstruktur.

Syafiq mengungkapkan bahwa pengalaman K3 di Prokopimda Kabupaten Rembang sangat berkesan baginya.
“Tugas dokumentasi membuat saya belajar banyak hal, mulai dari teknis fotografi, etika pengambilan gambar saat acara resmi, hingga proses publikasi pemerintahan. Saya merasa lebih percaya diri karena mendapat bimbingan langsung dari staf Prokopimda,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, kepekaan terhadap situasi lapangan, serta kemampuan komunikasi lintas instansi. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja profesional.

Pihak Prokopimda Kabupaten Rembang turut memberikan apresiasi atas kontribusi Syafiq selama menjalani program K3. Semangat belajar dan ketelitiannya dalam mengelola dokumentasi dinilai memberikan dampak positif bagi kelancaran kegiatan kedinasan.

Melalui program Kuliah Kerja Kompetensi ini, mahasiswa IPMAFA diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan akademik secara nyata serta memiliki kesiapan profesional dalam bidang komunikasi, jurnalistik, dan dokumentasi pemerintahan.





Mahasiswa IPMAFA Terjun Langsung Liputan Demo dan Sidang Pemakzulan Bersama Lingkar TV Pati

PATI — Program magang di Lingkar TV Pati memberikan pengalaman lapangan yang signifikan bagi mahasiswa dalam memahami praktik jurnalistik secara langsung. Pengalaman tersebut dirasakan oleh M. Machasinul Ulum, mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), yang selama magang tidak hanya mempelajari teori penulisan naskah berita, tetapi juga terlibat aktif dalam liputan sejumlah peristiwa penting di Kabupaten Pati.

Lingkar TV Pati yang beralamat di Jalan Dr. Wahidin No. 2, Pati Lor, Kecamatan Kota Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, membuka ruang pembelajaran komprehensif bagi mahasiswa magang. Mahasiswa dilibatkan dalam seluruh rangkaian kerja jurnalistik, mulai dari perencanaan liputan, pengambilan gambar di lapangan, hingga penyusunan naskah berita untuk tayangan televisi.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Machasinul Ulum adalah keterlibatannya dalam peliputan aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Anti Premanisme yang berlangsung di Alun-alun Juwana. Dalam liputan tersebut, ia belajar menerapkan teknik pengambilan gambar lapangan, mengamati dinamika massa, mencatat informasi penting, serta menyusun naskah berita berdasarkan fakta yang terjadi di lokasi.

Selain meliput aksi demonstrasi, Machasinul Ulum juga turut serta dalam peliputan sidang pemakzulan Bupati Pati yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Pati. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung mengenai mekanisme peliputan isu politik dan pemerintahan, termasuk koordinasi antara reporter dan kameramen dalam menangkap dinamika sidang di ruang legislatif.

“Terjun langsung ke lapangan membuat saya lebih memahami bagaimana kerja jurnalistik sebenarnya. Mulai dari ketepatan pengambilan data, kerja tim di lapangan, hingga tanggung jawab menyajikan informasi yang akurat kepada publik,” ujar Machasinul Ulum.

Ia menambahkan bahwa pengalaman magang di Lingkar TV Pati memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja di industri penyiaran. Pengetahuan yang diperoleh, baik dalam penulisan naskah maupun liputan langsung, dinilai menjadi bekal penting untuk menapaki karier di bidang jurnalistik.

Melalui program magang ini, Lingkar TV Pati berharap mahasiswa dapat mengasah kemampuan teknis, meningkatkan profesionalisme, serta membangun kesiapan mental sebagai calon jurnalis muda. Program tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Lingkar TV Pati dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang media dan penyiaran.





Pengalaman Magang Mahasiswa IPMAFA Menjadi News Anchor di Lingkar TV Pati

PATI — Program magang di Lingkar TV Pati memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa yang ingin menekuni dunia jurnalistik dan penyiaran televisi. Salah satu pengalaman tersebut dirasakan oleh M. Machasinul Ulum, mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), yang mendapat kesempatan mempelajari langsung peran news anchor atau pembaca berita profesional.

Lingkar TV Pati yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin No. 2, Pati Lor, Kecamatan Kota Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa magang melalui pelatihan teknis dan nonteknis di bidang penyiaran. Materi yang diberikan meliputi penguasaan bahasa jurnalistik, pengaturan intonasi dan artikulasi, serta performa pembaca berita saat tampil di depan kamera.

Dalam proses pelatihan, Machasinul Ulum mendapatkan bimbingan langsung dari tim newsroom dan produser siaran. Ia dilatih membaca berita dengan memperhatikan penekanan kata, ekspresi wajah, serta pengendalian tempo agar informasi dapat tersampaikan secara jelas, informatif, dan nyaman diterima pemirsa.

“Menjadi news anchor tidak hanya soal membaca teks, tetapi juga bagaimana menyampaikan informasi dengan tepat, tenang, dan sesuai konteks berita,” ujar Machasinul Ulum.

Selain kemampuan berbicara di depan kamera, Ulum juga dibekali pemahaman tentang penyusunan naskah berita, yang menjadi fondasi penting dalam tugas seorang news anchor. Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait struktur naskah, pemilihan diksi, dan alur penyampaian berita yang efektif.

“Dari proses ini saya memahami bahwa sebuah berita tidak muncul begitu saja. Ada tahapan penulisan, penyuntingan, hingga akhirnya siap dibacakan di studio,” tambahnya.

Pengalaman magang tersebut memberikan gambaran nyata mengenai suasana kerja di industri penyiaran televisi. Mulai dari persiapan naskah, latihan vokal, simulasi siaran di studio, hingga praktik membaca berita layaknya anchor profesional menjadi pengalaman berharga yang memperkaya keterampilan jurnalistik Machasinul Ulum.

Melalui program magang ini, Lingkar TV Pati menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang media penyiaran. Pihak redaksi berharap program tersebut dapat melahirkan generasi muda yang siap berkarier di industri media, baik sebagai reporter, penulis naskah, maupun news anchor profesional.





Penguatan Kompetensi Mahasiswa KPI IPMAFA Melalui Siaran di PAS FM Pati

PATI — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA menyelesaikan program magang selama 45 hari di PAS FM Pati dengan menggelar acara perpisahan bersama jajaran pembimbing radio. Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan plakat kenang-kenangan sebagai ungkapan terima kasih atas bimbingan dan pendampingan profesional selama program magang berlangsung.

Selama menjalani magang, mahasiswa mendapatkan pembinaan intensif sejak hari pertama, termasuk pengenalan dasar pengeditan audio menggunakan perangkat yang tersedia di studio. Mereka mempraktikkan langsung proses penyuntingan suara untuk memahami standar kualitas audio yang layak ditayangkan dalam siaran radio.

“Magang di PAS FM memberi kami pengalaman nyata tentang bagaimana audio yang baik diproduksi. Kami belajar bahwa detail kecil sangat berpengaruh pada kualitas siaran,” ujar salah satu mahasiswa magang KPI IPMAFA.

Selain pembelajaran di studio, mahasiswa juga diterjunkan langsung ke lapangan untuk mencari dan mengolah berita yang relevan bagi kebutuhan siaran PAS FM Pati. Dalam proses tersebut, mahasiswa berinteraksi dengan berbagai narasumber untuk memperoleh data dan informasi yang akurat sebagai bahan penyusunan konten jurnalistik harian.

Mahasiswa juga dilatih menyusun naskah radio sesuai standar penyiaran, serta melakukan latihan perekaman dan pembacaan naskah. Kegiatan ini bertujuan melatih teknik vokal, artikulasi, dan intonasi agar pesan dapat tersampaikan secara jelas dan menarik kepada pendengar.

Pembimbing magang PAS FM Pati, Agus Pambudi, mengapresiasi semangat dan kedisiplinan mahasiswa selama mengikuti program magang.

“Mahasiswa KPI IPMAFA menunjukkan kemauan belajar yang tinggi. Mereka tidak hanya cepat memahami teknis siaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan ritme kerja radio,” ungkapnya.

Acara perpisahan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pembimbing dan mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin selama magang. Mahasiswa berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal penting dalam mengembangkan kompetensi jurnalistik dan penyiaran ketika memasuki dunia kerja profesional.





Dari Kampus ke Studio: Mahasiswa KPI IPMAFA Pelajari Editing Audio Profesional di PAS FM Pati

PATI — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA memulai kegiatan magang resmi di studio PAS FM Pati dengan mempelajari teknik dasar pengeditan audio profesional. Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa untuk memahami proses produksi siaran radio secara teknis dan aplikatif.

Pelatihan editing audio dipandu oleh Agus Pambudi, selaku pembimbing magang di PAS FM Pati. Dalam sesi pengenalan, ia menjelaskan tahapan awal penyuntingan audio yang menjadi fondasi penting dalam produksi siaran radio.

“Materi ini penting agar hasil kerja kalian siap tayang dan memenuhi standar siaran radio,” ujar Agus Pambudi saat memberikan pengarahan.

Dalam praktiknya, mahasiswa mengikuti instruksi penggunaan perangkat lunak editing audio dengan menyunting rekaman latihan yang telah disediakan. Mereka mempelajari teknik dasar pemotongan suara (cutting) untuk memahami struktur audio sebelum melanjutkan ke tahap produksi yang lebih kompleks.

Mahasiswa juga mempraktikkan cara merapikan suara dengan memanfaatkan alat editing dasar yang tersedia di ruang produksi utama PASFM Pati. Proses ini meliputi penyesuaian volume, pengaturan keseimbangan audio, serta pembersihan noise agar kualitas suara lebih jernih dan layak disiarkan.

Suasana pembelajaran berlangsung aktif saat mahasiswa mendiskusikan hasil editan pertama mereka bersama pembimbing dalam sesi evaluasi. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh arahan teknis tambahan guna meningkatkan ketelitian serta memahami alur produksi audio secara lebih terstruktur.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, mahasiswa menyimpan hasil editan terbaru sebagai referensi portofolio dan bahan evaluasi untuk pengembangan keterampilan editing audio pada sesi magang berikutnya. Setelah menguasai dasar-dasar penyuntingan audio, mahasiswa melanjutkan ke materi lanjutan sebagai bekal menuju produksi siaran radio yang profesional.





Mahasiswa Magang KPI IPMAFA Ikuti Apel Hari Santri Nasional 2025 Bersama Bupati Rembang

REMBANG — Mahasiswa semester VII Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA, Wirda dan Fatimah, yang tengah menjalani program magang di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokopimda) Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang, turut mengikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Bupati Rembang, Rabu (22/10/2025).

Apel peringatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Rembang, H. Harno, S.E., dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk para santri dari sejumlah pesantren di Kabupaten Rembang. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang dan menghormati peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa, sekaligus meneguhkan kontribusinya dalam penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Wirda mendapat tugas menyusun berita acara pelaksanaan apel, mulai dari pencatatan rangkaian kegiatan, pendokumentasian informasi penting, hingga penyusunan naskah laporan resmi. Sementara itu, Fatimah bertanggung jawab dalam proses penyuntingan foto dan video kegiatan apel untuk kebutuhan konten media sosial resmi Pemerintah Kabupaten Rembang, yakni akun Instagram @humasrembang, sebagai bagian dari pembelajaran komunikasi digital pemerintahan.

Selain menjalankan tugas utama magang, Wirda dan Fatimah juga terlibat langsung dalam prosesi penyerahan penghargaan kepada santri Kabupaten Rembang yang berhasil meraih prestasi dalam ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Keduanya bertugas membawa trofi penghargaan yang kemudian diserahkan secara simbolis oleh Bupati Rembang kepada para pemenang. Kabupaten Rembang sendiri tercatat sebagai salah satu daerah penyumbang medali terbanyak dalam kompetisi tersebut.

Rangkaian apel ditutup dengan penampilan marching band santri Kabupaten Rembang, yang menambah semarak peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025.

Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan ini, Wirda dan Fatimah memperoleh pengalaman nyata terkait peliputan acara resmi pemerintahan, manajemen konten media publik, serta protokol penyerahan penghargaan di lingkungan pemerintah daerah. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam penguatan kompetensi mahasiswa KPI IPMAFA, khususnya di bidang komunikasi kelembagaan dan kehumasan pemerintah.






Pengalaman Lapangan KKK: Mahasiswa KPI IPMAFA Belajar Produksi Berita di Jawa Pos TV

KUDUS — Program Kuliah Kerja Komunikasi (K3) tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata untuk mengenal langsung dinamika industri media dan kreatif. Pengalaman tersebut dirasakan oleh Ahmad Sholahul Fuad, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA, selama menjalani program magang di Jawa Pos Radar Kudus.

Bagi Fuad, K3 merupakan momentum penting untuk mengintegrasikan teori komunikasi dan jurnalistik yang dipelajari di kelas dengan praktik langsung di lapangan. Ia menilai pengalaman magang ini memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja media yang menuntut ketepatan, kecepatan, dan kreativitas.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Fuad adalah keterlibatannya dalam proses produksi berita. Ia terjun langsung dalam berbagai tahapan kerja jurnalistik, mulai dari pencarian data, pengambilan gambar video, hingga dokumentasi foto yang digunakan sebagai bahan pemberitaan.

“Dari pengalaman ini saya benar-benar memahami bagaimana sebuah berita diproduksi dari awal hingga siap dipublikasikan,” ungkap Fuad.

Fuad juga mendapat kesempatan belajar langsung dalam proses pembuatan video liputan yang akan ditayangkan di Jawa Pos TV. Tidak hanya menerima penjelasan teoritis, ia dilibatkan dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pengambilan gambar, penyusunan visual, hingga penyiapan materi berita untuk redaksi.

Melalui penugasan yang diberikan, Fuad bertanggung jawab menyusun berita untuk platform website serta menyiapkan materi video untuk diserahkan kepada tim redaksi. Tanggung jawab tersebut membuka wawasannya mengenai pentingnya detail dalam produksi berita, baik dari sisi akurasi informasi, kualitas visual, maupun kreativitas penyajian konten.

Selain itu, Fuad juga berkesempatan melakukan wawancara dengan berbagai narasumber dalam kegiatan peliputan. Situasi lapangan yang dinamis menuntutnya untuk cepat beradaptasi, termasuk dalam menentukan sudut pengambilan gambar dan menangkap ekspresi narasumber agar sesuai dengan kebutuhan pemberitaan.

“Di lapangan, situasinya sering kali berubah. Dari situ saya belajar pentingnya improvisasi dan kemampuan membaca kondisi saat bekerja sebagai jurnalis,” tambahnya.

Bagi Fuad, pengalaman K3 di Jawa Pos Radar Kudus bukan sekadar pemenuhan syarat akademik, melainkan proses pembelajaran yang membentuk keterampilan teknis, etos kerja, dan kesiapan mental untuk terjun ke industri komunikasi. Ia menilai program magang ini sebagai bekal penting untuk menghadapi dunia kerja secara lebih profesional dan percaya diri.





Mahasiswi KPI IPMAFA Magang di Lingkar TV Pati, Dapat Pengalaman Langsung sebagai Penyiar dan Pengisi Suara Berita

PATI — Ummi Durrotun Niha, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA, memperoleh pengalaman praktis di dunia penyiaran selama menjalani program magang di Lingkar TV Pati, salah satu stasiun televisi lokal terkemuka di wilayah Pati Raya.

Selama mengikuti program magang, Ummi terlibat langsung dalam berbagai tahapan produksi berita. Ia dipercaya menjalankan peran sebagai penyiar berita serta pengisi suara (voice over) untuk sejumlah paket berita harian yang ditayangkan melalui siaran televisi dan platform digital Lingkar TV.

Dalam aktivitas kesehariannya di ruang redaksi, Ummi belajar memahami alur kerja jurnalistik secara menyeluruh, mulai dari perencanaan liputan, penulisan naskah berita, proses pengambilan gambar, hingga tahap akhir penayangan. Saat bertugas sebagai penyiar, ia dituntut tampil profesional di depan kamera dengan menjaga artikulasi, intonasi, ekspresi, serta kesinambungan komunikasi dengan pemirsa.

“Pada awalnya saya merasa gugup ketika harus membacakan naskah berita di depan kamera. Namun berkat bimbingan dari tim redaksi, mulai dari teknik pengucapan hingga pengelolaan ekspresi wajah, saya perlahan bisa beradaptasi dan lebih percaya diri,” ujar Ummi.

Selain tampil sebagai penyiar, Ummi juga mendapat kepercayaan untuk mengisi suara pada berbagai paket berita. Melalui peran tersebut, ia belajar menyesuaikan karakter suara dengan jenis dan muatan berita yang disampaikan.

“Setiap berita memiliki karakter yang berbeda. Ada yang bersifat informatif dan serius, ada pula yang lebih humanis. Dari pengisian suara, saya belajar mengatur tempo, penekanan kata, dan warna suara agar pesan dapat tersampaikan secara efektif,” tambahnya.

Pihak Lingkar TV Pati memberikan apresiasi atas partisipasi aktif Ummi selama menjalani magang. Tim redaksi menilai Ummi mampu beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap dunia jurnalistik penyiaran.

“Kami memberikan kesempatan bagi mahasiswa magang untuk belajar secara langsung di lingkungan kerja media. Dunia broadcasting membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis,” ungkap salah satu staf redaksi Lingkar TV Pati.

Melalui pengalaman magang tersebut, Ummi mengaku memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai etika jurnalistik, manajemen redaksi, serta teknik produksi berita, yang sebelumnya hanya ia pelajari secara teoritis di bangku perkuliahan. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi Ummi untuk menapaki karier di bidang pertelevisian dan media massa.





Mahasiswi KPI IPMAFA Magang di Lingkar TV Pati, Ummi Durrotun Niha Liput Langsung Aksi Demo Pemakzulan Bupati Pati

PATI — Ratusan massa menggelar aksi demonstrasi di depan kompleks Kantor DPRD Kabupaten Pati, Kamis (31/10/2025). Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan tuntutan terkait isu pemakzulan Bupati Pati dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Di tengah situasi lapangan yang dinamis tersebut, Ummi Durrotun Niha, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA yang tengah menjalani program magang di Lingkar TV Pati, turut terjun langsung sebagai reporter lapangan untuk meliput jalannya aksi.

Bagi Ummi, penugasan ini menjadi pengalaman lapangan yang menantang sekaligus berharga selama masa magang. Ia tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga menyampaikan laporan langsung dari lokasi aksi yang dipenuhi orasi massa, bentangan spanduk tuntutan, serta pengamanan aparat.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya meliput aksi demonstrasi dalam skala besar. Situasi di lapangan sangat dinamis dan membutuhkan kesiapan mental serta profesionalitas sebagai reporter,” ujar Ummi.

Dalam peliputannya, Ummi melakukan wawancara dengan perwakilan massa aksi dan aparat keamanan, serta menyampaikan on-cam report mengenai perkembangan situasi di lokasi. Laporan tersebut disiarkan melalui platform digital Lingkar TV Pati.

Menurut Ummi, tantangan utama dalam peliputan aksi demonstrasi adalah menjaga fokus, akurasi informasi, serta keselamatan diri di tengah kerumunan massa.

“Saya belajar bagaimana mengatur posisi saat liputan, membaca situasi lapangan, serta tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik. Tim Lingkar TV selalu mengingatkan agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Pihak redaksi Lingkar TV Pati memberikan apresiasi atas kinerja Ummi yang dinilai mampu beradaptasi dengan cepat dalam situasi peliputan yang penuh tekanan. Keikutsertaannya dalam meliput isu sensitif seperti pemakzulan kepala daerah dinilai sebagai pengalaman penting bagi pembentukan mental dan profesionalitas jurnalis muda.

“Tidak semua peserta magang siap terjun langsung pada momentum besar seperti ini. Ummi menunjukkan keberanian, ketelitian, dan kemampuan komunikasi yang baik di lapangan,” ungkap salah satu staf redaksi Lingkar TV Pati.

Melalui pengalaman tersebut, Ummi mengaku semakin mantap menekuni dunia jurnalistik dan penyiaran. Ia menilai bahwa profesi jurnalis tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga keberanian, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kebenaran informasi.

“Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik secara akurat dan berimbang. Saya bersyukur dapat belajar langsung melalui praktik di lapangan,” pungkasnya.





KKK Laboratorium Dakwah: Belajar Melampaui Zona Nyaman Kampus

Pati — Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan akademik mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA). Program ini bukan sekadar kewajiban kurikuler, melainkan ruang pembelajaran nyata untuk mengasah kepekaan, keterampilan, dan tanggung jawab profesional mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diberikan pilihan lokasi KKK, baik di Laboratorium Dakwah maupun di luar kampus. Setelah melalui berbagai pertimbangan, penulis memilih menjalani KKK di Laboratorium Dakwah. Meski berlokasi di lingkungan kampus tercinta, peserta KKK tetap dituntut memiliki kesadaran kapan harus berkegiatan di dalam kampus dan kapan harus turun langsung ke lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Pelaksanaan KKK di Laboratorium Dakwah dimulai pada awal Oktober dan berlangsung selama 45 hari. Selama periode tersebut, peserta mengikuti beragam aktivitas, baik di dalam maupun di luar kampus. Kegiatan di dalam kampus meliputi keterlibatan dalam berbagai acara di aula, membantu persiapan kegiatan institusional, hingga mendukung pengelolaan Laboratorium Dakwah agar sarana dan prasarana tetap siap digunakan.

Sementara itu, aktivitas di luar kampus menjadi ruang penting untuk melatih kepekaan sosial dan keterampilan jurnalistik. Salah satunya adalah produksi video profil lima tokoh Islam di Kabupaten Pati, dengan durasi sekitar lima hingga sepuluh menit untuk setiap tokoh. Selain itu, peserta KKK juga terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove pada 15 Oktober 2025, yang menjadi pengalaman langsung dalam mendokumentasikan kegiatan sosial dan lingkungan.

Tidak hanya produksi video, peserta KKK Laboratorium Dakwah juga dibebani tugas peliputan berita. Setiap mahasiswa dituntut menerbitkan minimal tiga berita per pekan sebagai tugas individu, serta memproduksi lima video sebagai tugas kelompok. Kegiatan ini melatih konsistensi, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola waktu dalam kerja jurnalistik.

Memang, lingkungan kampus IPMAFA menyediakan banyak peristiwa yang layak dijadikan bahan pemberitaan. Namun, KKK tidak seharusnya menjadikan mahasiswa hanya berdiam di dalam “menara gading”. Turun ke lapangan, menyaksikan langsung realitas masyarakat, serta menangkap dinamika sosial menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

Oleh karena itu, peserta KKK juga meliput berbagai peristiwa di luar kampus, mulai dari berita feature, hard news, hingga soft news. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kerja komunikasi dan dakwah tidak hanya berbicara di ruang kelas atau kampus, tetapi hadir dan menyatu dengan realitas kehidupan masyarakat.

Melalui KKK Laboratorium Dakwah, mahasiswa belajar bahwa keluar dari zona nyaman bukan selalu berarti meninggalkan kampus, melainkan berani melampaui batas rutinitas dan membuka diri terhadap pengalaman baru yang lebih luas dan bermakna.





RRI Surakarta Konsisten Lestarikan Wayang Orang dan Ketoprak, Jadi Ruang Belajar Magang Mahasiswa KPI IPMAFA

 

                 

Surakarta — Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta melalui Programa 4 (Pro 4) secara konsisten menjaga kelestarian budaya Indonesia, khususnya wayang orang dan ketoprak. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar pagelaran seni tradisi secara rutin setiap bulan di Auditorium Sarsito Mangunkusumo, RRI Surakarta.

Pagelaran wayang orang diselenggarakan setiap Selasa pada pekan kedua, sementara ketoprak digelar setiap Selasa pada pekan keempat. Kegiatan ini menjadi agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat, terutama para pecinta seni tradisi di Kota Surakarta dan sekitarnya.

Antusiasme penonton terlihat dari kehadiran warga lintas usia. Bahkan, tidak sedikit penonton lanjut usia yang rela datang pada malam hari demi menyaksikan pertunjukan. Salah satunya adalah Bu Temu, pendengar setia Pro 4 RRI Surakarta.

“Saya selalu semangat setiap waktunya wayang orang atau ketoprak di RRI. Ngebut saya nggoes sepeda biar ndak ketinggalan pentas,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai hiburan sekaligus sarana pelestarian budaya, pagelaran ini juga menjadi media pembelajaran praktik bagi mahasiswa yang tengah menjalani program magang di Pro 4 RRI Surakarta. Para mahasiswa terlibat langsung dalam proses peliputan siaran langsung, produksi konten digital, hingga interaksi dengan pendengar.

Salah satu kelompok magang yang cukup menonjol adalah “The Bimoly”, sebutan yang muncul secara spontan dari pendengar karena keaktifan dan kekompakan mereka selama siaran maupun saat bertugas di lapangan. Kelompok ini terdiri dari tiga mahasiswa magang lintas perguruan tinggi, yakni Nanda, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA); Bimo, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS); serta Shella, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA).

Secara rutin, kelompok ini bertugas meliput pagelaran wayang orang dan ketoprak, membuat video highlight, melakukan wawancara, mengelola tamu, memproduksi konten promosi, hingga berinteraksi langsung dengan para pendengar yang hadir di lokasi.

Koordinator Programa 4 RRI Surakarta, Aris Murtono, mengapresiasi kontribusi dan kinerja kelompok magang tersebut.

“Setiap bulan, pagelaran wayang orang dan ketoprak selalu menjadi momen belajar bagi mahasiswa magang. Kelompok yang dipimpin oleh Nanda ini, kelompok ‘Bimoly’, termasuk yang cukup aktif dan mencolok. Mereka cepat belajar, inisiatifnya bagus, dan hasil konten video yang mereka buat selalu memuaskan untuk kebutuhan publikasi,” ujar Aris Murtono.

Melalui kegiatan ini, RRI Surakarta tidak hanya berperan sebagai lembaga penyiaran publik, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan regenerasi, yang mempertemukan pelestarian budaya dengan pembelajaran jurnalistik generasi muda.





Mahasiswi Magang Lingkar Media Berhasil Terbitkan Dua Liputan di Website dan Koran Lingkar

Pati — Program magang jurnalistik menjadi pengalaman berharga bagi Nela Rikza Oktaviani, mahasiswi yang tengah menjalani magang di Lingkar Media Group. Melalui penugasan liputan mandiri, Nela berhasil menuntaskan dua karya jurnalistik yang tidak hanya dipublikasikan di website Lingkartv.com, tetapi juga lolos proses kurasi hingga terbit di Koran Lingkar edisi cetak.

Dua liputan tersebut mengangkat kisah prestasi pelajar di Kabupaten Pati, yakni Asti Indah Nariswari, siswa SMA Negeri 1 Jakenan yang meraih Golden Ticket IPB 2025, serta Refan Enggi Febrianto, siswa SMK BTB Juwana yang berhasil meraih Juara 1 Nasional AHMBS 2025 melalui inovasi biodiesel berbahan limbah ikan.

Pada liputan pertamanya, Nela mendatangi SMA Negeri 1 Jakenan untuk melakukan wawancara langsung dengan Asti Indah Nariswari. Dalam liputan tersebut, Nela menggali perjalanan Asti hingga berhasil menembus IPB melalui jalur Olimpiade Pertanian Indonesia.

“Saya belajar banyak saat wawancara Asti. Ia menceritakan latar belakang keluarga dan proses perjuangannya secara jujur. Dari situ saya memahami bagaimana menyusun berita human interest yang kuat dan menyentuh,” ujar Nela.

Liputan berikutnya dilakukan di SMK BTB Juwana, tempat Nela menggali lebih dalam inovasi biodiesel BFO yang dikembangkan oleh Refan Enggi Febrianto bersama timnya. Dalam proses tersebut, Nela mewawancarai langsung siswa, guru pembimbing, hingga pihak terkait untuk memastikan data yang disajikan akurat dan berimbang.

“Liputan Refan lebih teknis dan penuh data. Saya harus ekstra teliti agar tidak keliru dalam menyampaikan informasi, karena ini menyangkut karya ilmiah dan inovasi,” jelasnya.

Selama magang, Nela sebenarnya berpasangan dengan rekannya, Pungky Ilham Pamungkas. Namun, demi menjaga keragaman topik dan memperluas sudut pandang pemberitaan, keduanya diarahkan untuk melakukan liputan secara terpisah.

“Awalnya saya ragu karena liputan sendiri itu menantang. Tapi setelah dijalani, saya justru lebih percaya diri dalam mengatur alur wawancara dan menentukan angle berita,” ungkap Nela.

Pengalaman liputan mandiri ini, menurutnya, menjadi proses penting dalam membentuk mental dan ketangguhan sebagai jurnalis lapangan.

Kerja keras Nela berbuah manis. Dua liputannya mendapat respons positif dan dimuat di website Lingkartv.com. Lebih dari itu, redaksi Lingkar Media Group memutuskan untuk menerbitkannya di Koran Lingkar edisi cetak, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi mahasiswa magang.

“Rasanya senang sekali melihat nama saya tercetak di koran. Meski kecil, itu menjadi pengalaman yang sangat berharga dan memotivasi saya untuk terus belajar,” katanya.

Bagi Nela, magang di Lingkar Media Group bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan proses pembentukan karakter dan profesionalisme jurnalistik.

“Saya belajar menghadapi berbagai karakter narasumber, menulis berita straight yang padat, dan memastikan tulisan benar-benar layak terbit. Semoga pengalaman ini menjadi bekal saya untuk terjun ke dunia jurnalistik profesional,” tutupnya.

Kisah Nela menjadi bukti bahwa program magang bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga membuka peluang untuk menghasilkan karya nyata yang diakui publik.




Dari Kelas ke Studio: Mahasiswa Ciptakan Program Berita untuk UAS

 

Dari Kelas ke Studio: Mahasiswa Ciptakan Program Berita untuk UAS

 

Ujian Akhir Semester, Mahasiswa Wujudkan Program Acara Berita Layaknya Televisi Profesional

 

Mahasiswa Tunjukkan Profesionalisme Siar dalam Program Berita UAS

MOST NEWS

DON'T MISS

Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with KPI IPMAFA
CS Icon
Contact Close