Secuil Pengalaman KKK di Perusahaan Televisi Lokal Terbesar di Jawa Timur


KKK atau K3 merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus di lakukan oleh mahasiswa komunikasi dan penyiaran islam. K3 bertujuan memberikan pengalaman kerja bagi kita untuk merasakan bagaimana rasanya dunia kerja yang sesungguhnya. Tak hanya teori, namun juga skill sangat dibutuhkan pada saat ini. Jadi dibutuhkan beberapa kali perenungan untuk memilih dimana tempat menempuh K3. Setelah beberapa kali memikirkan dan merenungkan, salah satu stasiun TV lokal lah yang menjadi Pelabuhan saya yaitu JTV, salah satu televisi local terbesar di Jawa Timur. Selain sebagau salah satu channel TV unggulan Jawa Timur, JTV merupakan salah satu perusahaan yang sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar.

Tak hanya itu, alur masuk untuk K3 di JTV pun tidak terlalu sulit, pertama kita harus menghubungi kontak yang tertera di Instagram JTV, kemudian kita akan mendapatkan panggilan interview jika kualifikasi di CV kita sesuai dengan kebutuhan JTV. Setelah interview, kita akan diarahkan ke divisi yang relevan dengan CV seperti produksi, news, marketing, sosial media dll.

Kebetulan saya sendiri memilih di bagian social media dengan jobdesk editor video. Hal ini saya pilih karena saya ingin mengetahui bagaimana proses manajemen media sosial di perusahaan JTV? Dengan banyaknya folowers dan akun sosial media? Nah disinilah saya banyak belajar, bagaimana memanajemen seluruh konten, bagaimana membuat kontan setiap hari. Kebetulan saya mendapat tugas untuk membuat konten berupa video pendek yang diupload di akun Instagram @JTVNewscom, salah satu akun yang fokus pada produksi video pendek tentang berita terkini, dengan target harian yang tidak begitu sulit yakni hanya dua video per hari. Mudah bukan kelihatannya?

Namun tidak semudah itu, pertama kita harus mencari berita yang menarik. Beberapa berita sudah disiapkan di server, namun kita harus memilih berita apa yang cocok dan menarik. Kemudian kita harus membuat naskah berita, naskah inilah yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan video pendek. Setelah naskah di ACC maka kita harus memotong beberapa klip video. Tak cukup hanya memotong, tetapi juga harus mengatur agar gambar menarik, karena format video yang kita terima berbentuk lanscap yang harus dirubah menjadi portrait. Kemudian barulah kita masukan potongan klip tersebut berdasarkan naskah yang sudah kita miliki. Setelah selesai, projek akan dipindah di server, dengan tujuan untuk koreksi lebih lanjut oleh staff sosmed. Setelah semua dirasa benar, maka hasilnya akan dipindah lagi ke bagian admin untuk pengunggahan (upload). 

Seperti itulah yang terjadi setiap hari, teman-teman. Meski terkesan ribet, tetapi jika semua jobdesk sudah selesai, kita bisa kok jalan-jalan untuk melihat bagaimana divisi produksi maupun divisi yang lain bekerja.

Kontributor: Syahid Nur Rohman

0 Comments