Kunjungi Praktek KKK KPI 2023, Prodi Pastikan Skill dan Pengalaman Mahasiswa KPI Bertambah

 


Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) KPI Ipmafa dilaksanakan di beberapa tempat yang menunjang kompetensi mahasiswa KPI seperti Production House, studio, agency, stasiun radio dan TV, lembaga periklanan, dan media penyiaran dan pemberitaan. Di tahun 2023, Prodi masih menetapkan kebijakan yang sama bahwa tempat KKK dapat diusulkan oleh mahasiswa sendiri dengan syarat harus mengikuti ketentuan terkait tempat KKK yang berlaku.

Pada prakteknya, para mahasiswa KPI memiliki pilihan yang beragam. Sebagian memilih untuk melakukan KKK di luar kampus seperti di Inmotion Creative Trangkil, Masa Musik Studio Pati, Second Syndicate Studio Semarang, Nika Studio Pati, dan adapula yang di kampus Ipmafa sendiri yaitu di Studio Brodcasting Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat.

Di sela-sela mahasiswa melaksanakan KKK, Prodi KPI memastikan bahwa mahasiswa benar-benar melaksanakan kegiatan KKK dengan maksimal sehingga mendapat pengalaman lapangan yang sesuai. Kaprodi KPI Isyrokh Fuaidi bersama dosen pembimbing lapangan melakukan monitoring di masing-masing tempat KKK sehingga dapat melihat secara langsung.   






Ipmafa Selenggarakan Wisuda ke 12 di Tahun 2023









Pengalaman dan Keseruan Produksi Video Klip Saat KKK di Masak Musik Pati


Oleh : Ramadhani K. A

Kuliah Kerja Komunikasi bukan sekedar mata kuliah yang hanya dilaksanakan sebagai syarat kelulusan, K3 sangat penting karena mahasiswa akan merasakan bagaimana berpartisipasi secara langsung di lapangan. Tak hanya teori, namun juga skill sangat dibutuhkan di dunia kreatif. Dengan adanya K3 ini memberikan ilmu dan pengalaman yang nyata bagi mahasiswa yang melaksanakan dengan baik.

Ramadhani K.A atau lebih sering dipanggil Kriting merupakan mahasiswa IPMAFA yang di tahun 2023 ini melaksanakan K3 (Kuliah Kerja Komunikasi) di studi Masak Music Pati. Selama KKK ini ia mendapatkani kesempatan untuk belajar membuat video clip yang baginya memberikan banyak inspirasi dan pengalaman baru dalam dunia konten dan penyiaran. 

Di dunia medsos dan gadget sekarang ini, biasanya memang dibutuhkan visualisasi dalam bentuk video klip untuk melengkapi sebuah lagu. Video klip ini memiliki alur cerita berdasarkan genre musik yang kemudian divisualisasikan. Video klip adalah kumpulan potongan-potongan visual yang dirangkai dengan atau tanpa efek tertentu dan disesuaikan berdasarkan ketukan-ketukan pada irama lagu, nada, lirik, instrumen dan penampilan grup music untuk mengenalkan dan memasarkan produk lagu agar dapat dikenal di kalangan masyarakat.

Menurut Ramadhani, dalam beberapa produksi video clip ia diberi kesempatan untuk membuat scene dan shot yang akan diambil. "Saya belajar memperdalami ilmu tentang Produksi Video Klip. Selain itu saya juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi asisten sutradara dan kameramen. Ketika pembuatan video clip, ada beberapa hal yang menjadi tantangan buat saya, bukan hanya tantangan untuk memilih adegan dan pengambilan gambar."

Ramadhani juga mendapatkan pengalaman menarik ketika mengatur anak-anak dalam porduksi sebuah konten dan itu menjadi tantangan yang cukup sulit. "Mengatur anak kecil itu susahnya bukan main, selain mereka yang hanya bermain dan bermain mereka juga punya cara sendiri untuk mengekspresikan sesuatu." jelasnya.

Kegiatan produksi video klip


Produksi Konten Promosi

Selain membuat video clip, ketika magang di masak musik Ramadhani membuat konten promosi di Event Srawung Karya 2 dimana Masak Musik Pati menjadi penyengara lomba nyanyi solo dan lomba band. Dalam kesempatan ini mahasiswa yang praktek KKK diberi wewenang untuk mengonsep bentuk promosi dan membuat konten-konten promosi yang ditayangkan di Instagram. Saat itu Ramadhani mendapatkan banyak pelajaran karena harus membuat konten yang unik dan menarik sehingga dapat menarik peserta.

"Saya juga dilatih untuk mandiri saat produksi seperti bagaimana cara kita untuk memanage seluruh aktivitas produksi sendiri. Dengan begitu saya merasakan pengalaman yang sangat berharga. . Disamping itu juga dapat mempraktekan ilmu yang didapat secara langsung sehingga menambah pengalaman dan memberikan kesan tersendiri."

Kerjasama Dengan Pihak Luar

Mahasiswa K3 selama KKK juga melakukan kerjasama untuk membuat Video Klip bersama SD Pati Kidul yang sangat antusias dan asik dalam pembuatan video klip ini. Dalam pembuatan video membutuhkan skill untuk memanipulasi gambar dengan konsep yang jelas. "Kita dapat mengambil gambar dengan cara merekam atau memotret sebuah kejadian. Hasil-hasil tadi dapat dimasukan sebuah file kemudian kita merangkainya menjadi alur cerita seperti yang telah dikonsepkan." jelasnya

Video Klip dikenal dengan sebuah tayangan audio dan visual yang durasinya berkisar antara 1-5 menit yang memvisualisasikan lirik dan musik dari musisi. Dalam kerjasama ini, yang akan dijadikan objek adalah video klip musik. Vidio klip bagi seorang musisi menjadi alat yang akan membantu mereka dalam menyampaikan pesan musik yang diinginkan. Video klip mampu menunjukan atau menkomunikasikan keinginan musisi kepada audiensinya.

"Dari KKK ini, banyak hal yang kami pelajari terkait pentingnya produksi video klip. Video klip bisa mempromosikan sesuatu sehingga lebih memudahkan orang dalam mengenal sesuatu." tuturnya.

Menyulam Kreativitas Dalam Promosi Event, Kegiatan KKK Ali Mahmudi di Masak Musik Pati


Selain menghadirkan kepiawaian dalam produksi video klip, perjalanan Ali Mahmudi selama magang di Masak Musik Pati menghadirkan pengalaman berharga dalam menciptakan konten promosi untuk Event Srawung Karya 2. Sebagai penyelenggara lomba solo dan band, Masak Musik memberikan Ali dan timnya tanggung jawab untuk mengonsep dan menciptakan konten promosi yang unik dan menarik untuk disajikan di Instagram.

Membangun Konsep Promosi yang Kreatif

Ali Mahmudi bersama timnya mendapat kepercayaan untuk mengonsep bentuk promosi acara, yang melibatkan pengembangan ide-ide kreatif untuk menarik perhatian audiens. Dalam proses ini, mereka harus memahami esensi dan daya tarik dari event Srawung Karya 2 agar dapat mengkomunikasikan pesan yang sesuai dan menarik.

Pembuatan Konten Promosi di Instagram

Setelah mengembangkan konsep, Ali terlibat langsung dalam pembuatan konten promosi yang ditayangkan di platform Instagram. Ini melibatkan pemilihan visual yang efektif, penulisan teks yang menarik, dan strategi penempatan konten yang tepat waktu. Ali belajar bahwa promosi di media sosial memerlukan pemahaman mendalam tentang preferensi dan tren audiens target.

Pembelajaran dari Tantangan Konten Unik

Membuat konten promosi untuk lomba nyanyi solo dan band membawa Ali pada tantangan khusus. Mereka harus memastikan bahwa konten yang dihasilkan tidak hanya informatif tetapi juga unik dan menarik. Hal ini melibatkan proses kreatif dalam memilih elemen visual, memilih gaya bahasa yang tepat, dan menyajikan informasi dengan cara yang memikat.

Faktor Menarik Peserta sebagai Fokus Utama

Dalam pelaksanaannya, Ali dan timnya menyadari bahwa daya tarik konten promosi harus memenuhi ekspektasi peserta. Mereka belajar untuk melihat dari sudut pandang peserta, menciptakan sesuatu yang dapat memberikan nilai tambah dan menarik partisipasi. Inilah momen di mana keterlibatan langsung dengan target audiens membawa pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan keinginan mereka.


Kesimpulan: Keterlibatan Aktif dalam Dunia Promosi

Bagi Ali Mahmudi, magang di Masak Musik Pati bukan hanya tentang produksi video klip, tetapi juga melibatkan keterlibatan aktif dalam dunia promosi. Menghadapi tantangan untuk menciptakan konten yang tidak hanya informatif tetapi juga kreatif dan menarik, Ali memperoleh keterampilan berharga dalam memahami pasar dan mengomunikasikan pesan secara efektif. Dengan demikian, pengalaman ini tidak hanya melengkapi keahliannya dalam produksi, tetapi juga membuka pintu menuju pemahaman mendalam tentang strategi promosi yang efektif dalam industri kreatif.

Meresapi Kreativitas Melalui Kuliah Kerja Komunikasi, Pengalaman Ali Mahmudi di Masak Musik Pati


Kuliah Kerja Komunikasi (K3) tidak hanya menjadi batu loncatan menuju kelulusan, namun juga merupakan pintu gerbang bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer nyata di dunia kreatif. Ali Mahmudi, mahasiswa IPMAFA, menyadari pentingnya K3 sebagai ajang penggabungan teori dan praktik yang tak ternilai. Salah satu pengalaman berharga Ali dalam K3 adalah ketika ia terlibat dalam pembuatan video klip di Masak Musik Pati.

Penerapan Teori dalam Produksi Video Klip

Ali merasa beruntung karena mendapat kesempatan untuk belajar secara langsung dalam pembuatan video klip. Dalam proses ini, ia tidak hanya diberikan teori tentang produksi video klip, tetapi juga diajak untuk langsung terlibat dalam setiap tahapan. Dengan demikian, ia dapat memahami secara menyeluruh bagaimana teori yang dipelajarinya di kelas dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Menyelami Dunia Produksi: Scene dan Shot

Dalam pembuatan video klip, Ali mendapatkan tanggung jawab untuk membuat scene dan shot yang akan diambil. Hal ini membuka wawasan baru baginya tentang bagaimana setiap detail dalam sebuah produksi dapat mempengaruhi hasil akhir. Pengalaman ini tidak hanya menuntut kecermatan, tetapi juga mengasah kemampuan kreatifnya dalam menghadirkan visual yang menarik.

Peran Sebagai Kameramen

Selain sebagai perancang adegan, Ali juga mendapat kesempatan untuk menjadi kameramen. Tugas ini membawa tantangan tersendiri karena mengharuskannya untuk menangkap momen-momen penting dengan presisi. Pengalaman ini tidak hanya mengasah keterampilan teknisnya sebagai seorang kameramen, tetapi juga mengajarkannya tentang keterampilan interpersonal dalam berkolaborasi dengan tim produksi.



Tantangan dalam Mengarahkan Anak-Anak

Salah satu momen menarik yang dihadapi Ali adalah ketika ia diberi tanggung jawab untuk mengarahkan anak-anak dalam video klip. Menyadari bahwa mengatur anak-anak bukanlah tugas yang mudah, Ali harus berimprovisasi dan menghadapi tantangan unik dalam mendapatkan ekspresi yang diinginkan dari mereka. Pengalaman ini memberinya perspektif berharga tentang bagaimana beradaptasi dengan situasi yang dinamis di lapangan.

Kesimpulan: Ilmu dan Pengalaman Nyata dari K3

Bagi Ali Mahmudi, K3 di Masak Musik Pati bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan sebuah petualangan yang memberikan ilmu dan pengalaman yang tak ternilai harganya. Melalui keterlibatannya dalam produksi video klip, Ali memperoleh wawasan mendalam tentang dunia kreatif, mengasah keterampilan teknisnya, dan menghadapi tantangan yang membentuknya sebagai seorang yang tangguh di dunia industri komunikasi. Pengalaman ini, tanpa diragukan lagi, telah melengkapi perjalanan akademis Ali Mahmudi menuju kesuksesan di dunia kerja.

Praktek KKK Perdalam Skill Gambar Ilustrasi di SecondSyndicate Semarang


Kuliah Kerja Nyata (KKK) merupakan salah satu syarat untuk kelulusan S1 di Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA). Bagi mahasiswa semester 7 jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam di IPMAFA, pengalaman ini memiliki dampak yang cukup besar karena memungkinkan kami menggali potensi praktis sesuai dengan pengetahuan di bangku perkuliahan yang telah kami peroleh selama enam semester terakhir. Dalam KKK, kami berkesempatan belajar dan mengembangkan diri di dunia kerja, merasakan langsung dinamika bekerja sesuai dengan potensi yang kami miliki.

Saya Nurhadi Ichsan, mahasiswa yang telah melaksanakan KKK di PH SecondSyndicate Semarang, tepatnya di Desa Genuk Sari, Kecamatan Genuk, Kabupaten Semarang. Cukup banyak hal yang sudah saya pelajari selama KKK di SecondSyndicate terkait pembuatan gambar ilustrasi. Tentu menjadi suatu yang menarik dan berharga dapat mengikuti serangkaian proses dan praktek meliputi riset, sketching, line art, blocking, inking dan yang terakhir coloring. Dalam gambar ilustrasi, proses pengerjaannya tidak sesederhana seperti kelihatannya, bisa memakan waktu berhari-hari bahkan bisa sampai seminggu.

Tak hanya membuat sebuah ilustrasi, disini di SecondSyndicate juga mempunyai tugas membuat konten terutama YouTube dan Instagram. Dimulai dengan proses syuting bersama owner yang memakan waktu setengah hari, lalu setelah itu melakukan proses editing agar konten bisa lebih menarik untuk di publish maupun hanya sekedar story. Hal ini membuat kita bisa mempraktekan ilmu yang kita dapat saat melakukan mata perkuliahan dan mempraktekannya saat melaksanakan KKK.

Kontributor: Nurhadi Ichsan

Pengalaman KKK 2023 Menjadi Editor Foto Studio


Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) bagi Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA semester 7 merupakan hal yang sangat penting, dimana pada tahapan ini mahasiswa tidak sekedar terjun secara langsung di dunia kerja, namun juga dituntut untuk belajar mengembangkan potensi diri dan mengaplikasikan ilmu yang mahasiswa peroleh selama masa perkuliahan. Selama KKK nantinya mahasiswa akan mendapatkan ilmu dan pengalaman serta merasakan bagaimana terjun di dunia kerja yang sesungguhnya.

Sedikit cerita dari Muhammad Akmal Muthohhar atau sering dipanggil Akmal, salah satu mahasiswa KPI yang melaksanakan KKK di Nika Studio Pati di desa Jakenan tepatnya di Jl. Glonggong, Tanianyar, Glonggong, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Selama KKK berlangsung, Akmal ditempatkan di bagian yang cukup penting yaitu editing foto namun sesekali juga mendapat bagian fotografer studio dan membuat konten BTS (Behind The Scene). Banyak sekali pengalaman dan ilmu yang bisa diambil selama KKK diantaranya bagaimana berhadapan dengan klien secara langsung dan dituntut untuk disiplin dalam mengerjakan sesuatu.


Ditunjang dengan fasilitas dan tempat yang memadai menjadikan KKK lebih menyenangkan, dimana ia bisa lebih mengeksplor lebih jauh lagi di dunia kreatif, khususnya fotografi. Dalam keseharian KKK Akmal waktunya lebih banyak dihabiskan dengan editing foto yang mana foto tersebut nantinya akan diunggah ke media sosial Nika Studio dan juga dikirimkan ke klien. Ketika editing foto berlangsung tidak hanya skill yang dibutuhkan namun juga dibutuhkan kesabaran melawan rasa jenuh dimana ia harus berhadapan di depan monitor selama berjam-jam.

Selain cerita tersebut tentu banyak lagi cerita menarik selama pelaksanaan KKK tersebut. Ia berharap semoga nantinya dapat menjadi bekal dalam mengembangkan potensi diri di dunia kerja yang sesungguhnya dan bisa berguna juga bagi orang-orang di sekitarnya.

Cerita KKK di Perusahaan Desain Ilustrasi


Keseruan di balik kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKK) tentunya terdapat manfaat dan dampak bagi mahasiswa di Progam Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA. KKK merupakan salah satu persyaratan wajib untuk menyelesaikan kelulusan S1 di Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA).

Bagi mahasiswa semester 7 jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam di IPMAFA, pengalaman ini memiliki manfaat yang besar karena memungkinkan mereka menggali potensi praktis sesuai dengan pengetahuan kuliah yang telah diperoleh selama enam semester terakhir. Dalam KKK, mahasiswa berkesempatan belajar dan mengembangkan diri di dunia kerja, merasakan langsung dinamika bekerja sesuai dengan potensi yang kami miliki.

Bagi saya, Ahmad Khotibul Umam atau sering dipanggil Umam, Mahasiswa yang telah melaksanakan KKK di PH SecondSyndicate, berlokasi di Desa Genuk Sari, Kecamatan Genuk, Kabupaten Semarang. SecondSyndicate Sendiri Sebuah Production House atau Studio yang bergerak di bidang Desain Illustrasi. 

Sedikit banyak hal yang sudah dipelajari di SecondSyndicate adalah pembuatan Desain Illustrasi. Saya diberi kesempatan belajar pembuatan Desain Illustrasi yang memiliki serangkaian proses seperti riset, sketching, line art, blocking, inking dan yang terakhir coloring. 

Proses pengerjaannya pun tidak sederhana seperti kelihatannya karena bisa memakan waktu berhari-hari bahkan bisa sampai seminggu. Tak hanya itu saya juga diberi pelatihan cara pemasaran, market yang dituju, cara menangani klien serta cara menganalisis SWOT dibidang ini. 

Dengan serangkaian proses yang telah di ajarkan, umam jadi mengetahui potensi luasnya market dari industri ini. Saya sangat tidak menyangka bahwa dapat melaksanakan KKK di SecondSyndicate sesuai dengan kompetensi program studi KPI IPMAFA. Disamping itu juga dapat mempraktekan ilmu yang didapat secara langsung sehingga menambah pengalaman dan memberikan kesan tersendiri.

Kontributor: Ahmad Khotibul Umam

Triple Job di Inmotion Creative - KKK Story


Kuliah Kerja Komunikasi atau yang biasa disebut K3 di lingkup Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Ipmafa merupakan kegiatan mahasiswa di tempat Industri Creative untuk mengasah skill yang telah di dapatkan di Kampus Ipmafa. 

K3 sendiri mempunyai segudang manfaat untuk mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Ipmafa, salah satunya mahasiswa dapat memperdalam ilmunya di bidang reportase seperti yang dilakukan oleh Arizal Nurul Ihsan yang magang di Inmotion Creative, desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. 

Arizal mengungkapkan, bahwa di Inmotion Creative tidak hanya bergelut di bidang foto-video saja. Namun Owner Inmotion Creative, Danang Wibisono mempunyai channel youtube Metamorfosis yang menampung konten-konten inspiratif. Arizal juga turut serta dalam pembuatan konten di channel youtube tersebut.

Dalam pembuatan video tersebut, Arizal mengambil kisah inspiratif dari Zuli Rizal, sosok pencetus Museum Kajen. Dalam wawancaranya bersama Zuli Rizal, Arizal mengungkapnya ia mendapatkan job yang sangat mengesankan. Pasalnya ia tidak hanya ditempatkan di dalam satu bidang saja, tetapi tiga bidang yaitu sebagai penulis naskah, videographer dan editor video. Meski hal itu tergolong tugas yang berat dan banyak, justru membutnya semakin semangat dan merasa beruntung karna mendapatkan beberapa job dengan bidang yang berbeda.

Arizal memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasannya di bidang konten creator. Ilmu-ilmu inilah yang sangat membantu mahasiswa K3 agar dapat mengembangkan kemampuannya dan diharapkan mampu bekerja di berbagai bidang yang berhubungan dengan reportase setelah lulus kuliah. Arizal menegaskan, pelajarilah ilmunya agar engkau berguna suatu saat nanti.

Pengalaman KKK di Bagian Pre Production dan Post Production


Keseruan di balik kegiatan K3 atau Kuliah Kerja Komunikasi tentu membawa manfaat dan dampak bagi mahasiswa di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA. Kuliah Kerja Komunikasi bukan sekedar mata kuliah yang hanya dilaksanakan sebagai syarat kelulusan, K3 sangat penting karena mahasiswa akan merasakan bagaimana berpartisipasi secara langsung  di lapangan. Tak hanya teori, namun juga skill sangat dibutuhkan di dunia kreatif. Dengan adanya K3 ini memberikan ilmu dan pengalaman yang nyata, salah satunya yang dirasakan oleh mahasiswa bernama Muhamad Anang Rivai atau sering akrab di panggil Anang yang melaksanakan K3 di Inmotion Creative Pasucen, Pati. 

Sesuai arahan ketika praktek KKK, Anang mendapatkan tugas untuk menjadi bagian penting dalam Pre Production hingga Post Production di chanel Metamorfosis. Metamorfosis merupakan channel Youtube milik Inmotion Creative yang menayangkan konten berkaitan inspirasi muda meliputi inspirasi atau ide bisnis, peluang usaha, tips memulai usaha. Konten yang lain juga bisa berupa usaha Industri Kreatif , UMKM, agrobisnis maupun inspirasi lainnya. 


Dengan berbekal skill dan kemampuan yang dipelajari di KPI IPMAFA anang mengambil kisah inspirasi muda dari Desa Kajen yaitu Fatthurahman, founder Kajenpedia dan salah satu pendiri media informasi santri Kajen dan sekitarnya. Dengan alur dan schedule yang sudah ditetapkan anang meriset data lalu menyusun naskah, dan mempraktekan teknik reportase yang sudah didapatkan di bangku perkulihaan hingga alur paska produksi.

Tak hanya itu Anang juga dilatih untuk mandiri saat produksi seperti bagaimana cara kita untuk memanajemen seluruh aktifitas produksi sendiri. Dengan begitu Anang merasakan pengalaman yang sangat berharga. Anang  sangat tidak menyangka bahwa dapat melaksanakan K3 di Inmotion Creative sesuai dengan kompetensi program studi KPI IPMAFA. Disamping itu juga dapat mempraktekan ilmu yang didapat secara langsung sehingga menambah pengalaman dan memberikan kesan tersendiri.

Kontributor: Anang Rifai

DON'T MISS

Berita, Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with by templateszoo