Sharing Mahasiswa Semester 1 Bersama Kaprodi KPI

 

Sabtu (23/1/2021) - Menjelang ujian akhir semester (UAS) semester ganjil tahun 2020, mahasiswa Prodi KPI semester satu melakukan sharing bersama Kaprodi KPI Isyrokh Fuaidi terkait persiapan menjelang UAS yang dilakukan secara daring. Sharing ini dirasa perlu karena mahasiswa semester awal ini menjadi pengalaman baru mereka yang belum pernah merasakan kuliah secara luring di kelas.

Isyrokh dalam forum tersebut menyampaikan banyak hal tentang hal-hal yang perlu disiapkan oleh mahasiswa sebelum dan setelah menjalani UAS. Ada beberapa dokumen akademik yang tidak boleh hilang selama kuliah di Ipmafa meliputi slip pembayaran, kartu rencana studi dan kartu hasil studi. Siklus akademik mahasiswa selama kuliah di Ipmafa juga disampaikan oleh Isyrokh supaya mahasiswa paham apa yang mesti dilakukan supaya kuliahnya lancar.

Dalam forum tersebut mahasiswa secara terbuka melakukan sharing dan konsultasi tentang apa saja kendala dan permasalahan yang dihadapi selama kuliah mulai pembayaran, alur akademik dan dinamika perkuliahan dengan dosen.

Mahasiswa juga diajak aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa yang cukup beragam di Ipmafa seperti dewan eksekutif mahasiswa (Dema), himpunan mahasiswa program studi (HMPS) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang semuanya dinaungi langsung oleh kampus Ipmafa. Selain itu beberapa organisasi independen lain juga ada seperti PMII, HMI dan organisasi yang baru diinisiasi mahasiswa angkatan 2020 bernama gerakan mahasiswa berwibawa (Gemawi).

Harapannya, sharing ini menjadi bekal mahasiswa dalam menjalani perkuliahan di kampus Ipmafa dan sekaligus peduli dengan perkembangan sosial di tengah masyarakat nanti.

Peluang Bisnis Online Mahasiswa Komunikasi dan Digital Broadcasting

 

 

Pesatnya arus informasi dan komunikasi saat ini banyak merubah model bisnis dan usaha yang digeluti orang. Hal-hal yang sebelumnya dianggap biasa saja dan remeh, tiba-tiba menjadi suatu peluang yang menjanjikan. Contoh gampangnya adalah profesi youtuber yang cukup sederhana dan mudah sepertinya, tapi ternyata tidak sedikit orang bahkan artis-artis kenamaan menyukainya. 

Bagi kalian mahasiswa komunikasi dan penyiaran Islam khususnya lagi mahasiswa Ipmafa Pati, dengan beragam skill yang sudah kalian pelajari, tentu dijamin tidak ketinggalan. Untuk lebih jelasnya, ini nih deretan peluang usaha jaman now yang bisa kamu dapatkan:

  1. Youtuber: kerjaan di Youtube itu cukup prospektif dan tidak mengenal usia karena semua orang bisa melakukan. Tujuannya adalah konten yang dibuat ditonton sebanyak-banyaknya orang. Untuk informasi saja, dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai kurang lebih 150 juta, tentu content creator menjadi suatu hal yang menjanjikan. Untuk mengetahui berapa income yang diperoleh seorang youtuber, begini kira-kira hitungannya: Contoh satu konten yang dibuat Ria Ricis yang ditonton sebanyak 22 juta, maka 22.000.000/1000x0,5 dollar = 11.000 dolar atau setara dengan 120,000,000. Menggiurkan bukan?! Tapi hitungan tersebut tidak pasti karena youtube memiliki algoritma khusus dengan mempertimbangkan cost per click (CPM) di masing-masing negara, durasi iklan yang tayang, jumlah subscriber, dll. Oleh sebab itu, menjadi content creator tidak asal saja, tapi menuntut kreativitas supaya menarik banyak penonton. 

  2. Desain grafis: pekerjaan desain grafis termasuk diminati banyak orang dari mereka yang lulusan SMK, D3 sampai sarjana desain grafis. Rata-rata profesi ini disukai oleh anak muda yang memiliki hobi dunia seni manual maupun digital. Bekerja sebagai desain grafis tidak hanya laku dan dibutuhkan masyarakat secara umum, tapi juga dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan gaji yang layak sekaligus passion kerja yang dinamis. Selain itu orang dengan skill desain grafis bisa menjual karyanya secara online baik dalam bentuk logo, lukisan digital, artwork, sketsa, vector, dan karya seni lainnya. Apalagi jika karya desain grafis dapat dipasarkan di manca negara. Coba lihat di situs fiverr.com yang menawarkan bermacam-macam karya desain grafis. Di situ tarif paling murah 10 dolar atau setara Rp 150.000 sampai harga jutaan rupiah. Bagi seorang desain grafis yang sudah dikenal, tentu mudah untuk mendapatkan puluhan juta dari karya seninya. 

  3. Content creator: kalau ini lebih luas cakupannya karena pekerjaannya adalah membuat konten seperti youtuber. Content creator atau content provider ini lebih beragam sesuai kebutuhan pasar. Ambil contoh, penyedia konten footage video yang hanya menjual video-video singkat dari suatu tempat ternyata cukup lumayan. Selain itu pembuat konten sering juga bisa dilakukan dengan jalan pintas dan sederhana yaitu hanya dengan mengkompilasi dan memodifikasi video-video yang menarik kemudian diiklankan. Tentunya video tersebut tidak boleh melanggar copyright yang ada di Youtube. Contoh sederhananya, video tentang Gus Baha' yang saat ini sedang diminati banyak penggemarnya tentu bisa dikomersialkan hanya dengan mengunggah dan sedikit memodifikasi konten supaya menarik. Bisa jadi pembicaranya (Gus Baha) tidak mengetahui bahwa isi ngajinya telah dikapitalisasi puluhan bahkan ratusan juta oleh seorang content creator.
  4. Production house: profesi yang serba online dan digital ini mendorong segala lini semakin kreatif dan inovatif. Production house saat ini semakin menjamur sebagai sarana content creator. Artinya profesi di dunia online ini berkaitan satu dengan yang lain. Dengan memiliki studio siaran (PH) dapat dimanfaatkan untuk bermacam-macam tujuan mulai dari content creation, program acara, webinar, talkshow, dll. Selain studio yang dapat disewakan yang sekali sesi bisa jutaan rupiah, peralatan studio juga bisa direntalkan secara terpisah. Dengan meningkatnya kebutuhan konten online tentu peralatan yang dibutuhkan semakin laku jika dikomersialkan. 

  5. Creativepreneur: kalau ini peluang untuk wirausahawan yang berkaitan dengan kreativitas. Artinya bidang ini menekankan kreatifitas sebagai komponen utama dalam membuka peluang bisnisnya. Mahasiswa komunikasi dan broadcasting tentu memiliki peluang besar tersebut. Sebagai contoh, bidang desain grafis, videografi, fotografi, arsitektur, interior, game, kerajinan, musik, tari, animasi, dan sejenisnya. Maksudnya adalah orang yang memiliki skill broadcasting dan komunikasi harus mampu menuangkan ide, gagasan dan konsepnya secara kreatif sehingga menarik orang untuk membeli produk dan jasanya. Umumnya bidang profesi ini berkaitan dengan karya non fisik seperti animasi, desain, audio visual dan lainnya. Ini sangat penting karena era yang dihadapi saat ini membutuhkan kreatifitas di berbagai lini. Tanpa kemampuan kreatif, siapa saja akan tertinggal dan kalah. Pemerintah saja memasukkan sekitar 15 skill ke dalam sektor ekonomi kreatif diantaranya adalah animasi, desain, arsitektur, interior, game, videografi dan fotografi, buku dan penerbitan, kerajinan, pertunjukkan, fashion, musik, tari, kuliner, dan lainnya.
Itulah setidaknya peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa komunikasi dan penyiaran digital

Husnudzon

Bersyukur

 

Tak Ada Kata Terlambat

Doa

Sang Penggoda

Deadline

6 Tips Penting Agar Lancar Selama Kuliah


Selama kuliah, beberapa hal harus diikuti mahasiswa sesuai aturan kampus atau perguruan tinggi masing-masing agar perkuliahan berjalan lancar. Untuk mahasiswa IPMAFA, beberapa tips berikut dapat diikuti:

  1. Lakukan KRS sesuai jadwal. Hal ini penting karena KRS adalah daftar mata kuliah yang akan diambil dalam satu semester yang sedang berjalan. Tanpa KRS tentu mahasiswa tidak mungkin mendapatkan nilai.
  2. Cek KHS jangan sampai ada nilai yang salah. KHS adalah nilai ujian dalam tiap semester yang biasanya bisa didownload dan dilihat di sistem akademik kampus. Nah jika sampai Anda menemukan nilai matakuliah di KHS ada yang merasa janggal, segera komunikasikan dengan pihak-pihak terkait seperti dosen pengampu atau TU Fakultas.
  3. Lihat perkembangan informasi kampus IPMAFA di website www.ipmafa.ac.id dan https://akademik.ipmafa.ac.id
  4. Simpan dokumen penting berikut:
    • Dokumen KRS tiap semester
    • Dokumen KHS tiap semester
    • Bukti pembayaran tiap semester
  5. Kerjakan tugas kuliah dan ujian dengan baik. Kalau ini hubungannya dengan nilai kuliah. Tugas dan ujian selama kuliah merupakan proses latihan yang harus dilalui mahasiswa, baik ujian tengah semester (UTS) atau ujian akhir semester (UAS) Semuanya penting karena tanpa itu, nilai kuliah tidak akan maksimal.
  6. Jaga komunikasi. Artinya buatlah diri Anda mudah berkomunikasi dengan Prodi atau pihak kampus seperti nomor HP Anda mudah untuk dihubungi dan menjaga etika saat berkomunikasi.
Setidaknya 6 hal di atas agar dapat dilakukan oleh mahasiswa selama kuliah di IPMAFA agar perjalanan kuliah berjalan normal dan lancar. Ingat, kelancaran kuliah menunjukkan kepedulian mahasiswa pada dirinya.

Semoga bermanfaat.

Wisuda Online Penuh Pilu dan Haru - Film Pendek

DON'T MISS

Berita, Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with by templateszoo