Tips & Tutorial
Video
Video ini sebagai panduan pelaksanaan kelas online untuk siswa dan mahasiswa yang ingin melakukan kelas daring dengan cara sederhana yaitu menggunakan Google Classroom. Caranya mudah dan gratis. Selamat mencoba.
Salam komunikasi
Siarkan kebaikan, syiarkan kedamaian
Tutorial Kelas Online Untuk Siswa & Mahasiswa - Google Classroom
Salam komunikasi
Siarkan kebaikan, syiarkan kedamaian
Tips & Tutorial
Google Classroom merupakan salah satu aplikasi yang dapat dipakai untuk kegiatan belajar-mengajar secara daring (online). Caranya cukup mudah sbb:
Tutorial Kelas Online Menggunakan Google Classroom Untuk Dosen & Guru
- Login email Gmail / email lembaga terafiliasi Google (contoh: guru@ipmafa.ac.id )
- Buka: classroom.google.com
- Buat kelas
- Share kode kelas ke siswa / mahasiswa
- Selesai
Untuk lebih jelasnya bisa melihat panduan di tutorial video KPI di Youtube.
Semoga bermanfaat.
Galeri
Interior Lab KPI Ipmafa
![]() |
| Area produksi siaran dan editing |
| CPU editing video dan desain grafis dilengkapi soundcard, mic dan perangkat lain yang dibutuhkan |
| Interior diisi Hiasan dinding hasil kerasi mahasiswa KPI dari bekal matakuliah Desain Komunikasi Visual |
![]() |
| Pajangan hiasan dinding diganti secara berkala dengan konten-konten mahasiswa yang terbaru |
Berita
Kuliah online di Ipmafa secara masif diterapkan kepada semua mahasiswa sejak 16 Maret 20 sampai akhir bulan. Dosen dan mahasiswa tidak terkendala dalam berkomunikasi terkait kegiatan perkuliahan seperti penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, maupun video conference interaktif secara langsung antara dosen dengan mahasiswa.
Prodi KPI juga sudah memberi pembekalan dan pendampingan kepada mahasiswa tentang teknis pelaksanaan e-learning dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). E-learning yang diberikan mencakup pemanfaatan Google Classroom dan Video Conference yang bisa dipakai untuk interaksi deosen dengan mahasiswa baik secara verbal, visual maupun diskusi tertulis.
Bersamaan dengan kegiatan kampus yang serba online, KPI Ipmafa berinisiatif untuk membuat tutorial-tutorial dalam bentuk video yang akan berguna baik bagi dosen maupun mahasiswa. Video tutorial tersebut meliputi panduan e-learning, pemanfaatan IT bagi mahasiswa maupun dosen, sampai penggunaan fasilitas berbasis IT di lingkungan kampus Ipmafa yang masih belum diketahui.
Ketua Prodi KPI, Isyrokh Fuaidi LLM menyampaikan bahwa kampus Ipmafa memiliki fasilitas IT yang cukup baik tetapi masih belum termanfaatkan secara maksimal. Salah satunya adalah penggunaan Google G Suite for Education yang baru dimanfaatkan oleh sebagian kecil mahasiswa. Padahal dari G Suite ini, semua lembaga pendidikan dan perusahaan besar di dunia sudah mengoptimalkan dengan baik.
"Kampus Ipmafa sudah memiliki itu semua, dan banyak perusahaan membayarnya dengan mahal. Sayang kan jika fasilitas itu tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh mahasiswa" tutur Isyrokh. "Pembuatan video tutorial ini juga sebagai proses edukasi yang lebih mudah diterima oleh mahasiswa sekaligus masyarakat secara umum bahwa kampus Ipmafa selalu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswanya." tegasnya.
Video tutorial ini akan sangat membantu tidak hanya mahasiswa tetapi juga dosen Ipmafa dan bahkan siapa saja yang ingin mengembangkan sistem pembelajaran berbasis online. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar di Ipmafa selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat modern yang serba online dan digital.
Selama Masa Kuliah Online, KPI IPMAFA Akan Produksi Video Tutorial Untuk Mahasiswa
Kuliah online di Ipmafa secara masif diterapkan kepada semua mahasiswa sejak 16 Maret 20 sampai akhir bulan. Dosen dan mahasiswa tidak terkendala dalam berkomunikasi terkait kegiatan perkuliahan seperti penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, maupun video conference interaktif secara langsung antara dosen dengan mahasiswa.
Prodi KPI juga sudah memberi pembekalan dan pendampingan kepada mahasiswa tentang teknis pelaksanaan e-learning dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). E-learning yang diberikan mencakup pemanfaatan Google Classroom dan Video Conference yang bisa dipakai untuk interaksi deosen dengan mahasiswa baik secara verbal, visual maupun diskusi tertulis.
Bersamaan dengan kegiatan kampus yang serba online, KPI Ipmafa berinisiatif untuk membuat tutorial-tutorial dalam bentuk video yang akan berguna baik bagi dosen maupun mahasiswa. Video tutorial tersebut meliputi panduan e-learning, pemanfaatan IT bagi mahasiswa maupun dosen, sampai penggunaan fasilitas berbasis IT di lingkungan kampus Ipmafa yang masih belum diketahui.
Ketua Prodi KPI, Isyrokh Fuaidi LLM menyampaikan bahwa kampus Ipmafa memiliki fasilitas IT yang cukup baik tetapi masih belum termanfaatkan secara maksimal. Salah satunya adalah penggunaan Google G Suite for Education yang baru dimanfaatkan oleh sebagian kecil mahasiswa. Padahal dari G Suite ini, semua lembaga pendidikan dan perusahaan besar di dunia sudah mengoptimalkan dengan baik.
"Kampus Ipmafa sudah memiliki itu semua, dan banyak perusahaan membayarnya dengan mahal. Sayang kan jika fasilitas itu tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh mahasiswa" tutur Isyrokh. "Pembuatan video tutorial ini juga sebagai proses edukasi yang lebih mudah diterima oleh mahasiswa sekaligus masyarakat secara umum bahwa kampus Ipmafa selalu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswanya." tegasnya.
Video tutorial ini akan sangat membantu tidak hanya mahasiswa tetapi juga dosen Ipmafa dan bahkan siapa saja yang ingin mengembangkan sistem pembelajaran berbasis online. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar di Ipmafa selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat modern yang serba online dan digital.
Berita
Kegiatan
Di era disrupsi ini setiap orang dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan semua aspek kehidupan. Satu hal penting di era digital ini adalah skill content creation berbasis desain grafis. Dengan itu seseorang mampu berkomunikasi secara visual dan menyebarkan informasi digital dalam bentuk flyer, brosur, pamflet dll. sehingga penerima dan pembacanya merasa tertarik.
Demikian salah satu poin yang disampaikan Taufiq Sholeh As Syukroni, mahasiswa KPI yang menjadi tutor desain grafis dalam pelatihan desain yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) divisi media, Sabtu (14/03/20). Training yang diikuti para mahasiswa PGMI ini memuat 20% materi, dan 80% praktek.
"Kami ingin mahasiswa/i PGMI itu tidak hanya belajar tentang pendidikan saja, karena minat dan bakat setiap orang itu berbeda. Semoga dengan pelatihan desain ini mahasiswa PGMI dapat mengaplikasikan di dalam dunia pendidikan.", utur Chusna mahasiswi PGMI semester 4 sebagai ketua pelaksana kegiatan ini.
Dalam kesempatan itu, Taufiq menyampaikan ruang lingkup desain grafis dan teknis pratis terkait proses instalasi Corel Draw, pengenalan tool-tool membuat desain yang ada di aplikasi dan yang terakhir memberi tantangan kepada peserta untuk membuat karya desain yang menarik.
Harapannya, setelah adanya pelatihan desain grafis, mahasiswa PGMI dapat mengembangkan skill mereka dalam bidang desain dan juga dapat lebih kreatif dalam bidang media. Semua itu sebagai bekal mereka saat terjun langsung dalam masyarakat maupun sekolah-sekolah dimana desain grafis nantinya pasti sangat dibutuhkan.
Di akhir pelatihan ini Taufiq berpesan kepada peserta untuk jangan takut berkarya karena sebaik-baik nya desain pasti ada yang nggak suka, sejelek-jelek nya Desain pasti ada yang suka, pungkasnya mengutip kata dari Rio purba (Design freelancer & design Youtuber)
Training Desain Grafis: Berbagi Skill Bersama Mahasiswa PGMI
Di era disrupsi ini setiap orang dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan semua aspek kehidupan. Satu hal penting di era digital ini adalah skill content creation berbasis desain grafis. Dengan itu seseorang mampu berkomunikasi secara visual dan menyebarkan informasi digital dalam bentuk flyer, brosur, pamflet dll. sehingga penerima dan pembacanya merasa tertarik.
Demikian salah satu poin yang disampaikan Taufiq Sholeh As Syukroni, mahasiswa KPI yang menjadi tutor desain grafis dalam pelatihan desain yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) divisi media, Sabtu (14/03/20). Training yang diikuti para mahasiswa PGMI ini memuat 20% materi, dan 80% praktek.
"Kami ingin mahasiswa/i PGMI itu tidak hanya belajar tentang pendidikan saja, karena minat dan bakat setiap orang itu berbeda. Semoga dengan pelatihan desain ini mahasiswa PGMI dapat mengaplikasikan di dalam dunia pendidikan.", utur Chusna mahasiswi PGMI semester 4 sebagai ketua pelaksana kegiatan ini.
Dalam kesempatan itu, Taufiq menyampaikan ruang lingkup desain grafis dan teknis pratis terkait proses instalasi Corel Draw, pengenalan tool-tool membuat desain yang ada di aplikasi dan yang terakhir memberi tantangan kepada peserta untuk membuat karya desain yang menarik.
Harapannya, setelah adanya pelatihan desain grafis, mahasiswa PGMI dapat mengembangkan skill mereka dalam bidang desain dan juga dapat lebih kreatif dalam bidang media. Semua itu sebagai bekal mereka saat terjun langsung dalam masyarakat maupun sekolah-sekolah dimana desain grafis nantinya pasti sangat dibutuhkan.
Di akhir pelatihan ini Taufiq berpesan kepada peserta untuk jangan takut berkarya karena sebaik-baik nya desain pasti ada yang nggak suka, sejelek-jelek nya Desain pasti ada yang suka, pungkasnya mengutip kata dari Rio purba (Design freelancer & design Youtuber)
Berita
Sejak merebaknya virus Covid-19, pembelajaran online menjadi alternatif paling efektif digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di banyak lembaga pendidikan. Tak terkecuali di Ipmafa Pati sebagai kampus modern dan selalu adaptif dalam menerapkan sistem pendidikan berbasis IT.
Sejalan dengan itu, Kaprodi KPI Ipmafa Isyrokh Fuaidi membekali mahasiswa KPI di semua tingkatan agar setiap mahasiswa sudah harus siap ketika sistem perkuliahan online secara total diterapkan di kampus Ipmafa (16/3/2020). Hal ini menyusul kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang menghimbau bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di lembaga pendidikan sebaiknya dilakukan secara online (daring).
Dalam pembekalan itu, mahasiswa diberi panduan teknis tentang bagaimana praktek perkuliahan secara online dengan memanfaatkan sarana yang sudah dimiliki. Perkuliahan online di Ipmafa pada prakteknya memanfaatkan sistem e-learning Google Classroom yang fiturnya sudah mencukupi kebutuhan KBM. Untuk sesi perkuliahan online secara interaktif dapat menggunakan fasilitas video conference dari Google Hangouts Meet atau Cisco Webex. Dengan demikian interaksi antara dosen dan mahasiswa berjalan seperti biasa meski dalam jarak dan tempat yang berbeda.
Di sisi yang lain, mahasiswa KPI tidak hanya memiliki skill-skill terkait dunia broadcasting dan komunikasi, tetapi juga tidak ketinggalan dalam praktek pembelajaran modern. Mahasiswa tentu merasa terhibur karena selain mendapatkan pengetahuan komunikasi visual seperti presenter, announcer, content creator, teknik produksi film dan komunikasi publik, mahasiswa selalu diberi ajang seluas-luasnya untuk mengasah kreativitas di dunia luar.
Baca juga :
Maksimalkan Kuliah Online, KPI Ipmafa Bekali Mahasiswa Dengan Video Conference & E-Learning
Sejak merebaknya virus Covid-19, pembelajaran online menjadi alternatif paling efektif digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di banyak lembaga pendidikan. Tak terkecuali di Ipmafa Pati sebagai kampus modern dan selalu adaptif dalam menerapkan sistem pendidikan berbasis IT.
Sejalan dengan itu, Kaprodi KPI Ipmafa Isyrokh Fuaidi membekali mahasiswa KPI di semua tingkatan agar setiap mahasiswa sudah harus siap ketika sistem perkuliahan online secara total diterapkan di kampus Ipmafa (16/3/2020). Hal ini menyusul kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang menghimbau bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di lembaga pendidikan sebaiknya dilakukan secara online (daring).
Dalam pembekalan itu, mahasiswa diberi panduan teknis tentang bagaimana praktek perkuliahan secara online dengan memanfaatkan sarana yang sudah dimiliki. Perkuliahan online di Ipmafa pada prakteknya memanfaatkan sistem e-learning Google Classroom yang fiturnya sudah mencukupi kebutuhan KBM. Untuk sesi perkuliahan online secara interaktif dapat menggunakan fasilitas video conference dari Google Hangouts Meet atau Cisco Webex. Dengan demikian interaksi antara dosen dan mahasiswa berjalan seperti biasa meski dalam jarak dan tempat yang berbeda.
Di sisi yang lain, mahasiswa KPI tidak hanya memiliki skill-skill terkait dunia broadcasting dan komunikasi, tetapi juga tidak ketinggalan dalam praktek pembelajaran modern. Mahasiswa tentu merasa terhibur karena selain mendapatkan pengetahuan komunikasi visual seperti presenter, announcer, content creator, teknik produksi film dan komunikasi publik, mahasiswa selalu diberi ajang seluas-luasnya untuk mengasah kreativitas di dunia luar.
Baca juga :
Artikel
Sudah tahu belum perbedaan antara konsentrasi Multimedia dan Broadcasting? Jika belum tahu, itu hal yang wajar, bahkan jika Anda menyamakan keduanya juga masih wajar karena keduanya meski berbeda tetapi ada hubungan erat yang saling melengkapi.Tapi jika Anda ingin paham perbedaannya secara spesifik, maka tidak salahnya Anda baca artikel ini.
Untuk multimedia, yang dimaksud adalah beragam data, media dan informasi dalam bentuk suara, teks, grafik, suara, video dan animasi untuk menghasilkan produk presentasi yang menakjubkan. Maka dapat dipahami, multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik karena didukung oleh unsur multimedia meliputi teks, grafik atau gambar, grafik suara, video dan animasi yang dibuat menggunakan teknologi digital. Hal itu semua juga bisa disebut teknologi multimedia
Teknologi multimedia dapat diterapkan dalam beragam situasi dan produksi. Misal dalam studio radio, maka multimedia berkaitan erat dengan pengaturan suara, hingar-bingar, berita-berita yang tersaji lewat suara, peralatan audio dan pemancar radio. Dalam konteks studio foto, pemanfaatan perangkat atau peralatan studio foto yang beragam seperti peralatan pencahayaan, lensa, teknik mendapatkan foto-foto yang istimewa dsb, itu semua juga termasuk teknologi multimedia.
Teknologi multimedia juga ditemukan dalam studio TV atau broadcasting. Hal itu seperti skill menggunakan kamera video berstandar studio TV, pencahayaan untuk menghasilkan tayangan penuh warna, pemakaian mixer dan pemancar TV, dan teknik editing video. Lebih luas lagi, multimedia juga mencakup teknologi menggambar, membuat animasi, membuat musik-musik dan suara background dalam video dan animasi.
Broadcasting
Kemudian broadcasting dapat diartikan sebagai kegiatan dan pengetahuan tentang penyiaran informasi baik melalui radio, televisi maupun berbagai platform digital yang berkembang saat ini. Broadcasting memiliki titik tekan pada produksi dan hasil program siaran yang membawa pesan kepada pengguna dan pemirsa. Sebenarnya dari sisi bahasa sudah dapat dipahami bahwa broadcasting adalah proses dalam penyampaian pesan (siaran) untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Dalam prakteknya, proses siaran tersebut tentu tidak bisa lepas dari penggunaan prangkat yang dibutuhkan seperti pemancar, recorder, kamera video dsb. Secara akademik, broadcasting merupakan ilmu yang mempelajari konsep penyampaian pesan melalui media penyiaran yang relevan seperti televisi dan radio. Tetapi dalam perkembangannya, media penyiaran tidak terbatas pada dua hal tersebut melainkan bisa melalui media daring atau internet.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa multimedia dan broadcasting sedikit banyak berhubungan satu sama lain karena broadcasting tanpa teknologi multimedia juga tidak akan berjalan dengan baik. Pada saat yang sama multimedia dikuasai untuk menghasilkan visualisasi pesan atau konten broadcasting yang menarik. Dan meski ada perbedaan, keduanya sangat cocok untuk mereka yang kreatif dan inovatif. Multimedia dan broadcasting keduanya sangat menarik karena prospek kerja untuk lulusan multimedia dan broadcasting sangat luas, terlebih lagi di tengah perkembangan teknologi informasi dan disrupsi seperti ini.
Baca juga :
Antara Multimedia dan Broadcasting
Sudah tahu belum perbedaan antara konsentrasi Multimedia dan Broadcasting? Jika belum tahu, itu hal yang wajar, bahkan jika Anda menyamakan keduanya juga masih wajar karena keduanya meski berbeda tetapi ada hubungan erat yang saling melengkapi.Tapi jika Anda ingin paham perbedaannya secara spesifik, maka tidak salahnya Anda baca artikel ini.
Untuk multimedia, yang dimaksud adalah beragam data, media dan informasi dalam bentuk suara, teks, grafik, suara, video dan animasi untuk menghasilkan produk presentasi yang menakjubkan. Maka dapat dipahami, multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik karena didukung oleh unsur multimedia meliputi teks, grafik atau gambar, grafik suara, video dan animasi yang dibuat menggunakan teknologi digital. Hal itu semua juga bisa disebut teknologi multimedia
Teknologi multimedia dapat diterapkan dalam beragam situasi dan produksi. Misal dalam studio radio, maka multimedia berkaitan erat dengan pengaturan suara, hingar-bingar, berita-berita yang tersaji lewat suara, peralatan audio dan pemancar radio. Dalam konteks studio foto, pemanfaatan perangkat atau peralatan studio foto yang beragam seperti peralatan pencahayaan, lensa, teknik mendapatkan foto-foto yang istimewa dsb, itu semua juga termasuk teknologi multimedia.
Teknologi multimedia juga ditemukan dalam studio TV atau broadcasting. Hal itu seperti skill menggunakan kamera video berstandar studio TV, pencahayaan untuk menghasilkan tayangan penuh warna, pemakaian mixer dan pemancar TV, dan teknik editing video. Lebih luas lagi, multimedia juga mencakup teknologi menggambar, membuat animasi, membuat musik-musik dan suara background dalam video dan animasi.
![]() |
| Praktek produksi siaran berita KPI IPMAFA |
Broadcasting
Kemudian broadcasting dapat diartikan sebagai kegiatan dan pengetahuan tentang penyiaran informasi baik melalui radio, televisi maupun berbagai platform digital yang berkembang saat ini. Broadcasting memiliki titik tekan pada produksi dan hasil program siaran yang membawa pesan kepada pengguna dan pemirsa. Sebenarnya dari sisi bahasa sudah dapat dipahami bahwa broadcasting adalah proses dalam penyampaian pesan (siaran) untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Dalam prakteknya, proses siaran tersebut tentu tidak bisa lepas dari penggunaan prangkat yang dibutuhkan seperti pemancar, recorder, kamera video dsb. Secara akademik, broadcasting merupakan ilmu yang mempelajari konsep penyampaian pesan melalui media penyiaran yang relevan seperti televisi dan radio. Tetapi dalam perkembangannya, media penyiaran tidak terbatas pada dua hal tersebut melainkan bisa melalui media daring atau internet.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa multimedia dan broadcasting sedikit banyak berhubungan satu sama lain karena broadcasting tanpa teknologi multimedia juga tidak akan berjalan dengan baik. Pada saat yang sama multimedia dikuasai untuk menghasilkan visualisasi pesan atau konten broadcasting yang menarik. Dan meski ada perbedaan, keduanya sangat cocok untuk mereka yang kreatif dan inovatif. Multimedia dan broadcasting keduanya sangat menarik karena prospek kerja untuk lulusan multimedia dan broadcasting sangat luas, terlebih lagi di tengah perkembangan teknologi informasi dan disrupsi seperti ini.
Baca juga :
Artikel
Berita
Desain Studio broadcasting KPI Ipmafa memang masih dalam proses renovasi dan perancangan. Format dan layout interior studio belum diputuskan oleh Prodi KPI dengan mempertimbangkan fungsi dan produksi acara yang akan digarap oleh mahasiswa KPI. Meski demikian, rancangan desain studio mengarah pada layout studio yang minimalis dan multifungsi.
Konsep itu disampaikan oleh Ketua Prodi KPI Isyrokh Fuaidi di sela-sela sharing bersama mahasiswa KPI yang rencananya akan membuat beberapa produksi acara menjelang Ramadhan tiba (13/3/2020). Isyrokh menjelaskan bahwa studio jaman sekarang tidak harus luas dan memiliki beberapa ruang yang terpisah. Studio broadcasting bisa dibuat secara minimalis tetapi multifungsi. Artinya meski luas ruangannya terbatas tetapi dapat dipakai untuk berbagai produksi siaran yang beragam seperti talkshow, ceramah, berita, dsb.
Layout studio minimalis tentu juga harus mempertimbangkan tata kelola perangkat studio yang efektif dan efisien seperti peralatan rekaman, audio, video, kamera, dll. Salah satu ciri studio minimalis harus menjaga karakter portabilitas pada masing-masing perangkat dan properti dalam studio. Pada praktiknya nanti dalam satu studio mahasiswa dapat melakukan produksi siaran berita, siaran talkshow dan lain sebagainya.
Saat ini, studio KPI Ipmafa sudah menyediakan sejumlah perangkat studio yang mencukupi untuk produksi acara dan terus dilakukan penambahan alat studio yang lebih modern. Dengan kelengkapan sarana broadcasting di Prodi KPI diharapkan menjadi tempat praktikum yang memadai dan dapat mengasah mahasiswa menjadi semakin kreatif dan inovatif.
Baca juga :
Menuju Studio KPI Yang Minimalis dan Multifungsi
![]() |
| Ilutrasi studio minimalis |
Desain Studio broadcasting KPI Ipmafa memang masih dalam proses renovasi dan perancangan. Format dan layout interior studio belum diputuskan oleh Prodi KPI dengan mempertimbangkan fungsi dan produksi acara yang akan digarap oleh mahasiswa KPI. Meski demikian, rancangan desain studio mengarah pada layout studio yang minimalis dan multifungsi.
Konsep itu disampaikan oleh Ketua Prodi KPI Isyrokh Fuaidi di sela-sela sharing bersama mahasiswa KPI yang rencananya akan membuat beberapa produksi acara menjelang Ramadhan tiba (13/3/2020). Isyrokh menjelaskan bahwa studio jaman sekarang tidak harus luas dan memiliki beberapa ruang yang terpisah. Studio broadcasting bisa dibuat secara minimalis tetapi multifungsi. Artinya meski luas ruangannya terbatas tetapi dapat dipakai untuk berbagai produksi siaran yang beragam seperti talkshow, ceramah, berita, dsb.
Layout studio minimalis tentu juga harus mempertimbangkan tata kelola perangkat studio yang efektif dan efisien seperti peralatan rekaman, audio, video, kamera, dll. Salah satu ciri studio minimalis harus menjaga karakter portabilitas pada masing-masing perangkat dan properti dalam studio. Pada praktiknya nanti dalam satu studio mahasiswa dapat melakukan produksi siaran berita, siaran talkshow dan lain sebagainya.
Saat ini, studio KPI Ipmafa sudah menyediakan sejumlah perangkat studio yang mencukupi untuk produksi acara dan terus dilakukan penambahan alat studio yang lebih modern. Dengan kelengkapan sarana broadcasting di Prodi KPI diharapkan menjadi tempat praktikum yang memadai dan dapat mengasah mahasiswa menjadi semakin kreatif dan inovatif.
![]() |
| Area editing film KPI Ipmafa |
Baca juga :
Berita
HMPS
Mahasiswa KPI tidak hanya fokus pada kegiatan perkuliahan di kampus tetapi juga perduli dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Rencananya mahasiswa KPI siap berbagi skill kepada masyarakat khususnya lembaga-lembaga pendidikan dan pondok pesantren. Program ini dibahas dengan santai bersama Ketua Prodi KPI Isyrokh Fuaidi di kantin Ipmafa (13/3/2020).
Skill yang akan diberikan meliputi teknik fotografi dan desain grafis. Kedua skill ini penting khususnya dalam kegiatan bisnis berbasis internet dan digital yang membutuhkan komunikasi visual kepada pelanggan. Meski demikian, beberapa skill lain seperti pengelolaan website, pembuatan animasi dasar dan jurnalistik juga akan dilakukan oleh mahassiwa KPI. Semua itu sebagai wujud kepedulian mahasiswa KPI dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan masyarakat di era disrupsi dan revolusi industri 4.0
Teknik dasar video editing juga menjadi perhatian mahasiswa KPI untuk ditularkan kepada generasi melinial. Tetapi mengingat editing video membutuhkan waktu yang agak lama maka training editing video belum menjadi materi garapan mahasiswa.
Forum sharing tersebut dihadiri oleh mahasiswa KPI berbagai tingkatan dari semester 2 sampai 8. Dalam pelaksanaannya, training skill broadcasting ini dilaukan oleh mahasiswa KPI semester 4 ke atas yang sudah cukup mendapat bekal teknis dari kampus. Mahasiswa semester 2 dapat ikut serta untuk ikut belajar bersama kakak senior yang pada gilirannya nanti juga akan menjadi trainer-trainer yang kompeten.
Mahasiswa KPI Siap Beri Training Fotografi dan Desain Grafis
![]() |
| Sharing mahasiswa KPI bersama Prodi |
Mahasiswa KPI tidak hanya fokus pada kegiatan perkuliahan di kampus tetapi juga perduli dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Rencananya mahasiswa KPI siap berbagi skill kepada masyarakat khususnya lembaga-lembaga pendidikan dan pondok pesantren. Program ini dibahas dengan santai bersama Ketua Prodi KPI Isyrokh Fuaidi di kantin Ipmafa (13/3/2020).
Skill yang akan diberikan meliputi teknik fotografi dan desain grafis. Kedua skill ini penting khususnya dalam kegiatan bisnis berbasis internet dan digital yang membutuhkan komunikasi visual kepada pelanggan. Meski demikian, beberapa skill lain seperti pengelolaan website, pembuatan animasi dasar dan jurnalistik juga akan dilakukan oleh mahassiwa KPI. Semua itu sebagai wujud kepedulian mahasiswa KPI dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan masyarakat di era disrupsi dan revolusi industri 4.0
Teknik dasar video editing juga menjadi perhatian mahasiswa KPI untuk ditularkan kepada generasi melinial. Tetapi mengingat editing video membutuhkan waktu yang agak lama maka training editing video belum menjadi materi garapan mahasiswa.
Forum sharing tersebut dihadiri oleh mahasiswa KPI berbagai tingkatan dari semester 2 sampai 8. Dalam pelaksanaannya, training skill broadcasting ini dilaukan oleh mahasiswa KPI semester 4 ke atas yang sudah cukup mendapat bekal teknis dari kampus. Mahasiswa semester 2 dapat ikut serta untuk ikut belajar bersama kakak senior yang pada gilirannya nanti juga akan menjadi trainer-trainer yang kompeten.
Berita
Prodi KPI Ipmafa terus mengupayakan lulusan KPI tidak hanya memiliki skill komunikasi dan penyiaran dengan nilai-nilai pesantren, tetapi output KPI dituntut juga mampu merespon perkembangan industri dan dunia kerja yang terus dinamis.
Untuk itu, salah satu langkah menyikapi situasi tersebut, Prodi KPI Ipmafa berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk sharing terkait pengembangan dan evaluasi kurikulum Prodi KPI (12/3/2020). Selain itu juga dilakukan kunjungan lokasi ke laboratorium KPI UMY yang biasa dijadikan praktek oleh mahasiswa. Lab KPI UMY terdiri dari studio acara dan siaran radio.
Tim Prodi KPI Ipmafa terdiri dari Kaprodi Isyrokh Fuaidi, LL.M, Sekprodi Arif Chasanuddin MPd dan dosen ahli broadcasting Fajar Adhi Kurniawan MIKom dan diterima langsung oleh Kaprodi KPI UMY Twediana Budi Hapsari, MSi Ph.D dan Sekprodi UMY Rafidilla Vebryanda SIKom MIKom dengan didampingi penanggungjawa lab, Cahyo Setiadi Ramadhan MPsi Psikolog.
Dalam forum tersebut Twediana menyampaikan gambaran tatakelola keprodian di KPI UMY yang berbasis internet dan serba terbuka, baik dari sistem pembelajaran maupun kebijakan Prodi kepada mahasiswa. Mahasiswa diberi ruang seluas-luasnya dalam berkreasi dan membuat karya sehingga mampun membuat konten-konten penyiaran yang positif.
Sharing KPI Ipmafa Dengan UMY Dalam Penguatan Kurikulum & Laboratorium Broadcasting
Prodi KPI Ipmafa terus mengupayakan lulusan KPI tidak hanya memiliki skill komunikasi dan penyiaran dengan nilai-nilai pesantren, tetapi output KPI dituntut juga mampu merespon perkembangan industri dan dunia kerja yang terus dinamis.Untuk itu, salah satu langkah menyikapi situasi tersebut, Prodi KPI Ipmafa berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk sharing terkait pengembangan dan evaluasi kurikulum Prodi KPI (12/3/2020). Selain itu juga dilakukan kunjungan lokasi ke laboratorium KPI UMY yang biasa dijadikan praktek oleh mahasiswa. Lab KPI UMY terdiri dari studio acara dan siaran radio.
Tim Prodi KPI Ipmafa terdiri dari Kaprodi Isyrokh Fuaidi, LL.M, Sekprodi Arif Chasanuddin MPd dan dosen ahli broadcasting Fajar Adhi Kurniawan MIKom dan diterima langsung oleh Kaprodi KPI UMY Twediana Budi Hapsari, MSi Ph.D dan Sekprodi UMY Rafidilla Vebryanda SIKom MIKom dengan didampingi penanggungjawa lab, Cahyo Setiadi Ramadhan MPsi Psikolog.
Dalam forum tersebut Twediana menyampaikan gambaran tatakelola keprodian di KPI UMY yang berbasis internet dan serba terbuka, baik dari sistem pembelajaran maupun kebijakan Prodi kepada mahasiswa. Mahasiswa diberi ruang seluas-luasnya dalam berkreasi dan membuat karya sehingga mampun membuat konten-konten penyiaran yang positif.
Berita
Baru-baru ini ada kebijakan tegas dari kampus Ipmafa bagi siapa saja yang melakukan parkir kendaraan secara tidak tertib. Kebijakan tersebut muncul akibat dari sejumlah pengendara motor yang memarkir kendaraannya secara tidak teratur di tengah jalan lalu lintas. Akibatnya hal itu mengganggu lalu lintas pengendara lain ketika ingin lewat.
Sebagai langkah edukasi demi menciptakan ketertiban lalu lintas kampus, maka pihak manajemen tata ruang dan urusan rumah tangga memberi peringatan kepada pengendara dengan mengunci kendaraan tersebut. Untuk membukanya, pemilik kendaraan harus menghubungi satpam dan di situlah akan diberikan pemahaman dan edukasi agar perilaku yang tertib dapat dicontohkan khususnya dalam perbuatan yang sepele seperti memarkir kendaraan.
Kampus Ipmafa saat ini sudah merenovasi halaman parkir yang lebih luas sehingga semua civitas akdemik kampus dapat memarkir kendaran secara nyaman. Kabarnya area parkir yang sudah ada akan diperluas dan direnovasi sehingga tentuk akan lebih baik lagi.
Salam Komunikasi!
Siarkan Kebaikan Syiarkan Kedamaian!
Di Kampus IPMAFA Parkir Kendaraan Harus Tertib
Baru-baru ini ada kebijakan tegas dari kampus Ipmafa bagi siapa saja yang melakukan parkir kendaraan secara tidak tertib. Kebijakan tersebut muncul akibat dari sejumlah pengendara motor yang memarkir kendaraannya secara tidak teratur di tengah jalan lalu lintas. Akibatnya hal itu mengganggu lalu lintas pengendara lain ketika ingin lewat.
Sebagai langkah edukasi demi menciptakan ketertiban lalu lintas kampus, maka pihak manajemen tata ruang dan urusan rumah tangga memberi peringatan kepada pengendara dengan mengunci kendaraan tersebut. Untuk membukanya, pemilik kendaraan harus menghubungi satpam dan di situlah akan diberikan pemahaman dan edukasi agar perilaku yang tertib dapat dicontohkan khususnya dalam perbuatan yang sepele seperti memarkir kendaraan.
Kampus Ipmafa saat ini sudah merenovasi halaman parkir yang lebih luas sehingga semua civitas akdemik kampus dapat memarkir kendaran secara nyaman. Kabarnya area parkir yang sudah ada akan diperluas dan direnovasi sehingga tentuk akan lebih baik lagi.
Salam Komunikasi!
Siarkan Kebaikan Syiarkan Kedamaian!
Artikel
Berita
Data dari We Are Social 2020 menunjukkan bahwa Content Video adalah konten yang paling banyak ditonton dan berguna untuk pemasaran Online. Hal itu memang benar karena dengan visualisasi video pesan dari sebuah produk dapat tersampaikan dengan lebih jelas dan mengena di hati.
Untuk itu, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA terus membekali wawasan dan skill teknis yang dibutuhkan sehingga pada saatnya nanti mahasiswa dapat langsung berkompetisi sekaligus berkontribusi dalam konten digital yang positif. Konten video yang cukup penting sekarang ini antara lain yang berkaitan dengan pemasaran di media sosial baik di Facebook, Instagram, LINE, LinkedIn, Twitter, dan YouTube.
Konten video ketika dapat dibuat secara apik, efektif dan efisiean pada akhirnya akan mendapatkan engagement yang tinggi, mendapatkan follower yang tepat dan loyal untuk bisnis yang sedang dijalankan. Oleh sebab itu teknik-teknik berikut penting bagi mahasiswa KPI:
Konten Video Lebih Diminati Masyarakat
Data dari We Are Social 2020 menunjukkan bahwa Content Video adalah konten yang paling banyak ditonton dan berguna untuk pemasaran Online. Hal itu memang benar karena dengan visualisasi video pesan dari sebuah produk dapat tersampaikan dengan lebih jelas dan mengena di hati.
Untuk itu, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA terus membekali wawasan dan skill teknis yang dibutuhkan sehingga pada saatnya nanti mahasiswa dapat langsung berkompetisi sekaligus berkontribusi dalam konten digital yang positif. Konten video yang cukup penting sekarang ini antara lain yang berkaitan dengan pemasaran di media sosial baik di Facebook, Instagram, LINE, LinkedIn, Twitter, dan YouTube.
Konten video ketika dapat dibuat secara apik, efektif dan efisiean pada akhirnya akan mendapatkan engagement yang tinggi, mendapatkan follower yang tepat dan loyal untuk bisnis yang sedang dijalankan. Oleh sebab itu teknik-teknik berikut penting bagi mahasiswa KPI:
- Tipe konten yang sangat menarik perhatian di Social Media.
- Case study pembuatan konten dengan budget minimum & viral.
- Tips untuk membuat konten yang menarik.
- Tipe konten video yang bisa dibuat di Social Media.
- Cara Pembuatan Konten dengan Budget Minimum.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki ide yang kreatif inovatif tetapi juga harus mempertimbangkan hal-hal lain agar lebih efisien dan efektif.
Baca juga:
Baca juga:
Artikel
Dunia modern yang serba digital dan berbasis internet ini menuntut setiap orang harus kreatif karena perkembangan teknologi tersebut tidak lantas menjadi masalah melainkan membuka lapangan pekerjaan baru yang cukup beragam. Munculnya pekerjaan-pekerjaan baru yang di tahun-tahun sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali sangat erat berhubungan dengan dunia kreatif.
Meski demikian, ada satu pekerjaan yang masih menjadi primadona kids jaman now, yakni bekerja di dunia penyiaran baik radio maupun pertelevisian. Hal ini terlihat dari membludaknya pendaftar ketika stasiun TV membuka lowongan untuk calon pegawainya.
Salah satu pekerjaan yang menjadi incaran adalah menjadi seorang Presenter TV, karena presenter TV menjadi salah satu batu loncatan paling baik untuk nantinya menjadi seorang public figur di dunia Entertainment. Selain sebagai artis dalam dunia siaran, skill peresenter juga menantang sekaligus menarik dari sisi jurnalistik. Maka menjadi seorang presenter harus memiliki kemampuan yang harus dipelajari dan bukan sekedar modal tampang.
Dalam perkembangan dunia digital berbasis internet saat ini, presenter tentu lebih luas cakupannya baik dari segi skill yang harus dikuasai maupun lapangan kerja yang menjadi prospeknya. Presenter bisa masuk di berbagai program acara dan siaran, baik yang formal, non formal dan semi formal. Apalagi sekarang dengan perkembangan platform digital seperti Youtube dan lainnya, model presenter tentu semakin beragam.
Untuk menjadi presenter yang profesional, baik di TV maupun channel digital lainnya, tidak ada kualifikasi spesifik yang dibutuhkan. Banyak orang memulai karirnya di dunia presenter TV dengan bekerja di tim belakang layar dari sebuah program TV. Beberapa orang juga ada yang menjadi presenter setelah bekerja menjadi aktor. Namun untuk menunjang skill-skill yang dibutuhkan, Prodi KPI Ipmafa membekali tidak hanya dalam hal teknik presenter dan announcer, ada banyak skill lain yang dapat dijadikan bekal dalam industri siaran.
Baca juga:
Asyiknya Jadi Presenter dan Announcer
Dunia modern yang serba digital dan berbasis internet ini menuntut setiap orang harus kreatif karena perkembangan teknologi tersebut tidak lantas menjadi masalah melainkan membuka lapangan pekerjaan baru yang cukup beragam. Munculnya pekerjaan-pekerjaan baru yang di tahun-tahun sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali sangat erat berhubungan dengan dunia kreatif.
Meski demikian, ada satu pekerjaan yang masih menjadi primadona kids jaman now, yakni bekerja di dunia penyiaran baik radio maupun pertelevisian. Hal ini terlihat dari membludaknya pendaftar ketika stasiun TV membuka lowongan untuk calon pegawainya.
Salah satu pekerjaan yang menjadi incaran adalah menjadi seorang Presenter TV, karena presenter TV menjadi salah satu batu loncatan paling baik untuk nantinya menjadi seorang public figur di dunia Entertainment. Selain sebagai artis dalam dunia siaran, skill peresenter juga menantang sekaligus menarik dari sisi jurnalistik. Maka menjadi seorang presenter harus memiliki kemampuan yang harus dipelajari dan bukan sekedar modal tampang.
Dalam perkembangan dunia digital berbasis internet saat ini, presenter tentu lebih luas cakupannya baik dari segi skill yang harus dikuasai maupun lapangan kerja yang menjadi prospeknya. Presenter bisa masuk di berbagai program acara dan siaran, baik yang formal, non formal dan semi formal. Apalagi sekarang dengan perkembangan platform digital seperti Youtube dan lainnya, model presenter tentu semakin beragam.
Untuk menjadi presenter yang profesional, baik di TV maupun channel digital lainnya, tidak ada kualifikasi spesifik yang dibutuhkan. Banyak orang memulai karirnya di dunia presenter TV dengan bekerja di tim belakang layar dari sebuah program TV. Beberapa orang juga ada yang menjadi presenter setelah bekerja menjadi aktor. Namun untuk menunjang skill-skill yang dibutuhkan, Prodi KPI Ipmafa membekali tidak hanya dalam hal teknik presenter dan announcer, ada banyak skill lain yang dapat dijadikan bekal dalam industri siaran.
Baca juga:
Artikel
Hot Info
Dengan hadirnya layanan Google G Suite for Education yang diterapkan di kampus Ipmafa, maka setiap mahasiswa yang aktif di lingkungan Ipmafa dapat memperoleh email beridentitas lembaga secara gratis seperti namaku@student.ipmafa.ac.id.
Kelebihan fitur email tersebut adalah:
Yuk Pakai Email Lembaga Ipmafa Karena Banyak Manfaatnya
Dengan hadirnya layanan Google G Suite for Education yang diterapkan di kampus Ipmafa, maka setiap mahasiswa yang aktif di lingkungan Ipmafa dapat memperoleh email beridentitas lembaga secara gratis seperti namaku@student.ipmafa.ac.id.
Kelebihan fitur email tersebut adalah:
- Google Drive dg space unlimited: Tidak seperti paket email free seperti @gmail.com yang hanya menyediakan 15GB, dengan G Suite for Education besaran penyimpanan file yang disediakan bisa tidak terbatas.
- Email profesional: Dengan adanya email berekstensi @ipmafa.ac.id atau @student.ipmafa.ac.id tentu membuat Anda lebih terkesan profesional karena memakai email resmi lembaga.
- Google Scholar: salah satu bukti karya ilmiah seorang dosen atau peneliti dan akademisi adalah memiliki akun Google Scholar, untuk mendaftar tentu membutuhkan email lembaga dalam verifikasi awal sehingga akun email @ipmafa.ac.id atau @student.ipmafa.ac.id dapat dimanfaatkan oleh segenap civitas akademik kampus Ipmafa.
- Status lembaga lebih bonafid: Sebagai lembaga pendidikan juga tampak bonafid dengan adanya email lembaga. Perusahaan-perusahaan besar modern dapat dipastikan tidak akan menggunakan email yang free seperti @gmail.com atau @yahoo.com. Setidaknya meski kita tetap menggunakan email gratis tersebut karena faktor sudah tersebar di semua kolega dan client yang ada, dalam kondisi tertentu email lembaga dapat kita manfaatkan.
- Akses stabil: untuk kecepatan dan stabilitas akan sama stabilnya seperti akun email yang lain karena email @ipmafa.ac.id menggunakan layanan google yang telah memprioritaskan lembaga pendidikan dalam memanfaatkan fitur-fiturnya.
- File sharing yang fleksibel: melalu fiturnya “Team Drive” kita dapat berbagi file sebanyak-banyaknya dengan komunitas/grup yang kita inginkan. Misalnya namaku@ipmafa.ac.id ingin melakukan file sharing dengan grup Prodi PIAUD maka cukup membuat Grup folder dengan nama PIAUD dan memasukkan email-email yang dapat mengakses folder tersebut. Ini sama persis dengan Google Drive tetapi dengan kelebihan dapat mengatur komunitas yang kita inginkan dalam berbagi file, plus pengaturan yang lebih fleksibel, dan tentunya dengan space yang jauh lebih besar (unlimited).
Salam Komunikasi!
Siarkan kebaikan, syiarkan kedamaian!
Semoga bermanfaat.
Berita
Nonton bareng (Nobar) film Jejak Langkah 2 Ulama di kampus Ipmafa mendapat respon positif dari masyarakat (3/2/2020). Film yang menceritakan perjalan hidup dua tokoh ulama besar dari Nahdlatul Ulama' dan Muhammadiyah tersebut ditonton lebih dari 450 an penonton terdiri dari berbagai kalangan. Nobar diselenggarakan oleh tim PMB yang bekerjasama dengan Dewan Mahasiswa (dema) Ipmafa dan sponsor dari mitra luar seperti Radio PAS FM Pati.
Dari penyelenggaraan event tersebut tampak antusiasme masyarakat di wilayah Pati yang tidak hanya menikmati pertunjukan film tetapi juga ingin mengambil pesan dan nilai dari cerita sejarah ulama besar yang ditayangkan. Film yang berdurasi sekitar 2,5 jam lebih ini dapat membuat para pemirsa menyaksikan secara serius sekaligus tertawa karena terdapat bagian-bagian film yang menayangkan kisah jenaka yang bernilai.
IPMAFA menjadi jadi salah satu penyelenggara pemutaran Film "Jejak langkah 2 Ulama". Film yang menceritakan perjalan hidup dua tokoh ulama besar dari Nahdlatul Ulama' dan Muhammadiyah ini tidak ditayangkan di bioskop dan platform digital melainkan hanya diputar di komunitas-komunitas khususnya dari NU dan Muhammadiyah. Bagi masyarakat Pati dan sekitarnya, tentu hal ini menjadi kabar baik karena cukup datang di kampus IPMAFA, film yang syarat nilai positif ini dapat dinikmati.
Film garapan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Pondok Pesantren Tebuireng ini menghadirkan syiar-syiar kebaikan dari kehidupan ulama zaman dahulu yang sering dibelokkan dalam kehidupan bermasyarakat. Itu penting karena nilai-nilai kesamaan dan kesepahaman antara NU dan Muhammadiyah banyak dibelokkan oleh sekelompok kecil agar kedua ormas tersebut seolah-olah bersebarangan.
Antusiasme Masyarakat di Nobar Film Jejak Langkah Langkah 2 Ulama
Nonton bareng (Nobar) film Jejak Langkah 2 Ulama di kampus Ipmafa mendapat respon positif dari masyarakat (3/2/2020). Film yang menceritakan perjalan hidup dua tokoh ulama besar dari Nahdlatul Ulama' dan Muhammadiyah tersebut ditonton lebih dari 450 an penonton terdiri dari berbagai kalangan. Nobar diselenggarakan oleh tim PMB yang bekerjasama dengan Dewan Mahasiswa (dema) Ipmafa dan sponsor dari mitra luar seperti Radio PAS FM Pati.
Dari penyelenggaraan event tersebut tampak antusiasme masyarakat di wilayah Pati yang tidak hanya menikmati pertunjukan film tetapi juga ingin mengambil pesan dan nilai dari cerita sejarah ulama besar yang ditayangkan. Film yang berdurasi sekitar 2,5 jam lebih ini dapat membuat para pemirsa menyaksikan secara serius sekaligus tertawa karena terdapat bagian-bagian film yang menayangkan kisah jenaka yang bernilai.
IPMAFA menjadi jadi salah satu penyelenggara pemutaran Film "Jejak langkah 2 Ulama". Film yang menceritakan perjalan hidup dua tokoh ulama besar dari Nahdlatul Ulama' dan Muhammadiyah ini tidak ditayangkan di bioskop dan platform digital melainkan hanya diputar di komunitas-komunitas khususnya dari NU dan Muhammadiyah. Bagi masyarakat Pati dan sekitarnya, tentu hal ini menjadi kabar baik karena cukup datang di kampus IPMAFA, film yang syarat nilai positif ini dapat dinikmati.
Film garapan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Pondok Pesantren Tebuireng ini menghadirkan syiar-syiar kebaikan dari kehidupan ulama zaman dahulu yang sering dibelokkan dalam kehidupan bermasyarakat. Itu penting karena nilai-nilai kesamaan dan kesepahaman antara NU dan Muhammadiyah banyak dibelokkan oleh sekelompok kecil agar kedua ormas tersebut seolah-olah bersebarangan.
Subscribe to:
Comments (Atom)


































Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.