- Bidikmisi : beasiswa ini diperuntukan khusus bagi mahasiswa semester 1. Mahasiswa yang bisa ikut serta dalam beasiswa ini adalah mahasiswa lulusan terbaru dan lulusan di 1 tahun sebelumnya pada saat dibukanya beasiswa bidikmisi untuk tahun akademik baru di IPMAFA. Beasiswa ini diberikan mulai dari semester 1 – 8 (sampai perkuliahan selesai).
- Beasiswa dari Kementerian Agama RI : beasiswa ini diberikan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik (dengan menyertakan sertifikat atau piagam penghargaan dan persyaratan lain yang ditentuan dari Kemenag).
- Beasiswa terbaik angkatan : beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik dari semua mahasiswa satu angkatan.
- Beasiswa terbaik Fakultas : beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik dari semua mahasiswa satu Fakultas tertentu.
- Beasiswa terbaik Institut : beasiswa bagi mahasiswa yang memeiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik dari semua mahasiswa disemua angkatan dan Institut.
- Beasiswa Tahfidh : beasiswa bagi mahasiswa yang sudah atau masih dalam proses hafalan (Tahfidz) Al-Qur’an. Untuk mengikuti beasiswa ini, minimal sudah hafal 5 juz secara urut (tidak boleh acak). Besaran beasiswa ini adalah bagi yang hafal 5 Juz mendapatkan beasiswa 50% biaya selama kuliah dan 100% bagi yang sudah hafal 30 Juz. Syarat dan ketentuan berlaku.
- Beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu : Yakni beasiswa yang diberikan oleh kampus kepada mahasiswa yang aktif kuliah, namun tidak mampu membayar biaya kuliah.
- Beasiswa Orang Tua Asuh : beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa dari inisiatif pihak kampus atau luar kampus atas kesediaan berkhidmat dengan pemberi beasiswa.
Berita
Hot Info
Berikut ini beberapa informasi mengenai beasiswa di IPMAFA :
Tentang Beasiswa di Ipmafa Pati
Berita
Berkembangnya komunikasi dan model bisnis sekarang ini ternyata memiliki dampak negatif dalam tindak kejahatan. Modus penipuan bermacam-macam baik melalui pesan singkat SMS, WA atau telefon langsung kepada korban. Berikuti ini macam-macam modus penipun yang perlu kita waspadai:
Tips Menghindari Penipuan Online Ala KPI Ipmafa
Berkembangnya komunikasi dan model bisnis sekarang ini ternyata memiliki dampak negatif dalam tindak kejahatan. Modus penipuan bermacam-macam baik melalui pesan singkat SMS, WA atau telefon langsung kepada korban. Berikuti ini macam-macam modus penipun yang perlu kita waspadai:
- SMS menang kuis
- Telfon dari orang yang mengabarkan ada saudara kecelakaan atau tertangkap polisi
- SMS permintaan transfer uang dari dosen atau guru
- Mama minta pulsa
- Agen pulsa murah
- Jualan nomer cantik
- Tawaran kredit pinjaman dengan bunga yang menggiurkan
- Tawaran promo menginap di hotel secara gratis
- Tawaran investasi yang sangat menggiurkan
- dll.
Dari semua modus di atas, dapat disimpulkan bahwa ujung-ujungnya pelaku mengajak korban untuk bertransaksi dengan uang karena tujuan utamanya adalah duit. Kedua, hampir semua pelaku menggunakan nomor yang tidak dikenal oleh korban. Untuk itu, hindarilah mengikuti ajakan orang yang memiliki tanda-tanda di atas.
Namun jika saja penipuannya sampai terjadi, maka hal-hal berikut bisa ditempuh agar pelaku terlaporkan ke pihak yang berwajib:
- Lapor di laman https://www.kredibel.co.id/ dengan memberikan informasi yang lengkap
- Lapor di laman https://www.lapor.go.id/ dengan mengikuti alur dan isian yang disediakan
- Lembaga OJK juga memberikan layanan aduan yaitu dengan menghubungi kontak center OJK di nomor 1-500-655 atau mengirimkan screen capture SMS yang diterima melalui email Konsumen@ojk.go.id
- Blokir rekening pelaku melalui portal cekrekening.id Milik Kementerian Kominfo Republik Indonesia
Nah itu dulu, semoga bermanfaat.
Salam KPI! Siarkan kebaikan, syiarkan kedamaian.
Artikel
Hot Info
Dimana saja, etika dan akhlak harus dapat dijaga dalam kehidupan sehari-hari, khususnya mahasiswa Ipmafa atau yang biasa disebut mahasiswa santri. Etika ini banyak dan macam-macam, termasuk ketika mengirim pesan WA atau Sms kepada dosen yang membimbing kita. Tidak sedikit lho mahasiswa atau murid yang tidak tahu bagaimana cara mengirim WA yang beretika. Akibatnya WA atau sms tersebut tidak dijawab atau didiamkan atau bahkan bisa jadi membuat dosen tersebut kesal dan tersinggung.
Mungkin karena seringnya kita mengirim WA ke teman-teman, giliran kirim pesan ke dosen kayak WA ke sesama mahasiswa atau teman dekat sendiri. Walhasil WA yang kita kirim terkesan tidak sopan dan kurang beretika. Ingat, seseorang yang beretika baik, akan dipandang hormat oleh orang lain, begitupun sebaliknya.
Meski WA yang tidak sopan tidaklah satu-satunya alasan untuk tidak dijawab oleh dosen, tapi setidaknya kita sudah berusaha terbaik dalam berkomunikasi dengan guru kita. Karena biasanya pesan mahasiswa yang tidak dibalas disebabkan beberapa hal berikut:
Untuk itu, di sini akan dibagikan beberapa tips mengenai cara mengirim pesan WA/sms yang sopan agar dosen, guru, atau orang yang lebih tua daripada kita mau merespon kiriman pesan kita:
1. SALAM & SAPA
Awali pesan singkat dengan memberi salam seperti "Assalamu alaikum", ditulis lengkap lebih baik. Jangan sampai kita belum pernah kirim WA ke dosen tiba-tiba langsung menyampaikan keperluan, jadi terkesan kasar dan tidak beretika. Selain itu salam berpahala juga kan :).
Selain salam, sapalah dosen kita dengan sopan. Meski dosen kita terlihat ramah, dekat dengan siapa saja, dan bahkan gaul, tetap disarankan menggunakan bahasa formal, menggunakan sapaan yang sopan seperti "Bapak", atau namanya misalnya "Pak Teguh", atau "Bu Salma".
Contoh benar:
[v] Assalamualaikum Bu Herni
[v] Selamat Pagi Pak Tony
Salah:
[x] Pagi Pak/Mas Broo...
[x] Selamat Pagi Miss Salma yang cuannntikkk,,,
Terkadang WA kita bisa kita bubuhi dengan kerendahan hati kita seperti "maaf". Contoh: "Assalamualaikum. Maaf, Pak, mengganggu sebentar".
2. SEBUTKAN IDENTITAS DIRI
Handphone dosen atau guru kita bukanlah komputer atau buku registrasi yang menyimpan semua nama mahasiswanya, tak terkecuali nama kita. Jadi, pastikan untuk memperkenalkan diri dengan sopan dan jelas.
Contoh benar:
[v] Assalamualaikum Bu Salma, maaf mengganggu. Saya Fitri Rahmawati salah satu mahasiswa bimbingan Ibu di Prodi KPI.
[v] Assalamualaikum Pak Teguh, Maaf ini Ahmad Bayu, mahasiswa KPI 1.
Salah:
[x] Assalamualaikum Pak Teguh, maaf sebelumnya, coba tebak ini siapa...?
[x] Pagi Bu, ibu ada di mana sekarang? Hari ini ke kampus gak bu?”
[x] Ibu posisi dimana? saya sudah di kampus dari tadi...
Perlu diingat, guru/dosen tidak selalu menyimpan nomor setiap WA yang masuk. Jika Anda telah mengirim WA misalnya seminggu yang lalu, kemudian ada keperluan lagi, tetap perkenalkan diri Anda supaya mereka tidak bingung mengingat kembali.
3. UTARAKAN MAKSUD DAN KEPERLUAN
Jelaskan keperluan Anda dengan singkat, jelas dan sopan. Hindari kata-kata yang tidak tegas dan bertele-tele. Juga jangan menggunakan kalimat yang bernada memerintah. Ingat, dosen itu rata-rata lebih tua atau lebih berwawasan secara akademik. Jika membuat janji bertemu, langsung tanyakan jam dan tempatnya.
Contoh benar:
[v] Assalamualaikum Pak Teguh, Maaf ini Ahmad Bayu, mahasiswa KPI semester 7A. Saya ingin mendapatkan bimbingan skripsi dengan Bapak. Kira-kira kapan Bapak ada waktu luang agar bisa saya temui?.
[v] Assalamualaikum, saya Ratna mahasiswa KPI IPMAFA semester 7. Maaf pak, saya mau menanyakan apakah besok bapak ada waktu untuk bimbingan skripsi? Terima Kasih
[v] Assalamualaikum. Mohon maaf mengganggu waktunya Pak, saya Ahmad Bayu dari KPI I, izin menyampaikan bahwa besok Bapak ada jadwal luring mata kuliah Bahasa Indonesia pukul 07.30-09.00 WIB, di ruang 110. Terima kasih, wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Salah:
[x] Siang Pak, ini Bayu, mahasiswa bimbingan Bapak. Mau minta bimbingan nih!. Bapak kapan sempat? Bapak ke kampus sekarang yah kalo bisa.
[x] Bu saya ali dari kelas PBA2 A. Boleh minta slide kuliah gak bu? Kirimin via gmail aja ya bu, kita butuh buat belajar, makasih…
[x] Bu…., UAS kan sudah selese...tolong dikoreksi ya bu makulnya, saya pengen cepat tahu nih nilainya....trims.
4. GUNAKAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR
Ketika mengirim WA, periksalah dahulu kata-kata Anda dan perhatikan tanda baca. Sebaiknya tidak menyingkat pesan karena mau menghemat waktu atau terburu-buru. Dan ingat, jangan menggunakan bahasa yang alay/gaul/slank dsb. Bagi mahasiswa, tulisan 4L4y mungkin lucu dan menarik, tapi bagi dosen, tentu butuh waktu khusus untuk mencerna tulisan anda. Jagalah kesan yang baik di mata guru kita.
Salah:
[x] SoRe bu..ApA be5ok 4da m4t4kul!ah Ga’ ea...?
[x] Wah pagi AQ g' bisa e bu, Sore 'ja ya bU...?”
5. PERHATIKAN WAKTU PENGIRIMAN PESAN
Dalam mengirim WA, perlu juga kita perhatikan jam istirahat dosen kita, jangan terlalu malam atau kepagian. Kirimlah pesan pada saat hari dan jam kerja. Tetapi jika dosen kita mengajar hari Ahad, maka mengirim WA hari sabtu-minggu masih dalam batas kewajaran.
6. UCAPKAN TERIMAKASIH
Jangan lupa ucapkan terima kasih untuk mengakhiri pesan. Bisa juga kata/kalimat pendek yang menunjukkan bahwa Anda sudah memahami pesan yang disampaikan oleh dosen.
Demikian tips ber-WA dan berkomunikasi secara digital pada guru dan dosen kita, semoga bermanfaat 😀😉
Etika Mengirim WA & Pesan Ke Dosen
Dimana saja, etika dan akhlak harus dapat dijaga dalam kehidupan sehari-hari, khususnya mahasiswa Ipmafa atau yang biasa disebut mahasiswa santri. Etika ini banyak dan macam-macam, termasuk ketika mengirim pesan WA atau Sms kepada dosen yang membimbing kita. Tidak sedikit lho mahasiswa atau murid yang tidak tahu bagaimana cara mengirim WA yang beretika. Akibatnya WA atau sms tersebut tidak dijawab atau didiamkan atau bahkan bisa jadi membuat dosen tersebut kesal dan tersinggung.
Mungkin karena seringnya kita mengirim WA ke teman-teman, giliran kirim pesan ke dosen kayak WA ke sesama mahasiswa atau teman dekat sendiri. Walhasil WA yang kita kirim terkesan tidak sopan dan kurang beretika. Ingat, seseorang yang beretika baik, akan dipandang hormat oleh orang lain, begitupun sebaliknya.
Meski WA yang tidak sopan tidaklah satu-satunya alasan untuk tidak dijawab oleh dosen, tapi setidaknya kita sudah berusaha terbaik dalam berkomunikasi dengan guru kita. Karena biasanya pesan mahasiswa yang tidak dibalas disebabkan beberapa hal berikut:
- Isi pesan tidak berkenan di hati, alias tidak beretika.
- Salah waktu. Jika menghubungi di waktu sibuk biasanya akan terlewatkan, kemudian terlupakan, meski tampak pesan tersebut sudah terbaca.
- Lebih suka ditelpon.
- Pulsa/paket data internet habis.
Untuk itu, di sini akan dibagikan beberapa tips mengenai cara mengirim pesan WA/sms yang sopan agar dosen, guru, atau orang yang lebih tua daripada kita mau merespon kiriman pesan kita:
1. SALAM & SAPA
Awali pesan singkat dengan memberi salam seperti "Assalamu alaikum", ditulis lengkap lebih baik. Jangan sampai kita belum pernah kirim WA ke dosen tiba-tiba langsung menyampaikan keperluan, jadi terkesan kasar dan tidak beretika. Selain itu salam berpahala juga kan :).
Selain salam, sapalah dosen kita dengan sopan. Meski dosen kita terlihat ramah, dekat dengan siapa saja, dan bahkan gaul, tetap disarankan menggunakan bahasa formal, menggunakan sapaan yang sopan seperti "Bapak", atau namanya misalnya "Pak Teguh", atau "Bu Salma".
Contoh benar:
[v] Assalamualaikum Bu Herni
[v] Selamat Pagi Pak Tony
Salah:
[x] Pagi Pak/Mas Broo...
[x] Selamat Pagi Miss Salma yang cuannntikkk,,,
Terkadang WA kita bisa kita bubuhi dengan kerendahan hati kita seperti "maaf". Contoh: "Assalamualaikum. Maaf, Pak, mengganggu sebentar".
2. SEBUTKAN IDENTITAS DIRI
Handphone dosen atau guru kita bukanlah komputer atau buku registrasi yang menyimpan semua nama mahasiswanya, tak terkecuali nama kita. Jadi, pastikan untuk memperkenalkan diri dengan sopan dan jelas.
Contoh benar:
[v] Assalamualaikum Bu Salma, maaf mengganggu. Saya Fitri Rahmawati salah satu mahasiswa bimbingan Ibu di Prodi KPI.
[v] Assalamualaikum Pak Teguh, Maaf ini Ahmad Bayu, mahasiswa KPI 1.
Salah:
[x] Assalamualaikum Pak Teguh, maaf sebelumnya, coba tebak ini siapa...?
[x] Pagi Bu, ibu ada di mana sekarang? Hari ini ke kampus gak bu?”
[x] Ibu posisi dimana? saya sudah di kampus dari tadi...
Perlu diingat, guru/dosen tidak selalu menyimpan nomor setiap WA yang masuk. Jika Anda telah mengirim WA misalnya seminggu yang lalu, kemudian ada keperluan lagi, tetap perkenalkan diri Anda supaya mereka tidak bingung mengingat kembali.
3. UTARAKAN MAKSUD DAN KEPERLUAN
Jelaskan keperluan Anda dengan singkat, jelas dan sopan. Hindari kata-kata yang tidak tegas dan bertele-tele. Juga jangan menggunakan kalimat yang bernada memerintah. Ingat, dosen itu rata-rata lebih tua atau lebih berwawasan secara akademik. Jika membuat janji bertemu, langsung tanyakan jam dan tempatnya.
Contoh benar:
[v] Assalamualaikum Pak Teguh, Maaf ini Ahmad Bayu, mahasiswa KPI semester 7A. Saya ingin mendapatkan bimbingan skripsi dengan Bapak. Kira-kira kapan Bapak ada waktu luang agar bisa saya temui?.
[v] Assalamualaikum, saya Ratna mahasiswa KPI IPMAFA semester 7. Maaf pak, saya mau menanyakan apakah besok bapak ada waktu untuk bimbingan skripsi? Terima Kasih
[v] Assalamualaikum. Mohon maaf mengganggu waktunya Pak, saya Ahmad Bayu dari KPI I, izin menyampaikan bahwa besok Bapak ada jadwal luring mata kuliah Bahasa Indonesia pukul 07.30-09.00 WIB, di ruang 110. Terima kasih, wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Salah:
[x] Siang Pak, ini Bayu, mahasiswa bimbingan Bapak. Mau minta bimbingan nih!. Bapak kapan sempat? Bapak ke kampus sekarang yah kalo bisa.
[x] Bu saya ali dari kelas PBA2 A. Boleh minta slide kuliah gak bu? Kirimin via gmail aja ya bu, kita butuh buat belajar, makasih…
[x] Bu…., UAS kan sudah selese...tolong dikoreksi ya bu makulnya, saya pengen cepat tahu nih nilainya....trims.
4. GUNAKAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR
Ketika mengirim WA, periksalah dahulu kata-kata Anda dan perhatikan tanda baca. Sebaiknya tidak menyingkat pesan karena mau menghemat waktu atau terburu-buru. Dan ingat, jangan menggunakan bahasa yang alay/gaul/slank dsb. Bagi mahasiswa, tulisan 4L4y mungkin lucu dan menarik, tapi bagi dosen, tentu butuh waktu khusus untuk mencerna tulisan anda. Jagalah kesan yang baik di mata guru kita.
Salah:
[x] SoRe bu..ApA be5ok 4da m4t4kul!ah Ga’ ea...?
[x] Wah pagi AQ g' bisa e bu, Sore 'ja ya bU...?”
5. PERHATIKAN WAKTU PENGIRIMAN PESAN
Dalam mengirim WA, perlu juga kita perhatikan jam istirahat dosen kita, jangan terlalu malam atau kepagian. Kirimlah pesan pada saat hari dan jam kerja. Tetapi jika dosen kita mengajar hari Ahad, maka mengirim WA hari sabtu-minggu masih dalam batas kewajaran.
6. UCAPKAN TERIMAKASIH
Jangan lupa ucapkan terima kasih untuk mengakhiri pesan. Bisa juga kata/kalimat pendek yang menunjukkan bahwa Anda sudah memahami pesan yang disampaikan oleh dosen.
Demikian tips ber-WA dan berkomunikasi secara digital pada guru dan dosen kita, semoga bermanfaat 😀😉
Berita
Kegiatan
Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Ipmafa tidak hanya memiliki misi peningkatan dan pembekalan skill digital broadcasting sesuai perkembangan zaman tetapi juga membawa misi menyebarkan nilai-nilai kepesantrenan berfaham aswaja. Oleh sebab itu, diperlukan perangkat pendukung dan konsep yang cukup untuk mewujudkan hal tersebut.
Maka Prodi KPI Ipmafa bersama jajaran dosen Ipmafa melakukan sharing knowledge bersama Direktur NU Online, Mohamad Syafi’ Alielha yang sudah lama berkecimpung dalam media massa khususnya NU Online dan islami.co (11/1/2019). Hadir dalam forum tersebut Dekan Fakultas Dakwah Sri Naharin MSI, Kepala Prodi KPI Isyrokh Fuaidi LL.M, Sekretaris Prodi Arif Chasanuddin MPd, dan sejumlah dosen Ipmafa dari berbagai jurusan.
Syafi' dalam paparannya banyak mengupas hal-hal penting yang perlu dilakukan kaitannya dengan pengembangan skill dan disiplin keilmuan di Prodi KPI Ipmafa. Pertama yang perlu dipetakan adalah target klien yang menjadi sasaran (captive market). Captive market ini berbeda antara satu dengan yang lain. Media massa NU Online yang sasarannya masyarakat NU tidak bisa disamakan dengan sasaran media broadcasting KPI Ipmafa.
Karena KPI ini membawa misi dakwah, skill komunikasi juga harus diberikan kepada mahasiswa KPI baik dari segi sarana-prasarana maupun konsep dan keilmuan komunikasi yang relevan. Dengan begitu, konten yang dihadirkan dapat diminati dan bermanfaat bagi masyarakat. Mahasiswa juga perlu diberikan monitoring dan pendampingan untuk menstimulasi ide dan kreasi yang ingin disajikan.
Terkait konten dan sosok yang menarik market pengguna saat ini, hal itu tidak ditentukan oleh penampilan luar seorang komunikator, melainkan dari pesan yang mudah dipahami dan tidak rumit.
KPI Ipmafa Bincang Santai Bersama Direktur NU Online
Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Ipmafa tidak hanya memiliki misi peningkatan dan pembekalan skill digital broadcasting sesuai perkembangan zaman tetapi juga membawa misi menyebarkan nilai-nilai kepesantrenan berfaham aswaja. Oleh sebab itu, diperlukan perangkat pendukung dan konsep yang cukup untuk mewujudkan hal tersebut.
Maka Prodi KPI Ipmafa bersama jajaran dosen Ipmafa melakukan sharing knowledge bersama Direktur NU Online, Mohamad Syafi’ Alielha yang sudah lama berkecimpung dalam media massa khususnya NU Online dan islami.co (11/1/2019). Hadir dalam forum tersebut Dekan Fakultas Dakwah Sri Naharin MSI, Kepala Prodi KPI Isyrokh Fuaidi LL.M, Sekretaris Prodi Arif Chasanuddin MPd, dan sejumlah dosen Ipmafa dari berbagai jurusan.
Syafi' dalam paparannya banyak mengupas hal-hal penting yang perlu dilakukan kaitannya dengan pengembangan skill dan disiplin keilmuan di Prodi KPI Ipmafa. Pertama yang perlu dipetakan adalah target klien yang menjadi sasaran (captive market). Captive market ini berbeda antara satu dengan yang lain. Media massa NU Online yang sasarannya masyarakat NU tidak bisa disamakan dengan sasaran media broadcasting KPI Ipmafa.
Karena KPI ini membawa misi dakwah, skill komunikasi juga harus diberikan kepada mahasiswa KPI baik dari segi sarana-prasarana maupun konsep dan keilmuan komunikasi yang relevan. Dengan begitu, konten yang dihadirkan dapat diminati dan bermanfaat bagi masyarakat. Mahasiswa juga perlu diberikan monitoring dan pendampingan untuk menstimulasi ide dan kreasi yang ingin disajikan.
Terkait konten dan sosok yang menarik market pengguna saat ini, hal itu tidak ditentukan oleh penampilan luar seorang komunikator, melainkan dari pesan yang mudah dipahami dan tidak rumit.

Artikel
Penyiar atau broadcaster saat ini harus dipahami tidak terbatas pada radio dan televisi meski pada awalnya kegiatan broadcasting memang dilakukan di media massa radion kemudian televisi. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat ini, kegiatan penyiaran menjadi sangat beragam sehingga kegiatan penyiaran dilakukan di berbagai platform digital, bahkan kedua media konvensional tersebut sudah banyak tergeser meski sampai saat ini keduanya masih relevan.
Hukum Menjadi Broadcaster Muslim Jaman Now
Penyiar atau broadcaster saat ini harus dipahami tidak terbatas pada radio dan televisi meski pada awalnya kegiatan broadcasting memang dilakukan di media massa radion kemudian televisi. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat ini, kegiatan penyiaran menjadi sangat beragam sehingga kegiatan penyiaran dilakukan di berbagai platform digital, bahkan kedua media konvensional tersebut sudah banyak tergeser meski sampai saat ini keduanya masih relevan.
Broadcaster di jaman now bisa meliputi:
- TV
- Radio
- Youtube
- Channel TV digital
- Vlog
- Live streaming
- dan channel-channel digital dalam bentuk platform.
Nah apa hukumnya menjadi penyair muslim/muslimah? Berikut penjelasannya:
Syekh Ali Jum’ah dalam fatwa yang diterbitkan Dewan Fatwa Mesir (Dar Al-Ifta’ Al-Misriyyah) bahwa membolehkan seorang perempuan bekerja sebagai penyiar berita di televisi. Dengan syarat dia mempertahankan aturan-aturan dan adab-adab Islam seperti menutup aurat dan bicara sewajarnya.
Dalam fatwa nomor 4526 yang dipublikasikan tahun 2004 dengan judul ‘amal al-mar’ah mudzayyi’ah bi wasa’il al-I’lam wa irtida’ al-hijab (Perempuan Bekerja sebagai Penyiar di Media dan Memakai Hijab), seseorang bertanya,
أولًا: ما حكم الدين في عمل المرأة بالتليفزيون ووسائل الإعلام كمذيعة؟
“Apa hukumnya dalam agama untuk pekerjaan perempuan di stasiuan televisi dan media penyiaran sebagai penyiar?”
Syekh Ali Jum’ah menjawab,
يجوز شرعًا عمل المرأة بالتليفزيون ووسائل الإعلام المختلفة كمذيعة أو مقدمة للبرامج أو معدة أو مخرجة أو مصورة أو محررة ونحو ذلك؛ لأن ذلك لا يترتب عليه مخالفة شرعية، وكل ما كان كذلك يجوز للمرأة أن تقوم به، والنبي صلى الله عليه وآله وسلم يقول: «النّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ» رواه أبو داود والترمذي في "سننيهما" والإمام أحمد في "مسنده". ولا يخفى على المرأة وجوب الالتزام بما أمرها الله به ورسوله من الالتزام بالحجاب الشرعي والجدية في الحديث والاستقامة في السلوك كشأن المسلم في التمسك بتلك الآداب،
“Secara syara’, seorang perempuan boleh bekerja di stasiun televisi dan media penyiaran yang beraneka macam seperti sebagai penyiar, pembawa acara, penyaji, kameramen, pengulas, dan sejenisnya. Karena, hal itu tidak berakibat pada munculnya perkara yang bertentangan dengan syariat. Perkara yang semacam itu, boleh dilakukan seorang perempuan. Rasulullah SAW bersabda, “Para perempuan adalah saudara kandung kaum lelaki”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Al-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya serta Imam Ahmad dalam Musnad-nya. Dan tidak samar bahwa perempuan wajib memegang perintah Allah dan Rasul-Nya tentang keharusan mengenakan hijab syar’i, benar dalam bicara, dan sopan dalam bertingkah laku sebagaimana seorang Muslim yang berpegang dengan adab-adab tersebut.” (M. Khoirul Huda)
Sumber: harakahislamiyah.com
Berita
Hot Info
IPMAFA selalu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien dalam tatakelola pendidikannya. Salah satunya dengan menerapkan sistem pembayaran online yang memudahkan para mahasiswa dalam melakukan pembayaraan kuliah. Gerbang pembayaran online yang dinamakan "MAFAPAY" ini menjadikan mahasiswa bebas antri saat ingin melakukan pembayaran.
Sistem pembayaran Mafapay ini memiliki beberapa kelebihan dibanding sistem host-to-host yang sering dipakai di berbagai perguruan tinggi secara umum. Dengan MafaPay, cara pembayaran lebih beragam karena dapat dilakukan di 15 channel pembayaran. MafaPay selain memungkinkan mahasiswa melakukan pembayaran di berbagai ATM bank-bank standar seperti BRI, BNI, Mandiri, BCA, pembayaran perkuliahan juga dapat dilakukan di gerai-gerai Indormart dan Alfagroup yang hampir ditemukan di semua wilayah di Indonesia.
Kelebihan lain dari MafaPay adalah teknis pembayarannya, mahasiswa dengan mudah melakukan pembayaran secara virtual layaknya melakukan belanja online. Bagi mahasiswa milenial, hal ini tentu sudah menjadi kebiasaan mereka karena hampir tiap hari mahasiswa melakukan belanja online dari berbagai Marketplace di Indonesia.
Asyiknya lagi, pembayaran online di IPMAFA ini sifatnya opsional alias tidak wajib. Bagi mahasiswa yang masih ingin melakukan pembayaran secara manual tetap dilayani oleh petugas kampus, dan bagi yang ingin tidak repot khususnya mereka yang berdomisili cukup jauh dari kampus dapat melakukan pembayaran di gerai terdekat.
MafaPay Mudahkan Sistem Pembayaran Mahasiswa IPMAFA
IPMAFA selalu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien dalam tatakelola pendidikannya. Salah satunya dengan menerapkan sistem pembayaran online yang memudahkan para mahasiswa dalam melakukan pembayaraan kuliah. Gerbang pembayaran online yang dinamakan "MAFAPAY" ini menjadikan mahasiswa bebas antri saat ingin melakukan pembayaran.
Sistem pembayaran Mafapay ini memiliki beberapa kelebihan dibanding sistem host-to-host yang sering dipakai di berbagai perguruan tinggi secara umum. Dengan MafaPay, cara pembayaran lebih beragam karena dapat dilakukan di 15 channel pembayaran. MafaPay selain memungkinkan mahasiswa melakukan pembayaran di berbagai ATM bank-bank standar seperti BRI, BNI, Mandiri, BCA, pembayaran perkuliahan juga dapat dilakukan di gerai-gerai Indormart dan Alfagroup yang hampir ditemukan di semua wilayah di Indonesia.
Kelebihan lain dari MafaPay adalah teknis pembayarannya, mahasiswa dengan mudah melakukan pembayaran secara virtual layaknya melakukan belanja online. Bagi mahasiswa milenial, hal ini tentu sudah menjadi kebiasaan mereka karena hampir tiap hari mahasiswa melakukan belanja online dari berbagai Marketplace di Indonesia.
Asyiknya lagi, pembayaran online di IPMAFA ini sifatnya opsional alias tidak wajib. Bagi mahasiswa yang masih ingin melakukan pembayaran secara manual tetap dilayani oleh petugas kampus, dan bagi yang ingin tidak repot khususnya mereka yang berdomisili cukup jauh dari kampus dapat melakukan pembayaran di gerai terdekat.
Artikel
Spek PC Yang Cocok Untuk Video Editing
Dalam dunia broadcasting, produksi konten dapat maksimal jika didukung oleh perangkat yang memadai. Salah satu perangkat tersebut adalah komputer/PC yang dipakai untuk editing video. Untuk itu, diperlukan spesifikasi PC yang menunjang semua proses editing yang dibutuhkan seperti: menjalankan software adobe premiere, after effects, memasukkan audio, rendering dan lain sebagainya.
Nah, untuk spesifikasi PC yang dapat memenuhi kebutuhan di atas dapat dijelaskan sbb:
- VGA Card DDR5/2GB/64-128BIT: Untuk mengedit video sangat diperlukan adanya VGA yang memadai. Standar minimal VGA Card yang dibutuhkan adalah 2GB, syukur-syukur bisa 4GB. Jenis modelnya minimal menggunakan DDR5 karena software yang dipakai menggunakan versi yang terbaru.
- RAM/Memory: Selain VGA card, RAM yang juga diperlukan dalam proses editing video. Kinerja RAM yang bersamaan dengan VGA dapat membuat proses editing menjadi ringan dan mudah. Dalam hal ini, ukuran RAM minimal adalah 8-16 GB.
- Processor: Untuk video, disarankan minimal menggunakan 4 Core (core i3). Prosesor ini sangat dibutuhkan pada saat rendering file yang biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Rendering ini pasti dilakukan paska editing untuk menghasilkan hasil jadi (konversi) dari video mentah yang dibuat. Pada saat proses render file, maka kerjanya bergantung pada peran prosesor yang dibantu oleh memori/RAM yang tinggi sekaligus SSD drive .
Jadi dapat disimpulkan bahwa proses editing yang dibutuhkan adalah VGA dan RAM yang memadai. Sementara untuk proses rendering yang dibutuhkan adalah processor yang tinggi dengan dibantu oleh SSD drive dan memori. Untuk jenis VGA yang baik bermacam-macam meliputi yang merek Invidia: 1050MB/4GBTi/1060-3/6GB. Sedangkan merek Radeon bisa RX560-4GB/570/580
Sedangkan untuk pemilihan Motherboard (Mobo) mengenai mereknya bebas. Yang terpenting adalah sudah menyediakan dual channel yakni 4x2 atau 8x2 atau 16x2. Jadi kunci utama dalam proses video editing adalah 2 yaitu VGA dan RAM.
Terakhir, hal yang tidak kalah pentingnya adalah power supply (PSU). Untuk memilih PSU yang tepat ditentukan pada model VGA card yang digunakan dalam PC. Itu karena dalam editing video, power paling banyak yang dibutuhkan adalah dari VGA card. Untuk VGA card 1050MB/4GBTi, maka bisa memakai PSU 350-450 (80 plus). Sedangkan VGA card 4GBTi/1060-3/6GB membutuhkan PSU 500
Tips & Tutorial
Pengaturan Bahasa Google Spreadsheet
- Anda dapat menyetel bahasa di setelan Akun Google [LINK].
- Rubahlah bahasa di bawah menu Default Language ke bahasa yang diinginkan
- Selesai.
Catatan tambahan : Mengubah lokal tidak mengubah setelan bahasa di Google Spreadsheet.
Tips & Tutorial
Anda dapat mengubah setelan zona wilayah, zona waktu dan bahasa di Google Spreadsheet. Jika Anda membuat perubahan, maka perubahan tersebut berlaku untuk seluruh spreadsheet dan file Google Form. Setiap orang yang mengerjakan Google Form yang dibuat secara otomatis mengikuti perubahan waktu tersebut, terlepas dari lokasi mereka.
Step by Step:
Pengaturan Lokasi & Waktu Google Form & Spreadsheet
Anda dapat mengubah setelan zona wilayah, zona waktu dan bahasa di Google Spreadsheet. Jika Anda membuat perubahan, maka perubahan tersebut berlaku untuk seluruh spreadsheet dan file Google Form. Setiap orang yang mengerjakan Google Form yang dibuat secara otomatis mengikuti perubahan waktu tersebut, terlepas dari lokasi mereka.
Step by Step:
- Pada komputer Anda, buka salah satu file spreadsheet di Google Spreadsheet.
- Klik File lalu Setelan spreadsheet / Speadsheet settings.
- Di bawah "Umum/General", klik menu "Lokal/Locale" dan "Zona waktu / Time zone" untuk mengubah setelan Anda.
- Klik Simpan Setelan/Save Settings.
Subscribe to:
Comments (Atom)





























Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.