Mahasiswa Baru Tahun 2023 Diberi Pembekalan Kefakultasan dan Keprodian
Berorganisasi Bukan Penghalang Untuk Berprestasi
Hallo readers, tidak sedikit orang yang takut untuk ikut organisasi karena khawatir dapat menghambat capaian dan kesibukan sebagai mahasiswa. Kali ini aku ingin membagikan pengalaman pribadiku yang aktif berorganisasi tapi tetap bisa berprestasi, dan yang paling penting adalah tidak mengganggu kegiatan perkuliahanku. Ini bukan bermaksud untuk menyombongkan diri lho, tetapi hanya sekedar sharing kepada teman-teman semua, tentu setiap insan pasti tidak akan lepas dari kekurangan dan kelemahannya masing-masing.
1. Aktif di berbagai kegiatan dan organisasi kampus.
Dari semua kegiatan ini tentu muncul kebanggaan tersendiri sebab memiliki kegiatan yang positif dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Tentu dengan semua itu tidak boleh membuatku sombong tetapi terus mengasah diri mencari pengalaman-pengalaman baru.
Misal ketika diminta jadi MC acara sholawatan, aku membantu PAC melancarkan acara, dari sana aku dikenal banyak orang, dan akhirnya diminta menjadi pengurus lembaga & pers PAC Trangkil. Ketika mengajar ngaji dipondok aku bisa berkhidmah kepada almamater dan aku mendapat manfaat sekalian memperlancar hafalanku. Begitupun dengan berkhidmah kepada almamater, jadi bisa menambah relasi dengan mahasiswa dari kampus lain dan bisa saling sharing pengalaman.
Sebagai seorang yang memiliki banyak mimpi, aku mempunyai pemikiran bahwa semua hal yang kugapai, semua itu berawal dari ingin lalu mau melakukan dan kujalankan dan berwujud menjadi hasil yang membanggakan minimal untuk diri sendiri.
Dari zaman sekolah, mondok, bermasyarakat, bahkan sampai kuliah selain berupaya untuk turut berperan aktif dalam kegiatan dan organisasi, aku juga menerima saja jika diminta menjadi perwakilan dalam suatu perlombaan. Di sekolah aku pernah ikut berbagai lomba dan berhasil menjuarainya, diantaranya; juara 3 MTQ saat di kelas Aliyah di Kecamatan, juara 2 Qiro'atusy Syi'ir di IPMAFA waktu Aliyah, Juara harapan 1 story telling di SMANJU waktu MTS, masuk final lomba E&R di SMAN di Kudus waktu MTS, juara 1 lomba putri Muslimah, juara 1 lomba baca puisi, juara 2 business plan competition waktu kuliah, juara 2 duta Pelajar PAC Trangkil dan sederet prestasi lainnya.
Meski demikian, aku tetap berupaya menjaga nilai akademikku dan alhamdulillah ketika masih di bangku sekolah sering mendapat peringkat 1 di kelas dan teladan 1 paralel. Saat kuliah di IPMAFA, pun aku juga tetap terus berupaya mempertahankan capaian akademikku agar tidak terganggu. Syukurnya lagi, di semester 1 ini masih mendapatkan nilai IPK tertinggi tingkat Prodi, semoga di semester berikutnya tetap bertahan.
Mahasiswa Baru IPMAFA Diajak Bersikap Bijak dan Berkarakter di Zaman Global
Ipmafa Pati - Wakil Rektor 1 Bidang Akademik di IPMAFA, Dr. Ahmad Dimyati mengucapkan selamat kepada para mahasiswa baru karena mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di kampus IPMAFA. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk dapat melanjutkan kuliah setelah selesai sekolah, jadi hal itu patut disyukuri. Ucapan selamat ini disampaikannya pada saat peresmian dan pembukaan PSSMB IPMAFA Tahun 2023, Senin (28/8/2023)
Dalam orasinya Bapak Dimyati menyampaikan beberapa hal sebagai pembekalan umum kepada para mahasiswa baru. Mahasiswa harus paham bahwa di dunia ini tidak cukup memiliki cara pandang globalisme yakni melihat suatu tatanan kehidupan yang saling terkoneksi. Framing dunia luar seperti itu tentu bermasalah karena kesannya globalisme tidak memeiliki batasan-batasan tertentu. Sebagai manusia yang berbangsa dan bernegara, setiap orang harus tetap memiliki nasionalisme dan sikap kecintaan kepada tanah air. Contoh menurunnya sikap nasionalisme di masyarakat adalah adanya peristiwa penghinaan terhadap lambang negara, ketidakpedulian terhadap keutuhan dan kesatuan negara, bahkan adanya tindakan radikaslisme.
Selanjutnya, sebagai mahasiswa, banyak yang cenderung terlalu mendahulukan intelektualitas dan capaian-capaian prestasi tetapi mengesampingkan aspek moralitas dan akhlaqul karimah. Sebagai mahasiswa IPMAFA, tentu semua akan dibekali dengan berbagai macam ilmu pengetahuan dan teori yang sifatnya intelektual. Tetapi sebagai kampus pesantren, kita akan dibekali nilai-nilai yang berkaitan dengan moralitas sehingga pada akhirnya mahasiswa menjadi sosok yang berkarakter dan berbudi luhur.
Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah banyak perguruan tinggi yang terlalu mengutamakan aspek vokasional atau keterampilan khusus yang arahnya difokuskan pada pemenuhan pasar dan kebutuhan industri. Hal ini juga sering mengesampingkan aspek penting terkait karakter dan penanaman budi pekerti. Akibatnya hal ini dapat dilihat dari berita dan fakta yang bereda, tidak sedikit dari kalangan profesional, intelektual, dan para pemimpin yang tidak memiliki basis karakter yang kuat dan justruk merugikan kepentingan masyarakat. Minimnya nilai dan karakter seseorang akan menggiring ada perilaku dan sikap yang destruktif.
Mahasiswa juga diajak untuk melihat bahwa saat ini adalah era yang semua aspek kehidupan berbasis teknologi sehingga harus dilandasi dengan kesadaran tentang aspek-aspek kemanusian (humanity). Teknologi harus dilihat tidak lebih dari sekedar tools atau perangkat untuk mencapai sesuatu, yakni untuk mempermudah hidup, mempermudah cara belajar dan bekerja. Pemanfaatan teknologi sangat penting dan kita butuhkan bersama, tetapi hal penting lagi adalah sebagai manusia jangan sampai kehilangan jati diri dan karakter.
Selama belajar di IPMAFA, mahasiswa akan diberi bekal yang bermacam-macam, baik yang sifatnya intelektual dan praktis atau yang bersifat karakter dan penanaman nilai. Dengan begitu mahasiswa diharapkan dapat bersikap bijak, berperilaku positif, dan dapat memilah-milah mana yang baik dan yang buruk, apakah suatu hal dapat bermanfaat dan yang tidak. Menjadi mahasiswa harus dapat melihat secara rasional dan dewasa sehingga dapat mempertimbangkan dampak-dampak yang ditimbulkan.
Mahasiswa KPI Menuju SDM Unggul & Modern

2. Praktisi & Peneliti Komunikasi Dakwah
Keahlian dalam komunikasi dan penyiaran Islam akan menjadikan lulusan KPI IPMAFA tidak hanya siap berkompetisi dalam industri penyiaran digital dan produksi konten kreatif, tetapi lebih dari itu implementasi keahlian dan kompetensinya tetap berdasarkan pada prinsip-prinsip pembangunan masyarakat (dakwah) dan komunikasi dakwah keislaman. Menjadi sarjana KPI Ipmafa juga memiliki kompetensi riset sesuai rumpun keilmuannya yaitu komunikasi, penyiaran dan dakwah Islam yang perjalanannya terus berkembang sesuai konteks sosial dan insfrastrukturnya. Oleh sebab itu, upaya melakukan penelitian dan pengkajian di bidang komunikasi modern dan dakwah Islam akan terus dinamis dan selalu menemukan urgensinya.

4. Announcer & Presenter : Kemampuan menyampaikan pesan dengan baik dan dapat menarik perhatian khalayak, tentu menjadi bagian yang dipelajari oleh lulusan Ilmu Komunikasi. Kemampuan tersebut pun sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang announcer atau penyiar acara baik radio maupun televisi, baik untuk acara olahraga, berita resmi, program entertaimen, dan lain – lain. Lulusan Ilmu Komunikasi selalu dituntut untuk pandai berbicara dengan efektif dalam menyampaikan maksud dan tujuannya. Hal tersebutlah yang menjadikan posisi penyiar atau presenter menjadi sasaran yang tepat sebagai prospek kerja lulusan Ilmu Komunikasi.

5. Desain Grafis & Fotografer : Desain grafis dan fotografi menjadi salah satu media komunikasi visual yang dibutuhkan dalam produksi konten siaran atau penyelenggaran program acara. Dengan visualisasi grafis dalam bentuk flyer, brosur, pamflet dsb tentu dapat menarik perhatian orang sehingga event siaran mendapatkan enggagement tinggi. Selain itu, komunikasi visual yang baik juga dapat menjadikan sebuah produk lebih marketabel dari sisi penerimaan pasar dan keuntungan.



10. Event organizer : Merancang perhelatan event yang besar, mengemas sebuah acara sesuai dengan konsep pesan yang ingin disampaikan, hingga mengatur acar sedemikian rupa agar meninggalkan kesan dan reputasi yang baik, adalah beberapa wujud tujuan dari strategi seorang event organizer. Melalui sebuah event, sebuah tim event organizer diharapkan mampu menyampaikan sebuah pesan atau makna tertentu dan mewujudkan good reputation dari si penyelenggara. Disitulah tantangannya. Menjadi event organizer ini sangat asyik, lho. Seperti bekerja sambil bermain. Penghasilannya pun bisa terbilang cukup fantastis. Tertarik?Lulusan Mahasiswa KPI IPMAFA Mau Jadi Apa? Ini Selengkapnya

2. Praktisi & Peneliti Komunikasi Dakwah
Keahlian dalam komunikasi dan penyiaran Islam akan menjadikan lulusan KPI IPMAFA tidak hanya siap berkompetisi dalam industri penyiaran digital dan produksi konten kreatif, tetapi lebih dari itu implementasi keahlian dan kompetensinya tetap berdasarkan pada prinsip-prinsip pembangunan masyarakat (dakwah) dan komunikasi dakwah keislaman. Menjadi sarjana KPI Ipmafa juga memiliki kompetensi riset sesuai rumpun keilmuannya yaitu komunikasi, penyiaran dan dakwah Islam yang perjalanannya terus berkembang sesuai konteks sosial dan insfrastrukturnya. Oleh sebab itu, upaya melakukan penelitian dan pengkajian di bidang komunikasi modern dan dakwah Islam akan terus dinamis dan selalu menemukan urgensinya.

4. Announcer & Presenter : Kemampuan menyampaikan pesan dengan baik dan dapat menarik perhatian khalayak, tentu menjadi bagian yang dipelajari oleh lulusan Ilmu Komunikasi. Kemampuan tersebut pun sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang announcer atau penyiar acara baik radio maupun televisi, baik untuk acara olahraga, berita resmi, program entertaimen, dan lain – lain. Lulusan Ilmu Komunikasi selalu dituntut untuk pandai berbicara dengan efektif dalam menyampaikan maksud dan tujuannya. Hal tersebutlah yang menjadikan posisi penyiar atau presenter menjadi sasaran yang tepat sebagai prospek kerja lulusan Ilmu Komunikasi.

5. Desain Grafis & Fotografer : Desain grafis dan fotografi menjadi salah satu media komunikasi visual yang dibutuhkan dalam produksi konten siaran atau penyelenggaran program acara. Dengan visualisasi grafis dalam bentuk flyer, brosur, pamflet dsb tentu dapat menarik perhatian orang sehingga event siaran mendapatkan enggagement tinggi. Selain itu, komunikasi visual yang baik juga dapat menjadikan sebuah produk lebih marketabel dari sisi penerimaan pasar dan keuntungan.



10. Event organizer : Merancang perhelatan event yang besar, mengemas sebuah acara sesuai dengan konsep pesan yang ingin disampaikan, hingga mengatur acar sedemikian rupa agar meninggalkan kesan dan reputasi yang baik, adalah beberapa wujud tujuan dari strategi seorang event organizer. Melalui sebuah event, sebuah tim event organizer diharapkan mampu menyampaikan sebuah pesan atau makna tertentu dan mewujudkan good reputation dari si penyelenggara. Disitulah tantangannya. Menjadi event organizer ini sangat asyik, lho. Seperti bekerja sambil bermain. Penghasilannya pun bisa terbilang cukup fantastis. Tertarik?Melihat Tradisi Manaqiban dan Ragam Kegiatan Keagamaan di Kampus IPMAFA
![]() |
| Kegiatan khataman Al-Quran bin Nadhar |
Di Kabupaten Pati Jawa Tengah, terdapat perguruan tinggi Islam bernama Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) yang memiliki tiga karakter penting dalam sistem pendidikannya yaitu: pembelajaran yang berbasis nilai-nilai pesantren, riset dan kewirausahaan. Nilai-nilai dan tradisi keagamaan dijadikan sebagai perilaku sehari-hari di lingkungan IPMAFA sehingga tercipata keseimbangan antara pendidikan akademik kampus dan praktek religi yang menjadi kebiasaan. Hal inilah yang menjadikan kampus Ipmafa memiliki nilai lebih bahwa mahasiswa lulusannya secara otomatis menjadi seorang santri yang dibekali dengan pendidikan pesantren sekaligus paham ahlussunah wal jamaah. Secara lebih detil, berikut kegiatan keagamaan yang lazim ditemukan di lingkungan kampus IPMAFA Pati:
![]() |
| Manaqiban dalam rangka syukuran pembukaan program S2 |
![]() |
| Pembacaan shalawat nariyah |
![]() |
| Khataman rutin oleh lembaga mahasiswa JQH IPMAFA di Masjid IPMAFA |
Kelas KPI Profesional di IPMAFA Pati, Bekerja Sambil Kuliah
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) termasuk jurusan yang cukup menjanjikan bagi mahasiswa yang ingin terjun dalam dunia perfilman, content creator, penyiaran dan komunikasi. Di tahun 2023 ini KPI IPMAFA membuka kelas profesional (KPI Pro) yang teknis perkuliahannya lebih fleksibel untuk mereka yang sudah aktif bekerja atau bertugas di suatu lembaga. Meski demikian, kelas reguler masih tersedia untuk mahasiswa yang belum terikat kerja atau tugas formal tertentu.
Ada banyak keuntungan tentunya dari kuliah di kelas KPI Pro ini. Manfaat paling besar tentunya selain untuk memperkuat koahlian dalam bidang komunikasi dan penyiaran digital, mahasiswa diharapkan bisa tetap bekerja dan menjalankan tugas dari lembaganya. Teknis kuliah yang memakan waktu hanya 2 hari menyisakan lebih banyak hari yang masih dapat digunakan untuk bertugas seperti biasa. Praktis, tugas dan kewajiban tetap berjalan.
Bagi Anda yang berminat, berikut ini informasi yang perlu diketahui terkait kelas KPI Pro di IPMAFA:
- Persyaratan administratif: secara umum, persyaratan yang dibutuhkan hampir sama dengan kelas reguler dan jurasan-jurusan lainnya di Ipmafa, Anda harus menyiapkan dokumen-dokumen berikut: foto 3x4, fotocopy KTP dan ijazah terakhir yang dilegalisir. Hal yang membedakan adalah Anda juga harus melampirkan surat ijin / tugas belajar dari lembaga tempat bekerja.
- Biaya kuliah: biaya kuliah per semester (6 bulan) untuk kelas KPI Pro sebesar Rp 2,500,000 (dua juta lima ratus ribu rupiah), jadi jika diambil rata-rata biaya per bulannya adalah Rp 417,000. Secara lebih rinci komponen biaya kuliah KPI Pro dapat dilihat di link berikut: [LINK]
- Durasi kuliah: kuliah di Ipmafa rata-rata memakan waktu 4 tahun yang terdiri dari 8 semester. Tetapi dengan pemadatan perkuliahan, mahasiswa di kelas KPI Pro diharapkan dapat selesai dalam 3,5 tahun.
- Kompetensi: kelas KPI Pro tetap memiliki kualitas pembejalaran yang sama seperti kelas reguler. Kompetensi yang akan diperoleh sesuai dengan visi-misi KPI untuk mengantarkan mahasiswa ahli dalam bidang digital broadcasting, komunikasi, desain komunikasi visual, creative content, periklanan, sinematografi dan fotografi.
- Kontak person: 085326052244 (Isyrokh) dan 085228684717 (Arif)
KPI IPMAFA Buka Kelas Profesional, Kuliah Lebih Fleksibel
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) termasuk jurusan yang cukup menjanjikan bagi mahasiswa yang ingin terjun dalam dunia perfilman, content creator, penyiaran dan komunikasi. Di tahun 2023 ini KPI IPMAFA membuka kelas profesional (KPI Pro) yang lebih fleksibel untuk melengkapi pilihan para calon mahasiswa, selain tetap juga membuka kelas reguler seperti biasa. KPI Pro diperuntukkan bagi mereka yang sudah aktif bekerja atau memiliki tugas dalam suatu lembaga yang tidak bisa ditinggalkan.
Beberapa kelebihan KPI Pro adalah sebagai berikut:
- Jadwal kuliah lebih singkat (2 hari dalam seminggu): kelas ini memang diperuntukkan bagi yang sudah aktif bekerja atau bertugas, maka jadwal kuliah dipadatkan dalam dua (2) hari sehingga 5 hari lainnya dapat dimanfaatkan untuk tetap aktif bekerja atau bertugas.
- Bekerja sambil kuliah: dengan perkuliahan yang dipadatkan selama 2 hari diharapkan tidak mengganggu tugas yang sudah dimiliki mahasiswa.
- Kompetensi sama: kelas KPI Pro tetap memiliki kualitas pembejalaran yang sama seperti kelas reguler. Kompetensi yang akan diperoleh sesuai dengan visi-misi KPI untuk mengantarkan mahasiswa ahli dalam bidang digital broadcasting, komunikasi, creative content, periklanan, sinematografi dan fotografi.
- Biaya Kuliah: biaya kuliah per semester (6 bulan) untuk kelas KPI Pro sebesar Rp 2,500,000 (dua juta lima ratus ribu rupiah), jadi jika diambil rata-rata biaya per bulannya adalah Rp 417,000. Secara lebih rinci komponen biaya kuliah KPI Pro dapat dilihat di link berikut: [LINK]
- Persyaratan: untuk persyaratan dokumen hampir sama dengan kelas reguler seperti melampirkan foto 3x4, KTP, dan ijazah terakhir yang dilegalisir. Namun ada dokumen tambahan yang harus dilampirkan yaitu surat ijin / tugas belajar dari tempat bekerja. Surat tersebut dimintakan kepada lembaga atau perusahaan tempat bertugas sebagai bukti bahwa calon mahasiswa memang sudah aktif bekerja.
Dekan Fakultas Dakwah Bersama Prodi PMI-KPI Bahas Mekanisme Matakuliah MBKM
Ipmafa Pati - Pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) menjadi bagian penting dari pelaksanaan kurikulum yang harus dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi di Indonesia. Untuk itu Fakultas Dakwah yang terdiri dari Dekan dan jajaran Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) kembali melakukan evaluasi dan pengawalan terkait penyelenggaraan MBKM di program studing masing-masing, Rabu (23/8/2023).
Ini juga merupakan rangkaian dari sejumlah pertemuan-pertemuan sebelumnya yang membahas mengenai hal yang serupa. Hadir dalam forum tersebut Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Sri Naharin, Kaprodi PMI Nur Khoiriyah, Sekprodi PMI Siti Asiyah, Kaprodi KPI Isyrokh Fuaidi, dan Sekprodi KPI Arif Chasanuddin.
Dalam forum itu disekapakati bahwa MBKM dilakukan dengan menyesuaikan situasi dan karakter akademik Program Studi dan kampus IPMAFA sehingga matakuliah yang diambil mahasiswa akan sesuai dengan kebutuhan dan kompetensinya. Matakuliah MBKM yang diterapkan akan menunjang skill mahasiswa dalam dunia kerja dan relevan dengan perkembangan teknologi 4.0.
Resensi Buku “Bicara Itu Ada Seninya”
Resensi Buku “Bicara Itu Ada Seninya”
Judul Asli. : The Secret Habits To Master Your Art Of SpeakingPengarang : Oh Su Hyang
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia)
Tahun Terbit : 2018
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 238 Halaman
Genre : Non Fiksi
Buku “Bicara Itu Ada Seninya”, yang ditulis oleh Oh Su Hyang seorang dosen dan pakar komunikasi yang berasal dari Korea Selatan, sukses menggetarkan hati para pembacanya.
Di dalam buku ni, penulis menjelaskan tentang bagaimana melatih logika dalam berbicara, sehingga ketika kita berbicara ada isinya (nyawa). Tak hanya itu, penulis juga memberitahu lewat tulisannya seperti darimana datangnya kesan pertama, apa ucapan yang membuat il-feel dan penyebab takut bicara.
Di bab pertama, pelatih juga mengajarkan kepada pembaca untuk berlatih menyusun cerita, agar lawan bicara kita tertarik untuk mendengarkan cerita kita lewat storytelling. Ada satu hal yang membuat menarik pada bab ini yaitu kalimat “Berbicaralah Layaknya Seorang Pemimpi, Maka Mimpimu Akan Menjadi Nyata”
Penulis memberikan beberapa rumus komunikasi yang bisa ditiru oleh para pembaca dan menggunakannya untuk kehidupan sehari–hari. Tak hanya itu, penulis juga memberikan saran untuk mengobrol 30 menit dalam sehari, terlebih kepada orang yang kita sayangi dan tertawa 20 menit sekali, agar lawan bicara kita tidak bosan dan dapat meningkatkan konsertrasi serta daya ingat dengan menambahkan sedikit kalimat humor dalam berbicara.
Komunikasi juga terletak pada kualitas sebelum kuantitas. Penulis memberikan saran kepada pembaca untuk menerapkan rumus “C = Q x P x R atau Communication = Question x Praise x Reaction” . Tidak hanya itu, penulis memberikan teknik mendengarkan dengan cara “Respons, Dengarkan, Simpulkan dan Ikuti”
Oh Su Hyang mengajarkan tentang bagaimana teknik berbicara sehingga membuat seseorang mendengarkan apa yang kita bicarakan. Salah satunya dengan storytelling, karena dengan hal tersebut,audiens lebih memahami.
Readers, perlu kalian ketahui bahwa kemampuan bicara bukanlah bawaan dari lahir. Karena, tidak ada orang yang terlahir mahir berbicara. Hal tersebut lahir karena adanya usaha untuk berlatih dan terus berlatih. Bahkan kekurangan dalam berbicara sekalipun bisa diatasi dengan rajin berlatih.
Di dalam bab 4, penulis memberikan sepuluh aturan komunikasi yang perlu diingat. Salah satunya, tiga puluh detik di bibir sama dengan tiga puluh tahun di hati, sepatah kata yang kita ucapkan mungkin saja akan mengubah kehidupan seseorang. Penulis juga mengingatkan bahwa, kita hidup di zaman yang serba berubah. Tidak cukup jika hanya menggali satu sumur, maka perluaslah galian tersebut dan anda harus bisa menyajikan beragam olahan di berbagai bidang. Karena semakin lebar brand image personal yang anda bangun, semakin lama anda bertahan. Poin penting dalam bab ini adalah “Long Learn For Long Run” , Anda akan dapat berlari jauh dengan terus belajar.
Di dalam bab terakhir, penulis memberikan tiga cara mudah mengolah suara. Tidak hanya itu saja, Oh Su Hyang juga memberikan contoh-contoh dari berbagai tokoh dunia yang menjadikan cara bicara menjadi sebuah hal untuk mencapai keberhasilan.
Dalam mencapai keberhasilannya, mereka mengandalkan cara berbicara yang dimiliki. Dari buku ini kita dapat belajar dari kesuksesan seseorang dalam berbicara mempunyai cara sendiri-sendiri.
Buku ini ditulis agar para pembaca mengerti bagaimana teknik berbicara dengan benar. Dan melalui buku ini, pembaca dapat belajar dari pengalaman orang-orang yang sudah sukses mengimplementasikan komunikasi dengan cara masing-masing.
Oleh: Ummi Durrotun NihaMahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati
Sumber: https://pikiranbangsa.id/resensi-buku-bicara-itu-ada-seninya/
Call for Papers Jurnal Al-Muashir IPMAFA Vol 2 Tahun 2023
Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam is a scientific journal published by the Islamic Communication and Broadcasting Study Program, Faculty of Da'wah and Community Development, Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati. The journal, which is published twice a year (May and November), is dedicated to the publication of research results and studies on da'wah and Islamic communication. Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam becomes a means of disseminating the results of quality research and studies on Islamic Da'wah and Communication including Islamic Communication, communication strategies, Journalism, Media and Film Studies, Media literacy and new media, and Digital Da'wah.
The manuscript review of Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam involves professional reviewers according to their scientific fields. The review process is carried out transparently and fairly regardless of race, gender, ethnicity, religion, or group. Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam provides open access to published articles. Everyone can freely download articles in this journal on the https://journal.ipmafa.ac.id/index.php/muashir page free of charge.
The scope of Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam is:
- Ethics and Mass Communication.
- Ethics and Islamic Communication.
- Communication Strategy.
- Journalism, Television and Film.
- Media studies: Media effects, media literacy and new media.
- Digital Da'wah.
- Digital Society and Disruption.
Grand Launching Program Magister PBA IPMAFA
Menyambut 15 tahun Institut Pesantren Mathaliul Falah, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab secara resmi membuka Program Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab.
Saksikan Grand Launching Program Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab IPMAFA Pati di Youtube IPMAFA TV.
Untuk teman teman yang ingin mendaftarkan diri sudah sangat bisa lo, yuk segera kontak admin PMB IPMAFA ya.
#ipmafapati
#ipmafakuliahyesngajioke





























Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.