Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan, Prodi KPI Selenggarakan Evaluasi dan Review Kurikulum

 

Pati, (Kamis,30/07/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA menggelar kegiatan Evaluasi dan Review Kurikulum sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan serta penyesuaian kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan kebijakan pendidikan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Laboratorium Bahasa Lantai 3 Kampus IPMAFA yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, dosen Prodi KPI, praktisi, alumni, pengguna lulusan (stakeholder), serta mitra akademik. Forum ini menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan dalam rangka menyempurnakan kurikulum agar semakin relevan dengan tantangan dan kebutuhan zaman.

Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, Isyrokh Fuaidi, LL.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa evaluasi kurikulum dilaksanakan secara berkala atau setiap lima tahun sekali untuk mencapai lulusan yang standar dan sesuai kebutuhan industry penyiaran. “IPMAFA memiliki tiga tantangan yakni transformasi nilai pesantren sebagai budaya dan amanah, transformasi pengetahuan dan transformasi skill, dalam di era yang kompleks adanya Artifical Intelligence, generasi Z dan Gen Alpha menjadi daya juang sekaligus tantangan bersama sehingga kita tidak menyandingkan teknologi dan kebutuhan dengan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.”Ujarnya.

Selanjutnya materi kurikulum disampaiakan oleh Ketua Program Studi KPI IPMAFA, Siti Asiyah, dengan memaparkan tentang Profil lulusan Capaian pembelajaran lulusan, peta kurikulum dan struktur mata kuliah. Selain itu, tujuan diadakannya evaluasi dan review kurikulum tidak hanya memenuhi standar nasional Dikti melainkan bagaiamana memberikan dampak positif untuk perkembangan dan kemajuan KPI kedepannya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendiskusikan berbagai aspek kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah, metode pembelajaran, hingga penguatan kompetensi di bidang komunikasi digital, penyiaran, jurnalistik, public speaking, produksi konten kreatif, dan dakwah berbasis media digital bahkan penggunan AI di era digital.

Selain sesi diskusi, kegiatan juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan kurikulum terbaru. Rekomendasi disampaikan Ahmad Kholidi sebagai Direksi Pas FM Pati, Nailin RA sebagai Pimpinan Redaksi Lingkar TV, akademisi, mitra dan alumni. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan evaluasi dan review kurikulum ini, Prodi KPI menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, serta siap menghadapi dinamika perkembangan dunia komunikasi, penyiaran, dan dakwah di era digital.



KPI IPMAFA Sukses Gelar KineFest 2026, Panggung Karya Anak Bangsa Menuju Industri Film Indonesia

 

Pati, (Selasa, 30/06/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) sukses menyelenggarakan KineFest 2026, sebuah festival sinema yang menjadi ruang apresiasi sekaligus pengembangan kreativitas anak bangsa di bidang perfilman. Kegiatan ini menghadirkan pemutaran film karya pemenang festival baik kategori mahasiswa/umum maupun kategori pelajar.

Kegiatan KineFest 2026 dilaksanakan di Aula 2 Lantai 2 Kampus IPMAFA dengan mengusung tema “Sinema Anak Bangsa” kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Prodi dan HMPS KPI IPMAFA dalam mengembangkan kompetensi serta memberikan ruang pada sineas Indonesia. Festival ini juga menjadi wadah bagi penggiat film untuk menampilkan karya terbaik yang lahir dari proses kreatif, riset, hingga produksi yang dilakukan secara kolaboratif.

Ketua Program Studi KPI IPMAFA, Siti Asiyah menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya KineFest 2026. “Adanya kegiatan festival film menjadi ajang sekaligus kesempatan untuk penggiat film dalam menunjukkan kreativitas dan karya-karya terbaiknya, selebihnya harapan kedepan dapat menyelenggrakan festival-festival lain dan dengan skala International” Ujarnya.  

Acara KineFest 2026 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Program Studi dan HMPS Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) beserta seluruh panitia dan mahasiswa yang telah berhasil menyelenggarakan festival film tersebut. Menurutnya, KineFest menjadi ruang yang penting bagi masyarakat untuk menikmati karya-karya film yang memiliki kualitas cerita, visual, dan pesan yang kuat.

Pemutaran karya film terbaik, screening dan diskusi film menjadi lanjutan rangkaian kegiatan menarik dalam awarding dan puncak KineFest, kegiatan ini dipandu oleh Fihma Haninda Shouma mahasiswi prodi KPI beserta dua narasumber  Dhanang Heri Wibisono dan Fajar Adhi Kurniawan. Antusias peserta dan penonton terlihat sepanjang kegiatan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan, kritik, dan saran yang membangun bagi para pembuat film.

Rangkaian KineFest 2026 ditutup dengan prosesi penyerahan cendera mata kepada narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan inspirasi yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi kepada para pemenang dari berbagai kategori perlombaan sebagai bentuk penghormatan atas kreativitas, dedikasi, dan kualitas karya yang telah ditampilkan. Momen tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat, sekaligus menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh rangkaian KineFest 2026. Diharapkan, festival ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendorong lahirnya karya-karya film anak bangsa yang inovatif, inspiratif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang mampu bersaing di berbagai festival film tingkat nasional maupun International. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Prodi KPI IPMAFA dalam mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan kompeten di bidang Komunikasi, Penyiaran, serta industri media digital.

 


Bekali Mahasiswa Sebelum Terjun Lapangan, Prodi KPI Adakan Sosialisasi Kuliah Kerja Komunikasi

Pati, (Kamis, 18 Juni 2026)_ Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menggelar kegiatan Sosialisasi Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) sebagai upaya membekali mahasiswa sebelum melaksanakan praktik lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Bahasa lantai 3 Kampus IPMAFA dan diikuti oleh mahasiswa peserta KKK semester enam.

Kegitana sosialisasi Kuliah kerja Komunikasi (KKK) bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait mekanisme pelaksanaan, ketentuan administrasi, serta teknis kegiatan yang akan dijalankan selama Kuliah Kerja Komunikasi. Selain itu, mahasiswa juga diberikan arahan mengenai etika, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan program di instansi maupun lembaga mitra tempat pelaksanaan KKK.

Sekretaris Program Studi KPI, Fajar Adhi Kurniawan, M.Si menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Komunikasi merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan ilmu komunikasi dan broadcasting secara langsung di dunia kerja. “Melalui KKK, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan, memperluas pengalaman, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang sesungguhnya sesuai passion” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi KKK ini, para peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan pelaksanaan KKK, administrasi KKK hingga penyusunan laporan. Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif turut dimanfaatkan mahasiswa untuk menggali informasi terkait pelaksanaan KKK. Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Prodi KPI berharap mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara optimal sehingga pelaksanaan Kuliah Kerja Komunikasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa maupun instansi tempat pelaksanaan KKK.

 

Datang sebagai Delegasi, Pulang Menjadi Bestie: Mahasiswa KPI Se-Jateng-DIY Perkuat Relasi dan Kompetensi di Kudus

Kudus_Sebanyak 61 delegasi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dari 14 Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti kegiatan Silaturahmi Akbar (SABARKU) 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional (Forkomnas) KPI Wilayah III Jateng-DIY di UIN Sunan Kudus pada 30–31 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa KPI untuk mempererat silaturahmi, memperluas jejaring, sekaligus meningkatkan kapasitas akademik melalui berbagai agenda yang telah disiapkan panitia. Salah satu kegiatan utama yang diselenggarakan adalah Seminar Nasional Broadcasting yang mengangkat isu perkembangan media dan dunia penyiaran di era digital.

Penanggung Jawab dari acara ini yakni Reifina Kurnia Ariyani, menyebutkan bahwa tema dari seminar dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan mahasiswa KPI. Selain menjadi ruang belajar, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan konten media yang edukatif, informatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Delegasi dari berbagai kampus aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari seminar, sesi diskusi, silaturahmi akbar, hingga pameran foto yang menjadi salah satu agenda kolaboratif antar kampus. Di balik suksesnya kegiatan yang diselenggarakan, panitia sempat menghadapi sejumlah kendala, di antaranya perubahan lokasi secara mendadak serta proses perizinan tempat yang cukup panjang. Namun,dengan koordinasi dan kerja sama seluruh panitia, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan lancar.

Salah satu peserta, Bunga Maharani dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan SABARKU 2026. Seminar Nasional Broadcasting menjadi agenda yang paling berkesan karena materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan mahasiswa KPI saat ini. “Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan tentang broadcasting dan dunia media, tetapi juga memperluas relasi dengan mahasiswa KPI dari berbagai kampus di Jawa Tengah dan DIY,” ujarnya.

Selain menjadi ajang berbagi wawasan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antar mahasiswa KPI melalui berbagai kegiatan interaktif yang memungkinkan peserta bertukar pengalaman dan membangun jaringan pertemanan lintas kampus. Melalui Forkomnas KPI Wilayah III Jateng-DIY diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaborasi, pengembangan diri, dan penguatan solidaritas mahasiswa KPI, sehingga mampu melahirkan program-program yang bermanfaat dan relevan dengan perkembangan dunia komunikasi dan penyiaran di masa mendatang.

 


Bekali Mahasiswa Hadapi Era Digital, Prodi KPI IPMAFA Adakan Media Visit ke Jawa Pos Radar Jogja

 

Yogyakarta, (Selasa, 19 Mei 2026)_ Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) melakukan kunjungan industri (media visit) ke kantor redaksi Jawa Pos Radar. Kunjungan ini bertujuan untuk menjembatani antara teori akademik yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktik langsung di industri media massa.

Sebagai bagian dari jaringan koran nasional Jawa Pos, Radar Jogja menjadi destinasi strategis bagi mahasiswa untuk memahami ekosistem media cetak dan transformasi digital. Meski berbasis di Yogyakarta, Radar Jogja merupakan bagian dari jejaring besar yang memiliki penetrasi kuat di berbagai daerah, termasuk wilayah eks-Karesidenan Pati (Pati, Kudus, Jepara, Blora) yang berada di bawah naungan biro Radar Kudus.

Transformasi Digital dan Multiplatform

Dalam sesi pemaparan, Bapak Anan selaku Manager Bisnis Digital menjelaskan bahwa Radar Jogja terus berkembang menyesuaikan zaman. Saat ini, Radar Jogja tidak hanya berfokus pada media cetak (koran), tetapi telah merambah ke dunia digital secara masif. "Kami mengelola dua divisi utama, yakni divisi cetak dan divisi online yang mencakup website, media sosial, hingga produksi konten kreatif seperti musik dan podcast," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Meutika selaku Redaktur Editor Online menambahkan bahwa sejak tahun 2023, terjadi penyeragaman di seluruh Jawa Pos Group. Kini, setiap portal daerah memiliki domain turunan .jawapos.com. Tercatat ada sekitar 80 website yang bergabung dalam jaringan ini dan terus berkembang, di mana setiap radar bisa memiliki lebih dari satu website.

Strategi Redaksi: Mutilasi Berita dan Konten "Evergreen"

Mahasiswa juga mendapatkan wawasan teknis mengenai dapur redaksi. Radar Jogja memiliki indeks berita yang konsisten pada kanal lifestyle, otomotif, hingga review film. Meskipun berstatus koran lokal, awak redaksi dituntut untuk tetap peka dan "melek" terhadap isu-isu nasional yang sedang berkembang. Salah satu teknik menarik yang dipaparkan adalah metode "memutilasi berita". Teknik ini dilakukan oleh wartawan dengan meliput berdasarkan data primer, yang kemudian dipecah menjadi beberapa fragmen berita agar lebih fokus, mendalam, dan sesuai dengan algoritma pembaca digital.

Selain itu, terdapat perbedaan peran antara Redaktur News dan Redaktur Evergreen. Redaktur Evergreen fokus pada konten-konten yang selalu relevan (tidak lekang oleh waktu) dengan menyadur informasi dari website resmi instansi atau pihak terkait untuk dikemas ulang secara menarik.

Peluang Kolaborasi dan Magang

Kunjungan ini juga membuka peluang kolaborasi yang luas. Radar Jogja menegaskan bahwa program pemagangan di kantor mereka kini tidak hanya terbatas pada posisi wartawan, tetapi juga sangat difokuskan pada peran content writer dan content creator. "Kami membuka pintu kerja sama seluas-luasnya, tidak hanya bagi mahasiswa dari program studi komunikasi, tetapi juga dari lintas disiplin ilmu lainnya," ungkap Pak Isyroh dalam sesi diskusi.

Melalui kegiatan Media Visit ini, diharapkan mahasiswa KPI dapat memahami proses produksi konten di media profesional mulai dari peliputan, proses meja redaksi oleh redaktur, hingga tata letak oleh lay outer serta siap terjun menjadi praktisi media yang kompeten di masa depan (K6).




Kunjungan Mahasiswa Program Studi KPI IPMAFA di TVRI Yogjakarta

 

Yogjakarta, (Selasa, 19/05/2026)_TVRI Yogyakarta menjadi tujuan kunjungan mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA Pati sebagai wadah pembelajaran untuk mengenal dan menambah wawasan serta pengetahuan baru dalam dunia penyiaran stasiun televisi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa prodi KPI semester empat hingga enam dan di dampingi Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, Bapak Isyroh Fuaidi, LLM, Kaprodi KPI Ibu Siti Asiyah, M.Sos, dan Bapak Fajar Adhi Kurniawan, S.Ikom, MSI selaku Sekretaris Prodi KPI.

Kaprodi KPI IPMAFA, Siti Asiyah menyampaikan bahwa acara kunjungan ini diharapkan mampu membuka wawasan pengetahuan lebih mendalam terhadap stasiun penyiaran televisi melalui penjumpaan dan pengamatan langsung kepada para profesional. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan mengajukan pertanyaan kritis seluas-luasnya guna memperoleh pembelajaran terkait dunia pertelevisian di TVRI Yogyakarta.

Kegiatan ini meliputi pengenalan stasiun televisi TVRI Yogyakarta, fasilitas studio, program stasiun televisi TVRI Yogyakarta serta diskusi interaktif bersama dengan praktisi penyiaran. Dalam tour di TVRI, mahasiswa didampingi oleh 3 dari Divisi Humas TVRI yakni Dea, Nada, dan Izal untuk berkeliling sambil mendapat penjelasan mengenai setiap tempat yang di kunjungi. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa diperbolehkan memasuki tiga studio yang dimiliki TVRI serta diberi kesempatan untuk bertanya dan mencoba praktik secara langsung. Fihma Haninda Shouma bersama teman-temannya diberikan kesempatan untuk praktik membacakan berita sebagai news anchor.

Studio pertama merupakan studio paling besar dibanding dua studio yang lain. Beberapa program yang diproduksi oleh TVRI yaitu OTS (Obrolan Tiap Saat), Angkringan, Ranah Publik, JHI (Jogja Hari Ini), Pijar Keagamaan, dan lainnya. Adapun program unggulan dari stasiun televisi TVRI adalah Pendopo Kang Tejo. Dalam menyiapkan properti, TVRI Yogyakarta memiliki divisi artistik yang membuat sendiri. Meski demikian, properti yang sudah digunakan tidak langsung dibuang, melainkan disimpan di gudang.

Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mendukung adanya kegiatan media visit ini agar mahasiswa dapat lebih mengeksplorasi pengetahuan, program siaran, serta tantangan dunia kerja di bidang penyiaran (K6).




Mahasiswa KPI IPMAFA Pelajari Dunia Broadcasting dalam Kunjungan ke TVRI Yogyakarta

 

YOGYAKARTA_Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) melakukan kunjungan media ke TVRI Yogyakarta pada Selasa 19 Mei 2026 pukul 08.00 WIB. Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa pada proses produksi dan penyiaran televisi secara langsung, mulai dari program berita hingga acara hiburan. Selama kunjungan, mahasiswa diajak berkeliling untuk melihat fasilitas dan aktivitas produksi di tiga studio utama TVRI Yogyakarta.

TVRI Yogyakarta sendiri merupakan stasiun TVRI daerah pertama dan tertua di Indonesia yang berdiri sejak 17 Agustus 1965. Di studio nomor 3 TVRI Yogyakarta terdapat area penyiaran beberapa program yaitu “Jogja Jelang Siang” yang tayang pukul 10.00 WIB, “Jogja Hari Ini” pukul 16.00–17.00 WIB, serta “Jogjawarta”, program berita berbahasa Jawa halus yang tayang pukul 14.00–14.30 WIB.

Mahasiswa juga dikenalkan dengan Studio 2 yang memiliki lima area set program. Studio 2 digunakan untuk berbagai acara seperti “Jogja Sehat” yang membahas kesehatan, “Karaoke on TV”, “Pijar Keagamaan”, talkshow UMKM kuliner, hingga area demonstrasi produk usaha. Dalam proses produksinya, crew menggunakan tiga kamera sekaligus untuk menghasilkan sudut pengambilan gambar yang berbeda, mulai dari tampilan penuh studio hingga fokus pada host dan narasumber.

Sementara itu, Studio 1 adalah studio terbesar yang dimiliki TVRI Yogyakarta. Studio ini biasanya digunakan untuk program berskala besar seperti talkshow, acara hiburan, hingga produksi kolosal dengan menghadirkan penonton langsung. TVRI Yogyakarta juga sering mengundang pelajar, masyarakat umum, maupun peserta kunjungan untuk menyaksikan proses siaran secara langsung di studio.

Tidak hanya melihat proses produksi, mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai program magang di TVRI Yogyakarta. Pendaftaran magang biasanya dibuka pada akhir Mei melalui proses seleksi administrasi internal bagi mahasiswa yang ingin belajar langsung di dunia penyiaran televisi.

Selain itu, pihak TVRI menjelaskan bahwa bagian artistik di TVRI Yogyakarta membuat sendiri berbagai properti dan desain set acara. Bahkan, tim artistik juga menerima pesanan pembuatan properti dari luar. Properti yang telah digunakan tidak langsung dibongkar, melainkan disimpan kembali untuk kebutuhan produksi berikutnya.

Melalui kegiatan media visit ini, mahasiswa KPI IPMAFA tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia broadcasting dan kerja media televisi profesional (K4)

Perluas Cakrawala Jurnalistik dan Broadcasting, Mahasiswa KPI IPMAFA Gelar Media Visit di Radar dan TVRI Yogyakarta

YOGYAKARTA_Dalam upaya memperluas wawasan akademik dan memberikan pemahaman praktismengenai industri media, rombongan mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) InstitutPesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) melaksanakan kegiatan kunjungan media (media visit) di dua Instansi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan edukatif yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 ini menuju kantor redaksi surat kabar harian Radar Jogja serta stasiun televisi publik TVRI Yogyakarta.

Kunjungan ini secara khusus bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan pengetahuan mendalammengenai dinamika dunia jurnalistik, proses penyiaran (broadcasting), serta tata kelola media digital di erakonvergensi saat ini. Melalui interaksi langsung dengan para praktisi lapangan, mahasiswa diharapkan dapatmenyelaraskan teori penyiaran dan jurnalistik yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan dengan realitas industri kerja yang sesungguhnya.

Kunjungan di media Radar Jogja dan TVRI Yogyakarta, rombongan mahasiswa KPI IPMAFA disambut dengan hangat oleh jajaran manajemen dan kru redaksi setempat. Dalam sesi pemaparan, para peserta mendapatkanpenjelasan komprehensif mengenai alur kerja produksi berita, mulai dari proses pencarian berita oleh jurnalis,teknik penyuntingan, manajemen redaksional, hingga proses penyiaran televisi secara langsung. Tidak hanya itu, perkembangan serta transformasi media konvensional cetak dan elektronik menuju platform digital juga menjadisalah satu topik diskusi interaktif yang memicu antusiasme tinggi dari para mahasiswa.

Fokus Utama Kegiatan Media Visit: Eksplorasi manajemen redaksional media cetak dan teknik konvergensi media digital.Pengenalan studio penyiaran, ruang kendali teknis, dan proses produksi program televisi.Diskusi interaktif bersama jurnalis dan praktisi penyiaran senior mengenai tantangan media modern.

Setelah seluruh rangkaian agenda kunjungan media selesai dengan sukses, rombongan mahasiswa KPI IPMAFA tidak melewatkan kesempatan untuk menyegarkan pikiran dengan melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata edukatif Lava Tour Merapi. Menggunakan armada jeep wisata, para mahasiswa diajak menyusuri kawasanlereng Gunung Merapi yang eksotis sekaligus bersejarah. Sepanjang petualangan di lereng Merapi, para peserta berkesempatan melihat secara langsung lokasi-lokasi yang menjadi saksi bisu keganasan peristiwa erupsi masa lalu sembari menikmati keindahan pemandangan alamYogyakarta yang asri. Selain berfungsi sebagai sarana hiburan dan rekreasi setelah menyerap materi jurnalistik. Kegiatan Lava Tour ini juga dimanfaatkan sebagai momentum berharga untuk mempererat tali kebersamaan, solidaritas, dan kekompakan antarmahasiswa KPI IPMAFA.

Selama kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore hari, seluruh peserta terlihat sangat antusias dan aktifmengabadikan momen-momen kebersamaan tersebut melalui gawai dan kamera mereka. Melalui kombinasikegiatan kunjungan media dan wisata edukatif ini, program studi KPI IPMAFA berharap dapat melahirkan lulusanyang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga 

Penandatanganan Kurikulum OBE Prodi KPI, Dekan dan LPM Perkuat Komitmen Peningkatan Mutu Akademik

Pati, (Senin, 18 Mei 2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) menandai langkah penting dalam pengembangan mutu akademik melalui penandatanganan dokumen Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IPMAFA. Kegiatan penandatanganan ini merupakan bagian dari upaya Prodi KPI dalam mengimplementasikan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) sesuai dengan tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebutuhan masyarakat di era digital.

Kurikulum OBE Prodi KPI telah melalui serangkaian tahapan penyusunan, mulai dari evaluasi kurikulum sebelumnya, analisis kebutuhan pengguna lulusan, masukan dari alumni dan praktisi, hingga pembahasan bersama tim pengembang kurikulum. Hasilnya adalah kurikulum yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang komunikasi, jurnalistik, penyiaran, media digital,

Penandatanganan dokumen kurikulum tersebut menjadi simbol pengesahan sekaligus komitmen bersama antara fakultas, program studi, dan LPM untuk mengawal implementasi kurikulum secara konsisten. Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan Prodi KPI dalam meningkatkan kualitas akademik, mendukung proses akreditasi, serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.

Dengan disahkannya Kurikulum OBE, Prodi KPI IPMAFA optimistis dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri media, serta dinamika masyarakat yang terus berubah.


 

 

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, HMPS KPI IPMAFA Sukses Gelar Seminar “Broadcast Journalism Skill”

Pati, (Selasa, 28 April 2026)_ Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) sukses menyelenggarakan seminar jurnalistik dengan mengusung tema “Broadcast Journalism Skill”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang jurnalistik, khususnya dalam live report dan public speaking.

Seminar yang dilaksanakan di Aula II lantai 2 kampus IPMAFA diikuti oleh mahasiswa KPI serta delegasi dari berbagai sekolah MA/SMK sederajat yang ada di wilayah Kabupaten Pati. Acara berlangsung dengan penuh antusias, terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi, tanya jawab dan praktik live report.

Ketua panitia Fihma Haninda Shouma dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan salah satu upaya HMPS KPI dalam membekali mahasiswa dan peserta keterampilan praktis di dunia jurnalistik. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa memahami dasar-dasar jurnalistik sekaligus mengasah kemampuan dalam live report maupun dalam public speaking,” ujarnya.

Apresiasi luar biasa atas terselenggaranya kegiatan seminar jurnalistik disampaikan oleh Ketua Program Studi KPI, Siti Asiyah bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh HMPS sebagai wujud nyata untuk memfasilitasi mahasiswa dan peserta dalam Pratik di bidang juranlistik, meskipun produk jurnalistik banyak, hari ini kita belajar bagaimana menjadi seorang reporter dan public speaker yang baik, mari gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk belajar bersama praktisi media.

Materi seminar disampaikan oleh narasumber yang berpengalaman di bidang jurnalistik. Kegiatan seminar ini dibagi menjadi 2 sesi yakni sesi pertama dilaksanakan secara daring dan disampaikan oleh Dwi Sapto Soemardi Putro, jurnalis Semarang news. Dwi memaparkan tentang praktik jurnalis di era digita, tantangan media hingga pentingnya kecepatan dan akurasi dalam penyampaian berita. Sesi kedua, dihadiri oleh narasumber Nailin R.A jurnalis sekaligus pimpinan redaksi Lingkar TV, dalam sesi ini narsumber memberikan perspektif praktis dalam dunia broadcasting, mulai proses produksi, Teknik penyampaian informasi di depan layer hingga mengawal praktek live report peserta seminar. Selain itu, peserta juga diberikan tips praktis untuk meningkatkan kualitas berbicara, seperti penggunaan intonasi, kontak mata penggunaan bahasa yang efektif.


Dengan terselenggaranya seminar ini, HMPS KPI berharap dapat terus menghadirkan kegiatan yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang komunikasi dan penyiaran. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam kegiatan tersebut.

 



Mahasiswa KPI IPMAFA Gelar Launching dan Diskusi Tiga Film Bertema Sosial

Pati – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA menggelar launching dan diskusi film bertempat di Aula II kampus IPMAFA Pati pada Kamis (9/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, diputar tiga film karya mahasiswa berjudul Dzon, Nyingkir, dan Welas yang mengangkat isu-isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Film Dzon mengisahkan kesalahan manusia dalam menilai orang lain. Sementara itu, Nyingkir menyoroti relasi antara ayah dan anak laki-lakinya, dan Welas menggambarkan perjuangan orang tua dalam membesarkan anak-anaknya. Ketiga film tersebut merupakan luaran dari Mata Kuliah Sinematografi Film Fiksi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA, Isyrokh Fuaidi, LL.M., menekankan pentingnya proses dalam berkarya. Menurutnya, proses yang panjang akan membentuk kapasitas dan kualitas seorang kreator.

“Proses adalah hal yang panjang. Jika proses itu terlalu cepat, maka kapasitasnya patut dipertanyakan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan tiga nilai penting yang dapat dipetik dari proses produksi film. Pertama, proses tersebut melatih kreativitas mahasiswa pada level tinggi. Kedua, produksi film mengajarkan kerja sama tim dan saling memahami antaranggota. Ketiga, hasil dari proses yang dilalui secara maksimal akan memberikan kepuasan, baik bagi pembuat maupun penonton.

Ketua Program Studi KPI IPMAFA, Siti Asiyah, M.Sos, memberikan apresiasi kepada mahasiswa KPI angkatan 2023 atas karya yang dihasilkan. Ia menegaskan pentingnya rasa percaya diri dalam berkarya.

“Apresiasi luar biasa atas karya mahasiswa KPI yang dihasilkan melalui kerja keras dan berbagai tantangan. Terima kasih kepada dosen pendamping yang telah setia membimbing hingga karya ini terwujud,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen pengampu Mata Kuliah Sinematografi Film Fiksi, Fajar Adhi Kurniawan, S.I.Kom., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan launching dan diskusi film seperti ini perlu diagendakan secara konsisten. Hal tersebut dinilai penting untuk membangun iklim berkarya yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang produksi film di lingkungan kampus.

Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para sutradara dari ketiga film. Dalam sesi tersebut, para pembuat film berbagi pengalaman selama proses produksi. Mereka mengungkapkan bahwa ide cerita sering muncul secara spontan, baik dari pengalaman pribadi maupun fenomena sosial di masyarakat yang dinilai layak diangkat ke dalam film.








Mahasiswa KPI IPMAFA Kembali Sabet Juara Speech Contest di Kampung Inggris Pare

 

Pare, (Minggu, 15/02/2026)_Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, prestasi diraih oleh Fihma Haninda Shouma yang berhasil meraih Juara II dalam ajang Speech Contest 2026 yang diselenggarakan Kresna Camp di Kampung Inggris Pare.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa KPI IPMAFA memiliki kemampuan public speaking yang unggul serta mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah. Melalui latihan intensif, keberanian tampil, dan penguasaan materi, mahasiswa KPI mampu menunjukkan performa terbaik hingga meraih prestasi.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, melainkan mengharumkan nama program studi KPI dan kampus. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa KPI IPMAFA terus aktif mengembangkan kemampuan komunikasi, khususnya dalam bidang public speaking dan penyiaran. Selain itu, prestasi ini juga menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan komunikasi dan public speaking di lingkungan KPI IPMAFA berjalan dengan baik. Tidak hanya fokus pada teori, mahasiswa juga didorong untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi sebagai sarana mengasah kemampuan dan pengalaman.

Diharapkan pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, dan berani berkompetisi di berbagai ajang. Dengan semangat berprestasi, mahasiswa KPI IPMAFA diharapkan terus menghadirkan karya dan pencapaian yang membanggakan bagi kampus dan masyarakat.

 

Gelar Pelantikan dan Rakerwil : Mahasiswa KPI IPMAFA Resmi Duduki Kepengurusan Forkomas KPI Jateng-DIY

 
Yogyakarta, (Sabtu, 31/1/2026)_HMPS Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA resmi dilantik sebagai pengurus Forum Komunikasi Nasional (FORKOMNAS) KPI Wilayah III Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelantikan berlangsung di Tabligh Majlis Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dua mahasiswa KPI IPMAFA yang dilantik yakni Ahmad Ulil Albab sebagai anggota Divisi Broadcast bidang Televisi dan Ummi Durrotun Niha sebagai Koordinator Divisi Jurnalistik. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa KPI dari 16 kampus se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) III FORKOMNAS KPI yang diselenggarakan selama dua hari, mulai 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah (Musywil) FORKOMNAS KPI Wilayah III yang dilaksanakan di Kebumen pada tahun 2025.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, pelantikan pengurus, talkshow, sarasehan, dan nonton bareng. Kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus Wilayah III serta pemetaan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum dari masing-masing kampus, hingga penutupan dan sesi foto bersama pada Minggu (1/2/2026).

Selain dihadiri mahasiswa KPI dari berbagai kampus, kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Dr. Subkhi Ridho, M.A. selaku Pembina HMJ KPI UMY serta Ibu Twediana Budi Hapsari, Ph.D., anggota DPD ASKOPIS Jateng–DIY, sebagai narasumber talkshow.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Subkhi Ridho menekankan pentingnya etika bagi mahasiswa KPI. Menurutnya, sebagai mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, etika menjadi fondasi utama dalam bersikap dan berkarya di ruang publik. “Etika itu penting, apalagi kita berada di ranah penyiaran Islam. Kita harus mampu menempatkan diri sebaik mungkin,” ujarnya.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Demisioner Ketua FORKOMNAS KPI Wilayah III Jateng–DIY, Isro’. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar FORKOMNAS KPI dapat menjadi wadah bagi mahasiswa KPI untuk berkembang, bertumbuh, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.

Ia juga berharap dukungan dan pendampingan dari para dosen serta pihak kampus dapat terus berlanjut guna menunjang keberlangsungan program-program FORKOMNAS KPI Wilayah III ke depan.

Talkshow yang mengusung tema “Satu Tekad dalam Langkah, Satu Rasa dalam Kebersamaan” menghadirkan Twediana Budi Hapsari, Ph.D. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menyoroti perkembangan teknologi dan perubahan audiens, serta tantangan menjaga nilai-nilai Islam di tengah derasnya arus informasi.

Ia juga menanggapi keresahan mahasiswa terkait gelar akademik lulusan KPI “S.Sos” yang dinilai sebagian pihak kurang merepresentasikan keilmuan KPI. Menurutnya, perdebatan tersebut masih menjadi diskursus hingga kini, namun yang terpenting adalah nilai (value) dan kekhasan individu (distinctiveness).“Semua tergantung pada bagaimana kamu membranding diri. Perbanyak pengalaman, menabung dan jalan-jalanlah. Open your eyes and you can see so many chance,” tuturnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kemampuan analisis data, penguasaan bahasa asing khususnya Bahasa Inggris dan Arab serta keterampilan bercerita (storytelling) dan memvisualkan informasi secara sederhana dan mudah dipahami.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sarasehan, nonton bareng, serta rapat kerja wilayah yang diikuti oleh pengurus FORKOMNAS KPI Wilayah III bersama Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum dari masing-masing kampus. Rapat tersebut membahas arah dan program kerja FORKOMNAS KPI Wilayah III ke depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan FORKOMNAS KPI Wilayah III Jateng–DIY dapat semakin solid dalam membangun sinergi antarmahasiswa KPI serta berkontribusi aktif dalam pengembangan keilmuan dan keterampilan di bidang komunikasi dan penyiaran Islam (Zky).




Nika Studio Bimbing Mahasiswa KPI IPMAFA Kuasai Dasar Fotografi

                                

Pati, 2 November 2025 — Azkiya Luthfan Hakim, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), mengikuti kegiatan pembelajaran teknik dasar fotografi studio selama program magang di Nika Studio, Minggu (2/11). Kegiatan ini bertujuan membekali peserta magang dengan pemahaman awal mengenai fotografi studio, khususnya terkait pencahayaan dan pengaturan kamera secara profesional.

Dalam sesi pembelajaran tersebut, Azkiya mendapatkan arahan langsung dari Dimas Maulana, fotografer profesional Nika Studio. Dimas menjelaskan konsep dasar fotografi yang dikenal sebagai segitiga exposure, yang meliputi pengaturan ISO, shutter speed, dan aperture. Ketiga unsur tersebut dijelaskan sebagai komponen utama yang saling berkaitan dalam menentukan tingkat pencahayaan dan kualitas visual sebuah foto.

Selain pemaparan teori, peserta magang juga diperkenalkan pada penggunaan peralatan studio seperti lampu lighting, reflektor, serta pengaturan posisi objek dan kamera. Pendekatan ini dilakukan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya langsung dalam praktik pemotretan di studio.

“Dasar fotografi itu penting, terutama memahami exposure. Kalau sudah paham ISO, shutter speed, dan aperture, proses pengambilan gambar akan jauh lebih terkontrol,” ujar Dimas Maulana saat memberikan arahan kepada peserta magang.

Azkiya juga mendapatkan pembelajaran mengenai teknik dasar pose dalam fotografi studio. Melalui demonstrasi dan pendampingan langsung, ia dilatih untuk memahami sudut pengambilan gambar, ekspresi objek, serta komposisi foto agar hasil visual terlihat lebih menarik dan profesional.

Azkiya mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat baginya. “Saya jadi lebih paham bagaimana mengatur kamera dan lighting di studio. Materi yang diberikan sangat membantu, terutama untuk kebutuhan dokumentasi dan karya visual ke depannya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Nika Studio berharap mahasiswa magang mampu menguasai keterampilan dasar fotografi yang dapat menunjang kebutuhan dokumentasi, baik di lingkungan kerja profesional maupun dalam pengembangan proyek kreatif pribadi di masa mendatang.





Dari Rekaman hingga Siap Tayang: Pengalaman Irfan Mengolah Berita di Ruang Produksi PAS FM

Pati - Kegiatan magang di Radio PAS FM Pati memberikan pengalaman langsung kepada Irfan Jalalil Ikrom dalam proses produksi berita radio. Salah satu kegiatan utama yang dijalaninya berlangsung di ruang produksi, tempat Irfan melakukan perekaman suara berita sekaligus proses editing audio sebelum ditayangkan. Ruangan tersebut dipenuhi berbagai perangkat teknis seperti mixer, komputer editing, serta arsip produksi yang menjadi bagian penting dalam proses siaran harian.

Sebagai peserta magang, Irfan tidak hanya mempraktikkan cara membaca naskah berita dengan intonasi yang tepat, tetapi juga mempelajari bagaimana sebuah materi audio diproses hingga siap mengudara. Dalam kegiatan ini, ia mendapatkan arahan langsung dari pembimbing magang dan tim produksi yang membimbingnya memahami alur kerja redaksi radio secara menyeluruh.

Proses editing yang dilakukan meliputi pemotongan suara, penyesuaian volume, hingga memastikan tidak terdapat noise yang dapat mengganggu kualitas siaran. Pengalaman teknis tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa magang, mengingat kemampuan mengolah audio merupakan keterampilan dasar dalam dunia penyiaran radio.

“Setiap audio yang masuk harus diperiksa dengan teliti. Berita yang diputar di radio harus jelas, rapi, dan nyaman didengar pendengar,” demikian arahan pembimbing produksi saat Irfan mengikuti sesi pelatihan teknis di ruang produksi.

Irfan mengungkapkan bahwa keterlibatannya secara langsung dalam proses produksi memberikan pemahaman baru tentang dunia penyiaran radio. “Saya jadi tahu bahwa pekerjaan di radio tidak hanya soal membaca berita, tetapi juga bagaimana mengolah suara agar layak siar. Proses editing menuntut ketelitian dan kesabaran,” ujarnya.

Melalui kegiatan di ruang produksi ini, Irfan memahami bagaimana proses kerja di balik layar sebuah radio berlangsung, mulai dari perekaman, penyuntingan, hingga memastikan berita benar-benar siap tayang. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam memahami standar kerja jurnalistik radio, khususnya pada aspek teknis yang tidak terlihat oleh publik namun sangat menentukan kualitas siaran.

Kegiatan magang ini juga menambah wawasan Irfan mengenai profesionalisme dalam penyiaran, sekaligus memperkuat keterampilannya dalam produksi konten audio yang baik, informatif, dan layak siar.





DON'T MISS

Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with KPI IPMAFA
CS Icon
Contact Close