Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

Tingkatkan Skil Jurnalistik, Mahasiswa KPI IPMAFA Ikuti NU Online Forum di Jombang

Foto bersama seluruh peserta setelah acara NU Online Forum

        JOMBANG – Dalam upaya memperdalam pemahaman mengenai jurnalistik dan pengelolaan media digital nasional, Shohib, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati berkesempatan mengikuti NU Online Forum. Kegiatan yang digelar di MTs Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (29/8/2026) ini berlangsung semarak. Sebanyak 86 peserta antusias mengikuti forum yang menjadi bagian dari rangkaian agenda menyemarakkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tersebut.

        Forum bertajuk “Belajar Jurnalistik, Mengenal Alur Kerja Redaksi, dan Membuka Peluang Menjadi Bagian dari Kontributor NU Online” ini memberikan wawasan berharga bagi Shohib. Melalui ajang ini, ia diajak untuk menyelami sejarah NU Online, yang berawal dari keresahan atas kurangnya komunikasi antara pengurus dan warga NU, hingga kini sukses tumbuh menjadi media nasional yang bisa   diakses puluhan juta orang.

        Keikutsertaan dalam forum ini memberikan kesan dan pemahaman mendalam bagi Shohib secara pribadi. Ia mengaku mendapat banyak pengetahuan terkait manajemen media digital yang langsung berkaitan dengan latar belakang studinya di kampus.

            "Sebagai mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), kegiatan ini sangat relevan dan membuka wawasan kami tentang bagaimana dapur redaksi media sekelas NU Online bekerja secara profesional. Tidak hanya soal pemberitaan, tetapi juga bagaimana pesan dakwah dapat dikemas secara efektif di era digital," ujar Shohib di sela-sela acara.

            Shohib juga menambahkan bahwa peluang menjadi kontributor merupakan motivasi terbesarnya mengikuti acara ini. "Adanya ruang untuk menjadi kontributor adalah kesempatan emas bagi saya untuk mulai mempraktikkan ilmu jurnalistik secara nyata di media nasional," tambahnya.

Foto Jajaran redaksi NU Online yang menjadi narasumber

        Sejumlah jajaran pimpinan dan pengelola redaksi NU Online hadir langsung memberikan pembekalan mendalam kepada para peserta. Di antaranya adalah Direktur Utama NU Online Hamzah Sahal, Direktur NU Online Institute Ahmad Mundzir, Pemimpin Redaksi Ivan Aulia Ahsan, Redaktur Eksekutif Mahbib Khoiron, Redaktur Pelaksana Warta Fathoni, Redaktur Warta Muhammad Syakir Niamilah Fiza, serta Redaktur Pelaksana Keislaman Alhafiz Kurniawan dan Redaktur Keislaman Amien Nurhakim.

       Melalui keikutsertaan dalam NU Online Forum ini, diharapkan keterampilan teknis dan kesiapan akademiknya semakin terasah, sehingga siap mengambil peran aktif sebagai jurnalis muda yang mendakwahkan Islam rahmatan lil 'alamin di ruang digital.

Pantau Perkembangan Mahasiswa, Prodi KPI IPMAFA Gelar Monev KKK di Prokompim Pati

Pati, (Kamis, 27/08/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) mahasiswa di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemantauan terhadap perkembangan mahasiswa sekaligus memastikan pelaksanaan KKK berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kunjungan Monev ini menjadi kesempatan bagi Prodi KPI IPMAFA untuk melihat secara langsung aktivitas mahasiswa selama menjalani KKK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Selain melakukan evaluasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan mempererat kerja sama antara pihak kampus dengan instansi tempat mahasiswa melaksanakan praktik. Selama menjalani KKK di Prokompim Pati, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai praktik komunikasi di lingkungan pemerintahan. Mahasiswa berkesempatan mempelajari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan komunikasi publik, keprotokolan, dokumentasi kegiatan pimpinan, penyusunan informasi, serta publikasi kegiatan pemerintahan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Pengalaman terjun langsung ke lingkungan kerja juga membantu mahasiswa memahami bagaimana komunikasi dilakukan secara profesional, terstruktur, dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala bagian Prokompim Kabupaten Pati Uun Alfiyana menyambut baik kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Prodi KPI IPMAFA. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKK menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung dunia kerja sekaligus belajar mengenai praktik komunikasi di lingkungan pemerintahan.

“Kami menyambut baik mahasiswa IPMAFA yang melaksanakan KKK atau magang di Prokompim. Selama berada di sini, mahasiswa dapat belajar secara langsung bagaimana komunikasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat dilakukan dalam lingkungan pemerintahan, mahasiswa juga ikut andil ke lapangan dalam membuat berita, mengambil video, editing sampai kepada publish berita. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Ia juga berharap mahasiswa dapat mengikuti seluruh proses KKK dengan aktif dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan, terutama dalam bidang komunikasi, dokumentasi, publikasi, dan pelayanan informasi kepada masyarakat.


Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) KPI IPMAFA Siti Asiyah menyampaiakn terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Pati khususnya bagian Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokompim) atas diterimanya dan diberikan kesempatan untuk belajar langsung di dunia kerja. Selain itu, juga meluangkan waktu kepada KPI IPMAFA untuk melakukan monev karena kegiatan ini merupakan bagian penting dalam pelaksanaan KKK. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memantau aktivitas mahasiswa, tetapi juga memastikan pengalaman yang diperoleh mahasiswa relevan dengan kompetensi yang dipelajari di Program Studi KPI.

“KKK merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang selama ini diperoleh di kampus. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga mampu mendapatkan pengalaman, keterampilan, dan pemahaman baru mengenai dunia kerja,” ungkapnya.

Kaprodi KPI IPMAFA juga mengapresiasi Prokompim Kabupaten Pati yang telah memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar dan terlibat dalam berbagai kegiatan komunikasi di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat penting bagi mahasiswa KPI karena memiliki keterkaitan erat dengan bidang komunikasi publik, media, dan penyiaran. Melalui kegiatan Monev ini, Prodi KPI IPMAFA berharap pelaksanaan KKK di Prokompim Kabupaten Pati dapat terus berjalan dengan baik. Mahasiswa juga diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, meningkatkan profesionalitas, serta membangun kesiapan menghadapi dunia kerja.

Kegiatan KKK di Prokompim Pati menjadi salah satu bentuk nyata upaya Prodi KPI IPMAFA dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam berbagai situasi dan lingkungan kerja.

 

Kembangkan Kompetensi Penyiaran, Prodi KPI IPMAFA Kunjungi Mahasiswa KKK di PAS FM Pati

 

Pati, (Kamis, 27/08/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) melakukan kunjungan ke Radio PAS FM Pati sebagai bagian dari kegiatan monitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) mahasiswa. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pelaksanaan KKK sekaligus mengetahui perkembangan mahasiswa selama menjalani praktik di dunia kerja, khususnya di bidang penyiaran dan jurnalistik.

Dalam kunjungan tersebut, Prodi KPI IPMAFA berdialog dengan pihak PAS FM Pati serta mahasiswa yang sedang melaksanakan KKK. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi dan komunikasi antara pihak kampus, lembaga mitra, dan mahasiswa agar pelaksanaan KKK dapat berjalan dengan baik serta memberikan pengalaman yang maksimal bagi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan PAS FM Pati Erna Yasmin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Prodi KPI IPMAFA. Ia mengatakan bahwa keberadaan mahasiswa KKK di PAS FM menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengenal dunia penyiaran dan jurnalistik.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Selama berada di PAS FM, kami berupaya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar, berproses, dan terlibat dalam kegiatan penyiaran maupun jurnalistik, mahasiswa tidak harus ngantor tapi bisa ke lapangan dan menyelesaikan tugas setiap harinya” ujarnya.

Sementara itu, praktisi pendamping KKK PAS FM Pati Agus Pambudi menjelaskan bahwa mahasiswa selama menjalani KKK diarahkan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kerja jurnalistik dan penyiaran. Mulai dari mencari informasi, melakukan wawancara, peliputan, dokumentasi, hingga mengolah bahan berita.Menurutnya, proses tersebut penting untuk membangun keberanian dan keterampilan mahasiswa ketika berhadapan langsung dengan narasumber maupun masyarakat.

“Selama KKK, mahasiswa kami dorong untuk aktif di lapangan. Mereka belajar bagaimana mencari informasi, melakukan wawancara, menyusun berita, dan memahami proses kerja media secara langsung,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Program Studi (Kaprodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA Siti Asiyah menyampaikan ucapan terimakasih kepada PAS FM atas kesediannya mendampingi dan membimbing mahasiswa dalam kegiatan KKK karena kegiatan KKK merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengenal dinamika dunia kerja secara nyata. 

“Kami berharap KKK ini tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar bagi mahasiswa. Pengalaman di lapangan akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi komunikasi, jurnalistik, dan penyiaran,” ungkapnya.

Kaprodi KPI IPMAFA juga mengapresiasi PAS FM Pati yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan terlibat secara langsung dalam aktivitas media. Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga media sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kunjungan tersebut, Prodi KPI IPMAFA berharap pelaksanaan KKK di PAS FM Pati dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pengalaman, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional di bidang komunikasi dan penyiaran.

Kunjungan Prodi KPI IPMAFA ke PAS FM Pati juga menjadi bentuk komitmen program studi dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi yang dipelajari selama menempuh pendidikan. Melalui kegiatan KKK, mahasiswa diharapkan mampu mengenal lebih dekat dunia industri komunikasi dan penyiaran sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Selain sebagai kegiatan monitoring, kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan dan kerja sama antara Prodi KPI IPMAFA dengan PAS FM Pati. Sinergi antara institusi pendidikan dan media menjadi bagian penting dalam memberikan ruang pembelajaran yang lebih nyata bagi mahasiswa.

Dengan adanya KKK di PAS FM Pati, mahasiswa KPI IPMAFA diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi dan penyiaran di dalam kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung di dunia kerja. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri menjadi insan komunikasi dan penyiaran yang profesional.

Jalani KKK di Studio NU Online Semarang, Mahasiswa IPMAFA Ikut Muktamar NU ke-35

Foto saat kegiatan promosi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026

Jombang -  Menjalani Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) di Studio NU Online Semarang, Dayat, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), mendapat kesempatan ikut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. 

Dayat terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengalaman KKK di Studio NU Online sekaligus  untuk membantu tim NU Online Institute memperkenalkan layanan Psikotes gratis kepada  warga Nahdliyin. Salah satunya saat promosi di kegiatan  GERNAS PESANTRENKU AMAN: "Halaqoh Pengasuh Muda untuk Pencegahan Kekerasan di Pesantren" pada hari  Kamis, 27 Agustus 2026 di PP Darul Ulum Rejoso, Jombang. Yang dimana salah satu pengisi acaranya adalah Ketua PBNU bidang Kesejahteraan Rakyat, Alissa Wahid.

Foto : (Fiqry/TVNU).

Kesempatan tersebut memberikan ruang bagi Dayat untuk menerapkan kemampuan komunikasi yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi kerja yang lebih profesional. Bagi Dayat, keterlibatan di NU Online Institute dalam promosi tersebut menjadi pengalaman baru.

“ ini menjadi pengalaman pertama saya bisa ikut jadi bagian dari NU Online Institute dan juga berkesempatan bertemu tokoh besar NU Alissa Wahid Ketua PBNU bidang Kesejahteraan Rakyat dan ini menjadi momentum yang tidak terlupakan,” ujar Dayat

Selain itu, Dayat juga ikut tergabung dalam tim NU Online institute. NU Online Institute adalah platform pembelajaran digital yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama untuk memberikan akses pendidikan Islam yang berkualitas kepada seluruh umat Muslim, khususnya  warga Nahdliyin. Salah satu rangkaian kegiatan NU Online institute di muktamar adalah Promosi Layanan Psikotes  gratis sepesial muktamar nu ke 32. yaitu memperkenalkan layanan psikotes gratis NU Online Institute kepada para  warga Nahdliyin  yang ada di muktamar.

 

Foto saat kegiatan promosi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026

    Dari kegiatan tersebut, Dayat mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, khususnya dalam berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat luas. Keterlibatannya dalam kegiatan Muktamar NU ke-35 juga menjadi kesempatan bagi Dayat untuk mengasah kemampuan komunikasi, membangun relasi dengan berbagai kalangan, serta memahami bagaimana sebuah kegiatan publik dikelola secara profesional. Selain itu, pengalaman selama menjalani KKK di Studio NU Online Semarang memberikan gambaran secara langsung mengenai dunia kerja, khususnya di industri media dan penyiaran. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Dayat untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan studinya.

 

 


Asah Keterampilan Penyiaran, Mahasiswa KPI IPMAFA Praktik Langsung Divisi Swicer di Master Control Room Jogja TV

 

(Foto suasana master control room pada saat program Langenswara Karokowe Kunjungan)

Yogyakarta – Ulil, Mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) dengan terjun langsung ke dunia penyiaran profesional di stasiun televisi lokal, Jogja TV. Dalam kegiatan tersebut, Ulil dipercaya untuk mengoperasikan di divisi Master Control Control (MCR) sebagai operator switcher.

Kegiatan praktikum lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata serta memperdalam pemahaman teknis mahasiswa di dunia industri penyiaran televisi profesional. Ulil tidak hanya mempelajari teori produksi siaran, melainkan langsung mengoperasikan panel perpindahan tampilan visual. Posisi ini menuntut konsentrasi tinggi karena bertanggung jawab penuh atas pemilihan visual ditayangkan secara live maupun tapping di ruang MCR Jogja TV.

(Foto saat live program Langenswara Karokowe)

    Melalui bimbingan langsung dari praktisi media profesional di Jogja TV, Ulil belajar menyelaraskan ritme kerja antara alur skrip, dinamika di studio, agar tampilan di layar kaca tetap halus dan presisi.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya terlibat langsung menjadi seorang switcher di sebuah stasiun televisi, biasanya saya hanya live di acara acara yang ada di kampus, tetapi saat ini saya bisa live mengoperasikan switcher secara langsung di program siaran yang ada di JOGJA TV. Menjadi seorang switcher harus melatih kedisiplinan dan respon cepat. Setiap detik sangat berharga di ruang kontrol, karena kesalahan kecil dalam memilih tombol transisi bisa berdampak langsung pada kualitas siaran. Awalnya itu saya kaget waktu live langen suoro karokowe, soalnya kita itu harus bisa menyesuaikan ritme lagu untuk perpindahan nya agar gambar itu tidak nabrak dan transisinya bisa mulus," ujar ulil.

    Melalui kegiatan KKK yang masih berlangsung ini, Ulil tidak hanya memperoleh pengalaman bekerja di lingkungan industri penyiaran, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi teknis, kemampuan jurnalistik, kreativitas, serta sikap profesional yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja di bidang media industri penyiaran.

Belajar di Balik Layar Jogja TV, Mahasiswa Perluas Pengalaman di Dunia Penyiaran

(Foto closing segment program  Langenswara Karokowe yang merupakan program reguler Jogja TV pada 20/07/26)

    Yogyakarta – Menjalani Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) di stasiun televisi menjadi kesempatan bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus mengenal secara langsung proses kerja industri penyiaran. Kesempatan tersebut tengah dimanfaatkan Riska Setya Ningrum, mahasiswa KPI Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), melalui kegiatan KKK di Jogja TV dengan penempatan pada divisi program siaran.

    Dalam kegiatan yang masih berlangsung tersebut, Riska memilih divisi program setelah sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk bergabung di divisi pemberitaan (news). Pilihan tersebut didasarkan pada keinginannya untuk memahami secara lebih mendalam proses produksi program televisi, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan produksi, hingga program siap disajikan kepada khalayak.

    Di divisi program, Riska bertugas sebagai asisten produser dan mendampingi tiga produser Jogja TV, yakni Irawan yang akrab disapa Simbah, Bagus, dan Kris. Berbagai tugas dijalankan Riska dalam mendukung proses produksi program, antara lain membantu mempersiapkan kebutuhan produksi, mengondisikan peserta atau audiens, menyiapkan dan membagikan rundown kepada kru, serta bertugas sebagai floor director (FD).

(Foto mempersiapkan rundown siap print untuk program Langenswara Karokowe pada 10/08/2026)

    Selain itu, Riska juga turut mengamati jalannya proses produksi dan siaran untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan. Keterlibatan tersebut membuat Riska tidak hanya belajar mengenai teknis produksi, tetapi juga memahami koordinasi antar kru yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan program televisi.

    Tidak hanya berkutat di divisi program, Riska juga memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan kehumasan Jogja TV. Salah satunya dengan mewakili Jogja TV dalam konferensi pers HUT ke-50 Ramayana Ballet Purawisata Yogyakarta yang digelar di Yogyakarta pada Minggu (9/8/2026).

(Foto dokumentasi setelah konferensi pers di Ramayana Ballet Purawisata pada 09/08/26)

    Menurut Riska, keterlibatan dalam kegiatan kehumasan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan aktivitasnya sehari-hari di divisi program. Ia berkesempatan mengenal secara langsung bagaimana sebuah lembaga media membangun komunikasi dan menjalin hubungan dengan pihak eksternal serta berinteraksi dengan berbagai media.

    Pengalaman tersebut memperluas pemahaman Riska mengenai dunia kerja di industri penyiaran. Baginya, kegiatan KKK tidak hanya menjadi sarana untuk menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, membangun pengalaman profesional, dan memahami dinamika kerja di lingkungan industri televisi.

    Dengan kegiatan KKK yang masih berlangsung, Riska terus memperoleh pengalaman melalui berbagai aktivitas di Jogja TV. Selain fokus pada bidang program siaran, keterlibatannya dalam kegiatan kehumasan menjadi kesempatan untuk mengenal lebih luas berbagai bidang kerja yang saling mendukung dalam industri penyiaran.


Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan, Prodi KPI Selenggarakan Evaluasi dan Review Kurikulum

 

Pati, (Kamis,30/07/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA menggelar kegiatan Evaluasi dan Review Kurikulum sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan serta penyesuaian kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan kebijakan pendidikan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Laboratorium Bahasa Lantai 3 Kampus IPMAFA yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, dosen Prodi KPI, praktisi, alumni, pengguna lulusan (stakeholder), serta mitra akademik. Forum ini menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan dalam rangka menyempurnakan kurikulum agar semakin relevan dengan tantangan dan kebutuhan zaman.

Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, Isyrokh Fuaidi, LL.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa evaluasi kurikulum dilaksanakan secara berkala atau setiap lima tahun sekali untuk mencapai lulusan yang standar dan sesuai kebutuhan industry penyiaran. “IPMAFA memiliki tiga tantangan yakni transformasi nilai pesantren sebagai budaya dan amanah, transformasi pengetahuan dan transformasi skill, dalam di era yang kompleks adanya Artifical Intelligence, generasi Z dan Gen Alpha menjadi daya juang sekaligus tantangan bersama sehingga kita tidak menyandingkan teknologi dan kebutuhan dengan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.”Ujarnya.

Selanjutnya materi kurikulum disampaiakan oleh Ketua Program Studi KPI IPMAFA, Siti Asiyah, dengan memaparkan tentang Profil lulusan Capaian pembelajaran lulusan, peta kurikulum dan struktur mata kuliah. Selain itu, tujuan diadakannya evaluasi dan review kurikulum tidak hanya memenuhi standar nasional Dikti melainkan bagaiamana memberikan dampak positif untuk perkembangan dan kemajuan KPI kedepannya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendiskusikan berbagai aspek kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah, metode pembelajaran, hingga penguatan kompetensi di bidang komunikasi digital, penyiaran, jurnalistik, public speaking, produksi konten kreatif, dan dakwah berbasis media digital bahkan penggunan AI di era digital.

Selain sesi diskusi, kegiatan juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan kurikulum terbaru. Rekomendasi disampaikan Ahmad Kholidi sebagai Direksi Pas FM Pati, Nailin RA sebagai Pimpinan Redaksi Lingkar TV, akademisi, mitra dan alumni. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan evaluasi dan review kurikulum ini, Prodi KPI menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, serta siap menghadapi dinamika perkembangan dunia komunikasi, penyiaran, dan dakwah di era digital.



Belajar Jadi Jurnalis di Lapangan, Mahasiswa IPMAFA Liput Seminar Perlindungan Anak

Pati, (Rabu,29/07/2026)_Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), Fery Setyawan, yang sedang melaksanakan Magang KKK di Radio PAS FM Pati, turut terjun langsung ke lapangan untuk melakukan peliputan kegiatan Pembukaan Seminar Edukasi dan Perlindungan Anak yang digelar di MAN 1 Pati.

Dalam kegiatan tersebut, Fery menjalankan tugas jurnalistik dengan melakukan dokumentasi serta wawancara langsung dengan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang hadir dalam kegiatan pembukaan seminar. Wawancara dilakukan sebagai bagian dari proses pengumpulan informasi untuk kebutuhan pemberitaan di PAS FM Pati sekaligus sebagai pengalaman praktik jurnalistik selama menjalani program Magang KKK.

Kegiatan seminar tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pentingnya edukasi dan perlindungan anak, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Pada kesempatan tersebut, Fery terlihat melakukan wawancara secara langsung dengan Plt Bupati Pati di tengah rangkaian kegiatan. Proses peliputan ini menjadi pengalaman berharga bagi Fery dalam mengasah kemampuan komunikasi, wawancara, penggalian informasi, serta penyusunan berita secara profesional.

Sebagai mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA, keterlibatan Fery dalam peliputan ini menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik jurnalistik di lapangan. Melalui kegiatan Magang KKK di PAS FM Pati, Fery Setyawan tidak hanya belajar mengenai proses produksi berita di ruang redaksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk bekerja langsung di lapangan, bertemu narasumber, melakukan wawancara, hingga mengumpulkan bahan berita untuk disampaikan kepada masyarakat.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang jurnalistik dan penyiaran serta menjadi bekal bagi Fery Setyawan untuk terus mengembangkan kemampuan di dunia komunikasi dan media.

 

Dosen KPI IPMAFA Perkuat Kompetensi Riset Digital melalui Workshop Big Data Studi Islam

Yogyakarta, (Kamis, 09/07/2026)_Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengikuti Workshop Penelitian Big Data dalam Studi Islam yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam mengembangkan penelitian keislaman berbasis teknologi dan data digital.

Workshop tersebut dilaksanakan di ruang Amphi E7.A Lantai 5 KH. Ibrahim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan menghadirkan narasumber Ismail Fahmi, Ph.D Founder Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia. Kegiatan diikuti oleh akademisi, dosen, peneliti, dan peserta yang memiliki perhatian terhadap perkembangan metodologi penelitian Islam di era digital.

Dekan Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Nurwanto, Ph.D menyampaikan adanya kegiatan wokhshop ini sebgaai upaya menghadirkan riset, inovasi yang berdaya guna dan sesuai dengan teknologi saat ini. “Perkembangan Artificial Intelligence (AI) untuk menyebarkan ilmu sebagai bentuk ibadah dengan mengaplikasikan teknologi digital dan studi Islam” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dan penerapan big data dalam penelitian, mulai dari proses memperoleh dan mengelola data hingga pemanfaatannya sebagai sumber analisis dalam kajian sosial-keagamaan. Materi juga memberikan pemahaman mengenai peluang penggunaan data digital untuk membaca berbagai fenomena keislaman yang berkembang di masyarakat.

Keikutsertaan dosen KPI IPMAFA dalam workshop ini memiliki relevansi yang kuat dengan bidang komunikasi dan penyiaran Islam. Perkembangan media sosial dan platform digital telah menghasilkan data dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengkaji pola komunikasi, penyebaran pesan keagamaan, perilaku audiens, serta perkembangan wacana Islam di ruang digital.

Melalui kegiatan tersebut, dosen KPI IPMAFA memperoleh wawasan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan penelitian, pembelajaran, dan pengembangan keilmuan. Penguasaan metode penelitian berbasis big data juga diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian yang lebih aktual, objektif, dan sesuai dengan perkembangan masyarakat digital.

Keikutsertaan dalam workshop ini sekaligus menjadi bentuk komitmen KPI IPMAFA untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dosen. Dengan mengintegrasikan pendekatan keilmuan Islam, komunikasi, dan teknologi digital, penelitian yang dikembangkan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pemahaman berbagai fenomena keislaman di tengah perubahan teknologi yang semakin pesat.



KPI IPMAFA Sukses Gelar KineFest 2026, Panggung Karya Anak Bangsa Menuju Industri Film Indonesia

 

Pati, (Selasa, 30/06/2026)_Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) sukses menyelenggarakan KineFest 2026, sebuah festival sinema yang menjadi ruang apresiasi sekaligus pengembangan kreativitas anak bangsa di bidang perfilman. Kegiatan ini menghadirkan pemutaran film karya pemenang festival baik kategori mahasiswa/umum maupun kategori pelajar.

Kegiatan KineFest 2026 dilaksanakan di Aula 2 Lantai 2 Kampus IPMAFA dengan mengusung tema “Sinema Anak Bangsa” kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Prodi dan HMPS KPI IPMAFA dalam mengembangkan kompetensi serta memberikan ruang pada sineas Indonesia. Festival ini juga menjadi wadah bagi penggiat film untuk menampilkan karya terbaik yang lahir dari proses kreatif, riset, hingga produksi yang dilakukan secara kolaboratif.

Ketua Program Studi KPI IPMAFA, Siti Asiyah menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya KineFest 2026. “Adanya kegiatan festival film menjadi ajang sekaligus kesempatan untuk penggiat film dalam menunjukkan kreativitas dan karya-karya terbaiknya, selebihnya harapan kedepan dapat menyelenggrakan festival-festival lain dan dengan skala International” Ujarnya.  

Acara KineFest 2026 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Program Studi dan HMPS Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) beserta seluruh panitia dan mahasiswa yang telah berhasil menyelenggarakan festival film tersebut. Menurutnya, KineFest menjadi ruang yang penting bagi masyarakat untuk menikmati karya-karya film yang memiliki kualitas cerita, visual, dan pesan yang kuat.

Pemutaran karya film terbaik, screening dan diskusi film menjadi lanjutan rangkaian kegiatan menarik dalam awarding dan puncak KineFest, kegiatan ini dipandu oleh Fihma Haninda Shouma mahasiswi prodi KPI beserta dua narasumber  Dhanang Heri Wibisono dan Fajar Adhi Kurniawan. Antusias peserta dan penonton terlihat sepanjang kegiatan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan, kritik, dan saran yang membangun bagi para pembuat film.

Rangkaian KineFest 2026 ditutup dengan prosesi penyerahan cendera mata kepada narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan inspirasi yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi kepada para pemenang dari berbagai kategori perlombaan sebagai bentuk penghormatan atas kreativitas, dedikasi, dan kualitas karya yang telah ditampilkan. Momen tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat, sekaligus menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh rangkaian KineFest 2026. Diharapkan, festival ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendorong lahirnya karya-karya film anak bangsa yang inovatif, inspiratif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang mampu bersaing di berbagai festival film tingkat nasional maupun International. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Prodi KPI IPMAFA dalam mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan kompeten di bidang Komunikasi, Penyiaran, serta industri media digital.

 


Bekali Mahasiswa Sebelum Terjun Lapangan, Prodi KPI Adakan Sosialisasi Kuliah Kerja Komunikasi

Pati, (Kamis, 18 Juni 2026)_ Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menggelar kegiatan Sosialisasi Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) sebagai upaya membekali mahasiswa sebelum melaksanakan praktik lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Bahasa lantai 3 Kampus IPMAFA dan diikuti oleh mahasiswa peserta KKK semester enam.

Kegitana sosialisasi Kuliah kerja Komunikasi (KKK) bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait mekanisme pelaksanaan, ketentuan administrasi, serta teknis kegiatan yang akan dijalankan selama Kuliah Kerja Komunikasi. Selain itu, mahasiswa juga diberikan arahan mengenai etika, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan program di instansi maupun lembaga mitra tempat pelaksanaan KKK.

Sekretaris Program Studi KPI, Fajar Adhi Kurniawan, M.Si menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Komunikasi merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan ilmu komunikasi dan broadcasting secara langsung di dunia kerja. “Melalui KKK, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan, memperluas pengalaman, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang sesungguhnya sesuai passion” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi KKK ini, para peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan pelaksanaan KKK, administrasi KKK hingga penyusunan laporan. Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif turut dimanfaatkan mahasiswa untuk menggali informasi terkait pelaksanaan KKK. Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Prodi KPI berharap mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara optimal sehingga pelaksanaan Kuliah Kerja Komunikasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa maupun instansi tempat pelaksanaan KKK.

 

FORMULIR PERMOHONAN SURAT KAMPUS

PANDUAN KULIAH KERJA KOMUNIKASI (KKK) 2026

BUKU PANDUAN KKK (MAGANG) 2026




Formulir Pendaftaran Online 
klik di sini

Datang sebagai Delegasi, Pulang Menjadi Bestie: Mahasiswa KPI Se-Jateng-DIY Perkuat Relasi dan Kompetensi di Kudus

Kudus_Sebanyak 61 delegasi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dari 14 Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti kegiatan Silaturahmi Akbar (SABARKU) 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional (Forkomnas) KPI Wilayah III Jateng-DIY di UIN Sunan Kudus pada 30–31 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa KPI untuk mempererat silaturahmi, memperluas jejaring, sekaligus meningkatkan kapasitas akademik melalui berbagai agenda yang telah disiapkan panitia. Salah satu kegiatan utama yang diselenggarakan adalah Seminar Nasional Broadcasting yang mengangkat isu perkembangan media dan dunia penyiaran di era digital.

Penanggung Jawab dari acara ini yakni Reifina Kurnia Ariyani, menyebutkan bahwa tema dari seminar dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan mahasiswa KPI. Selain menjadi ruang belajar, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan konten media yang edukatif, informatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Delegasi dari berbagai kampus aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari seminar, sesi diskusi, silaturahmi akbar, hingga pameran foto yang menjadi salah satu agenda kolaboratif antar kampus. Di balik suksesnya kegiatan yang diselenggarakan, panitia sempat menghadapi sejumlah kendala, di antaranya perubahan lokasi secara mendadak serta proses perizinan tempat yang cukup panjang. Namun,dengan koordinasi dan kerja sama seluruh panitia, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan lancar.

Salah satu peserta, Bunga Maharani dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan SABARKU 2026. Seminar Nasional Broadcasting menjadi agenda yang paling berkesan karena materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan mahasiswa KPI saat ini. “Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan tentang broadcasting dan dunia media, tetapi juga memperluas relasi dengan mahasiswa KPI dari berbagai kampus di Jawa Tengah dan DIY,” ujarnya.

Selain menjadi ajang berbagi wawasan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antar mahasiswa KPI melalui berbagai kegiatan interaktif yang memungkinkan peserta bertukar pengalaman dan membangun jaringan pertemanan lintas kampus. Melalui Forkomnas KPI Wilayah III Jateng-DIY diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaborasi, pengembangan diri, dan penguatan solidaritas mahasiswa KPI, sehingga mampu melahirkan program-program yang bermanfaat dan relevan dengan perkembangan dunia komunikasi dan penyiaran di masa mendatang.

 


Media Visit KPI IPMAFA ke TVRI Yogyakarta dan Radar Yogyakarta

Media Visit Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam



    Mahasiswa Prodi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam melaksanakan kegiatan Media Visit sebagai bentuk pembelajaran langsung di dunia industri media dan komunikasi. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk melihat secara nyata bagaimana proses produksi, penyiaran, jurnalistik, hingga manajemen media dijalankan secara profesional.

    Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke TVRI Yogyakarta. Di sana, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai proses produksi program televisi, teknik penyiaran, pengelolaan studio, serta peran media televisi dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya itu, mahasiswa juga berkesempatan melihat langsung ruang produksi dan berbagai peralatan broadcasting yang digunakan dalam dunia pertelevisian.

    Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Radar Yogyakarta untuk mempelajari dunia jurnalistik dan media cetak/digital. Mahasiswa memperoleh pemahaman tentang proses peliputan berita, penulisan artikel, editing, hingga strategi media dalam menghadapi perkembangan era digital dan arus informasi yang semakin cepat.

    Kegiatan ini tidak hanya menambah ilmu dan pengalaman, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi, jurnalistik, broadcasting, dan public speaking agar siap menghadapi dunia kerja profesional di masa depan.

    Sebagai penutup yang penuh keseruan, perjalanan ditutup dengan kegiatan Lava Tour Merapi menggunakan jeep adventure. Menyusuri jalur bekas erupsi Merapi menjadi pengalaman yang tak terlupakan, memadukan edukasi, kebersamaan, dan petualangan dalam satu perjalanan yang penuh cerita.

        Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk terus belajar, berkembang, dan menginspirasi.

#MediaVisit #KPI #KomunikasiDanPenyiaranIslam #TVRIYogyakarta #RadarYogyakarta #LavaTourMerapi #JeepAdventure #MahasiswaKPI #StudyTour #Broadcasting #Jurnalistik #MediaEducation

DON'T MISS

Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with KPI IPMAFA
CS Icon
Contact Close