Header Ads

Header Ads

KPI Ipmafa Bincang Santai Bersama Direktur NU Online


Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Ipmafa tidak hanya memiliki misi peningkatan dan pembekalan skill digital broadcasting sesuai perkembangan zaman tetapi juga membawa misi menyebarkan nilai-nilai kepesantrenan berfaham aswaja. Oleh sebab itu, diperlukan perangkat pendukung dan konsep yang cukup untuk mewujudkan hal tersebut.

Maka Prodi KPI Ipmafa bersama jajaran dosen Ipmafa melakukan sharing knowledge bersama Direktur NU Online, Mohamad Syafi’ Alielha yang sudah lama berkecimpung dalam media massa khususnya NU Online dan islami.co (11/1/2019). Hadir dalam forum tersebut Dekan Fakultas Dakwah Sri Naharin MSI, Kepala Prodi KPI Isyrokh Fuaidi LL.M, Sekretaris Prodi Arif Chasanuddin MPd, dan sejumlah dosen Ipmafa dari berbagai jurusan.

Syafi' dalam paparannya banyak mengupas hal-hal penting yang perlu dilakukan kaitannya dengan pengembangan skill dan disiplin keilmuan di Prodi KPI Ipmafa. Pertama yang perlu dipetakan adalah target klien yang menjadi sasaran (captive market). Captive market ini berbeda antara satu dengan yang lain. Media massa NU Online yang sasarannya masyarakat NU tidak bisa disamakan dengan sasaran media broadcasting KPI Ipmafa.

Karena KPI ini membawa misi dakwah, skill komunikasi juga harus diberikan kepada mahasiswa KPI baik dari segi sarana-prasarana maupun konsep dan keilmuan komunikasi yang relevan. Dengan begitu, konten yang dihadirkan dapat diminati dan bermanfaat bagi masyarakat. Mahasiswa juga perlu diberikan monitoring dan pendampingan untuk menstimulasi ide dan kreasi yang ingin disajikan.

Terkait konten dan sosok yang menarik market pengguna saat ini, hal itu tidak ditentukan oleh penampilan luar seorang komunikator, melainkan dari pesan yang mudah dipahami dan tidak rumit.