Pati — Program magang jurnalistik menjadi pengalaman berharga bagi Nela Rikza Oktaviani, mahasiswi yang tengah menjalani magang di Lingkar Media Group. Melalui penugasan liputan mandiri, Nela berhasil menuntaskan dua karya jurnalistik yang tidak hanya dipublikasikan di website Lingkartv.com, tetapi juga lolos proses kurasi hingga terbit di Koran Lingkar edisi cetak.
Dua liputan tersebut mengangkat kisah prestasi pelajar di Kabupaten Pati, yakni Asti Indah Nariswari, siswa SMA Negeri 1 Jakenan yang meraih Golden Ticket IPB 2025, serta Refan Enggi Febrianto, siswa SMK BTB Juwana yang berhasil meraih Juara 1 Nasional AHMBS 2025 melalui inovasi biodiesel berbahan limbah ikan.
Pada liputan pertamanya, Nela mendatangi SMA Negeri 1 Jakenan untuk melakukan wawancara langsung dengan Asti Indah Nariswari. Dalam liputan tersebut, Nela menggali perjalanan Asti hingga berhasil menembus IPB melalui jalur Olimpiade Pertanian Indonesia.
“Saya belajar banyak saat wawancara Asti. Ia menceritakan latar belakang keluarga dan proses perjuangannya secara jujur. Dari situ saya memahami bagaimana menyusun berita human interest yang kuat dan menyentuh,” ujar Nela.
Liputan berikutnya dilakukan di SMK BTB Juwana, tempat Nela menggali lebih dalam inovasi biodiesel BFO yang dikembangkan oleh Refan Enggi Febrianto bersama timnya. Dalam proses tersebut, Nela mewawancarai langsung siswa, guru pembimbing, hingga pihak terkait untuk memastikan data yang disajikan akurat dan berimbang.
“Liputan Refan lebih teknis dan penuh data. Saya harus ekstra teliti agar tidak keliru dalam menyampaikan informasi, karena ini menyangkut karya ilmiah dan inovasi,” jelasnya.
Selama magang, Nela sebenarnya berpasangan dengan rekannya, Pungky Ilham Pamungkas. Namun, demi menjaga keragaman topik dan memperluas sudut pandang pemberitaan, keduanya diarahkan untuk melakukan liputan secara terpisah.
“Awalnya saya ragu karena liputan sendiri itu menantang. Tapi setelah dijalani, saya justru lebih percaya diri dalam mengatur alur wawancara dan menentukan angle berita,” ungkap Nela.
Pengalaman liputan mandiri ini, menurutnya, menjadi proses penting dalam membentuk mental dan ketangguhan sebagai jurnalis lapangan.
Kerja keras Nela berbuah manis. Dua liputannya mendapat respons positif dan dimuat di website Lingkartv.com. Lebih dari itu, redaksi Lingkar Media Group memutuskan untuk menerbitkannya di Koran Lingkar edisi cetak, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi mahasiswa magang.
“Rasanya senang sekali melihat nama saya tercetak di koran. Meski kecil, itu menjadi pengalaman yang sangat berharga dan memotivasi saya untuk terus belajar,” katanya.
Bagi Nela, magang di Lingkar Media Group bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan proses pembentukan karakter dan profesionalisme jurnalistik.
“Saya belajar menghadapi berbagai karakter narasumber, menulis berita straight yang padat, dan memastikan tulisan benar-benar layak terbit. Semoga pengalaman ini menjadi bekal saya untuk terjun ke dunia jurnalistik profesional,” tutupnya.
Kisah Nela menjadi bukti bahwa program magang bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga membuka peluang untuk menghasilkan karya nyata yang diakui publik.

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.
No comments
Post a Comment