RRI Surakarta Konsisten Lestarikan Wayang Orang dan Ketoprak, Jadi Ruang Belajar Magang Mahasiswa KPI IPMAFA

0

 

                 

Surakarta — Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta melalui Programa 4 (Pro 4) secara konsisten menjaga kelestarian budaya Indonesia, khususnya wayang orang dan ketoprak. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar pagelaran seni tradisi secara rutin setiap bulan di Auditorium Sarsito Mangunkusumo, RRI Surakarta.

Pagelaran wayang orang diselenggarakan setiap Selasa pada pekan kedua, sementara ketoprak digelar setiap Selasa pada pekan keempat. Kegiatan ini menjadi agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat, terutama para pecinta seni tradisi di Kota Surakarta dan sekitarnya.

Antusiasme penonton terlihat dari kehadiran warga lintas usia. Bahkan, tidak sedikit penonton lanjut usia yang rela datang pada malam hari demi menyaksikan pertunjukan. Salah satunya adalah Bu Temu, pendengar setia Pro 4 RRI Surakarta.

“Saya selalu semangat setiap waktunya wayang orang atau ketoprak di RRI. Ngebut saya nggoes sepeda biar ndak ketinggalan pentas,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai hiburan sekaligus sarana pelestarian budaya, pagelaran ini juga menjadi media pembelajaran praktik bagi mahasiswa yang tengah menjalani program magang di Pro 4 RRI Surakarta. Para mahasiswa terlibat langsung dalam proses peliputan siaran langsung, produksi konten digital, hingga interaksi dengan pendengar.

Salah satu kelompok magang yang cukup menonjol adalah “The Bimoly”, sebutan yang muncul secara spontan dari pendengar karena keaktifan dan kekompakan mereka selama siaran maupun saat bertugas di lapangan. Kelompok ini terdiri dari tiga mahasiswa magang lintas perguruan tinggi, yakni Nanda, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA); Bimo, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS); serta Shella, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA).

Secara rutin, kelompok ini bertugas meliput pagelaran wayang orang dan ketoprak, membuat video highlight, melakukan wawancara, mengelola tamu, memproduksi konten promosi, hingga berinteraksi langsung dengan para pendengar yang hadir di lokasi.

Koordinator Programa 4 RRI Surakarta, Aris Murtono, mengapresiasi kontribusi dan kinerja kelompok magang tersebut.

“Setiap bulan, pagelaran wayang orang dan ketoprak selalu menjadi momen belajar bagi mahasiswa magang. Kelompok yang dipimpin oleh Nanda ini, kelompok ‘Bimoly’, termasuk yang cukup aktif dan mencolok. Mereka cepat belajar, inisiatifnya bagus, dan hasil konten video yang mereka buat selalu memuaskan untuk kebutuhan publikasi,” ujar Aris Murtono.

Melalui kegiatan ini, RRI Surakarta tidak hanya berperan sebagai lembaga penyiaran publik, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan regenerasi, yang mempertemukan pelestarian budaya dengan pembelajaran jurnalistik generasi muda.





0

No comments

Post a Comment

IG IPMAFA

blogger

DON'T MISS

Podcast, Video, HMPS
KPI IPMAFA © all rights reserved
Designed by KPI Studio
CS Icon