Pati — Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan akademik mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA). Program ini bukan sekadar kewajiban kurikuler, melainkan ruang pembelajaran nyata untuk mengasah kepekaan, keterampilan, dan tanggung jawab profesional mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diberikan pilihan lokasi KKK, baik di Laboratorium Dakwah maupun di luar kampus. Setelah melalui berbagai pertimbangan, penulis memilih menjalani KKK di Laboratorium Dakwah. Meski berlokasi di lingkungan kampus tercinta, peserta KKK tetap dituntut memiliki kesadaran kapan harus berkegiatan di dalam kampus dan kapan harus turun langsung ke lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Pelaksanaan KKK di Laboratorium Dakwah dimulai pada awal Oktober dan berlangsung selama 45 hari. Selama periode tersebut, peserta mengikuti beragam aktivitas, baik di dalam maupun di luar kampus. Kegiatan di dalam kampus meliputi keterlibatan dalam berbagai acara di aula, membantu persiapan kegiatan institusional, hingga mendukung pengelolaan Laboratorium Dakwah agar sarana dan prasarana tetap siap digunakan.
Sementara itu, aktivitas di luar kampus menjadi ruang penting untuk melatih kepekaan sosial dan keterampilan jurnalistik. Salah satunya adalah produksi video profil lima tokoh Islam di Kabupaten Pati, dengan durasi sekitar lima hingga sepuluh menit untuk setiap tokoh. Selain itu, peserta KKK juga terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove pada 15 Oktober 2025, yang menjadi pengalaman langsung dalam mendokumentasikan kegiatan sosial dan lingkungan.
Tidak hanya produksi video, peserta KKK Laboratorium Dakwah juga dibebani tugas peliputan berita. Setiap mahasiswa dituntut menerbitkan minimal tiga berita per pekan sebagai tugas individu, serta memproduksi lima video sebagai tugas kelompok. Kegiatan ini melatih konsistensi, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola waktu dalam kerja jurnalistik.
Memang, lingkungan kampus IPMAFA menyediakan banyak peristiwa yang layak dijadikan bahan pemberitaan. Namun, KKK tidak seharusnya menjadikan mahasiswa hanya berdiam di dalam “menara gading”. Turun ke lapangan, menyaksikan langsung realitas masyarakat, serta menangkap dinamika sosial menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Oleh karena itu, peserta KKK juga meliput berbagai peristiwa di luar kampus, mulai dari berita feature, hard news, hingga soft news. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kerja komunikasi dan dakwah tidak hanya berbicara di ruang kelas atau kampus, tetapi hadir dan menyatu dengan realitas kehidupan masyarakat.
Melalui KKK Laboratorium Dakwah, mahasiswa belajar bahwa keluar dari zona nyaman bukan selalu berarti meninggalkan kampus, melainkan berani melampaui batas rutinitas dan membuka diri terhadap pengalaman baru yang lebih luas dan bermakna.

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.
No comments
Post a Comment