KUDUS — Program Kuliah Kerja Komunikasi (K3) tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata untuk mengenal langsung dinamika industri media dan kreatif. Pengalaman tersebut dirasakan oleh Ahmad Sholahul Fuad, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA, selama menjalani program magang di Jawa Pos Radar Kudus.
Bagi Fuad, K3 merupakan momentum penting untuk mengintegrasikan teori komunikasi dan jurnalistik yang dipelajari di kelas dengan praktik langsung di lapangan. Ia menilai pengalaman magang ini memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja media yang menuntut ketepatan, kecepatan, dan kreativitas.
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Fuad adalah keterlibatannya dalam proses produksi berita. Ia terjun langsung dalam berbagai tahapan kerja jurnalistik, mulai dari pencarian data, pengambilan gambar video, hingga dokumentasi foto yang digunakan sebagai bahan pemberitaan.
“Dari pengalaman ini saya benar-benar memahami bagaimana sebuah berita diproduksi dari awal hingga siap dipublikasikan,” ungkap Fuad.
Fuad juga mendapat kesempatan belajar langsung dalam proses pembuatan video liputan yang akan ditayangkan di Jawa Pos TV. Tidak hanya menerima penjelasan teoritis, ia dilibatkan dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pengambilan gambar, penyusunan visual, hingga penyiapan materi berita untuk redaksi.
Melalui penugasan yang diberikan, Fuad bertanggung jawab menyusun berita untuk platform website serta menyiapkan materi video untuk diserahkan kepada tim redaksi. Tanggung jawab tersebut membuka wawasannya mengenai pentingnya detail dalam produksi berita, baik dari sisi akurasi informasi, kualitas visual, maupun kreativitas penyajian konten.
Selain itu, Fuad juga berkesempatan melakukan wawancara dengan berbagai narasumber dalam kegiatan peliputan. Situasi lapangan yang dinamis menuntutnya untuk cepat beradaptasi, termasuk dalam menentukan sudut pengambilan gambar dan menangkap ekspresi narasumber agar sesuai dengan kebutuhan pemberitaan.
“Di lapangan, situasinya sering kali berubah. Dari situ saya belajar pentingnya improvisasi dan kemampuan membaca kondisi saat bekerja sebagai jurnalis,” tambahnya.
Bagi Fuad, pengalaman K3 di Jawa Pos Radar Kudus bukan sekadar pemenuhan syarat akademik, melainkan proses pembelajaran yang membentuk keterampilan teknis, etos kerja, dan kesiapan mental untuk terjun ke industri komunikasi. Ia menilai program magang ini sebagai bekal penting untuk menghadapi dunia kerja secara lebih profesional dan percaya diri.

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.
No comments
Post a Comment