Top News


Di dalam program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IPMAFA, model pembelajaran yang dilaksanakan adalah perpaduan  teori dan praktek. Di antara mata kuliah yang menjalankan praktikum adalah Produksia Acara Siaran.

Dalam bulan Ramadhan ini mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA mengapliklasikan ilmu yang didapat dari teori di mata kuliah tersebut dengan menggarap produksi acara  kuliah tujuh menit (kultum ) Ramadhan dengan di dampingi dosen praktisi dari Simpang 5 TV dengan nama acara “Berkah Ramadhan”.

“Dengan memberikan porsi praktikum yang lebih banyak diharapkan mahasiswa mampu dan siap ketika nanti lulus dan berdaya saing untuk masuk di dunai kerja.” Ungkap Arif Chasannudin selaku Kaprodi KPI IPMAFA ketika ditanya mengenai  program ini.

Mahasiswa juga sangat antusias mengikuti prses produksi karena nantinya apa yang dihasilkan akan ditayangkan oleh  stasiun televisi Simpang 5 TV. “ Dengan ikut membuat dan meproduksi program kultum ini tentu sangat membanggakan bagi kami, karena akan banyak dinikamati khalayak umum.” Ujar Nasrul sebagai salah satu mahasiswa KPI.

Acara tersebut berisi ceramah singkat dan padat oleh para Dosen IPMAFA dengan tema-tema seputar keagamaan dalam rangka menebarkan Islam yang toleran dan rahmatan lil alamin.

Dalam praktikum tersebut mahasiswa langsung diajak untuk mengetahui dan memprakterkan bagaimana pengambilan gambar yang menarik, teknik pengambilan suara, background yang menunjang sebuah tayangan sampai pada editing.

Pada bulan Ramdhan 1439 H. ini Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Instut Pesantren Mathali’ul Falah (KPI IPMAFA) bekerja sama dengan Simpang 5 TV Pati membuat program acara ceramah kuliah tujuh menit (kultum ) dengan nama "Berkah  Ramadhan".

Acara tersebut diisi oleh para dosen IPMAFA yang mempunyai kualifikasi di bidangnya.  Para pemateri diantaranya adalah bapak Dr. Zaenurrosyid, SHI, MA, Bapak Moch. Agus Jauhari M.Pd.I, bapak Faiz Aminudddin, MA, Bapak Umar Farouq, M.Pd dan ibu Tutik Nurul Jannah, MH.
Simpang 5 TV Pati akan menayangkan acara tersebut selama bulan bulan Ramadhan 1939 H.

“Program ini adalah bentuk tindak lanjut kerja sama antara program studi Komunikasi dan Penyiaran (KPI) IPMAFA dengan simpang 5 TV yang harapannya mampu memberikan sumbangsih yang signifikan dalam memberikan dakwah yang sejuk dan mencerahkan”, ujar Arif Chasannudin, selaku Kaprodi KPI IPMAFA.

Ceramah kultum Ramadhan bersifat singkat dan padat namun renyah. Lokasi pengambilan gambar  banyak dilakukan  out door di lingkungan Kampus IPMAFA  untuk memberikan kesan yang lebih natural dan menyatu dengan alam. 

Acara tersebut berisi tentang tema-tema keagamaan ringan yang berkaitan dengan puasa dan lainnya. Tema yang diangkat antara lain tujuan hidup, memakmurkan masjid, menumbuhkan budaya membaca dan lain sebagainya.
Program studi komunikasi dan Penyiaran IPMAFA berupaya meningkatkan mutu pendidikannnya. Upaya tersebut dilakukan dengan melaksanakan Sitem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPMI terhadap prodi KPI sudah dilaksanakan di pertengahan tahun 2017.

Pada 16-17 April 2018 ini Program studi KPI IPMAFA diassemen oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Proses assesment dilakukan oleh dua asesor. Beliau adalah Bapak Dr. Nawari Ismail, M.Ag. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Ibu Dr. Hamidah, M.Ag. dari IAIN Raden Fatah Palembang.

Dalam assement lapangan disampaikan beberapa hal guna meningkakan mutu pendidikan di KPI IPMAFA. Dalam sambutannya, bapak Nawari menyampaikan bahwa akreditasi ini merupakan sebuah upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan perguruan tinggi.
selanjutnya beliau menambahkan bahwa jangan sampai akreditasin ini menjadi ritual adminstartif tanpa tindak lanjut. Karena ini dari akreditasi adalah peningkatkan dan perbaikan mutu pendidikan di perguruan tinggi.

Proses asesmen lapangan ini diikuti oleh sejumlah pengelola program studi dan pimpinan dari IPMAFA. Menegenai hasil penilaian ini akan diumumkan dalam laman BAN PT.

           IAIN Salatiga menjadi sebagai tuan rumah dalam acara Musyawarah kerja Forkomnas KPI wilayah III yang dilaksanakan pada 23-25 Februari 2018. Hal ini sesuai dengan kesepakatan pada musyawarah wilayah di STAIN Kudus yang lalu. Ini merupakan kali pertama Forkomnas KPI diselenggarakan di IAIN Salatiga bersama HMJ Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah. Sebanyak 13 delegasi kampus baik PTAIN dan PTAIS hadir dalam acara yang membahas beberapa program kerja dan agenda oleh pengurus Forkomnas KPI wilayah III.
            Acara dimulai dengan pembukaan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Salatiga, dan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Forkomnas KPI wilayah III. Kegiatan lainnya adalahn workshop Fotografi “Human Interest” bersama Budi Purwanto, wartawan dari majalah Tempo Semarang.
Di akhir acara, Ibnu Yahya, ketua Forkomnas KPI Pusat, dalam sambutannya mengatakan bahwa, “Forkomnas KPI di IAIN Salatiga ini merupakan yang terbaik dari seluruh acara Forkomnas KPI yang telah diselenggarakan”. Suatu kebanggaan tersendiri bagi sepuluh mahasiswa IPMAFA yang telah ikut berpartisipasi dan memeriahkan acara ini.
Dan lebih lagi, dua mahasiswa IPMAFA telah dilantik menjadi pengurus Forkomnas KPI wilayah III periode 2017/2018 yaitu, Moh. Syihabuddin dan M. Nasrullah. Kegiatan ini ditutup kembali oleh Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan diakhiri dengan studi wisata di museum kereta api Ambarawa.




Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathali’ul Falah—sering disebut KPI IPMAFA—mengadakan bedah film perdana yang dilaksanakan di gedung aula Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati Senin, 5 Februari 2018 dengan Judul film “Parsial Kulo Mboten Salah"
Bedah film tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil perjuangan filmmaker mahasiswa KPI IPMAFA dalam menyajikan sebuah karya film. Di sela-sela liburan semester ganjil  para mahasiswa KPI melakukan pembuatan film “Parsial” tersebut.
“Filmnya bagus, saya sangat mengapresiasi sekali. Karena baru kali ini ada pemutaran diskusi film, sering-sering mengadakan kegiatan diskusi filmnya” tutur Rona Nisrina selaku mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA.
Kegiatan bedah film ini diikuti oleh puluhan mahasiswa IPMAFA dari berbagai program studi, masyarakat serta dihadiri oleh mahasiswa dari STAIN Kudus. Para peserta diskusi tersebut sangat antusias menanggapi diskusi yang disampaikan oleh narasumber. Narasumber yang hadir adalah Hariyanto dan Moh. Nurul Kamal yang berkecimpung langsung dalam pembuatan film.
Film tersebut diproduseri oleh Moh. Nurul Kamal Mahasiswa KPI semester 5, Harianto AR selaku Sutradara sekaligus merangkap sebagai penulis naskah dan dibantu oleh Nur Inayatul Husna, serta seluruh mahasiswa KPI yang ikut terlibat dalam pembuatan film tersebut.
Tema yang diangkat dalam film ini ini adalah justifikasi prematur atas sebuah kejadian tanpa adanya konfirmasi tentang yang sebenarnya terjadi. “Film tersebut bertujuan untuk mengingatkan bahwa dalam menghadapi suatu permasalahan harus melihat sampai ke asal jangan hanya melihat dari satu sudut pandang saja, agar tidak menimbulkan persepsi yang salah” Harianto selaku sutradara film PARSIAL.