Top News

Program studi komunikasi dan Penyiaran IPMAFA berupaya meningkatkan mutu pendidikannnya. Upaya tersebut dilakukan dengan melaksanakan Sitem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPMI terhadap prodi KPI sudah dilaksanakan di pertengahan tahun 2017.

Pada 16-17 April 2018 ini Program studi KPI IPMAFA diassemen oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Proses assesment dilakukan oleh dua asesor. Beliau adalah Bapak Dr. Nawari Ismail, M.Ag. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Ibu Dr. Hamidah, M.Ag. dari IAIN Raden Fatah Palembang.

Dalam assement lapangan disampaikan beberapa hal guna meningkakan mutu pendidikan di KPI IPMAFA. Dalam sambutannya, bapak Nawari menyampaikan bahwa akreditasi ini merupakan sebuah upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan perguruan tinggi.
selanjutnya beliau menambahkan bahwa jangan sampai akreditasin ini menjadi ritual adminstartif tanpa tindak lanjut. Karena ini dari akreditasi adalah peningkatkan dan perbaikan mutu pendidikan di perguruan tinggi.

Proses asesmen lapangan ini diikuti oleh sejumlah pengelola program studi dan pimpinan dari IPMAFA. Menegenai hasil penilaian ini akan diumumkan dalam laman BAN PT.

           IAIN Salatiga menjadi sebagai tuan rumah dalam acara Musyawarah kerja Forkomnas KPI wilayah III yang dilaksanakan pada 23-25 Februari 2018. Hal ini sesuai dengan kesepakatan pada musyawarah wilayah di STAIN Kudus yang lalu. Ini merupakan kali pertama Forkomnas KPI diselenggarakan di IAIN Salatiga bersama HMJ Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah. Sebanyak 13 delegasi kampus baik PTAIN dan PTAIS hadir dalam acara yang membahas beberapa program kerja dan agenda oleh pengurus Forkomnas KPI wilayah III.
            Acara dimulai dengan pembukaan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Salatiga, dan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Forkomnas KPI wilayah III. Kegiatan lainnya adalahn workshop Fotografi “Human Interest” bersama Budi Purwanto, wartawan dari majalah Tempo Semarang.
Di akhir acara, Ibnu Yahya, ketua Forkomnas KPI Pusat, dalam sambutannya mengatakan bahwa, “Forkomnas KPI di IAIN Salatiga ini merupakan yang terbaik dari seluruh acara Forkomnas KPI yang telah diselenggarakan”. Suatu kebanggaan tersendiri bagi sepuluh mahasiswa IPMAFA yang telah ikut berpartisipasi dan memeriahkan acara ini.
Dan lebih lagi, dua mahasiswa IPMAFA telah dilantik menjadi pengurus Forkomnas KPI wilayah III periode 2017/2018 yaitu, Moh. Syihabuddin dan M. Nasrullah. Kegiatan ini ditutup kembali oleh Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan diakhiri dengan studi wisata di museum kereta api Ambarawa.




Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathali’ul Falah—sering disebut KPI IPMAFA—mengadakan bedah film perdana yang dilaksanakan di gedung aula Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati Senin, 5 Februari 2018 dengan Judul film “Parsial Kulo Mboten Salah"
Bedah film tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil perjuangan filmmaker mahasiswa KPI IPMAFA dalam menyajikan sebuah karya film. Di sela-sela liburan semester ganjil  para mahasiswa KPI melakukan pembuatan film “Parsial” tersebut.
“Filmnya bagus, saya sangat mengapresiasi sekali. Karena baru kali ini ada pemutaran diskusi film, sering-sering mengadakan kegiatan diskusi filmnya” tutur Rona Nisrina selaku mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA.
Kegiatan bedah film ini diikuti oleh puluhan mahasiswa IPMAFA dari berbagai program studi, masyarakat serta dihadiri oleh mahasiswa dari STAIN Kudus. Para peserta diskusi tersebut sangat antusias menanggapi diskusi yang disampaikan oleh narasumber. Narasumber yang hadir adalah Hariyanto dan Moh. Nurul Kamal yang berkecimpung langsung dalam pembuatan film.
Film tersebut diproduseri oleh Moh. Nurul Kamal Mahasiswa KPI semester 5, Harianto AR selaku Sutradara sekaligus merangkap sebagai penulis naskah dan dibantu oleh Nur Inayatul Husna, serta seluruh mahasiswa KPI yang ikut terlibat dalam pembuatan film tersebut.
Tema yang diangkat dalam film ini ini adalah justifikasi prematur atas sebuah kejadian tanpa adanya konfirmasi tentang yang sebenarnya terjadi. “Film tersebut bertujuan untuk mengingatkan bahwa dalam menghadapi suatu permasalahan harus melihat sampai ke asal jangan hanya melihat dari satu sudut pandang saja, agar tidak menimbulkan persepsi yang salah” Harianto selaku sutradara film PARSIAL.


Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah ikut berpartisipasi dalam acara Muskernas Forkomnas KPI se-Indonesia pada tanggal 29-30 November 2017 yang diselengarakan di kampus Universitas Muhammadiyah Yogjakarta Acara  berlangsung selama dua hari ini di hadiri oleh seluruh PTAI/PTAIN KPI se-indonesia.
            KPI IPMAFA ikut andil dalam acara Muskernas Forkomnas KPI Nasional dengan mengirim 4 delegasi yang merupakan peserta baru dalam Forkomnas KPI. Muhammad Syauqi Fawwas sebagai salah satu delegasi dari KPI IPMAFA mengatakan dengan adanya Muskernas Forkomnas KPI ini bisa mempererat tali silaturahmi antar PTAIN/PTAIS se Indonesia dan juga untuk mengglobalkan haluan keilmuan Program Studi KPI se-Indonesia ini mau diarahkan kemana. Dan semoga dengan adanya muskernas FORKOMNAS KPI ini, KPI bisa berkontribusi dalam kemajuan dan perkembangan dakwah Islam di negara Indonesia tercinta.
            FORKOMNAS KPI sendiri merupakan kepanjangan dari Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional yang melibatkan seluruh mahasiswa Jurusan/Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Se PTAI/PTAIN Indonesia. Berdirinya Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional-Komunikasi dan Penyiaran Islam FORKOMNAS-KPI pada tahun 2009.
            Tujuan dari terbentuknya organisasi ini adalah untuk membangun suatu integritas keilmuan sekaligus memperkuat suatu pemikiran anggotanya, khususnya dalam bidang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Selain tujuan dalam sebuah organisasi juga terdapat beberapa program kerja yang harus dilaksanakan demi tercapainya tujuan dari organisasi itu sendiri. Pola umum program kerja yang diadopsi oleh FORKOMNAS KPI adalah program-program yang menyeluruh, terpadu, terencana, terarah, berkesinambungan serta berkelanjutan. Hal ini dianggap mampu untuk memanifestasikan keadaan yang ingin dicapai dalam jangka pendek dan jangka panjang. Sehingga dapat mewujudkan tujuan dari FORKOMNAS KPI secara bertahap.
Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathali'ul Falah (KPI IPMAFA) kembali memperluas jalinan kerja sama dengan pihak terkait. Hal ini dibuktikan dengan ditandatanganinya surat perjanjian kerja sama antara Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (FDPM) IPMAFA dengan TV 9 Nusantara Surabaya.
Kerjasama ini ditandatangi di Kampus IPMAFA pada hari Sabtu 9 Desember 2017, di mana pihak Fakultas diwakili oleh Ibu Sri Naharin, MSI. selaku Dekan Fakultas DPM IPMAFA dan pihak TV9 diwakili oleh Bapak Mohammad Sururi selaku Human Capital Development & General Affair Manager TV 9 Nusantara Surabaya.
Hal-hal yang dikerjasamakan adalah dalam bidang fasilitas praktikum bagi mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IPMAFA, dan  bidang program acara yang disepakati bersama. Selain itu juga bidang pemanfaatan tenaga ahli di lembaga terkait dalam program-program yang dikembangkan sesuai bidang masing-masing.
Dalam sambutannya Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama ini. “ Harapan kami semoga kerja sama ini dapat memeberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak”, sambung beliau.
Sedangkan bapak Sururi juga berharap agar kerja sama ini mampu ditindaklanjuti dengan berbagai program yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. “ Mahasiswa harus dapat pengalaman yang baik ketika ia magang, agar dapat bersaing di dunia kerja nantinya”,  ujarnya.
Setelah acara penandatangan dilanjutkan dengan diskusi kecil dengan dihadiri kedua belah pihak dan prodi KPI. Hasilnya adalah bagaimana agara mahasiswa digerakkan untuk mampu membuat berbagai konten yang bermafaat dalam dunia dakwah dan komersial agar nantinya kemampuan itu terasah. Konten itu dapat berupa video pendek tentang tutorial ibadah yang dapat memberikan manfaat bagi khalayak umum yang masih awam masalah agama namun dikemas dengan bingkai yang menarik.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang dulu pernah diteken antara Rektor IPMAFA dengan Direktur TV 9 di waktu silam.



Forum Komunikasi Nasional Komunikasi dan Penyiaran Islam atau sering disebut dengan FORKOMNAS KPI, merupakan wadah silahturahmi bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam se-indonesia. Pada tanggal 20-22 Oktober 2017, Forkomnas KPI wilayah III melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) serta seminar Forkomnas KPI wilayah III Jateng-DIY yang dilaksanakan di STAIN Kudus.
Acara Muswil ini merupakan kegiatan rutinan satu tahun sekali, yang diadakan untuk mempererat tali silaturahmi lembaga pendidikan yang memiliki program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di Jateng-DIY. Acara ini juga memiliki tujuan lain yaitu memilih ketua FORKOMNAS-KPI wilayah III yang baru. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa deleasi dari kampus di Jateng-DIY, seperti KPI dari IPMAFA Pati, STAIN Kudus, UNSIQ Wonosobo, IAIN Salatiga, IAINU Kebumen, UMY Yogyakarta, UNISNU Jepara, dan masih banyak lagi.
Kegiatan yang diadakan di STAIN Kudus meliputi seminar “Peran dan tantangan Mahasiswa KPI dalam Berkompetisi di Era Globalisasi”, workshop film, pembuatan film KPI wilayah III Jateng-DIY, Muswil.
Kegiatan ini diawali dengan seminar dengan tema  “Peran dan tantangan Mahasiswa KPI dalam Berkompetisi di Era Globalisasi”. Materi kegiatan ini disampaikan oleh Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Kudus. Menurutnya, KPI memiliki peran yang sangat berpengaruh dalam ranah sosial maupun dunia kerja, karena alumni program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam ini bisa beradaptasi di semua tempat dan program, baik itu yang bersifat sosial maupun dunia kerja. Kegiatan seminar tersebut sekaligus membuka kegiatan Muswil Forum Komunikasi Nasional Komunikasi Dan Penyiaran Islam.
Kegiatan seminar tersebut kemudian dilanjutkan dengan Workshop Perfilman. Workshop perfilman ini dipandu oleh sinematografi asal Kudus yaitu Aisya Karima. Peserta dalam kegiatan workshop film ini adalah para peserta MUSWIL dan mahasiswa baru KPI maupun program studi yang lain di STAIN Kudus.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut seperti pengertian sinopsis, standar tim dalam membuat film, pergerakan kamera kamera dan pengetahuan tentang editing. Setelah sholat jum’atan para peserta membuat kelompok yang terdiri dari 8 orang, baik itu dari peserta yang berasal dari KPI Jateng-DIY maupun KPI dari STAIN Kudus untuk membuat sebuah film pendek berdurasi 5-10 menit menggunakan alat seadanya. Di sore harinya langsung direview oleh pemateri workshop film tersebut.
Untuk memperlancar pembuatan film KPI wilayah III, malam harinya diadakan ramah tamah para peserta musyawarah wilayah. Para peserta dari berbagai wilayah memperkenalkan diri supaya para peserta yang lain bisa saling mengenal satu sama lain.
Setelah sedikit banyak mengenal mahasiswa KPI dari berbagai kota, kemudian paginya membuat film. Para peserta Muswil kemudian dibagi menjadi beberapa bagian, seperti sutradara, produser, talent/pemeran, kameramen, editing, artistik. Proses pengambilan gambar para pemain dalam film ini kurang lebih 8 jam. Salah satu tokoh dalam film ada yang berasal dari KPI IPMAFA, yaitu M. Syihabuddin, dia memerankan sebagai bapak dosen dalam film tersebut. Menurut Syihabuddin, dalam berperan dalam film ini menjadi kesan tersendiri dan pertama kalinya menjadi figur dalam sebuah film pendek.
Malam harinya acara Muswil dimulai, banyak calon yang diusung dalam pemilihan ketua FORKOMNAS-KPI Wilayah tiga, seperti Farikh Rohman dari IAIN Purwokerto, M. Taufiq dari UIN Walisongo dan Fristin Intan S. dari IAIN Surakarta. Pemilihan ketua Forkomanas-KPI dilaksanakan melalui voting para peserta sesuai peraturan yang disepakati. Dalam pemilihan ketua ini yang terpilih adalah M. Taufiq dari UIN Walisongo.