Yogyakarta – Menjalani Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) di stasiun televisi menjadi kesempatan bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus mengenal secara langsung proses kerja industri penyiaran. Kesempatan tersebut tengah dimanfaatkan Riska Setya Ningrum, mahasiswa KPI Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), melalui kegiatan KKK di Jogja TV dengan penempatan pada divisi program siaran.
Dalam kegiatan yang masih berlangsung tersebut, Riska memilih divisi program setelah sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk bergabung di divisi pemberitaan (news). Pilihan tersebut didasarkan pada keinginannya untuk memahami secara lebih mendalam proses produksi program televisi, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan produksi, hingga program siap disajikan kepada khalayak.
Di divisi program, Riska bertugas sebagai asisten produser dan mendampingi tiga produser Jogja TV, yakni Irawan yang akrab disapa Simbah, Bagus, dan Kris. Berbagai tugas dijalankan Riska dalam mendukung proses produksi program, antara lain membantu mempersiapkan kebutuhan produksi, mengondisikan peserta atau audiens, menyiapkan dan membagikan rundown kepada kru, serta bertugas sebagai floor director (FD).
Selain itu, Riska juga turut mengamati jalannya proses produksi dan siaran untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan. Keterlibatan tersebut membuat Riska tidak hanya belajar mengenai teknis produksi, tetapi juga memahami koordinasi antar kru yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan program televisi.
Tidak hanya berkutat di divisi program, Riska juga memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan kehumasan Jogja TV. Salah satunya dengan mewakili Jogja TV dalam konferensi pers HUT ke-50 Ramayana Ballet Purawisata Yogyakarta yang digelar di Yogyakarta pada Minggu (9/8/2026).
Menurut Riska, keterlibatan dalam kegiatan kehumasan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan aktivitasnya sehari-hari di divisi program. Ia berkesempatan mengenal secara langsung bagaimana sebuah lembaga media membangun komunikasi dan menjalin hubungan dengan pihak eksternal serta berinteraksi dengan berbagai media.
Pengalaman tersebut memperluas pemahaman Riska mengenai dunia kerja di industri penyiaran. Baginya, kegiatan KKK tidak hanya menjadi sarana untuk menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, membangun pengalaman profesional, dan memahami dinamika kerja di lingkungan industri televisi.
Dengan kegiatan KKK yang masih berlangsung, Riska terus memperoleh pengalaman melalui berbagai aktivitas di Jogja TV. Selain fokus pada bidang program siaran, keterlibatannya dalam kegiatan kehumasan menjadi kesempatan untuk mengenal lebih luas berbagai bidang kerja yang saling mendukung dalam industri penyiaran.



Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.
No comments
Post a Comment