Yogyakarta, (Selasa, 19 Mei 2026)_ Mahasiswa Program
Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) melakukan kunjungan industri (media
visit) ke kantor redaksi Jawa Pos Radar. Kunjungan ini bertujuan untuk
menjembatani antara teori akademik yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan
praktik langsung di industri media massa.
Sebagai bagian dari jaringan koran nasional Jawa Pos, Radar Jogja menjadi destinasi strategis bagi mahasiswa untuk memahami ekosistem media cetak dan transformasi digital. Meski berbasis di Yogyakarta, Radar Jogja merupakan bagian dari jejaring besar yang memiliki penetrasi kuat di berbagai daerah, termasuk wilayah eks-Karesidenan Pati (Pati, Kudus, Jepara, Blora) yang berada di bawah naungan biro Radar Kudus.
Transformasi
Digital dan Multiplatform
Dalam sesi pemaparan, Bapak Anan selaku
Manager Bisnis Digital menjelaskan bahwa Radar Jogja terus berkembang
menyesuaikan zaman. Saat ini, Radar Jogja tidak hanya berfokus pada media cetak
(koran), tetapi telah merambah ke dunia digital secara masif. "Kami
mengelola dua divisi utama, yakni divisi cetak dan divisi online yang mencakup
website, media sosial, hingga produksi konten kreatif seperti musik dan
podcast," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Meutika selaku
Redaktur Editor Online menambahkan bahwa sejak tahun 2023, terjadi penyeragaman
di seluruh Jawa Pos Group. Kini, setiap portal daerah memiliki domain turunan
.jawapos.com. Tercatat ada sekitar 80 website yang bergabung dalam jaringan ini
dan terus berkembang, di mana setiap radar bisa memiliki lebih dari satu
website.
Strategi
Redaksi: Mutilasi Berita dan Konten "Evergreen"
Mahasiswa juga mendapatkan wawasan teknis
mengenai dapur redaksi. Radar Jogja memiliki indeks berita yang konsisten pada
kanal lifestyle, otomotif, hingga review film. Meskipun berstatus koran lokal,
awak redaksi dituntut untuk tetap peka dan "melek" terhadap isu-isu
nasional yang sedang berkembang. Salah satu teknik menarik yang dipaparkan
adalah metode "memutilasi berita". Teknik ini dilakukan oleh wartawan
dengan meliput berdasarkan data primer, yang kemudian dipecah menjadi beberapa
fragmen berita agar lebih fokus, mendalam, dan sesuai dengan algoritma pembaca
digital.
Selain itu, terdapat perbedaan peran
antara Redaktur News dan Redaktur Evergreen. Redaktur Evergreen fokus pada
konten-konten yang selalu relevan (tidak lekang oleh waktu) dengan menyadur
informasi dari website resmi instansi atau pihak terkait untuk dikemas ulang
secara menarik.
Peluang
Kolaborasi dan Magang
Kunjungan ini juga membuka peluang
kolaborasi yang luas. Radar Jogja menegaskan bahwa program pemagangan di kantor
mereka kini tidak hanya terbatas pada posisi wartawan, tetapi juga sangat
difokuskan pada peran content writer dan content creator. "Kami membuka
pintu kerja sama seluas-luasnya, tidak hanya bagi mahasiswa dari program studi
komunikasi, tetapi juga dari lintas disiplin ilmu lainnya," ungkap Pak
Isyroh dalam sesi diskusi.
Melalui
kegiatan Media Visit ini, diharapkan mahasiswa KPI dapat memahami proses
produksi konten di media profesional mulai dari peliputan, proses meja redaksi
oleh redaktur, hingga tata letak oleh lay outer serta siap terjun menjadi
praktisi media yang kompeten di masa depan (K6).
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati.
No comments
Post a Comment