Pesan Rektor Ipmafa Untuk Mahasiswa KKN Daring Tahun 2021

 


KKN Ipmafa tahun 2021 masih tetap dilakukan secara daring dengan format yang cukup berbeda dengan KKN daring sebelumnya. Mahasiswa memiliki program dan kegiatan pengembangan masyarakat yang beragam, baik dilakukan secara kelompok maupun individu. Program tersebut seperti ngaji daring, pelatihan online, produksi konten positif di media digital, dan survey di desa mahasiswa masing-masing.

Dalam forum penerjunan KKN, Rektor Ipmafa, Abdul Ghafarrozin menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan KKN Ipmafa (9/8/21). Mahasiswa KKN diharapkan dapat belajar banyak dari KKN tahun sebelumnya sehingga hasilnya lebih baik dan tentunya dapat lebih menjawab kebutuhan masyarakat. 

Rektor yang akrab disapa Gus Rozin ini juga berharap mahasiswa mampu menyikapi secara bijak terhadap perilaku masyarakat yang menjadi persoalan bersama seperti menurunnya tingkat kepercayaan kepada otoritas, terjadinya fragmentasi informasi dan keacuhan kolektif. Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan struktur dan sistem sosial yang berlaku sehingga KKN ini berada di masa transisi sosial yang didalamnya terdapat krisis ekonomi, krisis kemanusiaan dan krisis kepercayaan.

Oleh sebab itu KKN ini menghadapi tantangan dan tanggungjawab yang berat dalam rangka memulihkan tatanan sosial masyarakat. Beratnya tantangan ini mengharuskan mahasiswa KKN mampu melaksanakan kegiatan KKN dengan sepenuh hati dan tidak segedar memenuhi syarat akademik kampus.

Di poin akhir sambutannya, Gus Rozin berpesan kepada mahasiswa untuk memiliki tiga hal penting demi suksesnya mengikuti kegiatan KKN. Pertama, mahasiswa harus memiliki niat yang kuat dan serius bahwa KKN tidak hanya untuk memperoleh nilai akademik tetapi harus dipahami bahwa KKN adalah wujud partisipasi mahasiswa untuk mengabdi dan mengembangkan masyarakat di daerah masing-masing.

Pesan kedua adalah mahasiswa harus memiliki nalar kritis ketika ber KKN. Mahasiswa dituntut mampu memahami kondisi masyarakat dan mengidentifikasi persoalan yang terjadi di desa. Kondisi sosial dan sumber-sumber potensial yang ada di suatu masyatakat harus mampu digali agar kegiatan KKN sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki masyarakat. Dengan demikian, program-program yang direncanakan tepat sasaran sesuai potensi desa dan masyarakatnya.

Terakhir, Gus Rozin berpesan mahasiswa juga harus memiliki keteguhan yang objektif untuk melaksanakan kegiatan KKN dari awal sampai akhir. KKN yang dilakukan selama kurang lebih 2 bulan ini adalah waktu yang sangat singkat sekaligus memiliki kendala tersendiri karena dilakukan secara daring, maka dibutuhkan keteguhan sikap untuk mengawal kegiatan dan program kerja secara kontinu. 

KKN Daring Ipmafa mengikuti pemerintah yang masih menerapkan kebijakan PPKM di berbagai wilayah di Indoensia. Rektor Ipmafa menyampaikan bahwa KKN daring seperti ini memiliki tantangan yang berbeda karena secara teknis kegiatan yang dilakukan secara online memiliki keterbatasan dan kelemahan, meski juga ada dampak positifnya.




0 Comments